NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7 (Pria itu)

"Masnya yang malam itu?' tanya Fania terkejut. Dia tersenyum di balik cadarnya. Ternyata yang ditabrak adalah pria yang mengantarnya pulang pada malam itu.

Pria tersebut ikut tersenyum, di segera menjaga jarak. "Maaf sudah menabrak, Anda MBak. Saya tidak tau jika ada orang di kamar mandi."

"Saya yang seharusnya meminta maaf pada Masnya. Karena sudah selesai saya permisi dulu." Fania pergi dari hadapan pria itu dengan sangat sopan sekali. Pesona Fania di balik cadarnya dapat menarik perhatian pria muda itu.

"Sangat anggun dan menawan, beruntung sekali pria yang mendapatkannya. Aku yakin wajahnya secantik bidadari," gumam pria tersebut.

Fania kembali ke ruang tamu, dia bersikap sangat lembut dan bijaksana sehingga membuat semua orang kagum. Sikapnya yang cakap menunjukkan jika dia mempunyai pendidikan yang mumpuni. Ratna si tuan rumah sangat iri pada Rima karena mendapatkan seorang menantu yang sempurna. Dia terus memujii dan membandingkan, sampai keceplosan ingin ikut menjodohkan.

"Jeng Rima, jika ada duplikat seperti Fania, aku juga mau loh, Jeng. Soalnya tipenya Devan itu sepertii ini," bisik Ratna sampai didengar oleh Fania. Sikap itu justru membuatnya tidak nyaman. Namun sengaja ditahan.

Rima terus menyangkal permintaan itu, dia sangat terganggu dengan sikap sahabatnya yang terlalu bar-bar. "Jeng Ratna, di dunia ini yang seperti menantuku itu hanya satu. Tidak ada duplikat lain lagi. Lagi pula, putramu kan pengacara, pasti banyak gadis berkelas yang mengidamkannya. Mana mungkin cocok sama gadis desa."

Ratna mengembuskan napas berat, dia sedikit mengalah dan muncullah Devan putranya. "Mau ke mana kamu, Nak?" tanyanya.

Devan menjawab dengan lembut, "Mau ke depan sebentar, Ma. Aku tadi pesan makanan dan sudah sampai."

Fania terus menunduk, dia tidak berani menatap mata pria lain yang memperhatikannya. Devan hanya tersenyum tipis, dia langsung keluar mengambil delivery makanan yang sudah ada di depan. Tidak lama kemudian, Devan masuk membawa dua paper bag yang berisi donat dan kue lapis legit. Dia sering membeli saat ada acara arisan di rumahnya.

"Ini para Tante semuanya, saya membeli donat dan kue lapis legit yang sedang viral karena rasanya yang enak. Silakan dimakan! " Devan meletakkan paper bag itu di meja dan ikut duduk bersama.

Fania semakin tidak nyaman, dia tidak berani menoleh sedikitpun. Ratna membuka paper bag itu dan mengeluarkan kue yang dibeli putranya. "Devan, dalam toples itu kue yang dibuat oleh Fania. Rasanya tidak kalah dengan kue dari toko loh!" seru Ratna dan mendapatkan respon putranya.

Devan mengambil toples yang ada di meja, dia mencicipi kue berbentuk love itu. "Enak, rasanya pas dan tidak terlalu manis. Cocok untuk yang progam diet."

"Memang pas sih rasanya, tuh kan Jeng. Devan yang bisanya pilih-pilih makanan saja suka. Lain kali buatkan lagi, ya, Fania," ucap Ratna pada Rima dan menantunya.

Rima tersenyum tipis, dia semakin tidak suka dengan sikap Ratna yang terus memuji Fania. "Itu bia diatur, Jeng."

Devan masih melirik Fania yang sengaja tidak melihatnya. "Sebenarnya saya sudah kenal dengan Fania, Tante."

Fania yang mendengar langsung reflek menoleh. Rima dan Ratna juga sama terkejutnya. Lalu dengan cepat Fania segera menjelaskan agar tidak terjadi salah paham. "Jadi begini, Ma. Waktu saya tiba di rumah kan sudah malam. Nah, tiba-tiba saya itu lapar. Terus saya ajak Mas Raditya untuk beli nasi goreng. Kebetulan di situ ada Mas Devan juga ikut antri. Jadi, tidak sengaja kenal."

