NovelToon NovelToon
Kebetulan Menjadi Legenda Murim

Kebetulan Menjadi Legenda Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Antagonis
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Drunk Cats

Geun hanya ingin cepat kaya dan hidup nyaman.

Tapi setiap kebohongan kecil dan pertarungan nekat demi uang justru melahirkan legenda baru.

Saat dunia bela diri mulai menyebutnya monster dan iblis, Geun sendiri hanya sibuk mencari kerja dengan bayaran tinggi.

Geun yang awalnya hanyalah pemuda gelandangan yang ingin hidup bebas dan nyaman, namun tanpa sadar meninggalkan jejak yang mengubah dunia bela diri selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drunk Cats, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #7: Iblis

"HAAAAH!"

Geun menerjang maju. Tidak ada kuda-kuda. Sama sekali tidak ada keanggunan.

Dia berlari seperti banteng gila yang ekornya terbakar, mengayunkan linggis berbungkus karung itu dengan kedua tangan di atas kepala.

"Teknik sampah!" ejek Ketua Bandit.

Dia tidak repot-repot menghindar. Dia mengangkat kapak besarnya dengan satu tangan untuk menangkis.

BAAAM!

Benturan itu menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan salju di radius tiga meter.

Tanah di bawah kaki mereka retak.

Ketua Bandit itu sedikit terkejut. Lututnya menekuk sedikit.

"Berat sekali..." batinnya.

Tenaga bocah kurus ini tidak masuk akal. Itu bukan tenaga otot murni, itu adalah ledakan tenaga dari seseorang praktisi bela diri yang sudah mahir mengendalikan energi internal.

Tapi pengalaman berbicara.

Ketua Bandit memutar pergelangan tangannya, mengalirkan energi internal ke lengannya untuk membelokkan linggis Geun ke samping, lalu mengirim tendangan lutut ke perut Geun.

BUAGH!

Geun terpental mundur lima langkah, memuntahkan darah segar.

Rasanya seperti ditabrak kereta kuda. Tapi Geun tidak jatuh. Dia tidak bisa jatuh. Adrenalin dan Qi liar yang mengamuk di tubuhnya membuatnya berdiri tegak seperti mayat hidup.

"Sakit... sakit sekali brengsek..." batin Geun menjerit, tapi mulutnya menyeringai lebar.

Matanya yang merah darah melihat segalanya.

Dunia di mata Geun saat ini adalah peta aliran sungai yang bercahaya.

Dia melihat energi internal merah Ketua Bandit mengalir deras ke bahu kanan.

Serangan vertikal!

Geun memiringkan kepalanya ke kiri.

WOOSH!

Kapak besar itu membelah udara di tempat kepalanya berada sepersekian detik yang lalu.

Dia melihat energi mengalir ke kaki kiri lawan.

Bandit itu melakukan tendangan memutar.

Geun melompat mundur dengan gerakan kaku dan patah-patah.

Ujung sepatu besi bandit itu meleset satu inci dari hidungnya.

"Licin sekali kau, Tikus!" geram Ketua Bandit. Dia mulai frustrasi.

Bocah di depannya ini bertarung tanpa pola. Tidak ada jurus Sekte Wudang, tidak ada Keanggunan Sekte Gunung Hua, tidak ada kelicikan Sekte Pengemis.

Dia bertarung seperti orang yang sedang kejang-kejang, tapi entah bagaimana selalu lolos dari maut.

"Kau hanya bisa lari?!"

Ketua Bandit menghentakkan kakinya. Energi meledak dari tanah, menciptakan guncangan yang membuat keseimbangan Geun goyah.

"Sekarang!"

Ketua Bandit menerjang. Kapaknya bersinar merah terang. Ini adalah jurus andalannya.

Dia tidak mengincar satu titik, tapi area luas. Geun tidak bisa menghindar ke kiri atau kanan.

Geun sadar dia akan habis.

Dia mengangkat linggis besinya untuk menahan serangan itu secara langsung.

TRAAANG!

Suara logam beradu memekakkan telinga.

Kain goni pembungkus linggis Geun hancur seketika, memperlihatkan batang besi berkarat yang jelek di dalamnya.

