NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Orang Disabilitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Besok kamu harus menikah dengan putra dari keluarga He! Pokoknya Papa tidak mau tahu, setuju atau tidak kamu tetap harus menikah dengannya." Zhu Guan

"Tidak! Lian tidak mau Pa. Sampai kapanpun Lian tidak mau menikah dengan lelaki lumpuh itu. Lebih baik Yiyue saja yang Papa nikahkan dengan lelaki itu, jangan aku Pa!" Zhu Lian

"Kenapa harus aku? Bukankah kakak yang harus menikah, tapi kenapa semua orang menumbalkanku untuk menggantikannya?" Zhu Yiyue

Seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang, tak ada opsi lain selain menuruti keinginan keluarga He yang merupakan keluarga konglomerat. Dengan teganya dia menumbalkan salah satu putrinya sebagai penebus hutangnya. Tanpa memikirkan perasaan putrinya, dia justru mendorong putrinya ke sebuah jurang keputusasaan.

Mampukah Yiyue menerima takdirnya sebagai alat penebus hutang? Menikah dengan seorang lelaki yang tak dia kenal, terlebih lelaki itu adalah Tuan Muda lumpuh yang terkenal sangat dingin seperti kulkas tujuh pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMDTML 6

Di sebuah ruangan yang luas, tampak seorang lelaki yang baru saja bangun dari alam mimpinya. Lelaki itu menggeliat dari balik selimut tebalnya, sebelum kemudian dia langsung duduk dan mengumpulkan nyawanya yang sempat hilang ke alam mimpi.

Qiaoyan tersenyum miring menatap pada baju ganti yang telah disiapkan di atas ranjang. "Ternyata patuh juga dia. Dasar bodoh." Ledeknya sambil menggelengkan kepala tanpa sadar dia tersenyum.

Lelaki itu menghela napas beratnya sambil menatap ke arah kedua kakinya yang lumpuh. "Kenapa nasibku sial sekali? Punya kaki tapi tidak berfungsi, percuma aku hidup tapi tidak bisa apa-apa. Arrrggggghhhh ...."

"Tidak! Aku tidak boleh seperti ini terus. Bagaimana caranya aku harus bisa bangit seperti dulu," gumam Qiaoyan dengan effort yang tinggi agar dirinya segera sembuh dan bisa kembali berjalan seperti dulu.

Lelaki itu sudah bosan dengan hidupnya yang selalu berada di atas kursi roda. Mengandalkan bantuan seseorang untuk membantunya, tapi untuk sekarang dia ingin menunjukkan pada dunia jika Qiaoyan yang mereka hina bisa berdikari lagi seperti dulu. Menjadi sosok lelaki yang digilai oleh para kaum hawa juga disegani oleh semua orang.

Perlahan Qiaoyan menggeser tubuhnya ke bibir ranjang, berusaha mengambil sebuah tongkat yang ada di samping nakas ranjang guna menggapai kursi roda yang jaraknya tidak jauh dari ranjang king sizenya.

"Ck, kenapa sulit sekali?" Qiaoyan berdecak kesal karena dirinya belum bisa mengambil tongkat itu, tapi tetap saja tak membuat Qiaoyan menyerah. Sekuat tenaga Qiaoyan berusaha kembali meraih tongkatnya. Namun, tiba-tiba ....

BRAK!

Tubuh lemah Qiaoyan jatuh tersungkur ke atas lantai dengan posisi tubuh tengkurap seperti anak bayi.

"Aaarrrrgghhh ...," pekik Qiaoyan

"Tuan Muda ...." Mata Yiyue membulat sempurna saat dia masuk ke kamar dan langsung disuguhkan pemandangan yang mengejutkan dirinya.

Segera mungkin Yiyue meletakkan nampan yang berisi sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi dan segelas susu khusus untuk kesembuhan tulang suaminya.

"Astaga! Kenapa bisa seperti ini Tuan? Apa kau baik-baik saja?" cerocos Yiyue berusaha membantu suaminya berdiri. Terlihat jelas kekhawatiran di raut wajah gsdis cantik itu.

"Sudah kubilang berapa kali, jangan sentuh aku!" pekik Qiaoyan sambil menepis tangan mungil istrinya. Sorot matanya menyorot tajam pada Yiyue yang ada di hadapannya.

"Ingat, pernikahan kita hanya sebatas formalitas saja, tak lebih dari itu! Aku harap kau tahu posisimu seperti apa disini. Dan kau jangan mengharap lebih dari pernikahan ini, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu. Kau hanya gadis yang terpaksa menikah denganku karena uang, bukan karena cinta tulus." Lanjutnya yang tanpa sadar jika ucapannya telah melukai hati Yiyue.

Namun, Yiyue sama sekali tak mengindahkan ucapan suaminya. Gadis cantik itu berusaha menutup mata dan telinga agar dirinya tak merasa sakit. Dia sadar jika dirinya menikah hanya sebagai alat penebus hutang Papanya, jadi mau tidak mau Yiyue tetap menerima takdirnya sebagai istri dari Tuan Muda Qiaoyan walaupun lelaki itu lumpuh.

"Sudahlah Tuan, ini masih pagi. Tak baik jika Tuan Muda marah-marah seperti ini, lebih baik simpan tenaga Tuan untuk hal yang positif," ucap Yiyue sambil memapah tubuh besar suaminya untuk duduk di kursi roda.

Qiaoyan kembali dibuat terkejut melihat sikap Yiyue yang sama sekali tidak kesal ataupun marah padanya. Pasalnya, dia telah melayangkan ucapan pedas pada istrinya. Tapi, faktanya sang istri hanya diam dan tetap membantu dirinya meskipun dia kekeh menolaknya.

Perlahan Yiyue mendorong kursi roda suaminya menuju kamar mandi.

Qiaoyan membelalakkan matanya saat dirinya didorong masuk ke dalam kamar mandi. "Hei kenapa kau membawaku ke kamar mandi? Ingat, kau jangan macam-macam padaku!" sentak Qiaoyan dengan sorot tajam menatap Yiyue.

"Tenang saja Tuan, aku akan memandikanmu," sahut Yiyue santai sambil memasang stek kursi roda supaya tidak bergerak. Sebelum kemudian dia mengambil handuk dan mengisi bathup dengan air hangat.

"Tidak perlu, aku bisa mandi sendiri! Ingat, aku bukan lelaki lemah yang harus kau urus," tolak Qiaoyan dengan sinis.

Yiyue berdecak kesal melihat sikap keras kepala suaminya. "Jangan keras kepala Tuan! Lebih baik menurut saja karena aku tidak suka mendengar ocehanmu."

"Jika kau memang tak menganggapku sebagai istri, setidaknya anggap saja aku sebagai pengasuh yang merawatmu." Yiyue tetap membantu suaminya masuk ke dalam bathup yang sudah terisi oleh air hangat.

"Kau ...."

Ucapan Qiaoyan tertahan saat melihat Yiyue dengan beraninya membuka bajunya tanpa izin. Sungguh gadis cantik di hadapannya itu sangat berani. Apakah gadis itu tidak takut jika dia sampai berbuat lebih pada dirinya?

Dengan telaten Yiyue menggosok pelan punggung suaminya dengan sabun cair yang tersedia di dalam sana, membersihkan seluruh tubuh suaminya. Yiyue tak peduli jika suaminya akan murka ataupun memaki dirinya lagi. Yang penting dirinya telah melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik untuk merawat sang suami. Meskipun lelaki itu tak pernah menganggap keberadaannya sama sekali.

Dengan cara itulah Yiyue dapat membuktikan pada suaminya jika dia menikah bukan karena uang tapi karena takdir. Dan dia juga sudah menerima kenyataan dan keadaan tentang hidupnya saat ini. Jadi, tak ada alasan baginya untuk terus menangis dan meratapi nasib buruknya. Mungkin saja ini sudah takdirnya untuk keluar dari rumah keluarga Zhu yang seperti neraka baginya.

Setelah dia selesai menggosok punggung suaminya, lalu dia beralih menggosok rambut sang suami dengan lembut. Menuangkan sampo tepat di atas kepala suami kulkasnya itu.

