NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7.

Di sisi lain, pada sebuah ruangan kantor luas dan mewah.

"Tuan Alden! aku sudah dapat informasi tentang wanita cantik itu!!"

"Cepat beri padaku, di mana dia tinggal!!"

"Dia baru saja bercerai dari suami brengseknya, sekarang dia tinggal di sebuah apartemen sederhana!!"

"Cepat, cari apartemen yang masih kosong di dekat apartemennya, aku akan tinggal di sana!!"

"Hah?!!"

"Cepat kataku! hari ini juga, aku sudah harus tinggal di sana!!"

Ada apa dengan Tuan Alden? dia mau tinggal di apartemen sederhana? apakah dia jatuh cinta pada wanita itu? bukankah dia paling benci dekat dengan wanita? bisik Liam dalam hati memandang Stefan tidak percaya.

"Tunggu apa lagi? kenapa masih berdiri di sana?!"

"Oh, eh.. i.. iya! aku akan pergi melihat apartemen kosong!!"

Liam bergegas meninggalkan ruangan Stefan.

Stefan tersenyum setelah memeriksa berkas laporan penyelidikan, tentang wanita yang membuatnya sangat terkesan malam itu.

"Kak, akhirnya aku menemukanmu, anak kecil yang dulu kamu tolong sekarang sudah bisa untuk melindungimu, aku tidak akan melepaskan mu mulai hari ini, dan selamanya!" gumam Stefan dengan raut wajah yang terlihat senang.

Drrttt!

Stefan mengangkat smartphonenya.

"Halo!"

"Tuan, aku sudah membeli apartemen kosong tepat di samping apartemen Nyonya itu!" terdengar suara Liam dari dalam ponselnya berbicara.

"Bagus! kamu beli beberapa perabot untuk di taruh dalam apartemen, aku akan segera tinggal di sana!"

"Baik!"

Stefan memutuskan panggilan ponselnya, lalu memasukkan ponselnya ke balik saku jasnya.

Dengan senyuman yang terlihat begitu senang, ia meninggalkan ruangan tersebut.

Sementara itu dalam sebuah apartemen sederhana.

Lara tersenyum puas melihat tatanan apartemen, yang baru saja selesai ia susun, dan tata dengan seleranya.

Apartemen yang diam-diam ia beli tujuh tahun yang lalu, karena David sering tidak berada di vila.

Ia berpikir membeli apartemen, untuk tempat ia menghilangkan rasa bosannya tinggal di vila David.

Ia membeli apartemen, setelah melihat sikap David dalam tiga tahun pernikahan mereka belum juga menerimanya.

Karena otak cintanya, akhirnya tanpa sadar sepuluh tahun berlalu mempertahankan rumah tangga, yang tidak akan pernah dapat ia menangkan.

Lara melirik ke arah ponselnya yang bergetar, dan sebuah nama panggilan pada layar ponselnya, membuat wajah senangnya seketika menjadi dingin.

"Halo!" jawabnya datar.

"Dasar anak tidak tahu diri!! cepat pulang!! sekarang!!!"

Lara menjauhkan ponselnya dari telinganya begitu seseorang di dalam ponselnya bicara.

Suara yang cukup kencang memarahinya dengan tekanan yang sangat tajam.

Sudut bibirnya hanya bisa menyunggingkan senyuman dingin.

Ia langsung mengerti akan kemarahan Ayahnya padanya.

Cindy pasti sudah mengadukannya dengan laporan yang dilebih-lebihkan, agar Ayahnya memberi pelajaran padanya.

"Aku tunggu dalam waktu sepuluh menit, kamu sudah harus ada di rumah, cepat!! Huh!!"

Tut!

Ponselnya ditutup Ayahnya tanpa menunggu jawaban darinya.

Usianya sudah tiga puluh dua tahun, tapi Ayahnya masih saja tidak berubah sama sekali memperlakukannya sedari remaja.

Sejak Ibu tiri dan adik tirinya itu masuk ke dalam keluarga Buchanan, hari-harinya tidak pernah sekali pun merasa damai.

Dengan malas Lara meletakkan ponselnya kembali ke atas meja, dan melanjutkan kembali untuk merapikan pakaiannya ke dalam lemari.

Sepuluh menit kemudian berlalu, ponselnya kembali bergetar, dan ia tahu siapa yang menghubunginya karena belum sampai ke kediaman Buchanan.

Huh! dengus Lara dingin acuh tak acuh melirik ponselnya.

Ponselnya terus bergetar, hingga membuatnya merasa kesal.

Tanpa mengangkat panggilan pada ponselnya, ia pun bergegas mengganti pakaiannya.

Ia dengan terpaksa harus pergi ke rumah Ayahnya, agar orang tua itu tidak lagi ribut memanggilnya untuk pulang.

Saat menutup pintu apartemennya, ia melihat pintu apartemen di sebelah terbuka, dan beberapa pria memasukkan beberapa barang ke dalam.

Sepertinya apartemen di sebelahnya telah memiliki penghuni baru, yang ia tahu apartemen itu sudah lama kosong.

"Hati-hati, jangan sampai lecet!!"

Lara mendengar suara lelaki dari dalam apartemen itu, memerintahkan beberapa pria yang membawa perabotan ke dalam apartemen.

Setelah pintu terkunci dengan baik, Lara pun pergi untuk menghadapi Ayahnya yang sudah tidak sabaran menunggu dirinya.

Prang!!!