Tekanan dari kapak itu luar biasa.

Lutut Geun menghantam tanah. Tulang selangkanya berteriak.

Kapak itu menekan linggis Geun, perlahan tapi pasti turun mendekati lehernya.

"Hahahaha! Lihat dirimu!" tawa Ketua Bandit di depan wajah Geun. "Kau punya tenaga, Nak. Tapi kau tidak punya teknik. Kau cuma balon yang diisi udara panas. Sebentar lagi kau meletus!"

Geun menggertakkan gigi. Darah menetes dari hidungnya ke salju.

Dia kalah tenaga. Energi internalnya mulai menipis. Jantungnya sakit setengah mati.

Tapi dalam jarak sedekat ini, wajah mereka hanya berjarak satu jengkal, dan mata Geun melihat sesuatu.

Di bawah ketiak kanan Ketua Bandit yang terbuka karena posisi mengangkat kapak.

Ada satu titik cahaya kecil yang berdenyut.

Itu adalah titik pertemuan Meridian Jantung dan Lengan Jiquan.

Di sana, energi internal Ketua Bandit berputar kencang, menjadi pusat distribusi tenaga untuk kedua lengannya yang kekar.

Geun tidak tahu apa nama titik itu, karena dia memang tidak pernah belajar bela diri atau teori apapun. Namun, dia merasa harus memikul titik itu karena dia memang tidak punya pilihan lain selain memukul titik itu demi setidaknya untuk bertahan hidup.

Masalahnya, tangan Geun sedang sibuk menahan kapak di atas kepala dengan kedua tangan.

Jika dia melepaskan satu tangan untuk menyerang, kapak itu akan memenggal lehernya dalam sekejap.

Posisi ketiak itu terlindungi oleh lengan bandit yang besar.

Tidak ada sudut serangan yang mungkin bagi anatomi manusia normal.

Tangan manusia tidak bisa menekuk ke arah sana tanpa memutar badan.

Geun menatap mata Ketua Bandit.

Tatapan Geun berubah.

Dia memblokir reseptor rasa sakit, lalu melepaskan kunci sendi.

"Apa?" Ketua Bandit bingung melihat perubahan ekspresi itu.

KRAAAK!

Suara sendi yang lepas terdengar renyah di tengah badai.

Bukan tulang Ketua Bandit.

Tapi tulang Geun.

Geun dengan sengaja melepaskan sendi bahu kirinya dari cangkangnya.

Tidak berhenti di situ, dia memutar sikunya 360 derajat ke arah luar, melawan kodrat sendi manusia.

Lengan kirinya, yang tadinya menahan linggis, kini terkulai lemas seperti karet, lalu melesat seperti ular berbisa yang meliuk melewati celah pertahanan kapak.

Gerakan itu mustahil.

Menjijikkan.

Mengerikan.

Ketua Bandit terbelalak. Otaknya tidak bisa memproses apa yang dia lihat.

Tangan manusia tidak bisa bergerak seperti itu.

Tapi tangan Geun bisa.

Tangan kiri yang "lepas" itu menggenggam erat ujung linggis yang runcing dan berkarat.

Dan di ujung jari-jarinya, Geun memusatkan seluruh sisa energi yang liar, panas, dan kotor.

JLEB!

Jari-jari Geun, yang diperkuat energi internal dan besi linggis, menusuk tepat ke titik Jiquan di ketiak Ketua Bandit.

Itu bukan tusukan yang dalam.

Tapi itu tusukan yang fatal.

Geun tidak menusuk daging. Dia menusuk aliran sungai energi.

Dia menyuntikkan energi liarnya yang kacau langsung ke dalam sirkulasi energi internal Ketua Bandit yang teratur.

Rasanya seperti melemparkan batu besar ke dalam baling-baling yang berputar kencang.

"ARGHHH??!!"

Ketua Bandit menjerit.

Tapi bukan karena sakit tusukan.

Dia merasakan sesuatu yang mengerikan terjadi di dalam dadanya.

Aliran energi-nya... tersumbat.

Energi yang seharusnya mengalir keluar ke kapak, tiba-tiba menabrak dinding energi kacau milik Geun, dan memantul balik.

