Aruna, dokter bedah jenius dari masa depan, terbangun di tubuh Lin Xi, seorang putri terbuang yang dihukum mati karena fitnah. Di dunia yang memuja kekuatan kultivasi, Lin Xi dianggap "sampah" karena jalur energinya hancur.
Namun, bagi Aruna, tak ada yang tak bisa disembuhkan oleh pisau bedahnya. Menggunakan ilmu medis modern, ia memperbaiki tubuhnya sendiri dan bangkit dari liang lahat untuk menuntut balas dendam.Takdir mempertemukannya dengan Kaisar Yan, penguasa kejam yang sekarat karena kutukan darah. Dengan satu tusukan jarum, Aruna menyelamatkannya dan memulai kontrak berbahaya: Aruna menjadi tabib pribadinya, dan sang Kaisar menjadi tameng bagi balas dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MomSaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke Hutan Terlarang
Sinar matahari pagi di Desa Awan Kelabu terasa jauh lebih hangat bagi Lin Xi sekarang. Dengan kantong yang berat berisi ribuan keping emas dan sebuah ruang dimensi rahasia di dadanya, suasana hatinya sedang berada di puncak.
"Balas dendam butuh energi, dan energi butuh asupan yang enak," gumam Lin Xi sambil melangkah keluar dari penginapan.
Tujuan pertamanya adalah Butik Sutra Pelangi, toko pakaian termewah di desa itu. Di kehidupan sebelumnya sebagai dokter militer, ia selalu memakai seragam atau jubah operasi yang membosankan. Kini, ia ingin tampil sebagai dirinya sendiri: elegan namun mematikan.
Begitu masuk, pemilik butik yang awalnya ingin mengusir Lin Xi karena melihat pakaian kulit serigalanya yang kasar, langsung terdiam saat Lin Xi melemparkan selembar uang emas ke atas meja.
"Berikan aku pakaian terbaik. Bukan yang berbunga-bunga seperti gadis manja, tapi yang memudahkan gerakanku," perintah Lin Xi tegas.
Setelah mencoba puluhan setel, pilihan Lin Xi jatuh pada sebuah setelan Sutra Hitam Rembulan. Pakaian ini terdiri dari celana ketat yang elastis, sepatu bot kulit yang ringan, dan jubah luar berwarna biru gelap yang bisa menyamarkan keberadaannya di malam hari. Ia juga membeli cadar tipis dari sutra transparan untuk menutupi wajah cantiknya yang kini mulai memancarkan pesona kultivator tingkat tinggi.
"Sempurna. Sekarang aku terlihat seperti pembunuh bayaran kelas atas daripada pengemis hutan," ucapnya sambil melihat pantulan dirinya di cermin.
Setelah puas dengan pakaiannya, Lin Xi beralih ke pasar makanan. Aroma lemak babi panggang, sup iga sapi dengan rempah-rempah hutan, dan manisan buah roh menusuk hidungnya.
Ia berhenti di sebuah kedai bernama Dapur Rasa Bumi. Ia memesan bebek panggang madu yang kulitnya renyah dan segelas anggur buah yang difermentasi selama sepuluh tahun.
"Nyam! Ini baru hidup!" Lin Xi makan dengan lahap, mengabaikan tatapan mata para lelaki di sekelilingnya yang terpesona oleh aura misterius di balik cadarnya.
Sebagai seorang dokter, ia tahu bahwa nutrisi dari makanan di dunia ini jauh lebih baik daripada makanan di masa depan yang penuh bahan kimia. Daging binatang buas tingkat rendah yang ia makan mengandung sedikit energi Qi yang membantu memulihkan fisiknya setelah seminggu bertarung di hutan.
Strategi "Mundur untuk Melompat"
Meski ia sangat menikmati kemewahan ini, otak cerdas Lin Xi tetap bekerja. Ia tahu, jika ia masuk ke Ibu Kota sekarang dengan Tingkat Penguatan Sumsum, ia mungkin bisa membunuh beberapa penjaga, tapi ia akan kesulitan melawan para Tetua Keluarga Lin yang kabarnya sudah mencapai Tingkat Inti Bumi.
"Aku butuh tempat yang sunyi dan kaya akan energi alam untuk menerobos ke Tingkat Pengumpulan Qi. Desa ini terlalu berisik, dan Ibu Kota terlalu banyak mata-mata," pikirnya.
Hutan Terlarang. Tempat yang ditakuti semua orang, justru adalah tempat paling aman baginya. Dengan adanya Ruang Dimensi, ia bisa menyimpan persediaan makanan dan alat-alat medis tanpa harus repot membawa tas besar.
****
Sore harinya, Lin Xi meninggalkan desa. Namun kali ini, ia tidak menyelinap. Ia berjalan dengan tenang melewati gerbang desa. Para pengawal keluarga cabang Lin yang ia hajar kemarin hanya bisa melihatnya dari jauh dengan tubuh gemetar, tidak ada yang berani menghalangi jalannya.
Begitu ia menginjakkan kaki kembali ke dalam kabut Hutan Terlarang, Lin Xi merasakan sensasi "pulang".
"Hutan, aku kembali. Tapi kali ini, aku bukan mangsa," ucapnya dingin.
Ia segera mencari tempat yang paling dalam, sebuah lembah tersembunyi yang dialiri air terjun energi. Di sana, ia mengaktifkan Ruang Dimensinya dan masuk ke dalamnya. Di dalam gubuk bambu, ia membuka buku "Katalog Jarum Dewa dan Racun Langit".
Lin Xi menyadari sesuatu yang besar: untuk benar-benar menguasai teknik medis dan racun di dunia ini, ia harus bisa mengendalikan Qi di ujung jarinya.
"Jika aku bisa mencapai Tingkat Pengumpulan Qi, aku bisa menembakkan jarum perakku dengan dorongan energi, menembus zirah baja sekalipun dari jarak seratus meter," gumamnya.
Selama hari-hari berikutnya, Lin Xi memulai rutinitas gila:
Pagi: Berlatih fisik di bawah air terjun raksasa untuk memperkuat kepadatan tulangnya.
Siang: Meracik racun baru di dalam Ruang Dimensi menggunakan tanaman yang ia tanam di dekat Mata Air Rohani.
Malam: Bermeditasi untuk mengumpulkan Qi alam ke dalam Dantiannya.
Di bawah bimbingan buku kuno dan dukungan air roh, kultivasi Lin Xi melesat seperti anak panah. Suatu malam, suara ledakan kecil terdengar dari dalam perutnya. Aliran energi yang tadinya hanya seperti aliran sungai kecil, kini berubah menjadi gelombang samudera yang luas.
Tingkat Pengumpulan Qi - Tahap Awal!
Lin Xi membuka matanya yang kini berkilat dengan cahaya biru keemasan. Ia mengangkat satu tangan, dan sebuah jarum perak tipis melayang di atas telapak tangannya, berputar-putar mengikuti kehendak pikirannya.
"Sekarang, aku punya modal yang cukup," Lin Xi tersenyum sangat tipis, namun mematikan. "Jenderal Lin, Selir Liu, dan kau kakak tiriku yang sombong... tunggu aku. Aku akan memastikan kalian memohon untuk mati saat jarumku menyentuh titik saraf kalian."