NovelToon NovelToon
AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Roh Supernatural / Pelakor jahat / Saling selingkuh / Romansa pedesaan
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.

Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).

Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa

Reva mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Rama menggunakan ujung matanya.

Sontak saja ia terkejut saat melihat kenyataan yang ada. "Hah? Itu beneran si Kiara? Kenapa dia masih hidup? Bukannya kamu sudah menguburkan jasadnya?" tanya si Reva dengan berbisik takut terdengar oleh orang-orang yang ada.

"Entahlah, apa dia bangkit dari kubur? Atau masih hidup saat aku kubur, dan bangkit lagi? Aku takut kalau sampai dia membocorkan masalah ini kepada keluarga dan pihak berwajib, kita bisa ditangkap," Rama mulai takut. Tetapi saat melirik wajah Kiara, justru ada getaran yang aneh menjalar ke dalam hatinya.

"Aku gak mau dipenjara," rengek Reva dengan ketakutan. Bayangan hidup bahagia dengan Rama mulai dihantui rasa cemas dan takut.

Rama terlihat tidak fokus dengan apa yang dikatakan oleh Reva, istrinya. Ia justru mengamati pesonan yang saat ini terpancar di dalam diri Kiara.

"Apa aku salah lihat? Masa iya dia secantik itu?" Rama mulai resah, dan hatinya gelisah. Tetapi bayangan akan jasad yang ia kuburkan malam itu masih mengusiknya.

Ia sangat yakin jika telah mengubur tubuh Kiara, bahkan ia sendiri yang memasukannya ke dalam lubang yang sudah ia gali sendiri.

"Bang! Kau dengar tidak apa yang ku katakan?" Reva mencolek lengan Rama dengan gemas.

"Hah! Apa? Tadi kamu ngomong apa?" tanya Rama dengan wajah yang bingung.

"Ih, kamu ini kenapa, Bang?" Reva bertanya balik. Terlihat wajah Rama pucat dan pastinya ia juga merasa jima suaminya itu juga takut dengan apa yang mereka hadapi saat ini.

"Kamu tadi ngomong apa?" tanya Rama lagi. Ia sebenarnya merasa terpecah dengan fikirannya. Dimana ia memikirkan nasibnya jika saja Kiara melaporkan aksi penganiyaan tersebut, dan juga perasaannya yang tak karuan akibat melihat pesona yang saat ini memancar dari tubuh Kiara.

"Aku gak mau dipenjara, pokoknya gak, titik!" bisik Reva lagi.

Rama mengusap keringat yang mengalir dipelipis wajahnya menggunakan tisu. Rasa sesak didadanya kian mendera, seolah ada beban berat yang sedang ia tanggung.

"Abang pastikan tidak akan ada yang masuk penjara diantara kita, kamu tenang saja," ucap Rama meyakinkan, dan ia menghentikan ucapannya saat melihat salah satu keluarga mengajak berfoto.

Reva berusaha mengulas senyum manis, tetapi setiap kali ia menatap Kiara yang masih duduk manis dikursi tamu bagian depan pelaminan, membuat tiap detak jantungnya berpacu lebih cepat.

Momen yang seharusnya bahagia, berubah drastis saat kehadiran Kiara diacara pernikahan mereka.

Sesaat Kiara menatap Rama, dengan begitu dalam merasa diperhatikan, Rama mencoba membalas tatapan itu, dan...,

Deeeegh

Jantungnya kembali berdetak tak karuan, membuat ia semakin tak tenang. Rasa takut, dan rasa seperti terpedaya, membuat ia merasa bingung dengan apa yang terjadi pada perasaannya.

Saat bersamaan, seorang kepala desa yang baru saja tiba dan sudah memiliki istri tanpa anak itu datang dimeja yang sama, sebab hanya itu yang tersisa kursi kosongnya.

Ketika melihat Kiara yang duduk tanpa teman, membuatnya menyapa, memperhatikan sang gadis dengan seksama, entah mengapa ia justru seperti terpedaya pada setiap lekuk tubuh sang gadis.

"Dik Kiara? Kamu udah pulang?" sapanya dengan ramah. Ia tak tahu, dorongan apa yang membuatnya begitu ramah dengan sang gadis, seperti ada yang begitu menarik hatinya.

Kades berusia empat puluh tahun dengan wajah tampan rupawan, membuat pesona yang berbeda dari sosok bernama Tarman tersebut.

"Pak Kades. Sendiri saja? Ibunya mana?" tanya Kiara basa dan basi, saat menanggapi sapaan sang pria.

Sejak mendapatkan ajian dan susuk pemikat dari Nyai Punden Ronggeng, ia merasakan memiliki sikap genit, dan tak dapat menolak setiap ajakan candaan yang dilontarkan oleh para pria.

"Ibu gak ikut, sedang pulang kampung, ada urusan keluarga," sahut pria tersebut, sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.

"Wah, kesepian dong, bapak selama ditinggal ibu," sahut Kiara tanpa sungkan.

Sontak saja hal itu membuat Tarman merasa jika Kiara menanggapinya dengan sesuatu yang lain.

"Dik Kiara bisa aja, Emang kalau kesepian mau temenin?" Tarman mulai berani melontarkan candaan yang lebih intens.