Sebuah botol minuman melayang, dan nyaris saja mengenai tubuh Lara, begitu ia membuka pintu vila kediaman Buchanan.

"Kamu itu sudah tidak muda lagi! tapi masih saja sifatmu seperti kekanak-kanakan! ku bilang sepuluh menit harus sudah sampai, sekarang sudah hampir satu jam, kamu baru datang! kamu anggap apa aku ini, Hah?!!!"

Mata Darius Buchanan, Ayah Lara, tampak membulat tajam memandang Lara penuh amarah.

Di sofa ruang utama tampak duduk Ibu tirinya, Anna Anastasya Buchanan, bersama Cindy dan David memandang dingin padanya.

Lara memutar bola matanya acuh tak acuh, begitu melihat pemandangan dalam ruang utama tersebut.

"Lara!! apa kamu tidak mendengar apa yang kukatakan, Hah?! kamu itu tidak pernah berubah! apa kamu tahu kesalahan yang telah kamu lakukan pada adikmu?!!!"

"Memangnya apa kesalahan yang kubuat?" tanya Lara acuh tak acuh.

Kening David berkerut melihat raut wajah datar, dan tatapan mata dingin Lara yang tidak seperti biasanya.

Ia merasa Lara semakin berbeda dari biasanya, yang akan ribut membela diri, kalau Cindy lah yang menindasnya.

"Masih juga tidak merasa melakukan apa pun? di kantor sipil hari ini, apa yang telah kamu katakan pada Cindy!!!" nada suara Darius semakin kencang penuh emosi.

Kening Lara berkerut memikirkan apa yang telah ia lakukan pada Cindy, lalu ia hanya bisa angkat bahu acuh tak acuh, karena merasa tidak melakukan apa pun pada Cindy.

"Kak, bukankah kamu yang membuat keributan di kantor sipil hari ini? semua orang menyalahkan aku sebagai selingkuhan David, lihat! seseorang memposting apa yang terjadi di kantor sipil pagi ini!"

Dengan nada lembut, dan terdengar sedih Cindy memperlihatkan media sosial pada layar smartphonenya.

"Semua orang menghujat Cindy sebagai pelakor! dan simpanan tidak tahu malu karena ikut bersama David, saat kalian mengajukan proses perceraian!!!" kata Darius masih mode emosi yang meledak-ledak.

"Memang benar, kan? dengan melihat saja, semua orang tahu, kalau dia memang pelakor, dan dia bahkan terlihat mesra dengan pria, yang masih berstatus suami orang di depan umum!" jawab Lara dengan begitu tenangnya.

Wajah Cindy seketika memerah mendengar apa yang dikatakan Lara, dan membuat ia sontak tanpa sadar menjadi terbawa emosi.

"Ka.. kamu! kamu yang pelakor! kamu sudah mengambil David selama sepuluh tahun ini dari ku! kenapa kamu tidak mati saja saat tenggelam dulu!!!"

Semua seketika menoleh ke arah Cindy, dan Cindy pun sontak tersadar dengan nada emosinya melontarkan kata-kata tajam pada Lara.

Sudut bibir Lara menyunggingkan senyuman dingin mendengar nada emosi Cindy.

Dan mendengus dingin melihat tatapan terkejut, orang-orang yang menyayangi Cindy tersebut.

Bersambung............

1
Lia siti marlia
ya ampun tuh bocah berasa di per...os oleh padal dia yang meped terus
Endang Sulistiyowati
Ya ampun Lara, Stefan minta tanggung jawab tuh karna udah 2x bobo bareng. Modus banget Stefan,
nuraeinieni
dasar modus,,,bilang aja kamu keenakan di peluk lara
nuraeinieni
aduh cindy kamu salah orang,ingin mencelakai lara malah steven yg kena,untung lara dan steven cepat menghindar.
nuraeinieni
curiga nih lara,dgn orang2 nya steven
Cindy
lanjut
Dian Rahmawati
stefan 🤣
mars
iya tuh udh 2x ditiduri,tanggung jawab lo udh ga suci lagi🤣🤣🤣🤣🤣 koplak
Lia siti marlia
mulai mulai terkuak sedikit demi sedikit
Ariany Sudjana
kak penulis, tolong jangan sampai Lara dirusak Stefan, gara-gara minuman itu
Ariany Sudjana
aduh kenapa air itu diminum sama Stefan? jangan sampai Lara jadi pelampiasan karena minuman laknat itu. kenapa sih bukannya David saja yang minum? kan sudah ada pelampiasannya? ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan
Ariany Sudjana
hahaha benar kata Stefan, kalau David sudah dibutakan sama jalang peliharaannya dan juga Mak Lampir Anna itu
Maria Mariati
kejebak sama permainan sendiri 🤣🤣🤣💪💪💪😍😍
nuraeinieni
cindy dan mama anna,sandiwara kalian tdk mempan,lara sdh muak dgn kebusukan kalian.
nuraeinieni
aduh sepertinya minuman itu sdh di kasi masuk obat perangsang
nuraeinieni
enak ya david dapat hadiah bogemam dari berondong
Lia siti marlia
hadeh bisa bisa stefan nyoblos lara lagi gara gara minuman yang di berikan cindy
Ariany Sudjana: iya, ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan. gimana sih kak penulis?
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Endang Sulistiyowati
Bener tuh kata Lara, 2 pria bodoh yang dengan mudah dikendalikan 2 wanita licik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!