Rima dan Ratna mengangguk-angguk, mereka hampir saja salah paham. Sementara itu, Devan langsung diam. Dia merasakan ada sesuatu yang sengaja ditutupi karena pada kenyataanya tidak seperti itu. Fania tampak gugup, dia sudah tidak bisa tenang lagi. Devan semakin paham situasi, dia sengaja pergi dari sana agar Fania bisa tenang.

Dua jam berlalu, acara itu pun selesai. Rima dan menantunya pamit untuk pulang. Devan yang ada di garasi terus memperhatikan gerak gerik Fania yang seperti tertekan. Dia menjadi curiga dan sangat penasaran. "Devan, dia sudah bersuami, apa yang membuatmu penasaran? Sepertinya aku harus menjaga pandangan agar tidak terjerumus pada hal yang buruk?"

Devan segera menyadarkan diriny sendiri, sementara itu Fania sudah pergi dari sana. Di dalam mobil pandangannya terus menatap jalanan yang lengang. Dia sangat sedih harus kembali pada rumah yang merupakan neraka baginya. Rima merasa bersalah sudah mengajak menantunya terlalu lama. "Fania, kamu tidakapa-apa kan, Nak? Maaf, Mama sudah membuatmu lelah."

Fania tersenyum tipis, dia memegang tangan Ibu mertuanya. "Saya baik-baik saja, Ma. Jangan kapok ajak lagi, jika Mama butuh teman."

"Syukurlah, makasih, ya, Sayang." Rima memeluk menantunya, dia sangat sayang dan merasa cocok.

Setengah jam berlalu, Fania sudah sampai di rumah. Dia masuk ke dalam rumah yang sepi itu. Sepertinya Raditya belum pulang ke rumah. "Aku masak atau tidak? Pasti dia juga sudah makan malam dengan wanita itu. Aku istirahat saja."

******

Di tempat lain, Aditya sedang bersama dengan Zelina. Mereka membahas pernikahannya yang akan dilakukan di luar negeri. "Jadi kamu pilih gaun yang ini? Lokasi fotonya juga bagus, cocok banget dengan gaun yang kita pilih," uap Zelina sambil bersandar pada Raditya.

"Iya, pokoknya kamu harus secantik mungkin. Kita harus buat kenang-kenangan yang indah. Semuanya untukmu." Raditya berkata dengan sangat lembut, dia benar-benar tidak menganggap Fania sebagai istrinya.

Raditya merencanakan pernikahannya di Turki, dia sengaja memilih tempat dengan alasan berbulan madu bersama dengan Fania. Padahal fakta sebenarnya adalah dia ingin menikah dengan orang lain. Dia harus berkata demikian agar bisa mendapatkan izin dari orangtuanya.

"Sayang, kamu sudah kasih tau dia belum? Lebih cepat lebih baik, biar dia bisa kompak dengan rencana kita," ujar Zelina dengan kalimat manja.

Raditya menjawab dengan santai. "Kamu tidak perlu mempermasalahkan soal itu. Aku akan atur semuanya, dia pasti bisa mengerti dan menyesuaikan."

Zelina sangat senang sekali. Impian yang selama ini didambakan sudah terkabul. Menikah dengan pria yang sangat dicintainya. Raditya juga terus melakukan dosa, dia semakin sering melakukan hubungan badan dengan wanita yang belum menjadi mahramnya. Dia sudah menghancurkan kehidupannya sendiri. Setiap kali bersama, keduanya langsung bercinta hingga lupa waktu.

Beberapa jam berlalu, Raditya memutuskan untuk pulang ke rumah. Dia sudah memberikan kepuasan pada Zelina sehingga diizinkan untuk pulang. Saat membuka pintu, rumah sudah dalam keadaan gelap. Dia berjalan menuju ke kamar istrinya. Langkah Raditya terhenti di depan pintu, dia ragu antara masuk atau tidak. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka knop pintu.

Raditya masuk ke dalam dan melihat Fania sudah tertidur dalam posisi miring. Dalam sekilas dia ingin melihat wajah istrinya. Namun, keinginan itu segera ditepis dan memilih untuk keluar lagi. Saat pintu tertutup, kedua mata Fania terbuka lebar. Jantungnya berdegup kencang karena takut jika terjadi sesuatu.

"Apa yang dilakukan Mas Radit? Apa ada yang mau disampaikan?" gumam Fania dalam hati. Dia sangat was-was meski itu adalah suaminya sendiri.

1
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!