Dua puluh kavaleri elit musuh terus bergerak mendekati lokasi persembunyian Aslan tanpa menyadari maut yang menanti. Pangeran itu telah menyiapkan jebakan mematikan melalui perhitungan sistem yang menjamin kemenangan mutlak bagi dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HUUAALAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Setelah memastikan bahwa air di sumur utama desa mulai jernih kembali, Aslan segera mengalihkan perhatiannya pada ancaman fisik yang masih menghantui warga. Ia melangkah menuju balai desa di mana para tetua sudah menunggu dengan cemas.
"Di mana biasanya kelompok itu berkumpul saat malam hari?" tanya Aslan kepada pria paruh baya yang merupakan tetua desa.
"Mereka memiliki pos penjagaan di pinggir hutan sebelah barat. Biasanya mereka mabuk-mabukan di sana setelah memeras warga," jawab tetua desa itu dengan suara pelan.
Aslan memeriksa antarmuka sistemnya. Peta digital muncul di sudut matanya, menandai area yang dimaksud dengan titik-titik merah yang berkedip.
[Sistem: Memindai area barat. Terdeteksi dua belas tanda panas. Delapan orang berada di dalam bangunan kayu, empat orang berjaga di luar dengan kewaspadaan rendah.]
"Tetaplah di balai desa dan pastikan tidak ada warga yang keluar rumah sampai aku kembali," perintah Aslan sambil memeriksa ketajaman pedang pendeknya.
Aslan bergerak dalam kegelapan malam dengan langkah yang hampir tidak terdengar sama sekali. Peningkatan fisik dari latihan di Hutan Grendel membuatnya mampu melompati dahan pohon dengan sangat lincah.
[Sistem: Aktifkan mode senyap. Meredam kebisingan langkah kaki hingga delapan puluh persen.]
Aslan tiba di dekat pos penjagaan Kelompok Taring Hitam. Ia melihat dua penjaga yang sedang bersandar di pagar kayu sambil tertawa keras tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
"Kapan Baron Krow akan mengirimkan jatah minuman lagi? Air di desa ini sudah mulai terasa aneh sejak kita menaruh racun itu," ucap salah satu penjaga tersebut.
"Jangan banyak tanya. Selama kita dibayar untuk menindas warga desa ini, itu bukan urusan kita," jawab temannya sambil meludah ke tanah.
Aslan muncul dari balik bayangan pohon seperti hantu. Dalam satu gerakan yang sangat cepat, ia menebas leher penjaga pertama dan menusuk jantung penjaga kedua sebelum mereka sempat berteriak.
[Sistem: Dua target tereliminasi. Sisa target: sepuluh orang. Sinkronisasi saraf stabil pada dua puluh lima persen.]
Aslan mengambil obor dari dinding luar dan melemparkannya ke atap pos yang terbuat dari jerami kering. Api dengan cepat menjalar dan menciptakan kepanikan di dalam bangunan tersebut.
"Kebakaran! Keluar semuanya!" teriak orang-orang dari dalam gedung dengan nada panik.
Para anggota Taring Hitam berhamburan keluar dalam keadaan kacau. Aslan sudah menunggu di depan pintu dengan pedang yang sudah siap untuk mengeksekusi mereka.
"Siapa kau? Beraninya mengacau di wilayah kekuasaan Taring Hitam!" teriak sang pemimpin kelompok yang keluar dengan pedang besar di tangannya.
Aslan tidak memberikan jawaban dan langsung menerjang maju. Gerakannya sangat efisien dan mematikan, membuat setiap lawan yang mendekat langsung tersungkur bersimbah darah.
[Sistem: Analisis pola serangan pemimpin musuh. Serangan besar namun lambat. Rekomendasi: Serangan balik pada titik saraf leher sebelah kiri.]
Aslan menghindari tebasan pedang besar itu dengan sedikit memiringkan tubuhnya. Ia kemudian meluncurkan serangan balasan dengan kecepatan yang luar biasa tepat ke arah yang disarankan oleh sistem.
Pemimpin bandit itu terbelalak saat merasakan sensasi dingin di lehernya. Ia mencoba bicara namun hanya darah yang keluar dari mulutnya sebelum ia akhirnya ambruk ke tanah.
[Sistem: Pemimpin Kelompok Taring Hitam tereliminasi. Sisa anggota menyerah atau melarikan diri.]