Ketua bandit mengalami Qi Deviation Instan.

Energi First Rate yang dahsyat itu berbalik arah, menyerbu kembali ke jantung pemiliknya dengan kekuatan ganda.

DUM!

Suara itu terdengar tumpul dari dalam dada Ketua Bandit.

Seperti suara gendang yang dipukul di dalam air.

Mata Ketua Bandit melotot keluar. Pembuluh darah di seluruh wajahnya meledak serentak.

Kapak besarnya jatuh dari genggaman.

Dia mundur dua langkah, mencengkeram dadanya. Mulutnya membuka, ingin bicara, tapi yang keluar hanyalah semburan darah hitam bercampur potongan organ dalam.

Jantungnya meledak.

BRUK!

Raksasa setinggi dua meter itu jatuh berlutut. Lalu ambruk tertelungkup di atas salju. Mati seketika.

Hening.

Medan perang yang tadinya riuh oleh teriakan, tiba-tiba sunyi senyap.

Angin badai seolah berhenti bernafas.

Semua mata dari para bandit yang tersisa, pengawal Silvercrane yang bersembunyi di balik perisai, dan para umpan yang masih hidup, tertuju ke satu titik.

Ke arah pemuda kurus yang berdiri di sana.

Geun berdiri terhuyung.

Napasnya memburu, mengeluarkan uap putih tebal.

Matanya merah total, menyala dalam kegelapan badai.

Darah mengalir dari hidung, mulut, dan pori-pori kulitnya.

Tapi yang paling membuat semua orang mual adalah lengan kirinya.

Lengan itu tergantung di sisi tubuhnya dengan sudut yang salah, memutar aneh seolah-olah tidak memiliki tulang sama sekali.

Geun menatap mayat bandit itu, lalu menatap tangannya yang rusak.

Rasa sakit mulai membanjiri otaknya saat adrenalin surut.

"Sialan..." Geun mendesis pelan. "Tulangku..."

Dia menggertakkan gigi, lalu dengan gerakan santai yang mengerikan, dia meraih bahu kirinya dengan tangan kanan.

KREK. KLAK.

Dia menyentakkan bahunya kembali ke posisinya.

Dia memutar sikunya kembali lurus.

Di atas tebing, seorang bandit muda gemetar hebat. Senjatanya jatuh dari tangan yang lemas.

Dia melihat uap merah, mata iblis, dan tubuh yang bisa meliuk tanpa tulang.

Itu bukan manusia.

Itu bukan teknik bela diri.

"I-Iblis..." bandit itu mundur ketakutan. "ITU SETAN!!"

Teriakan itu memecah keheningan.

"IBLIS KURUS! LARI! DIA IBLIS!"

Satu teriakan menjadi kepanikan massal.

Moral bandit Gang-dol, yang terkenal kejam, hancur lebur dalam sekejap. Melihat ketua mereka yang tak terkalahkan mati meledak jantungnya, dan melihat makhluk yang membunuhnya menyambung tulang sendiri. itu terlalu berlebihan bagi mental mereka.

"LARI!!"

Para bandit berbalik dan melarikan diri, memanjat tebing, meninggalkan rekan-rekan mereka yang terluka.

Geun berdiri diam di tengah lautan mayat.

Dia ingin pingsan. Dia ingin muntah. Jantungnya terasa mau copot.

Tapi dia tahu dia sedang ditonton.

Geun mengangkat linggis berkaratnya tinggi-tinggi.

Dia tidak bersorak kemenangan. Dia hanya berdiri di sana, menatap Si Botak dan pengawal Silvercrane dengan tatapan kosong dan merah menyala.

Di mata Si Botak, itu adalah tatapan ancaman dari seorang predator puncak.

"Jangan macam-macam denganku," itulah pesan yang ditangkap Si Botak.

Padahal dalam hati Geun, dia cuma berpikir satu hal.

"Astaga dewa, tuhan, siapapun... tolong jangan ada yang minta aku bertarung lagi. Aku mau pulang..."

1
Riduanmake
bau2 heavenly demon
Noman Me
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!