*Rinkarnasi Seorang Gadis ke Dunia Fantasi*
Elin, seorang gadis biasa dari dunia nyata, mengalami kecelakaan dan meninggal. Namun, dia tidak benar-benar mati. Dia dirinkarnasi ke dunia fantasi yang penuh dengan sihir dan keajaiban.
Di dunia baru ini, Elin bertemu dengan Lilian , seorang penyihir yang kuat, yang memberitahu bahwa dia memiliki kekuatan sihir yang tidak dia ketahui. Elin harus menggunakan kekuatan itu untuk menyelamatkan dunia dari kekuatan kegelapan yang mengancam.
Dengan bantuan Lilian, Elin memulai perjalanan sebagai seorang penyihir muda, menghadapi tantangan dan musuh yang kuat, dan menemukan kekuatan yang tidak dia ketahui. Akan kah Elin berhasil menyelamatkan dunia fantasi dan menemukan kebahagiaan di dunia baru ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Pramita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4
Tapi, ternyata petualangan Akira, Liana, dan Kael belum berakhir. Setelah mereka kembali ke dunia mereka, mereka menerima sebuah pesan misterius dari seorang yang tidak dikenal.
"Selamat, Akira, Liana, dan Kael," tulis pesan itu. "Kalian telah membuktikan diri sebagai pahlawan yang sejati. Tapi, ada satu lagi tantangan yang menunggu kalian. Pergi ke kota Metropolis, dan temukan aku di menara tertinggi."
Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus pergi ke kota Metropolis. Mereka mempersiapkan diri, dan berangkat ke kota itu.
Setelah beberapa jam, mereka tiba di kota Metropolis, dan mereka melihat menara tertinggi di kota itu. Mereka masuk ke dalam menara itu, dan naik ke atas.
Di atas menara, mereka melihat seorang yang tidak mereka kenal. "Selamat datang, Akira, Liana, dan Kael," kata orang itu. "Aku adalah Arkeolog terkenal, dan aku telah menemukan rahasia yang sangat penting."
Akira, Liana, dan Kael mendengarkan dengan saksama, dan arkeolog itu mulai berbicara...
Arkeolog itu terus berbicara, "Aku telah menemukan sebuah artefak kuno yang dapat mengubah sejarah. Artefak itu adalah sebuah kristal yang memiliki kekuatan untuk mengontrol waktu."
Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus berhati-hati.
Arkeolog itu terus berbicara, "Tapi, ada juga orang lain yang ingin mengambil kristal itu. Mereka adalah kelompok yang sangat berbahaya, dan mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kristal itu."
Tiba-tiba, pintu menara terbuka, dan sekelompok orang bersenjata masuk. "Kami telah menemukanmu, Arkeolog," kata pemimpin mereka.
Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, dan arkeolog itu memberikan kristal itu kepada mereka. "Lindungi kristal ini dengan nyawa kalian," katanya.
Akira, Liana, dan Kael bertarung melawan kelompok orang bersenjata itu, dan kristal itu aman di tangan mereka. Mereka menggunakan semua kemampuan mereka, dan kelompok itu mulai terjatuh satu per satu.
Tiba-tiba, pemimpin kelompok itu mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkan ke arah arkeolog. "Serahkan kristal itu, atau aku akan membunuh arkeolog!" katanya.
Akira, Liana, dan Kael berpikir sejenak, lalu Akira memiliki ide. "Liana, Kael, kita harus melakukan sesuatu!" katanya.
Liana dan Kael mengangguk, dan mereka melakukan sebuah gerakan yang sangat cepat. Akira melemparkan kristal itu ke arah Liana, dan Liana menangkapnya dengan tangan kirinya. Kael menggunakan kekuatannya untuk membuat ledakan kecil, dan kelompok itu terkejut.
Akira menggunakan kesempatan itu untuk melumpuhkan pemimpin kelompok itu, dan kristal itu aman di tangan Liana.
Arkeolog itu tersenyum. "Kalian benar-benar pahlawan," katanya. "Kristal itu aman, dan aku dapat melanjutkan penelitianku."
