NovelToon NovelToon
Our Baby Twins

Our Baby Twins

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Anak Kembar / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

Hamil atau tidak, Danesh dengan tegas mengatakan akan menikahinya, tapi hal itu tak serta merta membuat Dhera bahagia.

Pasalnya, ia melihat dengan jelas, bagaimana tangis kesedihan serta raungan Danesh, ketika melihat tubuh Renata lebur di antara ledakan besar malam itu.

Maka dengan berat hati Dhera melangkah pergi, kendati dua garis merah telah ia lihat dengan jelas pagi ini.

Memilih menjauh dari kehidupan Danesh dan segala yang berhubungan dengan pria itu. Namun, lagi-lagi, suatu kejadian kembali mempertemukan mereka.

Akankah Danesh tetap menepati janjinya?

Bagaimana reaksi Danesh, ketika Dhera tetap bersikeras menolak lamarannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2. Aksi Penyanderaan•

#2

Wuuung! 

Wuuung! 

Deru mesin mobil melaju di lintasan sirkuit balap, hari ini uji coba pertama sirkuit balap mobil yang baru saja selesai pengaspalan jalan. 

Kepulan asap putih mengudara ketika mobil melintasi tempat Danesh duduk, pria itu mengamati dengan seksama sirkuit balap yang kini sudah memasuki 40 persen tahap penyelesaian. 

Senyumnya mengembang ketika uji coba berjalan dengan lancar, tim ahli yang ia bayar mengatakan bahwa jalan beraspal tersebut sudah sangat sesuai dengan standar jalan yang biasa dipakai di sirkuit balap Formula 1.

Tanpa melepas kacamata hitamnya, Danesh bersalaman dengan tim ahli yang hari ini secara khusus datang untuk melihat proses uji coba. 

Setelah tamu-tamunya pulang, Danesh berjalan kembali ke ruangan yang ia tempati selama proses pembangunan sirkuit balap berlangsung, kini sirkuit balap ini adalah tempatnya mengasingkan diri dari bisingnya hiruk pikuk Ibu Kota Jakarta. 

Beberapa bulan tinggal di Singapura, membuat Danesh kini merasa seperti Darren sang don juan yang katanya pengangguran, tapi uangnya tak berhenti mengalir. 🤧

Setelah sampai di ruangannya, Danesh membuka lemari pendingin yang ada di mini bar ruangan tersebut, netra hijaunya berkeliling menatap seisi kulkas, ternyata yang ia temukan hanya air putih. 

Ia meringis menertawakan nasib dirinya yang merana seperti duda, padahal ia belum pernah menikah namun ia tak lagi perjaka. 

Danesh memang tepuruk sesaat setelah kepergian Renata, tapi Dhera yang hilang tanpa kabar berita, ternyata membuat hatinya lebih merana. Hingga kini ia masih bertanya-tanya kemanakah wanita itu, dan kenapa ia bisa meninggalkan rekam jejak yang sulit untuk Danesh hilangkan dari kepalanya. 

Dhera benar-benar membuktikan kata-katanya, setelah misi mereka selesai, wanita itu memilih pergi tanpa mengucap selamat tinggal, atau bahkan meminta pertanggungjawaban pada pria yang telah menidurinya. Padahal seharusnya itu menjadi hak Dhera. 

Akhirnya Danesh hanya bisa pasrah, barangkali memang ia tak berjodoh dengan Dhera, lagi pula jika Dhera hamil, pastilah dia sudah mengabarinya. 

Pun juga Danesh tak pernah mencoba menemukan keberadaan Dhera, karena pasti sulit menemukan mantan agen rahasia yang tak ingin diketahui keberadaannya. 

Danesh tak perlu khawatir, karena ia tahu, Dhera pintar, selain itu ia juga bukan wanita lemah yang bisa ditindas sembarangan, dimanapun berada bisa dipastikan Dhera bisa menjaga dirinya sendiri. 

Hari itu, Dhera hanya berpamitan melalui pesan singkat, karena kondisi Danesh yang masih terpuruk dalam kesedihan hatinya pasca melihat kepergian Renata secara tragis. 

Ponselnya berdering, Danesh mengalihkan pandangannya ke layar ponsel, rupanya nommy Bella yang sedang menghubunginya. “Hmm Mom.”

“Masih hidup Kamu?” 

Danesh terkekeh. “Sayangnya, Aku masih bernafas, Mom. Jadi, Mommy juga harus tetap sehat, supaya bisa terus mengomel padaku.” 

“Dasar anak durhaka!” celetuk mommy Bella gemas. 

“Durhaka begini juga, Mommy masih merindukan aku, kan?” cicit Danesh.

