Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Pagi ini Luella dan Cal sedang sarapan bersama diruangannya. Dan seketika berita tersebut tersebar di seluruh kantor. Mulai dari Luella naik bersama CEO menggunakan lift khusus, dan tentang Luella yang saat ini sedang sarapan bersama CEO.
Luella memang terlihat tenang di hadapan Cal, tapi pikirannya sudah melayang kemana-mana. Karena dia akan menghadapi gosip baru hari ini tentang dirinya yang saat ini sedang bersama Cal.
Ting! Ponsel Luella berdering.
“Pagi, sudah di kantor?” – Henry
Luella hanya menatap sekilas layar di ponselnya, kemudian dia melanjutkan makannya. Luella bukan tidak ingin membalas pesan tersebut, tapi Luella merasa tidak sopan jika saat makan bersama bosnya tapi dia justru sibuk bermain dengan ponselnya.
“Saya suka makanan ini, kamu?” tanya Cal tiba-tiba.
“Iya Pak, saya kebetulan juga pecinta makanan pedas”
“Wah, kita harus kulineran Luella. Banyak makanan lokal dengan rasa pedas di kota ini”
“Pak Cal lebih suka makanan lokal?”
“Iya. Karena satu-satunya makanan pedas yang bisa saya nikmati hanya makanan lokal”
“Oh, iya Pak”
“Luela, kalau kamu tahu, ada restoran tradisional dengan beberapa menu best seller mereka. Kamu akan ketagihan” jelas Cal.
“Wah, sepertinya menarik Pak. Terimakasih informasinya”
“No, kita akan kesana lain waktu. Kamu harus mencoba beberapa menu karena kita pecinta pedas”
“Baik Pak”
Luella sedikit berat menelan makanannya karena mendengar tawaran dari Cal. Dia benar-benar tidak bisa menolak permintaan Cal.
Setelah makan, Luella meminta izin kepada Cal untuk segera meninggalkannya dan kembali bekerja. Cal pun mengizinkan Luella untuk kembali bekerja.
Senyum Cal terukir indah saat dia mengingat obrolannya dengan Luella. Cal mengakui, jika dia memang tertarik dengan Luella. Dan Cal siap bersaing dengan Henry atau siapapun.
Sementara Luella, yang baru saja sampai di mejanya mendapat tatapan tidak menyenangkan dari beberapa staff kecuali Sarah.
Sarah benar-benar menunjukan wajah riangnya kepada Luella yang terlihat sedang stress. Sarah menggoda Luella larena ia sudah mendengar gosip jika pagi ini dia sedang bersama CEO perusahaan tempat mereka bekerja.
“Gimana?” Bisik Sarah.
“Nanti kita bahas” jawab Luella tegang.
“Udah tenang, ini juga bukan pertama kali kamu di gosipin mereka”
“Iya tahu Sar, tap ikan sampai kapan sih mereka bahas aku terus”
“Sampai mereka puas lah”
“Sia-lan kamu hahaha”
“Fakta kan?”
“Iya sih”
Luella dan Sarah terkekeh, Sarah benar-benar bisa membuat keadaan berubah. Dia bisa mencairkan suasana hati Luella yang sedang tidak baik, Sarah memang satu-satunya teman yang bisa memahami Luella dengan baik.
.
.
Sementara dikantornya Edric tiba-tiba berfikir tentang Luella. Saat pertama ia menikahi Luella lalu menceraikan Luella, dia memang sangat membenci wanita itu. Namun setelah bercerai ia bahkan tidak menerima informasi penarikan dana dari cek yang sudah diberikan kepada Luella.
Hal itu membuat Edric penasaran, seperti apakah Luella sebenarnya. Dan setelah hari itu, Edric mencari informasi tentang Luella, hingga Edric menemukan sebuah fakta mencengangkan.
Namun nasi telah menjadi bubur, tidak ada yang bisa dirubah dari perceraian tersebut. Edric juga tidak ingin mengganggu hidup Luella lagi, sampai dia tidak sengaja bertemu dengan Luella di sebuah restoran.
Setelah pertemuan itu Edric benar-benar tidak bisa melupakan Luella, dia semakin penasaran dan ingin mengetahui seperti apa Luella.
Tidak ada alamat rumah, tidak ada nomor telepon Luella… Edric benar-benar merasa frustasi. Meski begitu Edric bisa meminta asistennya untuk mencari informasi tentang itu, hanyasaja Edric merasa gengsi.
“Luella, kenapa kamu berbeda” batin Edric sambil menatap layar komputernya.
Hingga lamunan itu terhenti ketika ponsel Edric berdering. Dan setelah menerima panggilan tersebut, Edric menyadari jika dia masih memiliki beberapa foto pernikahannya bersama dengan Luella.
Tangannya dengan cepat membuka isi galeri kemudian dia mencari beberapa foto tersebut yang masih berada di ponselnya. Entah apa yang membuat Edric berubah, Edric pun tidak menyadari kenapa ia mendapat dorongan semacam ini.
“Cantik”
Kalimat lolos begitu saja dari mulut Pria yang pernah menjadi suami Luella selama 24 hari tersebut.