Akira, Liana, dan Kael tersenyum, dan mereka tahu bahwa petualangan mereka belum berakhir. Mereka masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi...
Tiba-tiba, arkeolog itu memberikan sebuah peta kepada mereka. "Pergi ke tempat ini," katanya. "Kalian akan menemukan sesuatu yang sangat penting."
Akira, Liana, dan Kael melihat peta itu, dan mereka tahu bahwa mereka harus pergi ke tempat itu. Mereka berangkat ke lokasi yang ditunjukkan di peta, dan setelah beberapa jam, mereka tiba di sebuah gua yang tersembunyi.
Mereka masuk ke dalam gua, dan menemukan sebuah ruangan besar dengan sebuah altar di tengahnya. Di atas altar, ada sebuah kotak kecil dengan sebuah pesan:
"Buka aku, dan temukan kebenaran."
Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus membuka kotak itu. Akira membuka kotak itu, dan sebuah cahaya terang keluar dari dalamnya.
Ketika cahaya itu menghilang, mereka melihat sebuah video yang diproyeksikan di dinding gua. Video itu menunjukkan sebuah adegan yang sangat mengejutkan...
Video itu menunjukkan sebuah adegan di mana Akira, Liana, dan Kael sendiri yang sedang berbicara dengan seseorang yang tidak dikenal. Mereka berbicara tentang sebuah misi rahasia untuk menghancurkan sebuah organisasi jahat.
Tiba-tiba, kamera berputar, dan mereka melihat wajah orang yang tidak dikenal itu. Wajah itu adalah... diri mereka sendiri dari masa depan!
Akira, Liana, dan Kael terkejut, dan mereka tidak bisa percaya apa yang mereka lihat. Apa artinya ini? Apakah mereka memiliki koneksi dengan masa depan?
Video itu terus berlanjut, dan mereka melihat adegan-adegan lain dari misi mereka di masa depan. Mereka melihat diri mereka sendiri bertarung melawan musuh-musuh yang sangat kuat, dan mereka melihat diri mereka sendiri menyelamatkan dunia dari kehancuran.
Tiba-tiba, video itu berhenti, dan ruangan gua menjadi sunyi. Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus melakukan sesuatu.
Akira, Liana, dan Kael masih terkejut dengan apa yang mereka lihat di video itu. Mereka tidak bisa percaya bahwa mereka memiliki koneksi dengan masa depan.
Tiba-tiba, Akira berbicara, "Kita harus melakukan sesuatu. Kita tidak bisa hanya duduk di sini dan tidak melakukan apa-apa."
Liana mengangguk, "Aku setuju. Kita harus mencari tahu apa yang terjadi di masa depan dan bagaimana kita bisa mengubahnya."
Kael menambahkan, "Tapi kita harus berhati-hati. Jika kita mengubah sesuatu di masa lalu, itu bisa berdampak besar pada masa depan."
Mereka bertiga mulai membahas rencana mereka, dan mereka tahu bahwa mereka harus bekerja sama untuk menghadapi tantangan yang akan datang.
Tiba-tiba, mereka mendengar suara gemuruh di luar gua. Suara itu semakin keras, dan mereka tahu bahwa sesuatu yang besar sedang mendekat.
Gua itu mulai bergetar, dan dindingnya mulai retak. Akira, Liana, dan Kael siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang...
Gua itu terus bergetar, dan dindingnya mulai runtuh. Akira, Liana, dan Kael berlindung di balik sebuah batu besar, sambil menunggu apa yang akan terjadi.
Tiba-tiba, sebuah pintu rahasia terbuka di dinding gua, dan seorang wanita cantik dengan rambut hitam keluar dari sana. Dia memiliki mata yang tajam dan pakaian yang elegan.
"Selamat datang, Akira, Liana, dan Kael," katanya dengan suara yang lembut. "Aku adalah pengawas waktu, dan aku telah menunggu kalian."
Akira, Liana, dan Kael terkejut, dan mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. "Apa yang kamu maksud?" tanya Akira.