“Terpaksa!”

“Mooom.” Danesh merengek seperti balita, badan boleh besar, tapi Danesh tetaplah anak bungsu manja mommy Bella. Terlebih sudah bertahun-tahun Saudara sulungnya tinggal di London, makin kuat saja statusnya sebagai anak bungsu yang selalu ingin dimanja dan diperhatikan.

Mommy Bella terkekeh gemas, “Datanglah ke rumah Grandpa dan Grandma. Bibi Manda bilang, sejak kamu tiba di Singapura dua bulan lalu, kamu belum pernah mampir.”

“Baiklah Nyonya Bella, nanti aku mampir sekalian numpang makan, kulkasku sedang kosong.”

“MAKANYA CARI ISTRI!!” Mommy Bella kembali tantrum jika pembicaraan mereka merembet sedikit saja ke urusan mencari jodoh. 

“Bukan salahku, jika aku belum menemukan istri, karena para calon istri mendadak hilang, ketika aku coba mencari mereka, Mom,” bantah Danesh, ia seolah tak pernah kehabisan kata-kata untuk membantah ucapan sang mommy, terutama jika sang mommy memintanya menikah. 

Tut

Tut

Tut

Saking kesalnya, mommy Bella mematikan sambungan teleponnya tanpa mengucap kalimat penutup, Danesh terkekeh karena sekali lagi berhasil membuat wanita kesayangannya merengut dongkol. 

Brak!

Suara pintu mobil, ketika Danesh tiba di rumah kedua orang tua mommy Bella, rumah tersebut tetap rapi terawat karena Mommy Bella tak ingin menjual rumah tempat ia tumbuh besar. Bahkan rumah tersebut, menyimpan kenangan masa remajanya bersama Daddy Andre yang kala itu kerap menghabiskan hari liburnya di sana.

Maka Mommy Bella mempekerjakan Bibi Manda dan suaminya untuk menjaga dan merawat rumah tersebut.

Mendengar bahwa Danesh akan datang, Bibi Manda sudah menunggu di teras rumah sambil merajut benang wol, salah satu aktivitas favoritnya ketika menganggur.

“Akhirnya datang juga,” sambut bibi Manda seraya memberi Danesh pelukan ringan.

“Bibi dan Paman Eric sehat?”

“Kami sehat, jangan khawatir. Bibi justru mengkhawatirkanmu yang tak pernah mengunjungi rumah ini, padahal rumah ini milikmu.” Bibi Manda menggiring Danesh untuk masuk ke rumah.  

Danesh di persilahkan duduk di kursi meja makan, di hadapannya ada beberapa potong pisang goreng, karena malas mencuci tangan, Danesh menyambar garpu kemudian menyantap pisang goreng tersebut. 

“Bibi buat sendiri pisang gorengnya?” Tanya Danesh ditengah kegiatannya mengunyah pisang goreng.

Bibi Manda menyuguhkan secangkir teh madu untuk Danesh, “Tidak, tetangga depan rumah memberikan itu untuk Bibi dan Paman,” jawab bibi Manda.

Danesh mengangguk, “Seingatku tetangga depan rumah tidak begitu ramah,” cetus Danesh.

“Mereka sudah pindah, sekarang rumah itu ditempati penyewa baru, seorang wanita muda, selain itu, dia juga sedang hamil.”

Uhuk!

Uhuk!

Uhuk!

Kling! 

Mendadak Danesh tersedak hingga ia menjatuhkan sendoknya tanpa sadar, mendengar kalimat wanita muda yang sedang hamil, tiba-tiba ingatannya tertuju pada Dhera. Jika Dhera benar-benar hamil, tentu usia kandungannya kini sudah menginjak 3 bulan.

“Kamu baik-baik saja?” Tanya Bibi Manda seraya memijat tengkuk Danesh.

Danesh mengibaskan telapak tangannya sebagai kode bahwa ia baik-baik saja.

“Sedang hamil, Bi?” Tanya Danesh mulai tertarik.

“Iya, selain itu dia juga tinggal seorang diri, karena itulah, bila ada kesulitan dia selalu mendatangi kami untuk meminta tolong.” Bibi Manda kembali ke kursinya. 

“Kemarin Paman Eric membantunya mengganti keran air yang bocor, karena itulah pagi tadi sebelum berangkat kerja, dia mengantar pisang goreng ini sebagai ucapan terima kasih.”

Beginilah jika tinggal di negara bebas seperti Singapura, orang-orangnya tak akan peduli dengan keadaan sekitar mereka. Termasuk jika ada wanita hamil tapi ia tak bersuami, bagi warga singapura, itu sudah hal biasa, bukan sebuah masalah besar.

“Tak hanya itu, dia pun ramah dan suka menolong, kadang dia juga menemani Bibi berbelanja, jika dia tidak sedang bekerja.”

Danesh hendak menanyakan apa pekerjaan wanita itu, namun urung karena ponselnya tiba-tiba berdering.

Nama sepupunya menghiasi layar ponselnya. “Hmm … ada perlu apa, Tuan Duda meneleponku?”

“Kamu dimana?” 

“Di rumah Granpa dan Granma,” jawab Danesh santai, sembari melanjutkan kembali aktivitasnya, ia bahkan berpindah ke ruang tengah setelah semua pisang goreng berpindah ke perutnya. 

“Aku perlu bantuanmu, ini urgent sekali.”

“Katakan!” 

“Beberapa saat yang lalu, para mafia menyandera seisi Sekolah, termasuk para Guru.”

“Apa?!” 

“Yang mereka inginkan adalah Keenan, tapi teman-teman dan gurunya ikut menjadi korban,” imbuh Adrian, masih dengan suara panik. 

“Mereka menghubungiku untuk meminta tebusan, tapi mengancam akan menghabisi anak-anak satu-persatu, jika dalam waktu 3 jam tak memberikan apa yang mereka minta.” Adrian mengakhiri kisahnya.

“Baiklah, kita bertemu di markas, aku akan menghubungi para agen sekarang.” Tanpa berpamitan, Danesh berlalu pergi. Danesh memacu kencang mobilnya menuju markas AG, karena ini menyangkut nyawa banyak orang, maka ia harus segera bertindak. 

1
Naufal hanifah
bagus ceritanya
Sri Widjiastuti
istri Dean bukannya celine yah?? adhis &rakha??
moon: baca Lara Berselimut cinta

dean
adhis
raka
Celline

ada di sana
total 1 replies
Sri Widjiastuti
g inget aja si dhera, ato blm tahu.. keluarga geraldy emang sableng 😄
moon: akar sablengnya sudah terlalu kuat, ya, kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Sri Widjiastuti
bu rita2 bebal juga ternyata🤣
Sri Widjiastuti
duhh
Sri Widjiastuti
🤣🤣duh belum ending sdh pyar pake klinting lagi tbh geer aja nihh
Sri Widjiastuti
saking ngebetnya mommy bela nih... 😄😄
Sri Widjiastuti
drama sesi 2 dimulai nih. klo yg dateng Keenan& adrian🤣🤣
Avril
😂😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sudah kuduga wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa jadi yg mau dikenalin sm indy adalah bastian wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lagian menurutku belum tentu juga kalo sandi idup dia bakalan jd anak yang bisa di andalkan sm ibu nya, bu rita kan berharap banget sm sandi seolah sandi besar nanti bisa jagain bu rita, padahal itu belum tentu wkwk bisa aja sandi malah jd anak yg ngebangkang dll sebenernya dia bukan cuma kehilangan sandi, malah dia kehilangan semua anaknya, baik itu dhera karena dia sendiri yg musuhin dan dhesiva yg akhirnya juga mata nya kebuka bahwa kematian kakak kedua nya yg emang takdir aja bukan karena sengaja juga kan dilakukan sm dhera 🙂
Reni Setia
makasih untuk novelnya
moon: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah emang anak sulung di ciptakan buat jd penjaga adek2 nya apa? kalo gt jangan buat anak, pelihara anjing pelacak aja sekalian 🤣
Lonafx: Halo kak, ikuti juga yuk karyaku "𝐒𝐮𝐚𝐦𝐢 𝐊𝐚𝐫𝐢𝐬𝐦𝐚𝐭𝐢𝐤 𝐌𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐂𝐄𝐎 𝐂𝐚𝐧𝐭𝐢𝐤"🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gacor juga sekali bikin jd dua 😂
Mrs. Ketawang
astagaaa...
ngakak🤣🤣🤣🤣
Mrs. Ketawang
Marco lope yuuu😍
qm mngingatkanq pda suamiq dulu,tnp ragu gak usah menunggu lama" ato pcaran lbih dulu lgsung sat set mlamar krn sdh yakin dan mantap😍😍😁😁
Mrs. Ketawang
senyum" sendiri dg klakuan para pak pol😁
Mrs. Ketawang
bu Rita baru sadar stelah mndengar kata prpisahan dari suami,takut gak bisa hidup krn gak punya uang...sdh trbiasa ada yg membiayai,tnp hrus ikut bkerja😏
bnr" sadar apa takut kere😡
Mrs. Ketawang
Qomar jadi Marco
tmnku Mariyati jadi Marry
biar gaul hidup di kota🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!