Sisa anggota kelompok yang masih hidup langsung menjatuhkan senjata mereka dan berlutut dengan tubuh gemetar hebat setelah melihat pemimpin mereka tewas begitu mudah.
"Kembali ke Baron Krow dan katakan padanya bahwa Oakhaven bukan lagi tempat bermainnya," ucap Aslan dengan nada yang sangat dingin.
Aslan mengambil beberapa dokumen dari tas milik pemimpin bandit tersebut yang berisi catatan transaksi gelap dengan pihak kastil.
[Sistem: Misi eliminasi selesai. Kepercayaan kolektif warga Desa Oakhaven meningkat menjadi enam puluh lima persen. Memulai persiapan langkah ketiga: Pemalsuan data laporan hasil bumi.]
Aslan berjalan kembali menuju desa dengan langkah yang tetap tenang. Ia tahu bahwa ini baru permulaan dari perlawanannya terhadap pengaruh Kael di wilayah timur.
Fajar mulai menyingsing saat Aslan kembali memasuki balai desa. Ia melemparkan gulungan dokumen yang ia dapatkan dari markas bandit ke atas meja kayu besar.
"Ini adalah catatan pengiriman hasil bumi kalian kepada Baron Krow," kata Aslan kepada tetua desa yang tampak terkejut.
"Bagaimana kau mendapatkannya? Ini adalah dokumen rahasia mereka," tanya tetua desa itu dengan tangan gemetar.
"Itu tidak penting. Yang penting adalah bagaimana kita mengubah angka-angka di dalamnya," jawab Aslan sambil mengaktifkan mode analisis dokumen pada sistemnya.
[Sistem: Memindai struktur tulisan dan jenis tinta. Algoritma pemalsuan data aktif. Mengkalkulasi angka pajak yang cukup rendah untuk membuat Baron Krow kehilangan minat pada Oakhaven.]
Aslan mengambil pena bulu dan mulai mencoret beberapa angka dengan sangat teliti. Ia memastikan setiap perubahan terlihat sangat alami dan sesuai dengan gaya penulisan aslinya.
"Jika laporannya menunjukkan bahwa tanah kalian sudah tidak subur dan ternak kalian mati semua, Baron tidak akan membuang waktu untuk menagih pajak ke sini," jelas Aslan.
"Tetapi jika dia mengirim pemeriksa ke sini dan melihat kita baik-baik saja, kita semua akan mati," sanggah salah satu warga dengan wajah pucat.
"Itulah sebabnya kalian harus menyembunyikan stok gandum utama di bawah ruang rahasia gereja tua. Biarkan gudang utama terlihat kosong dan berdebu," balas Aslan tanpa ragu.
Warga desa mulai saling pandang dan mengangguk. Mereka menyadari bahwa rencana taktikal Aslan adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup tanpa harus terus memeras keringat untuk kepentingan Kael.
[Sistem: Pemalsuan laporan selesai. Langkah stabilisasi Desa Oakhaven mencapai delapan puluh persen. Persiapan perjalanan menuju Kota Timur dimulai.]
Beberapa hari kemudian, Aslan berdiri di perbatasan desa dengan tas punggung yang sudah terisi perbekalan baru. Penduduk desa berkumpul untuk melepas kepergian pangeran yang mereka anggap sebagai penyelamat.
"Kami tidak tahu bagaimana membalas kebaikanmu, Tuan," ujar sang tetua desa sambil membungkuk dalam.
"Tetaplah hidup dan jangan biarkan orang-orang Kael mencium keberadaan kalian. Itu sudah lebih dari cukup," jawab Aslan singkat.
[Sistem: Memetakan rute tercepat menuju Kota Timur. Menghindari pos pemeriksaan utama militer. Estimasi waktu perjalanan: dua hari.]
Aslan memacu kudanya meninggalkan Oakhaven. Pandangannya lurus ke depan, fokus pada satu tujuan besar yang sudah menantinya di kota terbesar wilayah timur tersebut.
"Langkah selanjutnya adalah menyusup ke turnamen bawah tanah," gumam Aslan dalam hati.
[Sistem: Turnamen Bawah Tanah terdeteksi sebagai sumber utama informasi mengenai pergerakan logistik tentara Kael. Rekomendasi: Gunakan identitas samaran 'Rave'.]
Aslan memacu kudanya lebih cepat, membiarkan debu jalanan menutupi jejak keberadaannya dari siapapun yang mungkin sedang mengintai.