NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Anton

Mengejar Cinta Dokter Anton

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Harem / Cinta Murni / Dokter / Tamat
Popularitas:65.2k
Nilai: 5
Nama Author: Indaria_ria

Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#

Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.

Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.

Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??

Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!

Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Emosi Tak Stabil

Disana Anton mulai penasaran dengan sosok pasien laki-laki itu, mungkin suatu hari nanti dia ingin mengetahui siapa sebenarnya laki-laki itu.

Sementara itu Dinda mulai berjalan meninggalkan orang didepannya, dia ingin segera melanjutkan aktivitasnya lagi. Saat ini semua pasien sedang mengikuti kegiatan senam bersama.

Sedang Anton dan rekannya Deni juga segera meninggalkan pasiennya yang sedang berolah raga, mereka berdua segera masuk ke ruang praktek mereka masing-masing, hari ini mereka membuka konsultasi bagi pasien-pasien yang sudah banyak perubahan dalam kesehatan dan mentalnya.

Kini Anton sudah berada didalam ruang praktek kerjanya, disana sudah ada Mei yang sedang sibuk dengan merapikan data-data pasien yang akan berkunjung untuk berkonsultasi.

"Mei, ada berapa pasien nanti yang akan berkonsultasi dengan saya?"

"Ada lima pasien Dok!" Ucap Mei yang langsung memberikan daftar nama-nama pasien yang ada di tangannya.

Disana Anton mulai membaca satu demi satu nama-nama pasien yang tertera disana, dia nampak menaikan satu alisnya saat dia melihat ada nama Dinda disana.

"Dinda Prameswati? bagaimana data perkembangannya Mei?"

"Pasien Dinda perkembangannya sudah bagus Dok, sudah banyak kemajuan, dia juga sudah bisa bersosialisasi dengan pasien lainya. Bahkan dia sering membantu perawat dalam menangani pasien Dok!"

Disana Anton mulai manggut-manggut, memang benar tadi juga dia sudah melihat sendiri bagaimana Dinda membantu pasien yang mengamuk dan dengan dirinyalah pasien itu bisa di kendalikan.

Waktu untuk pasien berolah raga pun sudah selesai, kini mereka akan kembali ke ruang perawatan mereka masing-masing. Disana nampak Dinda yang sedang berjalan sendiri menuju ke ruangannya, dia ingat kalau hari ini ada jadwal konsultasi ke Dokter Anton.

Disana seorang perawat dengan segera menghentikan langkah Dinda, dia memberi tahukan bahwa jam konsultasinya akan dimulai pukul 9 pagi.

"Jangan lupa ya Dinda!" Ucap perawat itu yang sudah seperti sahabat untuk Dinda.

"Ya, saya akan siap-siap!" Ucap Dinda sambil berlalu dari sana.

Sesampainya di ruangannya Dinda tidak langsung membersihkan badannya, dia malah berdiri sendiri di tepi jendela di tempat favoritnya.

Tempat dimana bisanya ia habiskan sepanjang waktu, dia menatap jauh kesana dia kembali teringat sosok kekasihnya Andreas. Disana dia tiba-tiba menangis, sesak dada yang sudah sedari tadi bergemuruh akhirnya pecah juga dalam tangisannya, "Andreas aku merindukanmu!" Ucap Dinda disana.

Dia mulai merasakan halusinasinya muncul kembali, dia merasa dirinya baik-baik saja, tapi tidak dengan hatinya. Entah bagaimana nanti dia akan membawa separuh hatinya karena separuhnya lagi sudah terbawa oleh Andreas.

Disana perawat sekaligus tempat curhat Dinda sudah menunggunya sedari tadi, tapi sampai saat ini dan jam sudah menunjukan pukul Setengah sembilan kurang, tapi Dinda belum juga menampakan dirinya. Dengan bergegas dia langsung masuk ke ruangan Dinda.

Disana dia mendapati Dinda yang sedang terduduk dengan menelungkupkan kakinya dengan posisi kakinya yang ditekuk, wajahnya ia benamkan diantara tangan dan kedua kakinya, dia nampak terisak disana.

"Dinda! Apa yang kamu lakukan!" Ucap perawat itu. Tapi disana Dinda belum bergeming sama sekali.

"Din, dengar aku, kamu harus bangkit, kamu sudah lebih baik dari kemarin jangan kamu bersedih terus kamu harus melanjutkan hidupmu!" Ucap perawat itu dengan tegas.

