NovelToon NovelToon
Suara Untuk Dia

Suara Untuk Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Idola sekolah
Popularitas:153
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Putra Satria Hsb

【Perjuang keras meraih cinta+Cerita di waktu SMA+Romantis nonfiksi】Seseorang yang jatuh cinta kepda perempuan terpintar di sekolah... Meskipun dia bukan pria yang pandai dalam akademi tapi dia ingin membuktikan jika dia layak mendapatkan perempuan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putra Satria Hsb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1- Hari Pertama...

Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Yap akhirnya kami menyelesaikan juga masa-masa orientasi siswa yang menurutku membosankan, saya  Satria Putra teman-temanku sering memanggilku Satria. Di hari pertama sekolah ini kami langsung di kumpulkan semua di lapangan untuk dilakukan pembagian kelas satu persatu nama-nama disebut namun terkejutnya saat saya masuk kelas X IPA 2 kelas unggulan di sekolah ini karna jika di pikir-pikir saya saat SMP jangan kan masuk 10 besar masuk 15 besar rangking aja gak pernah masuk ..

Kalau di lihat-lihat ini kelas di mana isinya anak-anak yang jenius dan kutu buku yang sangat bertolak belakang sama kepribadian ku ini yang gak bisa diam, saat sudah sampai saya menoleh kiri kanan ternyata ada diko yang satu kelas sama diriku tanpa pikir panjang langsung ku panggil...

"Woy Diko" ku panggil dengan penuh Semangat

"Lah kau kelas ini juga" diko melihat serasa heran

"Iya ko saya aja bingung kok bisa masuk kelas ini" jawab ku

"Ko gimana kalau kita duduk satu meja aja" dengan penuh harapan.

Diko adalah anak yang cukup pintar saya menganal dia sejak SMP dia orang yang baik meskipun dia cukup keras kepala.

"Oke enaknya kita duduk sebalah mana " Jawab diko

"YES" Ada tempat contekan bilang ku dalam hati.

"Kayak mana kita duduk di sebelah sana ko baris ke dua dari depan dan dekat jendela jadi nanti gak kepanasan"ajaku

"Ide bagus Satria" jawab diko menyetujui ajakanku.

Setalah pembagian kelas selesai kami di izinkan untuk pulang. Saya pun bergegas untuk pulang, jarak antara rumahku dan sekolah cukup jauh kira-kira 5km.

"Assalamualaikum Satria pulang" sapa ku

"Walaikumsalam masuk" jawab papa

Ternyata ada papa ku ada papa ada d rumah dia sedang menonton tv.

"Gak kerja pa" tanya ku

"Libur" jawabnya singkat

"Gimana sekolah mu tadi" tanya mama yang cukup penasaran.

"Hanya pembagian kelas ma, tapi satria masuk kelas X Ipa 1. Tapi kayaknya satria gak bakal kuat mau pindah kelas Ips aja jika bisa" jawab ku mengeluh.

Papa ku langsung menyeletuk dengan nada sedikit tinggi karna kurang suka dengan perkataanku.

"Kamu ini belum di coba sudah mengeluh di jalani aja dulu kamu kan laki berani mengambil tantangan belom d coba sudah mau nyerah. Ipa itu cukup penting jika kamu mau menjadi dokter atau mau jadi apa yang harus di wajibkan lulusan Ipa jadi kamu bisa" Sahut ayah menceramahi ku.

"Iya yah nanti satria jalani dulu tapi sekarang satria  mau mandi  dan istirahat dulu yah" sahut ku.

Setalah mandi tiba-tiba saya kepikiran sosok siswi yang tadi di dekat kami , karna menurut ku dia siswi yang parasnya cukup manis badanya yang gak terlalu tinggi memiliki lesung pipi dan bibirnya yang menurut ku cukup bagus.

"Ahhh kok pikiran dia ya. Emm dia dulu sekolah mana yaa apakah dia satu kelas sama kami" omongan saya dalam hati yang sedang mikiri dan melamuni sosok tersebut.

Tampa pikir panjang  aku pun menelpon diko..

"Ko kamu lagi d mana" tanya ku..

" Lagi di rumah" jawabnya..

"Aku mau maen ke rumah ini lagi sibuk gak " tanya ku.

"Idak aku lagi maen ps " jawabnya dengan santai

"Waah pas aku maen ke rumah aku otw sekarang" jawab ku penuh semangat.

Diko tinggak d kampung yang gak kejauhan dari kampungku sejak SMP dulu aku sering maen kerumah diko jadi cukup akrab dengan kedua orang tuanya. Saya pun langsung mengeluarkan sepeda motor saya dan pamitan kepada orang tua saya, sesampai di rumah  diko saya pun langsung memanggil diko

"Ko.. ko... Ko... Assalamualaikum" panggilku yang berada di depan gerbangnya, tapi tidak ada pu yang menyaut.

"Ko..ko.. ko.....Assalamualaikum permisi " mencoba memanggil Diko dengan cukup kesal.

"Mana orang ini gak di suruh masuk atau gimana ini , sialan juga diko ini" gumel ku dalam hati.

Tiba suara pintu dia terbuka dengan muka yang ngerasa gak bersalah dan bodoh amat dengan menampangkan muka yang senyum gak jelas serasa gak ada dosa..

"Ehh ada satria sudah lama kah ..kok gak manggil panas lo di luar" kata diko berbicara seperti gak merasa bersalah..

"Njiirr palak mu gak manggil amper di kira orang gila aku karna jerit-jerit gak jelas" balas ku dengan sedikit emosi dan kesal.

"Sorry.. Sorry masuk-masuk mau minum apa..?" Tanya dia.

"Serahla tapi kalau bisa yang dingin" jawab ku yang masih merasa kesal..

Sesampai di dalam rumah ternyata ada mama diko saya pun bergegas langsung salaman ke mama diko..

"Satria kau satu kelas ya sama diko" tanya mama diko..

"Iya te satu kelas dan kami duduk berdua" balas ku.

"Bagusla kalau gitu yang akur dan saling bantu nanti yaa.." kata mama diko.

"Siap te.. kalau satria pasti bantu diko tante ..gak tau diko tante mau bantu satria gak apa lagi kalau satria gak buat pr atau gak ngerti dengan tugas diko mau nyonteki gak hehehe" jawabku sambil bercanda..

"Hahahahaha ....." Mama diko tertawa

Saya dan diko  pun bermain pas 2 di sela bermain ps 2 kami mengobrol membahas sosok perempuan yang saya lihat di sekolah tadi.. saya pun berusaha menjelaskan ciri-ciri sosok perempuan tersebut ..

"Siapa yaa kok aku gak lihat siswi yang kau sebutkan ciri-cirinya yaa " diko pun ikut penasaran.

Kami terus bermain PS tapi pikiran tetap aja tidak fokus tetap memikirkan sosok siswi yang ada di sekolah...

"Njiirr kok aku mikiri dia terus kok jadi penasaran .. tapi  di SMP dulu gak pernah lihat sisiwi tersebut apa dari SMP laen.. emmm "omongan ku dalam hati....

Rasa penasaran yang terus memuncak di diri satria membuat dia makin tidak fokus saat bermain PS bersama diko,  ini hanya bukan rasa suka biasa tapi ini beda lebih dari itu.

Selesai bermain PS saya dan diko duduk di ruang tamu, ternyata ada kakek diko datang mengajak diko untuk ke kebun yang berada di belakang rumahnya meskipun kakek diko sudah tua tapi dia masih gagah dan masih memiliki semangat muda yang luar biasa tampa pikir panjang saya ikut ke kebun .Yaa dari pada di rumah gak ada kerjaan alias gabut mending ikut saja, ini pertama kali nya saya ikut ke kebun Diko jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Diko kebunnya juga cukup luas disana terdapat tanaman pisang dan pepaya. Pepaya kalau d tempat kami di sebut buah kates, saya dan Diko tampa nunggu intruksi lagi langsung mengambil peralatan dan membersihkan rumput yang sudah cukup banyak dan menebang pohon pisang yang tidak lagi produktif. Kakek Diko sangat gesit untuk di usianya yang sekarang mungkin karna sudah tua, tiba-tiba langit semakin mendung dan angin cukup kencang karna hujan akan segara turun kami bergegas membereskan peralatan kami dan lekan pulang.

Yap Sesampainya di rumah Diko hujan turun dengan lebatnya .Niat saya langsung mau pulang tapi apa mau d kata hujan turun dengan lebatnya "Yaa bisa malam ni pulang" omongan ku dalam hati, mama Diko pun belom menyuruhku pulang karna takut saya sakit katanya dan mama Diko membuatkan kami pisang goreng hasil yang kami ambil di kebun tadi, di sela menunggu mama diko memasak pisang goreng saya pun kembali terpikir sama sosok perempuan yang saya liat di sekolah saya pun kembali bicara sama Diko  bukan memberi solusi tapi malah sebaliknya diko pun ikut penasaran.

Kami pun mempunyai Ide untuk melihat daftar nama siswa dan siswi yang tadi satu kelas sama kami kami pun memperhatikan nama satu persatu sambil mengingat dan mengira-ngira siapa siswi yang di daftar nama tersebut. Dan saat sampai di satu nama siswi yang bernama NARA iyaa NARA nama yang masih asing di telinga kami karna baru pertama kali  mendengar namanya apakah dulu satu SMP sama kami ahh gak mungkin dulu gak ada yang bernama Nara, atau dari sekolah SMP yang beda sama kami emm tapi aku tidak pernah melihat sekali aja mukanya. Emmm....NARA siapa NARA..? Itulah yang di pikiran ku saat itu, apakah aku suka sama kamu ahh gak mungkin menyukai seseorang dengan melihat dia pertama kali mungkin ini hanya rasa penasaranku dengan rasa orang asing yang baru ku lihat pertama kali meskipun aku benar-benar menyukainya dia gak mungkin menyukai orang yang kayak aku.

Hahahahaha ......  Pikiranku saat itu sangat kacau bibir ku bilang tidak menyukainya tapi aku selalu memikirkanya hahah... Dasar anak ingusan yang baru kelas 10 yang baru bisa merasakan jatuh cinta. Tapi sangat awal untuk menyimpulkan kalau saya waktu itu mencintainya karna ini masih tahap mengira-ngira siapa nama perempuan itu . Kalau di ingat-ingat waktu sangat lucu mencintai seseorang tampa mengetahui siapa nama orang itu mencintai sesorang tampa mengenalnya apakah masa-masa pubertas semua orang kayak itu ?... Ahh kayak aku sendiri yang kayak itu hahaha... Saat waktu SMP mungkin aku hanya merasakan ohh perempuan itu cantik menurutku ohh perempuan itu manis ohh perempuan itu kurang menarik bagiku yaaa hanya kayak itu  tapi kali ini beda apa ini yang di sebut orang jika ini cinta pertama ku apakah aku merasakan yang namanya cinta..? Yaaa mungkin ini cinta pertamaku untuk anak ingusan yang baru masuk kelas X ( 1 SMA) .  Aku sangat merindukan sosok ini dan berharap orang ini membaca novel ini karna suara novel ini untuk dia  ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!