Qiaoyan hanya diam terpaku dengan sorot mata menatap intens pada Yiyue. Terlihat jelas keseriusan sang istri saat membersihkan tubuhnya. Istrinya sama sekali tak merasa jijik ketika memandikannya, seolah memang sudah terbiasa dengan hal itu. Qiaoyan sendiri terkejut dengan apa yang dia lihat barusan, tak percaya jika gadis itu mau memandikannya seperti saat ini.

Seketika Qiaoyan teringat dengan beberapa tahun silam, jika selama ini tak ada seseorang yang memperlakukannya dengan lembut usai dirinya yang dinyatakan lumpuh permanen. Sejak itulah dunia Qiaoyan hancur begitu juga dengan mimpi yang telah dia rajut bersama sang kekasih. Dengan teganya sang kekasih pergi meninggalkan dirinya begitu saja karena dia yang telah lumpuh. Hal itulah membuat hati Qiaoyan membeku, sama sekali tidak percaya dengan perempuan manapun setelah dirinya dikhianati.

Setelah beberapa menit kemudian, Yiyue telah selesai memandikan suami kulkasnya itu. Kini dia membawa sang suami keluar dari kamar mandi, lalu mengeringkan rambut suaminya dengan hairdryer agar cepat kering.

Tak berhenti disitu, Yiyue pun membantu suaminya untuk memakai baju yang telah dia siapkan. Yiyue yakin jika sang suami pasti kesulitan saat melakukannya. Gadis cantik itu sama sekali tak merasa malu ataupun jijik saat mengurus suaminya yang lumpuh.

Yiyue tersenyum menatap wajah datar suaminya. Akhirnya dia telah selesai melakukan tugasnya dengan baik, tak peduli dengan ocehan suaminya itu.

"Tuan Muda, ayo makan. Buka mulutnya, aaa ...."

"Aku tidak mau!"

"Ayolah Tuan Muda, buka mulutnya."

"Tidak!"

"Aaaa ...."

PRANK!

.

.

.

🥕Bersambung🥕

Visual Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Zhu Yiyue

He Qiaoyan

Yang Ruo Wei

He Qiaoran

Zhu Lian

Fan Zhi

He Jinmao

Zhu Guan

Apabila visualnya tidak sesuai, bisa dibayangkan sendiri ya dengan imajinasi kalian masing-masing 😊🙏🙏

1
Kaizy celine
Lanjutttt😍😍
Kaizy celine
Nah gtu dongg 😍👍👍👍 panggilan sayang lebih enak didengar
Kaizy celine
😍😍😍😍😍😍
Kaizy celine
Ohhhh co cweett🥺🥺 tpi miris banget ya smoga happy ending
Yul Kin
ayo dong ungkapkan perasaan mu, ganti atuh panggilannya jgn tuan... 💪😄
Yul Kin
aku sampe nangis, terharu banget
Rara Kayla
jadi ikutan mewek🥺😢😭
Kaizy celine
Hem rasanya pengen pilih dokter aja, tapi lihat qioyan kasihan🥺
Kaizy celine
Naahhh ternyata dia cinta duluan tapi gengsi😍👍
Kaizy celine
Waduh siapaaa tuhhhh😍😍😍
Rara Kayla
nah loooh... kan...
Rara Kayla
waaaah.... ini nih bakal tantrum tuh si bayi gede😁
Rara Kayla
suamimu ngambek, awas tantrum loh🤣
Rara Kayla
yaela, pelit amat kau Bos! 🤣
Kaizy celine
Naah gtu dong🤣😍👍👍
Kaizy celine
Lanjutt thorrr tanggung thorr
Rara Kayla
fix bukan anaknya nih...
Rara Kayla
yuuuk gas lagi Thor babnya, semangat.. semangaat Thor😁
Rara Kayla
Bapak yg aneh bin kucluk, itu si Qiaoyan anak apa bukan sih? tega amat ma anak sendiri
Rara Kayla
Si mulut pedas😁, makan tuh, sakit hati kan lu. hahahahahaha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!