NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gesekan

Langit Underworld berwarna ungu pekat saat lingkaran sihir keluarga Phenex terbentuk di halaman utama kastel. Cahaya api jingga memudar, menampakkan sosok Riser yang berdiri dengan tenang, namun aura yang dibawanya kali ini terasa jauh lebih dingin dan tajam. Di belakangnya, Saeko melangkah dengan kewaspadaan yang tak pernah luntur, sementara sosok baru di sampingnya menjadi pusat perhatian seluruh pelayan yang berjaga.

Esdeath melangkah keluar dari lingkaran sihir dengan keanggunan seorang penakluk. Matanya yang berwarna biru es menyapu arsitektur megah kastel Phenex dengan pandangan menilai. Meskipun sebagian seragam militernya masih menunjukkan bekas hangus akibat pertarungannya dengan Riser, martabat yang dipancarkannya tetap tak tergoyahkan.

"Jadi, ini sarangmu?" suara Esdeath terdengar jernih, membawa hawa dingin yang membuat uap air di udara terkondensasi tipis. "Cukup mewah, meski sedikit terlalu hangat untuk seleraku."

Riser menoleh sedikit, seringai tipis menghiasi wajahnya. "Kau akan terbiasa, Esdeath. Di sini, api adalah kehidupan, tapi aku yakin keberadaanmu akan memberikan keseimbangan yang menarik."

[ Lokasi: Kastel Utama Phenex. ]

[ Status Tim: Berkumpul. ]

[ Deteksi Variabel: Tekanan energi antara anggota Peerage meningkat. ]

Baru saja mereka melangkah masuk ke aula utama, dua sosok telah menunggu. Yubelluna berdiri di tengah ruangan dengan tangan bersilang di bawah dada, sementara Shizuka Marikawa tampak sedang mengunyah buah apel sambil duduk santai di pinggiran meja panjang.

Langkah kaki Esdeath terhenti. Matanya langsung tertuju pada Yubelluna. Sebagai seorang jenderal yang menghabiskan hidupnya di medan perang, dia bisa merasakan aura kekuatan dari wanita di depannya. Yubelluna pun tidak tinggal diam; matanya menyipit, merasakan insting predator yang sangat kuat memancar dari wanita berambut biru itu.

"Tuanku," Yubelluna membungkuk hormat kepada Riser, namun matanya tetap tertuju pada Esdeath. "Saya melihat Anda membawa... variabel baru yang cukup ekstrem."

"Yubelluna, perkenalkan anggota baru kita. Esdeath, dia akan mengisi posisi Rook," ucap Riser sambil berjalan menuju kursi kebesarannya. "Dan Esdeath, ini Yubelluna, Queen-ku."

Esdeath maju satu langkah, bibirnya membentuk senyum provokatif. "Seorang Queen, ya? Kau memiliki aroma sihir yang pekat. Aku penasaran, berapa lama kau bisa bertahan jika aku membekukan seluruh mana di tubuhmu."

Yubelluna mengangkat tongkat sihirnya sedikit, pendaran api ungu mulai menari-nari di ujungnya. "Aku menyarankanmu untuk menjaga lisanmu, Pendatang Baru. Di kastel ini, ada hierarki yang harus dihormati, terlepas dari seberapa kuat kau di duniamu sebelumnya."

Suasana di aula mendadak menjadi sangat berat. Udara terasa panas sekaligus dingin secara bersamaan, menciptakan turbulensi energi yang membuat perabotan kecil di ruangan itu bergetar.

Shizuka, yang biasanya acuh tak acuh, berhenti mengunyah. Dia menelan apelnya dan menatap kedua wanita itu dengan mata bulatnya yang polos. "Wah, wah... apa kita akan bertengkar lagi? Aku baru saja mencuci jubah mandiku, jangan sampai ada ledakan yang membuatnya kotor ya."

Saeko melangkah ke tengah, tangannya tetap berada di gagang katananya. "Esdeath adalah pilihan Tuanku. Jika ada yang meragukan kemampuannya, itu sama saja dengan meragukan penilaian Tuanku Riser."

"Aku tidak meragukannya, Saeko," balas Yubelluna tanpa mengalihkan pandangan dari Esdeath. "Aku hanya sedang memastikan bahwa dia tahu siapa yang memegang kendali di sini saat Tuanku tidak sedang memberikan perintah."

Riser mengamati interaksi itu dari kursinya dengan dagu yang bertumpu pada tangan. Dia tidak melerai. Baginya, persaingan di antara para pengikutnya adalah hal yang sehat, selama itu tidak berujung pada pengkhianatan. Dia ingin melihat bagaimana Esdeath beradaptasi dengan struktur yang sudah ada.

[ Sinkronisasi Jiwa: 62%. ]

[ Analisis Psikologis: ]

* Esdeath: Mencari dominasi melalui kekuatan fisik dan mental.

* Yubelluna: Melindungi otoritasnya sebagai tangan kanan Riser.

* Saeko: Fokus pada kesetiaan absolut.

* Shizuka: Menjaga harmoni (secara pasif).

"Sudah cukup," suara Riser yang rendah namun penuh tekanan menghentikan desakan energi di ruangan itu. "Esdeath, Yubelluna tidak bermaksud menghinamu. Dia hanya menjalankan perannya sebagai pelindung rumah ini. Dan Yubelluna, Esdeath adalah aset yang akan memastikan kemenangan kita di perang-perang besar mendatang. Aku ingin kalian belajar bekerja sama, bukan saling membunuh... setidaknya tidak di dalam aula ini."

Esdeath menarik auranya, lalu tertawa kecil. "Menarik. Aku suka tempat ini. Penuh dengan wanita-wanita kuat yang memiliki taring. Tuan Riser, kau benar-benar tahu cara mengumpulkan koleksi yang indah."

Riser berdiri, berjalan mendekati mereka berdua. Dia meletakkan satu tangannya di bahu Yubelluna dan satu tangannya di bahu Esdeath. "Kalian semua adalah bagian dari ambisiku. Saeko adalah pedangku, Yubelluna adalah kebijakanku, Shizuka adalah nyawaku, dan Esdeath... kau adalah perisai sekaligus badai kehancuranku."

Dia menatap mereka satu per satu dengan tatapan yang mampu meluluhkan keraguan mereka. "Besok, kita akan melakukan latihan integrasi. Aku ingin melihat bagaimana es, api, dan pedang bisa menari dalam satu irama yang sama."

Esdeath menatap tangan Riser di bahunya, merasakan panas yang dulu menaklukkannya. "Aku menantikannya, Tuanku."

Yubelluna hanya menghela napas, menurunkan tongkatnya. "Sesuai keinginan Anda, Tuanku. Saya akan menyiapkan area latihan yang paling kuat untuk besok pagi."

Shizuka melompat turun dari meja. "Nah, karena suasananya sudah enak, bagaimana kalau kita makan malam? Aku lapar sekali setelah melihat pertunjukan kecil tadi!"

Riser tersenyum. Fondasinya semakin kuat. Namun, jauh di lubuk hatinya, dia tahu bahwa kehadiran Esdeath akan memicu perubahan besar dalam dinamika timnya. Dia harus menjadi King yang lebih kuat lagi untuk bisa mengendalikan monster-monster cantik yang dia kumpulkan ini.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!