"Tergantung situasinya," Kiara seolah memberi signal dari apa yang mereka bicarakan.

Perlahan ia bangkit dari duduknya, berjalan dengan cukup anggun, dan hal itu membuat Pak Kades seolah sulit untuk menelan nasinya, bagaiamana tidak, bokong Kiara yang berjalan dengan lenggokan, membuat sesuatu dibalik celananya berdiri, dan tak hanya bagi Pak Kades, pria yang menjadi diacara tersebut ternyata memiliki fikiran yang sama, yaitu, menarik.

Sementara itu, Reva dan juga Rama terlihat membeku, saat melihat Kiara berjalan menaiki pelaminan, bukan tanpa sebab, mereka dilanda ketakutan, bagaimana jika nantinya gadis itu membuka kedok kejahatan mereka, dan ini lebih mengerikan dari pada menghadapi para penagih hutang.

Saat tiba diatas pelaminan, Kiara berhenti tepat didepan Rama, menatap pemuda itu dengan senyum yang membuat bulu kuduk meremang, aroma tubuh Kiara seperti menebarkan aroma melati.

"K-Kiara?" sapa Rama dengan gemetar. Degup jantungnya memburu dan nafasnya tersengal seolah baru saja selesai berlari berkilo-kilo meter.

"Iya, Bang. Kenapa gugup?" Kiara menyalami Rama dengan senyum yang sangat membuat pria tak sanggup berkutik.

Entah perasaan apa yang mengalir ditubuhnya saat tangan mereka bersentuhan, sesuatu yang tak biasa, tatapannya begitu merasuk sukma, membuatnya gelisah.

Sedangkan Reva menatap keduanya dengan tatapan curiga. Ia melepaskan kedua tangan yang sedang bersalaman itu dengan paksa.

"Apaan, sih? Bang Rama sudah menjadi suamiku, kamu jangan coba menggodanya! Dasar gatal kau--ya!" maki Reva yang tersulut emosi dan rasa cemburu.

Tentu saja itu membuat hal yang sangat dinantikan oleh Kiara, pembalasannya baru saja dimulai, dan tampalnya ia akan membuat Reva mengalami hari-hari yang semakin sulit.

"Jangan terlalu marah, aku memiliki sesuatu yang dapat membuatmu masuk dalam jeruji penjara, tetapi aku tak ingin membuat hari ini menjadi kacau, aku hanya menunggu esok." kiara berdiri disisi Rama, tak menghiraukan sikap Reva yang terlihat terkejut dan juga takut.

"Aku hanya ingin berfoto dengan kalian." Kiara menggandeng tangan kanan Rama, berpose dengan gaya sangat mesra, menempelkan bukit kembarnya dipunggung sang pengantin pria.

Mau tak mau, Reva mengijinkan Kiara berfoto, sebab tak ingin memperpanjang masalah.

Akan tetapi, Rama justru harus panas dingin, sebab ada hal lain yang tak dapat ia jelaskan. Dimana perasaannya uang selama ini hanya memanfaatkan gadis itu tanpa cinta, mendadak menyimpan kagum, dan rasa tertarik yang semakin lama semakin mendesaknya, membuat ia gelisah, dan setelah Kiara selesai melakukan foto bersama, ia turun dari atas pelaminan, lalu melenggang pergi, meninggalkan Rama yang terlihat gelisah.

1
FiaNasa
ternyata kencing NYI ronggeng bisa jadi senjata ya🤣🤣
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahhhh di kencingi kok bisa
2 kali malah

kek mana membyangkan nya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wis klo deterjen sudah beraksi semua bersih seketika

tp bahanya ya ttp ada mkne bersih2 harus pilih2 dlu ya jgn asal2 nnti blik ke badan sndri repot 😝
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lho lho lho
jdi uang itu ahhh kapok mu kapan
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
waduh ini peperangan baru di mulai
kira2 akan kah terlepas dr jerat nyai rongeng si kiara itu g ya ahhh bengek deh
Desyi Alawiyah
Siapa wanita itu? Ada masalah apa sama Kiara... 😪😪😪
Nurr Tika
ki wage bukan lawanya
Arinda Fira
Dari selingkuh jadi pembunuh
Arinda Fira
astaga rama, dapat yang setia malah cari barang murah
🌹Widian,🧕🧕🌹
gimana buat menghindari dari peletnya Kiara, kan kasihan pak kades jadi begitu ?
FiaNasa
kau ini fitnah saja Lo tin,,kan jadi Ken tempeleng si Wegom alias Wewe gombel🤣🤣sabar ya wegom🤣
Titik wildan
belum ada yg bisa menghentikan nyi ronggeng,yg di kira akan bantuin kiara ternyata belum nongol lagi,malah jauh
Nurr Tika
lanjut thor
FiaNasa
pasti Reno nasibnya sama kek Rama,,itu dipanggil NYI ronggeng buat dibunuh lalu mayatnya ditaruh di bekas galian kubur itu
FiaNasa
itu rudalnya si Reno mau lepas landas beidah😄😄😄
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lhaha kadi kok g bisa lihat trus piye
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ahhh trus piye jal
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahh reno meningal lagi knp malh smkin bnyk korbanya ini mah lrbih dr gila
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahhhh pie sih mlh dadi kebalik
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!