Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.
Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.
Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.
Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.
Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...
"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)
"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)
Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???
Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Kedatangan Widya
Seperti biasa pagi hari sudah menjadi rutinitas wajib dirumah pak atma wijaya yaitu sarapan bersama dan berbincang ringan karena masing-masing sibuk.
"Num...kapan kamu mulai mengelola perusahaan papa, sayang..."
"Beri Hanum waktu, pa...setelah mengundurkan diri dari Wiwaro Group".
"Tapi sampai kapan nak...papa sudah semakin tua, papa ingin menikmati pensiun dan melihat keberhasilanmu"
"2 bulan kedepan, pa..Hanum janji".
"Baik...papa selalu menunggu waktu itu tiba".
Mama hanya bisa menyaksikan perbincangan antara bapak dan anak, karena setiap hari membujuk anaknya tapi tidak pernah berhasil.
"Pa...ma..Hanum pamit ya, takut terlambat"
"Hati-hati dijalan"
"Hati-hati dijalan" ucap papa dan mama bersamaan.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, perjalanan berakhir dilobby kantor, nampak karyawan heboh sehingga lobby kantar bagaikan pasar, karena penasaran akupun ikut bergabung dengan mereka, hubunganku dengan karyawan yang lainpun baik-baik saja meskipun sebagai sekertaris CEO tapi kami selalu bertegur sapa.
"Ada apa sih, mba...koq pada heboh??"tanyaku pada mba itha yang jadi resepsionis.
"Mantan istri boss marah-marah karena ditahan security, mba Hanum".
"Memang pak boss belum datang, ya mba???tanyaku lagi
"belom kayaknya, mba...."
"Ok biar aku coba menenangkannya..."sambil melangkah mendekati mantan istri pak boss.
"Pak djono,,,, biar mba ini kedalam bersama saya, ya.."ucapku dengan lembut.
"Tapi mba...pak boss sudah berpesan supaya nona Widya jangan menginjakkan kaki diperusahaan ini".
"Nggak apa-apa pak,,,daripada disini ribut kan nggak enak kalo ada orang lain yang liat".
Sementara beradu argumen dengan pak Djono,,, dari arah pintu masuk lobby terdengar suara bentakan yang membuat gemetar siapapun yang mendengarnya.
"Ada apa ini ribut pagi-pagi!!!!!!"
Seketika semua karyawan berhamburan masuk kedivisi masing-masing. Dalam sekejap mata lobby kantor sunyi senyap. Akupun segera meninggalkan lobby toh bukan urusanku. Tapi baru saja kumelangkahkan kakiku sebuah tangan tiba-tiba menahan pergelangan tanganku.
"Mau kemana, Sya..."
"Maaf pak,,,silahkan dilanjut, saya masih banyak pekerjaan".
"Kamu harus menemaniku disini,,,toh kamu calon istriku jadi semua urusanku juga urusanmu".
Terlihat beberapa karyawan tersentak kaget mendengar kata-kata pak boss.
"Cepat katakan apa maumu wanita ular!!!"
"Ckk...putra sayang...kamu nggak usah bohongin aku deh, aku tau kamu tidak bisa move on dariku, jadi berhentilah menjadikan karyawanmu sebagai alat memprovokasiku".
Nampak pak boss mengetatkan rahangnya dan mengepalkan tangan tanda menahan amarah yang teramat sangat.
Tanpa rasa takut wanita yang bernama Widya mendekati pak boss dengan langkah gemulai yang dibua-buat dan baju yang kekurangan bahan dimana-mana sehingga lekuk tubuhnya nampak semua membuat siapapun yang melihatnya merasa jijik.
Sebelum sesuatu terjadi, secepatnya aku menengahi mereka, meskipun dadaku terasa sesak tapi aku harus menahan diri demi kebaikan bersama.
"Maaf pak kalo saya lancang, tapi sebaiknya bapak mengajak mba Widya keruangan bapak untuk berbicara secara baik-baik". sambil mengusap pelan tangannya.
"Ok. Adit...ajak wanita ular ini keruanganku, pakai lift karyawan!!!!"masih dengan nada dingin
"Baik pak. Mari nona..."
Tanpa melepas tanganku, pak boss berjalan kearah lift khusus CEO. Dan didalam lift tiba-tiba pak boss mengecup bibirku sehingga membuatku kaget dan merona.
Chup
"Maaf atas insiden tadi, aku harap kamu jangan salah paham tentangku dan wanita ular itu."
"Hmmmm...."gumam ku.
"Tolong jangan marah,,,sebentar jam makan siang kita tetap dikantor, aku akan ceritakan tentang wanita ular itu".
"Hmmmm...."gumam ku lagi.
ting
Lift pun akhirnya sampai dilantai 20 dan lift karyawan yang dipakai pak Adit juga sampai lantai yang sama.