Pengawas waktu itu tersenyum, "Kalian memiliki peran penting dalam sejarah waktu. Klian harus memilih: mengikuti takdir kalian atau mengubahnya."
Liana dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus membuat keputusan yang tepat.
Pengawas waktu itu terus berbicara, "Jika kalian memilih mengikuti takdir, maka kalian akan menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan dunia dari kehancuran. Tapi, jika kalian memilih mengubah takdir, maka kalian akan memiliki kekuatan untuk mengubah sejarah waktu."
Akira, Liana, dan Kael berpikir sejenak, lalu Akira berbicara, "Aku ingin mengubah takdir. Aku tidak ingin hanya mengikuti apa yang telah ditentukan."
Liana dan Kael mengangguk setuju, dan pengawas waktu itu tersenyum. "Baiklah, maka kalian akan diberikan kekuatan untuk mengubah takdir."
Pengawas waktu itu memberikan mereka sebuah kristal kecil, dan Akira, Liana, dan Kael merasa kekuatan baru mengalir dalam tubuh mereka.
Tiba-tiba, mereka dipindahkan ke sebuah tempat yang tidak mereka kenal. Mereka berada di sebuah kota yang modern, tapi ada sesuatu yang tidak beres. Jalan-jalan kosong, bangunan-bangunan rusak, dan udara dipenuhi asap.
Akira, Liana, dan Kael melihat sekeliling, mencoba memahami apa yang terjadi dengan kota ini. Mereka melihat beberapa orang yang berjalan dengan tergugup, dan beberapa bangunan yang terbakar.
Tiba-tiba, mereka mendengar suara sirene, dan sebuah mobil polisi datang ke arah mereka. Seorang polisi keluar dari mobil, dan berlari ke arah mereka.
"Anda harus pergi dari sini sekarang juga!" katanya dengan napas yang terengah-engah. "Kota ini sedang diserang oleh kelompok teroris!"
Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, tapi polisi itu menghentikan mereka. "Tidak, tidak! Anda tidak mengerti. Mereka memiliki senjata yang sangat kuat. Anda harus pergi ke tempat yang aman!"
Tiba-tiba, sebuah ledakan besar mengguncang kota, dan Akira, Liana, dan Kael terjatuh ke tanah. Ketika mereka bangun, mereka melihat sebuah bangunan besar yang runtuh, dan kelompok teroris yang berdiri di atas reruntuhan.
Akira, Liana, dan Kael bangun, dan mereka melihat kelompok teroris itu dengan mata yang tajam. Tiba-tiba, kristal kecil yang diberikan oleh pengawas waktu itu mulai bersinar, dan Akira, Liana, dan Kael merasa kekuatan magis yang luar biasa mengalir dalam tubuh mereka.
Akira mengangkat tangannya, dan sebuah bola api besar muncul di atasnya. Liana menggerakan tangannya, dan sebuah gelombang air besar menghantam kelompok teroris. Kael menginjak tanah, dan gempa bumi besar mengguncang kota, membuat kelompok teroris terjatuh.
Kelompok teroris itu terkejut, dan mereka tidak bisa percaya apa yang terjadi. Akira, Liana, dan Kael maju, dan mereka mulai bertarung dengan kelompok teroris itu.
Tiba-tiba, seorang wanita cantik dengan rambut hitam muncul di atas reruntuhan. Dia memiliki mata yang tajam, dan dia memegang sebuah tongkat yang bersinar.
"Akhirnya, kalian telah datang," katanya dengan suara yang lembut. "Aku adalah Ratu Malika, penguasa kegelapan. Dan kalian akan menjadi korban pertamaku!"
Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, dan pertempuran besar pun dimulai!
Ratu Malika mengangkat tongkatnya, dan sebuah gelombang kegelapan besar menghantam Akira, Liana, dan Kael. Tapi, mereka tidak terjatuh. Mereka berdiri tegak, dan mereka siap untuk melawan kegelapan!
Apa yang akan terjadi selanjutnya?