Disana Dinda mulai bisa mengendalikan hatinya dia sedikit demi sedikit mulai merespon ucapan perawat itu, dan kini dia mulai mengangkat kepalanya dan pelan-pelan bisa mulai melihat ke arah wajah perawat didepannya.

"Kamu benar, aku harus bisa melanjutkan hidup! Aku kuat, aku hebat bukan?"

"Iya kamu kuat dan kamu hebat!" Ucap perawat itu sambil tersenyum.

"Baiklah aku akana mandi dulu, dan bersiap-siap menemui Dokter Anton!" Ucap Dinda yang langsung bangun dari tempat duduknya dan meninggalkan perawat itu disana.

Perawat itu hanya mampu menatap ke arah Dinda yang mulai masuk ke kamar mandi, dia sedikit lega ternyata Dinda bisa pelan-pelan menguasai emosinya sendiri.

**

"Sus tinggal berapa lagi pasiennya?"

"Satu lagi Dok! Atas nama Dinda Prameswati, tapi sepertinya dia mungkin lupa kalau ada kunjungan konsultasi hari ini!"

"Ya sudah saya tunggu lima menit lagi, kalau tidak kita tunda konsultasinya!" Ucap Anton disana.

Benar saja belum juga Anton selesai berbicara pintu disana sudah di ketuk dari luar, Mei dengan cekatan langsung membukakan pintu diruangan itu.

"Pasien atas nama Dinda Prameswati!" Ucap Mei disana.

"Saya!" Jawab Dinda singkat.

"Silahkan, anda sudah di tunggu Dokter Anton sedari tadi." Ucap Mei ramah.

Dinda pun akhirnya mulai masuk dan berjalan mendekati meja Dokter Anton berada.

"Silahkan duduk!" Ucap Dokter Anton disana. Dinda pun akhirnya duduk di sebuah kursi di depan meja Dokter Anton berada.

"Bagaimana kabarnya hari ini Dinda, apa lebih baik dari sebelumnya?"

"Baik!" Jawab Dinda singkat

"Apa obat-obatan yang saya berikan dikonsumsi dengan baik?" Disana Dinda hanya menganggukan kepalanya.

"Apa hari ini ada keluhan,mungkin sedang tidak enak badan atau sedang tidak nafsu makan atau??" Belum sempat Dokter Anton melanjutkan ucapnya Dinda langsung menjawab disana.

"Tidak ada, saya sehat, saya kuat, saya bisa melewati semuanya sendiri." Ucap Dinda dengan cepat. Disana Anton sampai heran dengan jawaban Dinda sepertinya Dinda dalam emosi yang kurang stabil hari ini.

"Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan santai sambil melihat kebun bunga yang kamu buat!" Tawar Anton pada Dinda. Disana lagi-lagi Dinda hanya mampu menganggukan kepalanya.

Akhirnya Dokter Anton membawa Dinda  untuk berkeliling di sebuah taman kecil yang di buat untuk kegiatan pasien bercocok tanam, terlihat disana wajah Dinda masih nampak murung.

"Dinda coba katakan apa yang sedang kamu rasakan hari ini, Dokter akan berusaha memberi solusi yang terbaik untuk masalahmu!" Disana Dinda langsung terdiam, dia mulai memberanikan diri menatap wajah Dokter tampan di sebelahnya.

"Dok apa saya berhak bahagia?"

"Tentu saja, semua orang berhak bahagia dengan hidupnya!"

"Lantas kenapa Andreas meninggalkan saya, kalau kebahagiaan saya ada pada dirinya!"

"Dinda kita semua tidak bisa melawan takdir, kalau bukan di diri Andreas mungkin kebahagiaanmu ada di tempat lain!" Ucap Anton tegas. Disana Dinda berulang kali menggelengkan kepalanya.

"Tidak....Tidak...Kebahagiaanku hanya di Andreas tidak ada di tempat lain!" Ucap Dinda sambil sedikit berteriak.

"Coba kendalikan emosimu Dinda, sekuat apapun kamu melawan takdir itu semua akan percuma, sekarang tinggal pasrahkan diri kamu, ikhlaskan apa yang suda terjadi, apa kamu tidak ingin melihat Andreasmu bahagia disana!"

Disana Dinda mulai terdiam dengan nafasnya yang sangat berat tiba-tiba dia melontarkan kata-kata yang membuat Anton juga tiba-tiba terdiam.

"Sesakit ini kah rasanya kalau kita di tinggalkan orang yang kita sayangi!" Anton bisa merasakan bagaimana sekarang hati Dinda, dia juga pernah merasakan hal yang sama saat dirinya sendiri yang berjuang untuk mendapatkan Tania, sedang Tania malah mencintai orang lain. "SAKIT"

Bersambung....

1
Ipunk Hantu
keren banget kk Thor cerita lanjut dong KK Thorrr
Indaria_ria: Trimakasih sudah baca 2 karya saya kak, semoga suka dengan ceritanya, terimakasih bintang 5nya😍
total 1 replies
Saidi anton
tetap semangat dan terus berkarya 💪
Tiek
kamu menjengkelkan lek
Tiek
Alex ga punya aklak
Tiek
pasti laki" gila itu Damian
Emy Angga
pasti it damian.tpi bukan kah Dy bunuh diri kemarin di penjara thor
Saidi anton: semangat selalu untuk penulis salam sehat dan selalu membuat karya karya cerita
total 2 replies
Emy Angga
astaga baru sjh di bab pertama SDH senewen ini🤧🤧
Indaria_ria: Othor terharu sampai lanjut karya berikutnya terimakasih kak Emy/Scowl/
total 1 replies
Chris Antono
nanggung sekali
Chris Antono: cobalah bikin season ke 2 nya kak
total 2 replies
Chris Antono
Luar biasa
Indaria_ria: Trimakasih ulasan bintang 5nya kak Cris Antono/Pray/
total 1 replies
Chris Antono
Lumayan
Indaria_ria: Trimakasih ulasanya kak Chris Antono/Smile//Pray/
total 1 replies
reza indrayana
Lanjutan kisah Evan & Alena nich .. to apa eoesode berikutnya ada kisah Evan -Alana sekeluarga yg bikin penasaran ...
Indaria_ria: lanjutannya hanya di Tania dan Dokter Anton kak....soalnya dulu ada yang minta di lanjut...kalau Evan dan Elena belum ada kelanjutannya/Grin/maafkanlah
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Ayo dr Anton sembuhkan Dinda dgn kemampuan mu.....kasian klo ga disembuhkan bisa depresi akut dan bunuh diri lagi ....masa depan nya mdh panjang kasian ortu nya.... sakit iahhh terpisah Krn takdir 😔😔🙈🙈
Indaria_ria: Semoga saja ya kak.../Grin/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Astaghfirullah Dinda depresi dan bunuh diri smoga msh bisa dislmtkan....gelooo thorrr awal cerita udh tegang maen bunuh diri 😅😅😅🙈🙈🙈
Indaria_ria: /Grin//Grin//Pray//Pray/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Baru baca tiba tiba ada tokoh baru Dinda 😅😅😅thorrr aku hadir iahh 💃💃😍😍
Indaria_ria: Wah...silahkan kak Nunik Wahyuni/Heart/ semoga suka dengan ceritanya....
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya pribadi sangat terkesan. kayaknya penulis seorang yang sangat mendalami masalah kejiwaan
Indaria_ria: Terimakasih kak saya sangat terharu/Cry/
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya sangat suka gaya penulisannya yg tdk bertele tele, semangat semoga selalu sukses
Indaria_ria: Aamiiin....terimakasih kak Sri Wardoyo semoga kakak sehat selalu/Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Indaria_ria: Terimakasih kak Asyatun 1 sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir, terimaksih sudah meninggalkan jejak like nya juga. Sehat selalu ya /Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Nita Puspita
kok gak sampek menikah
Indaria_ria: Maafkan Author ya kak Nita puspita ceritanya cukup sampai disini karena sesuatu hal harus saya tamat kan semoga kakak tidak kecewa ya/Facepalm/ boleh baca cerita karya Author yang lain...kalau kakak suka ya😊 Terimakasih sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir sehat selalu buat kakak
total 1 replies
Nita Puspita
lanjut
Indaria_ria: Terimakasih sudah sejauh ini mengikuti ceritanya ini kak/Smile/
total 1 replies
Nita Puspita
jangan sampai tania diapa"in
Indaria_ria: hehe....semoga saja ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!