Karena merasa tidak ada urusan denganku, aku pun berjalan ke pantry setelah meletakkan tasku. Ku buatkan teh untuk nona Widya dan kopi untuk pak boss.
tok tok tok
Ceklek
Janum berjalan kemeja tamu tempat mereka duduk berhadapan. Terlihat dengan jelas mantan istrinya berusaha menggoda pak boss dengan memperlihatkan belahan dadanya yang semakin lama semakin kebawah.
"Silahkan nona dinikmati tehnya..."
"Pembantumu kok modelan kayak gini sih, put....kampungan. Nggak cocok jadi sekertaris". memandangku dengan sinis.
"Kampungan gini tapi aku otakku lumayan cerdas, nona..."jawabku sambil tersenyum
"Cerdas mendekati laki-laki tajir???gitu kan maksudnya???"
"Widya...cukup!!!!!kamu jangan menghina calon istriku".
"Calon istri????apa mama dan papa sudah setuju???belum kan???"
Melihat situasi yang semakin memanas, segera Hanum berjalan keluar ruangan. Sesak rasanya dada ini mendengar kata-kata mantan istrinya. Akan tetapi perkataannya tentang hubungan kami memanglah betul.
Kurang lebih 30 menit didalam ruangan CEO, mereka berbicara dan akhirnya mantan istrinya keluar dengan wajah yang penuh dengan amarah sambil berjalan kearahku.
"Hai gadis kampung...kamu jangan bermimpi bisa bersama dengan Putra!!!"
"Maaf nona,,,jangan memandang rendah seseorang kalo belum mengenalnya". jawabku mencoba menahan emosi.
"Melihatmu saja dengan pakaian model seperti ini memembuat mataku jadi sakit, apalagi mengenalmu, ciiihhh,,,,nggak level".balasnya dengan nada sinis
" Suatu hari ketika nona tau siapa saya sebenarnya, maka saat itu saya yakin nona akan sangat malu dengan kelakuan nona widya yang sombong". balasku karena sudah kesal dari tadi dianggap rendahan
"Alaaaahhhh...itu tidak akan pernah terjadi. Saya adalah putri tunggal salah satu pengusaha terkemuka dikota ini bapak Wisnu Anggara, sedangkan kamu???? ckk..kamu hanya sekertaris atau lebih tepatnya PEMBANTU!!!"menekan kata pembantu.
"Tunggulah 2 bulan atau bahkan 1 bulan lagi aku akan buktikan kata-kataku, nona yang TERHORMAT".kutekan juga kata terhormat.
Dengan kesal yang semakin menjadi karena tidak bisa menekanku dengan kata-katanya, dia meninggalkan mejaku.
Setelah kepergian nona Widya dan jam istirahat tiba, pak boss memanggilku keruangannya.
"Sya...keruanganku kita perlu bicara serius". Sebelum masuk keruangannya pak boss memberikan perintah kepada asistennya yang setia.
"Dit,,,pesankan kami makan, hari ini aku malas keluar".
"Siap boss...segera dipesankan".
Akupun masuk keruangan pak boss dan mengambil posisi ditempat yang tadi diduduki oleh mantan istrinya. Kucoba bersikap tenang meskipun hatiku masih penuh dengan amarah karena direndahkan habis-habisan oleh mantan istrinya.
"Sya,,,,aku minta maaf ya karena widya, kamu direndahkan seperti tadi" dengan wajah sendu dan tatapan yang menyiratkan luka yang mendalam
"Nggak apa-apa, pak,,,,,sudah biasa koq aku direndahkan seperti itu".
tok tok tok
Ceklek
"Maaf boss...mengganggu, hehehe...ini makanannya lengkap dengan piring dan sendoknya, selamat menikmati...."
"Letakkan disitu aja, dit...kamu boleh makan dimanapun tapi ingat balik kantor tepat waktu".
"Baik boss". dengan gembira segera keluar ruangan.
"Oh ya,,,,kita makan dulu atau cerita dulu????"
"Cerita dulu pak..."ucapku
"Hmmmm...ternyata kamu penasaran dengan hidupku, ya..."sambil berpindah tempat duduk disampingku.
"Jangan terlalu dekat dong....nanti ada yang tiba-tiba masuk bisa jadi salah paham".
"Nggak ada yang masuk tanpa seijinku". Sambil memandangku dengan tatapan seperti beberapa tahun yang lalu.
"Jangan memandangku seperti itu,,,ceritakan sekarang".
"Tapi ada syaratnya, honey..."
"Apa syaratnya, cepat katakan..."mencoba menetralisir wajahku yang terasa panas mendengar panggilan mesranya.
"Jangan panggil pak lagi, kamu calon istriku panggil aku dengan mas atau sayang....nggak ada bantahan".
"Hmmmm....baiklah aku panggil mas aja. Sekarang ceritakan tentang nona Widya".
Dengan menggenggam tanganku erat layaknya seseorang yang membutuhkan kekuatan untuk menghadapi musuh yang sangat kuat. Mas Putra mulai mengingat kembali masa lalunya dan bercerita.
flashback on
5 tahun yang lalu mama menjodohkan ku dengan anak sahabatnya meskipun sudah kujelaskan bahwa aku mempunyai seseorang yang sangat aku cintai, tapi karena mama bersikeras dan aku sangat menyayangi sehingga takut untuk melukai perasaannya, akhirnya aku menuruti kemauan mama. Kami menikah tanpa rasa cinta ataupun rasa sayang. Kami hanyalah dua orang asing yang menjalani kehidupan sesuai keinginan orangtua.
3 bulan kehidupan perkawinan kami sikap dan sifat widya sudah mulai terlihat, hanya saja mama terlalu buta dengan topeng yang widya sehingga semua keluhanku dianggap angin lalu oleh mama. Aku Pun mencoba bersabar akan tetapi semakin hari sifat widya semakin menjadi, dia dengan beraninya membawa selingkuhannya ke rumah, meskipun aku tidak ada rasa cinta tapi sebagai laki-laki harga diriku diinjak-injak. Akhirnya aku memilih tidak pulang ke rumah dan fokus pada pekerjaanku saja, hal itu tanpa sepengetahuan mama, hingga suatu hari pagi-pagi mama berkunjung ke rumah dan mendapati Widya masih tidur bersama seorang laki-laki tanpa busana.
flashback off
"Begitulah ceritanya hingga berakhirnya pernikahan kami. pernikahan yang hanya berlangsung selama 1 tahun".
"Sekarang giliranmu cerita, kenapa tiba-tiba kamu menghilang".
"Aku nggak menghilang mas,,,,aku kebetulan mendapat beasiswa diharvard makanya tanpa pikir panjang langsung aku terima".
"Tapi koq aku nggak bisa melacak informasi tentangmu, padahal sejak 4 tahun yang lalu aku menugaskan Adit mencari keberadaanmu..."ujarnya panjang lebar dan penasaran.
"Entahlah mas,,,,mungkin karena aku bukan orang penting jadi tidak terlacak,,,,hehehe".
"Penting atau enggak penting, yang jelas saat ini kamulah yang terpenting bagiku".ucapnya sambil memeluk dan menciumku.
"Aroma tubuhmu ternyata nggak berubah, honey,,,,masih rasa strawberry yang manis".
"Makan yuk, mas....ntar makanannya dingin".kataku mencoba menghentikan perlakuannya padaku.
Kamipun makan siang bersama tanpa suara. Rasa lega mendengar bahwa selama ini ternyata perasaan cintanya padaku tidak pernah berubah begitupun denganku. Meskipun mencoba melupakannya tapi tetap saja rasa itu bangkit kembali setelah bersama dengannya.
Selesai istirahat akhirnya kembali kemeja masing-masing tenggelam dengan pekerjaan yang belum selesai dan dengan perasaan lega dan bahagia bagaikan anak ABG yang sedang jatuh cinta.
Tak terasa waktu berjalan cepat jam pulang kantorpun tiba.
Sebelum pulang mas Putra mengingatkan akan menjemputku sebentar malam.
"Sya...share lokasinya dong, aku jemput sebentar jam 7.00, ya..."
jlebbb
haaadddeeewww koq lupa sih, kalo aku ngasih alamat rumah, pasti aku ketahuan. Lebih baik aku kerumah Risa aja deh.
"Sya...hallooo...koq bengong, sih".
"Anu mas...aku sementara tinggal dirumah Risa soalnya kontrakanku habis..."terpaksa bohong.
"Kamu tinggal diapartemen aku aja, Sya..daripada tinggal dirumah Risa".
"Ahh...nggak...nggak....enak aja, enak disitu rugi diakunya, mas..".
"Ok...kirimkan lokasi Risa dan hati-hati dijalan".
"Ok mas....bye".
Dilobby aku sengaja menunggu Risa sambil mengirim pesan ke mama.
***me**
ma....malam ini aku nginap dirumahnya Risa.
mama
tumben sayang nginap dirumah Risa.
me
sebentar malam teman ngajak dinner, tapi kan nggak mungkin Hanum dijemput dirumah.
mama
ok sayang, hati-hati ya....jangan minum sembarangan dan jangan pulang larut ya.
me
siipp mama...hanum sayang mama...mmmuuuaaaccchh*
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic