NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara
Popularitas:397.8k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Bukan Prioritas

     Malam sudah berganti pagi, dan pagi mulai merangkak siang. Nayra menatap halaman depan rumah dari ruang tengah lantai atas, yang gerbangnya masih tertutup rapat setelah Bi Mimin pergi ke pasar tadi.

     Sampai pagi akan merangkak siang, belum ada tanda-tanda Ardana akan kembali. Nayra kecewa, ia sakit hati sekali kali ini. Baru saja sembuh dari sakit dan Ardana mendapat amanah untuk menjaganya, tapi Ardana memungkirinya.

     Nayra benar-benar tidak dianggap sama sekali oleh Ardana. Bahkan sepertinya, nama Nayra tidak ada dalam list prioritas hidup Ardana.

     "Nay, baru saja sembuh dari sakit, Mas. Dan Mas Arda juga mendapat amanah dari Mama Karina untuk menjaga Nay, tapi semua Mas Arda ingkari. Mas Arda malah menunggu perempuan itu sehari semalam, tanpa merasa khawatir pada istri sendiri," gumamnya berkaca-kaca.

     Nayra menangis, ia beranjak dari ruang tengah lantai dua menuju Sanggar Mininya dan membenamkan diri di sana.

     Sebuah tulisan kembali tercurah di buku diarynya. Ia benar-benar hampa dan kecewa tidak terhingga. Cintanya untuk Ardana kini mulai terkikis oleh rasa kecewa yang selalu diberikan Ardana. Kali ini tangisan itu lepas begitu saja, tanpa peduli akan didengar oleh siapapun.

   "Nayra...."

     Suara itu menggema di dalam ruangan Sanggar Mini milik Nayra. Sementara Nayra larut dalam tangisan. Kepalanya terbenam di atas meja, sehingga air matanya sebagian menetes membasahi meja, yang menjadi saksi bisu kesedihan dan kekecewaan Nayra yang teramat dalam.

    "Nayra...." panggil Ardana sekali lagi, penuh rasa khawatir. Kali ini tangannya mengguyah bahu Nayra sampai perempuan itu bergerak, mendongak pelan mengangkat kepala, lalu menatap ke arah suara.

     Nayra tersentak, matanya menatap lurus ke arah Ardana, meskipun ia tidak bisa melihat jelas karena bening di dalam kelopak matanya sebagian menutupi penglihatannya. Namun, tatapan mata itu kini berubah menjadi benci dan kecewa, bukan tatapan penuh harap seperti kemarin-kemarin.

     Nayra terlanjur sakit hati.

     Tanpa berkata apa-apa, hanya isak tangis dan air mata yang keluar, Nayra bangkit dan menjauh. Ia duduk dan membelakangi Ardana. Masih dalam keadaan menangis.

     Ardana menghampiri Nayra, lalu memeluk bahunya dari belakang. "Nayra...aku minta maaf. Semalam tugasku banyak dan berat. Aku tidak bisa pulang. Maafkan aku, ya." Suara itu terdengar lemah. Namun, Nayra tahu, itu hanyalah cara agar Ardana bisa membujuknya dan berharap ketidakadaannya di rumah tidak dilaporkan kepada Bu Karina atau Pak Idris.

     "Bahkan Nay tidak pernah mengadu apapun tentang kamu Mas. Keburukanmu. Nay tidak pernah, tapi Mas Arda sangat ketakutan kalau Nayra buka mulut sama Mama dan Papa." Nayra bermonolog, menyuarakan isi hatinya di dalam hati yang mulai hampa.

     "Nayra, tolong bicara padaku. Aku minta maaf karena semalam aku banyak tugas. Ayo, ikut aku ke kamar." Ardana meraih tubuh Nayra dengan tangannya yang kekar. Namun, Nayra dengan cepat menepis dan menghempas tangan itu sekuat tenaga agar menjauh.

     "Jangan sentuh tubuh Nayra lagi, Mas. Kita sudah tidak pantas bersentuhan satu sama lain. Karena Nay bukanlah prioritas dalam hidup Mas Arda," tandasnya sengit, kilatan amarah dalam matanya terlihat meskipun dipenuhi embun air mata.

     "Kamu marah? Dengarkan aku, aku semalam benar-benar banyak pekerjaan. Aku tidak bisa tinggalkan setelah dua hari tidak bertugas malam. Pasien itu benar-benar membutuhkan penjagaanku. Tolonglah kamu mengerti," terang Ardana berharap Nayra mengerti.

    Nayra mengibaskan kepalanya kuat, sebagai tanda kalau dia sudah tidak butuh lagi alasan apapun.

     "Iya, Mas, Nayra mengerti. Karena yang Mas Arda prioritaskan justru wanita itu, kan? Mas rela tidak pulang demi dia, demi keselamatan dia, sampai Mas Arda tega ingkari amanah dari Mama Karina."

     Ardana memejamkan mata, ia memang salah sudah mengingkari amanah sang Mama. Tapi, semalam ia tidak bisa berbuat apa-apa selain memenuhi permintaan Tiana.

     "Tolonglah mengerti Nayra, semalam aku melakukan itu hanya demi kemanusiaan. Kamu tahu, aku yang sudah menyebabkan dia seperti itu. Jadi, tolong pahami aku, setidaknya sampai dia benar-benar sembuh," tutur Ardana meminta pengertian Nayra.

     "Sampai kapan, Mas. Sampai Nayra hilang kesabaran dan tidak mau bicara apa-apa lagi sama Mas Arda? Baiklah, lanjutkan saja tugas Mas Arda dengan baik. Buat wanita itu kembali sembuh. Dan biarkan Nayra sakit," tukasnya.

     "Kamu memang tidak paham Nayra. Sudah aku katakan aku melakukan itu hanya demi kemanusiaan. Kamu tidak usah cemburu seperti itu, pakai bilang prioritas segala. Sejak dulu prioritas aku keluarga. Aku memberimu nafkah lahir dan batin. Dan kamu tidak usah merasa takut, sampai kini kamu masih menjadi istriku. Lantas apa yang kamu inginkan lagi? Biarkan aku bekerja dengan baik di luar. Nggak usah terlalu curiga denganku."

     Kalimat panjang lebar itu membuat Nayra tidak habis pikir. Apa yang dikatakan Ardana tidak ada esensinya sama sekali. Tentang makna pernikahan, pernikahan yang penuh kasih sayang, komunikasi dan perhatian. Semua tidak ada. Bagi Ardana pernikahan dengannya hanya cukup diberi nafkah lahir dan batin. