NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Tawaran Sang Ratu Bayangan

Suasana di aula Rumah Lelang Bintang Tujuh berubah drastis. Jika sebelumnya tempat ini dipenuhi oleh gairah persaingan harta, kini hanya ada ketakutan yang merayap. Pernyataan perang Xiao Yuan bukan hanya gertakan; aura hitam yang keluar dari tubuhnya terasa begitu nyata hingga memadamkan beberapa lampu kristal di langit-langit.

Lu Chen, yang merasa otoritasnya diinjak-injak di depan umum, mulai mendapatkan kembali keberaniannya. Ia menghunus pedangnya, sebuah senjata tingkat tinggi yang berkilau perak. "Xiao Yuan! Kau hanya sampah yang mengandalkan trik sihir gelap! Beraninya kau mengancamku di sini? Penjaga! Tangkap dia dan serahkan pada Sekte Awan Langit!"

Namun, sebelum para penjaga lelang bergerak, sebuah aroma harum bunga mawar yang sangat kuat namun mematikan tercium di udara. Dari balik bayangan di balkon Xiao Yuan, muncul seorang wanita. Ia mengenakan gaun merah darah yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna, wajahnya ditutupi topeng emas setengah wajah.

"Siapa yang berani menyentuh tamu istimewaku di wilayahku sendiri?" suara wanita itu rendah, namun memiliki daya tekan yang membuat para penjaga lelang langsung berlutut.

"Ratu Bayangan... Hong Yue!" bisik salah satu tetua di kursi bawah dengan suara gemetar.

Hong Yue adalah pemilik sebenarnya dari jaringan Rumah Lelang Bintang Tujuh dan pemimpin organisasi informasi 'Paviliun Merah'. Di dunia kultivasi, dia dikenal sebagai wanita yang tidak boleh disinggung jika ingin tetap hidup.

Xiao Yuan tidak menoleh. Ia tetap menatap Lu Chen dengan pandangan menghina. "Jadi, kau harus bersembunyi di balik penjaga sekarang, Lu Chen? Di mana keberanianmu saat kau menusuk punggungku dari belakang?"

Hong Yue berjalan mendekati Xiao Yuan, jemarinya yang lentik dengan kuku merah tajam menyentuh pundak Xiao Yuan dengan lembut. "Tuan muda yang menarik. Jarang sekali ada orang yang bisa membuat Lu Chen gemetar ketakutan seperti ini. Bagaimana jika kita membuat kesepakatan? Aku akan melindungimu dari anjing-anjing sekte ini, dan sebagai gantinya, kau harus memberikan resep cairan roh yang kau bawa tadi."

Xiao Yuan menepis tangan Hong Yue dengan dingin. "Aku tidak butuh perlindunganmu. Dan resep itu... bukan sesuatu yang bisa kau miliki."

Mata Hong Yue berkilat di balik topeng emasnya. Bukannya marah, ia justru tertawa renyah. "Keras kepala. Aku suka itu." Ia kemudian menoleh ke arah panggung lelang. "Juru lelang! Berikan Pil Pemurni Jiwa itu kepada Tuan ini. Dia memenangkannya dengan harga satu juta koin emas."

"Tapi Tuan Putri... dia belum membayar!" seru juru lelang dengan gugup.

"Anggap saja itu hadiah perkenalan dariku," jawab Hong Yue enteng.

Lu Chen berteriak tidak terima. "Hong Yue! Kau menantang Sekte Awan Langit?! Pil itu milikku! Aku yang membutuhkannya!"

Xiao Yuan menerima kotak pil itu, lalu di depan mata semua orang, ia membuka kotaknya. Ia mengambil pil yang sangat berharga itu, lalu dengan gerakan santai, ia meremasnya hingga hancur menjadi debu di telapak tangannya.

"Kau ingin ini, Lu Chen?" Xiao Yuan meniup debu pil itu ke arah balkon Lu Chen. "Sampah tidak pantas mendapatkan obat yang baik. Apa yang kau curi dariku, tidak akan pernah bisa kau stabilkan. Nikmatilah rasa sakit saat tulang nagaku menolak tubuh kotormu setiap malam."

Wajah Lu Chen berubah menjadi hijau kemudian biru karena marah yang tertahan. Ling’er di sampingnya hanya bisa terisak ketakutan, ia merasa seolah pria di seberangnya adalah malaikat maut yang sedang memainkan mangsanya.

"Ayo pergi, Yun’er," ajak Xiao Yuan. Ia berbalik dan berjalan keluar, diikuti oleh Yun’er yang masih tampak bingung dengan situasi yang begitu cepat berubah.

Hong Yue menatap punggung Xiao Yuan yang menjauh dengan senyum penuh arti. "Cari tahu segalanya tentang pemuda itu. Aku ingin tahu bagaimana seekor naga yang sudah dicabut tulangnya bisa menumbuhkan taring yang lebih tajam."

Saat Xiao Yuan keluar dari gedung lelang, udara malam yang dingin menyambutnya. Namun, ia tahu ini baru permulaan. Lu Chen tidak akan tinggal diam.

"Yuan, kenapa kau menghancurkan pil itu?" tanya Yun’er saat mereka berjalan di gang gelap yang sepi. "Bukankah itu bisa membantumu?"

"Pil itu memang baik, tapi mengandung jejak energi dari Sekte Awan Langit karena mereka yang menyuplai bahan bakunya. Aku tidak akan membiarkan energi kotor mereka masuk ke tubuhku lagi," jawab Xiao Yuan. "Lagipula... aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan."

Xiao Yuan membuka telapak tangannya. Ternyata, di balik debu pil yang ia hancurkan tadi, ia telah menukar isinya dengan sebuah pelacak energi yang kini sudah menempel pada pakaian Lu Chen tanpa disadari.

"Malam ini, darah akan mengalir di Kota Bulan Sabit," desis Xiao Yuan.

Tiba-tiba, lima bayangan hitam melompat dari atap gedung, mengepung mereka berdua. Mereka adalah pembunuh bayaran yang disewa Lu Chen untuk menghabisi Xiao Yuan sebelum ia sempat meninggalkan kota.

Para pembunuh itu bukan kultivator biasa; mereka adalah 'Lima Iblis Pemakan Jiwa' yang terkenal kejam. Namun, bukannya takut, Xiao Yuan justru melepaskan ikatan pedang hitam di punggungnya. Untuk pertama kalinya, ia akan menunjukkan teknik 'Sembilan Tebasan Neraka' di dunia luar. Di sisi lain, Hong Yue diam-diam mengamati dari kejauhan, ingin melihat apakah Xiao Yuan benar-benar layak untuk diajak bekerja sama atau hanya sekadar pemuda yang haus dendam yang akan segera mati. Akankah pedang hitam Xiao Yuan memakan jiwa para pembunuh itu, ataukah ia yang akan terkonsumsi?

Xiao Yuan merasakan getaran dari pedangnya, sebuah rasa haus yang menular ke dalam nadinya. Ia melirik Yun'er yang bersembunyi di balik punggungnya, lalu kembali menatap para pembunuh itu dengan mata yang kini sepenuhnya berubah menjadi ungu gelap. "Kalian datang di saat yang tepat. Pedangku butuh sedikit pelumas sebelum aku memenggal kepala tuanmu," ucapnya dengan suara yang bergetar karena energi murni. Para pembunuh itu tidak menjawab, mereka menyerang secara bersamaan dari lima sudut berbeda, mengunci semua jalan keluar Xiao Yuan. Udara di gang sempit itu mendadak menjadi sangat berat, seolah-olah waktu melambat. Xiao Yuan menarik napas dalam, membiarkan energi Naga Hitam mengalir ke kakinya. Dalam satu kedipan mata, ia menghilang, meninggalkan jejak api hitam yang membakar udara malam, memulai tarian kematian yang akan segera mengubah gang sunyi itu menjadi kuburan massal bagi mereka yang meremehkannya.

Udara di gang sempit itu mendadak membeku, bukan karena musim dingin, melainkan karena niat membunuh yang meluap dari tubuh Xiao Yuan. Lima pembunuh itu bergerak dengan sinkronisasi yang sempurna, pedang mereka membentuk jaring cahaya perak yang mematikan di bawah sinar rembulan. Namun, bagi Xiao Yuan yang telah melampaui batas kematian di dasar jurang, gerakan mereka tampak lambat, seperti serangga yang terjebak dalam madu. Ia tidak lagi melihat mereka sebagai manusia, melainkan sebagai tumpukan daging yang menunggu untuk dipisahkan.

Pedang Hitam Keruntuhan Abadi yang ada di genggamannya mulai mengeluarkan rintihan halus, sebuah suara yang hanya bisa didengar oleh mereka yang berada di ambang maut. "Yun'er, hitung sampai tiga," bisik Xiao Yuan dengan ketenangan yang mengerikan. Saat pembunuh pertama hanya berjarak satu jengkal dari dadanya, Xiao Yuan melakukan putaran tumit yang mustahil. Pedangnya menebas udara, meninggalkan jejak hitam yang seolah merobek ruang itu sendiri.

Tiga pembunuh yang tersisa membeku, keberanian mereka runtuh seketika saat menyadari bahwa mereka bukan sedang menghadapi seorang kultivator, melainkan sesosok monster yang baru saja dilepaskan dari rantai neraka. Kengerian mencengkeram hati mereka, kaki mereka terpaku pada tanah seolah-olah berat ribuan kati. Xiao Yuan tidak bergerak, hanya menatap mereka dengan tatapan yang dingin dan tak berperasaan, seolah-olah mereka sudah mati. Udara semakin dingin, dipenuhi dengan aura kematian yang menyesakkan. Ketiga pembunuh itu saling pandang, keringat dingin membasahi pelipis mereka. Mereka tahu, melarikan diri adalah sia-sia, dan melawan adalah bunuh diri. Satu-satunya pilihan mereka adalah menunggu nasib yang mengerikan di tangan makhluk yang berdiri di hadapan mereka, makhluk yang matanya bersinar dengan janji kegelapan.

Bersambung.....

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!