Secret admirer,entah mengapa aku telat menyadari bahwa seseorang di sekitarku sering memperlakukan aku begitu istimewah.Seistimewah apapun hal yang ia lakukan padaku aku tak mau peduli dan tak mau ambil pusing karena bagiku,hidup dan pekerjaanku jauh lebih mengasyikkan daripada berpaling ke arah mengenal lawan jenis yang ujung ujungnya bikin sakit hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresentia Bano Kehi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Siang itu udara sangat panas,cuaca sangat tidak bersahabat dan membuat suasana dalam ruangan itu agak gerah walaupun AC ruangan sudah sangat dingin.
Jihan melangkah mendekati Rani,entah apa yang ada di pikiran gadis itu.
"Rani,kamu kerjakan proposal perencanaan Musim dingin tahun ini ya,besok pagi serahkan ke aku!"Perintah Jihan sambil meletakkan sehuah dokumen diatas meja Rani.
"Bagaimana bisa aku menyelesaikan perencanaan ini dalam waktu satu malam?"Tanya Rani heran dengan suruhan Jihan.
"Kamu kan anak baru disini,aku memberikan tugas ini untuk meningkatkan kinerjamu dan ketika kamu pintar kamu akan cepat naik jabatan."Jawab Jihan acuh.
"Tapi...!!"Belum selesai Rani berbicara Jihan sudah menjawabnya dengan ketus,"Tapi apa?kamu gak bisa kerja?kalau gak bisa kerja sana pulang tidur gak usah kesini lagi."Jihan ngedumel bikin hati Amira yang sementara berada di sebelah Rani panas.
"Kamu kenapa kasih tugas ke orang gak pikir pikir?Kamu aja yang kerjakan kenapa harus kami kan kamu yang dikasih kerjaaan sama Direktur?"Ucap Amira ketus juga.
"Kamu...??" Tunjuk Jihan pada Amira.
"Kalian berdua awas saja!"Sambung Jihan sambil mengambil kembali dokumen itu dan pergi dengan menghentak hentakkan sepatunya di lantai itu dengan kasar.
Rani dan Amira kemudian saling pandang dan tersenyum kemudian mereka membuat sebuah selebrasi yang membuat Ray tersenyum dari tempatnya berdiri. Mereka tidak menyadari kalau Ray menatap mereka dari kaca pembatas ruangan tepatnya dibalik kain gorden.
"Kamu harus kuat Rani,kamu harus tunjukkan pada orang orang bahwa kamu kuat dan tidak lemah,''bisik pria dingin itu pada dirinya sendiri.
"Kalau seperti ini aku yakin tak ada yang bisa menindasmu di kantorku ini."
Ray pun keluar dari ruangannya dan mendekat ke meja Rani.
"Datang ke ruanganku sekarang!" Ucap Ray sambil berjalan membelakangi Rani.
"Aku?"Ucap Rani kaget setengah mati dan tetap tak beranjak dari kursinya.
"Iya kamu Ran,sana cepat sebelum si kulkas seratus pintu balik lagi."Ucap Amira sambil mengusir Rani agar pergi ke ruangan si pria misterius nan dingin itu.
Tatapan mata pria itu sangat membuat kikuk siapapun yang melihat ke arahnya.
Rani masih terdiam disana tanpa sebuah pergerakan membuat Ray kembali keluar dari ruangannya dan mendekati lagi Rani yang sedang berkutat dengan pekerjaannya di laptop.
"Ke ruanganku sekarang,"pinta Ray lebih lembut lagi dari perkataan awal tadi.
"Eh...iya maaf Pak!"Ucap Rani terbata.
"Iya cepat!"Perintah Ray lagi.
Rani pun berjalan dengan langkah cepat mengikuti langkah Ray.
Ray membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan Rani masuk.
"Mari silahkan masuk!"Ucap Ray pada Rani.
Rani pun melangkah masuk dengan hati yang berdebar debar.
Ruangan Ray sangat luas dan interior ruangan itu sangat maskulin.
Warna abu dan hitam yang menjadi warna dari tembok dan semua interior di ruangan itu,dan bau khas mint vanilla yang menyeruak dari pengharum ruangan itu membuat siapapun yang masuk ke ruangan itu merasakan kenyamanan yang hakiki.
Ray kembali duduk di kursi kebesarannya dan meminta Rani untuk duduk di kursi di depan meja Ray.
"Silahkan duduk!"Ucap Ray mempersilahkan Rani duduk.
"Jadi begini Bu Rani,saya mau memberi anda proposal ini untuk kamu kerjakan,kalau ada gal yang tidak bisa anda mengerti boleh tanya langsung lada saya."Ucap Ray sambil menyerahkan sebuah dokumen beserta data data klien yang akan Rani kerjakan.
"Baik Pak...!!
"Ray panggil saja Ray..."Sambung Ray dengan cepat.
"Iya Pak Ray...!"Kembali Rani mengucapkan nama Ray dengan suara agak terbata.
"Jangan Pak Ray tapi Ray saja cukup..."ucap Ray mengulang perkataannya.
"Ya tapi maaf aku gak bisa langsung memanggil Ray anda kan boss di tempatku bekerja aku harus menghargai dan menghormati anda."Ucap Rani lagi.
"Iya tapi aku rasa...kalau kamu memanggilku dengan sebutan Ray lebih pantas!"Jawab Ray lagi.
"Tetap saja aku gak bisa!"Jawaban Rani sontak membuat mata Ray membulat.
"Baiklah terserah kamu saja ini proyek tentang musim dingin dari group sentosa tolong kamu kerjakan dan usahakan untuk mendapatkan tanda tangannya dalam waktu satu minggu ini."Perintah Ray sambil tangannya tetap mengepal dan menahan sedikit gejolak dalam dadanya.
"Maaf Ray...aku belum ingin memulai apapun dengan cinta."Ucap Rani dalam hati.
Ray hanya geleng geleng kepala karena ia benar benar tak paham dengan perasaannya pada Rani saat itu.
☆☆☆****☆☆☆
Keesokan harinya di ruangannya Rani,terlihat Jihan datang lagi mendekat ke arah Rani.
Saat sepi Ia menatap ke arah kiri dan kanan dan merasa kalau tidak ada seseorang pun disana dengan secepat kilat ia membuka komputer milik Rani dan menghapus folder proyek dan rencana yang sudah Rani kerjakan.
Ia tak sadar kalau cctv rahasia sudah dipasang di sudut sudut ruangan.
Setelah menghapusnya ia pun pergi sambil bersorak dalam hati.
"Rasain kamu Rani aku bilang apa jangan pernah melawan aku karena kamu akan tahu akibatnya!"Jihan berbicara pada dirinya sendiri sambil tertawa terbahak bahak.
Di Ponsel Ray ada notifikasi dari cctv masuk dan ia pun segera membuka ponsel pintarnya dan melihat kejadian yang terjadi di kantornya.
"Jadi kamu biang keroknya ya?Baiklah kita akan lihat saat meeting nanti."Gumam Ray pada dirinya sendiri.
☆☆☆☆
Ketika masuk ke ruangannya Rani,Ray segera membuka komputer Rani dan mulai mencari file atau folder yang sudah di hapus oleh Jihan.
Lima menit kemudian semua file dan folder yang dihapus oleh Jihan sudah ada kembali dan Ray pun menyimpan dan mematikan kembali komputer kemudian ia pun pergi ke ruangannya.
"Semoga kamu baik baik saja Rani!"
"CEO datang."Terdengar seseorang berseru dengan lantang membuat semua orang dari berbagai divisi berbondong bondong berdiri dan menundukkan kepala.
Ketika CEO sedang melangkah masuk ke koridor ruangan itu terlihat seorang gadis yang baru turun dari sebuah mobil sport berjalan sedikit berlari mengikuti CEO dan nyaris menabrak CEO untung saja ia sedikit menahan tubuhnya dan menahan kakinya sehingga ia tidak menubruk pria dingin itu.
"Aduh...sialnya aku!!" Rani mengumpat dalam hati.
Kemudian dia melangkah mengendap endap ke barisannya di ujung koridor dan berdiri tepat di samping Jihan.
"Ji,maaf aku telat!"
"Ciii...!!" Jihan berdecih membuat Rani sedikit mundur dari barisan.
Amira menggenggam tangan Rani dan menenangkannya.
"Sudahlah jangan pedulikan dia!" Ucap Amira sambil tersenyum.
Terlihat Jihan sangat dongkol dengan kehadiran Rani yang tidak merasa bersalah sedikitpun dan CEO seperti sengaja membiarkan Rani masuk ke barisan tanpa masalah.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆¤
TBC
□CallmeEsy06□
nanti tak lanjut lagi baca nya
wah ketemu lagi tanpa sengaja untuk ketiga kalinya.. ehhh dua apa tiga kali sih Rani dan Tuan Muda misterius itu.. lupa aku hhahaa wkwkwk🙈🙈🤣🤣🤣🤣🤭 benar² bakalan jodoh.
Adrian kenapa was was sekali.. apa dia punya musuh atau saingan?? 🤨🤔🤔
dan si pasti Adrian ini kenal bgt sma di Tuan Muda CEO misterius.. yg masih soko disembunyikan oleh Kak OTHOR. Yang bikin semua READERS PENISIRIN DAN KEPOOO BINGIITTT 😩😩😩😛😛😛🤣🤣🤣🤣🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀
Lalu ngelamar diperusahaan.. kek mana otakku itu bekerja.. 😲🤣🤣
pasti bakal terstruktur rapi tuh cara kerjanyaa.. dua bidang kerja yang berbeda disatukan.. amaziing tuhh 😂😂🤣🤣
wahh sat set kagak sabaran sekali ya kamu Pria misterius Tuan Muda.. takut sekali jika gadis incaranmu diambil orang atau knp².😂😂
dan siapakah nama pria misterius seorang Tuan muda kaya raya???? /Shame//Shame//Doubt//Doubt//Doubt/
hmmm mamanya seorang pemilik butik, cakepp tuh bisa dibuatkan dress, gaun dan dll. Tapi enakk banget tuh jadi sahabatbya dpt dress gratiss tiss yang keren lagii.. ketiban duren runtuh drimana tuh yaa.. aku pasti mauu lahh yg gretongann.. 🤣🤣🤣