Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MIMPI BURUK
Rain terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.
Rain langsung mengambil gelas yang ada di atas nakas dan langsung menegaknya sampai habis, nafasnya masih belum teratur.
Rain duduk di tepi ranjang sambil menundukkan kepalanya dan mencoba mengatur nafasnya.
Sejenak Rain menarik nafas panjang dan kemudian berjalan ke kamar mandi, Rain langsung membasuh wajahnya dengan kasar, ia sedikit membasahi rambutnya.
Rain menatap wajahnya di cermin yang ada di depannya.
" Apa tadi, apa itu tadi mimpi, tapi kenapa seperti nyata. dan kenapa gadis itu ada di sana..." gumam Rain sambil menatap wajahnya di cermin.
Rain memijat bahunya.
" Kenapa berat sekali, ini kambuh lagi sepertinya " gumam Rain.
Rain memijat bahunya sambil berjalan ke tempat tidurnya.
" Kenapa aku mimpi aneh seperti itu, tak pernah-pernahnya aku bermimpi begini, dan gadis itu, kenapa ia ada di dalam mimpiku " gumam kembali Rain sambil mengambil sebuah koyo yang ada di dalam lacinya dan kemudian ia menempelkan pada kedua bahunya.
Rain melihat ponselnya ia melihat jam pada ponselnya dan jam itu menunjukkan pukul 2 dini hari.
Rain kembali merebahkan tubuhnya di ranjang dan mencoba kembali memejamkan matanya.
Brakk...
tiba-tiba terdengar suara pintu balkon Rain tertutup dari luar dengan keras.
Rain terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya.
" Apa tadi pintu balkon belum aku tutup ya " gumam Rain sambil berjalan ke arah pintu balkon dan memeriksanya.
Rain langsung mengunci pintu balkon dan kembali ke tempat tidurnya.
" Kenapa hawanya sedingin ini " gumam Rain dan langsung mengambil remot control untuk mengecilkan pendingin ruangan yang ada di kamarnya.
Kamar Rain kini terasa Sangat tidak nyaman, Rain mengambil sweternya dan memakainya lantas ia berbaring kembali di ranjangnya dan menarik selimut tebal dan langsung menutup semua tubuhnya Kecuali kepalanya.
Rain mencoba memejamkan matanya.
sesosok wanita berbaju merah tersenyum lebar hingga ke ketelinga dengan gigi yang hitam dan tajam, berdiri di balkon kamar Rain.
sosok itu melayang dan menembus pintu balkon dan kemudian melayang mendekati tubuh Rain yang terbungkus selimut tebal, wanita berjubah merah itu melayang di atas tubuh Rain .
" Kamu akan menjadi milikku, kamu akan menjadi suamiku, aku menyukai bau darahmu, tunggulah sebentar lagi kita akan menjadi pengantin " ucap Sosok itu dan masih terus melayang di atas tubuh Rain.
*****
" Rain belum turun ma ?" tanya Kendaru pada keyla yang sedang mengambilnya makan Darren.
" Belum pa " sahut Keyla.
" Tumben, biar papa lihat ke kamarnya " ucap Ken sambil bangun dari duduknya.
" Papa lanjutkan sarapannya saja, biar mama yang ke atas, sayang di habiskan makanannya ya, tidak boleh rebutan makanan lagi dengan papa, tidak boleh berisik di meja makan, mengerti !! " ucap Keyla sambil mengusap kepala putranya itu.
" Pa jangan usil " ucap Keyla pada suaminya.
" iya, lagian bukan aku yang memulai, dia duluan "
" Papa yang suka ngambil makanan Darren " ucap Darren.
" Sudah kubilang jangan mulai lagi, atau tak ada sarapan untuk tiga hari kedepan " seru Keyla yang nampak kesal, melihat kedua pria yang berbeda usia cukup jauh, tapi sering membuat ke gaduhan di rumah ini.
" Cepat selesaikan sarapan kalian atau kalian akan terlambat " ucap Keyla dan langsung melangkah ke arah tangga.
" Mau kemana key ? " tanya mama Yunita yang berpapasan dengan mertuanya.
" Mau bangunin Rain ma, tumben jam segini dia belum turun " ucap Keyla.
" mungkin dia kecapean Key, mama lihat kemarin dia pulang larut sekali " ucap Yunita.
" Mungkin juga ma, makanya key mau lihat keadaannya, soalnya dari kemarin kemarin aku lihat Rain kurang sehat, aku khawatir kalau Rain sakit , oh iya ma..tolong jagain dua bayi besar itu " ucap Keyla sambil melihat ke arah Ken dan Darren.
Yunita tertawa pelan saat melihat putra dan cucunya yang sering membuat keributan di rumah ini.
" Hem ...naiklah " ucap Yunita.
**
Keyla mengetuk pintu kamar Rain berkali-kali, tapi tak ada sahutan dari dalam, Keyla mencoba membuka pintu dan ternyata pintunya tak di kunci.
Keyla langsung masuk ke dalam kamar.
Kamar Rain terlihat gelap, keyla menyalakan lampu kamar dan Keyla melihat putranya masih tertidur di bawa selimut.
Keyla mendekati putranya.
" Rain, sudah siang nak, apa kamu nggak kerja " ucap lembut Keyla.
Tak ada sahutan dari Rain, Keyla mendekati putranya dan mengusap kepalanya.
Keyla nampak terkejut saat tangannya menyentuh dahi putranya.
" Badannya panas " gumam Keyla.
" Sayang bangun nak, kamu sakit ..ayo bangun Rain " ucap Keyla yang mencoba membangunkan Rain.
Rain mengeliat pelan saat lamat-lamat ia mendengar suara mamanya.
" Mama..." guma Rain serak.
" Kamu sakit, kenapa kamu nggak bilang sama mama, lihatlah badanmu panas sekali " ucap Keyla nampak panik.
" Aku nggak apa-apa ma, aku hanya kecapean saja " ucap Rain sambil berusaha dari tidurnya.
" Auhh..." seru Rain pelan saat tiba-tiba kepalanya terasa sakit.
" Kenapa Rain, apa kepalamu sakit " tanya Keyla.
" sedikit pusing ma, tapi Rain nggak apa-apa ma "
" nggak apa-apa gimana, sudah kamu istirahat lagi biar papamu panggilkan dokter ke sini " ucap Keyla.
Keyla mengambil ponsel Rain dan menghubungi suaminya yang ada di bawah.
" Hallo Rain, apa kamu sudah bangun ..." sahut Ken.
" pa, ini mama..Rain sakit, badannya panas sekali coba hubungi dokter sekarang " ucap Keyla dan langsung menutup teleponnya .
" Ma aku nggak apa-apa, badanku cuma pegal-pegal semua, mama panggilkan tukang pijat langganan papa saja " ucap Rain.
" Diamlah Rain, badanmu itu panas, nanti siang akan aku panggilkan tukang pijat nya, sekarang biar dokter yang memeriksamu dulu, kamu itu susah sekali di bilangin, jangan terlalu keras dalam bekerja, ingat badanmu itu juga perlu istirahat, jangan dzolim pada tubuhmu sendiri " ucap Keyla, dengan sedikit nada agak marah.
Tak lama Ken dan Yunita masuk ke dalam kamar Rain dan di ikuti
" Kamu baik-baik saja boy ?" ucap Ken yang melihat putranya terlihat pucat dan lemah.
" it's ok pa, aku hanya pegal-pegal saja, mama yang berlebihan " ucap Rain.
" Diamlah Rain, kamu selalu saja susah di bilangin, aku mamamu, aku tahu keadaanmu, hari ini kamu tidak perlu ke rumah sakit atau ke perusahaan, hari ini kamu harus istirahat di rumah sampai kamu benar-benar sembuh "
" Tapi ma, aku..."
" tidak ada bantahan " ucap Keyla sambil mengompres dahi Rain dengan air.
" menurut saja apa kata mamamu dari pada lisensi mu di cabut sama mamamu, dan kamu di pecat jadi anak " ucap Kendaru yang perlahan tangannya menyentuh dahi putranya.
Darren yang mengikuti Papa dan neneknya dari belakang sejak tadi terdiam di samping neneknya, matanya terus menatap ke arah balkon.
" Kakak itu siapa " ....
#####
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran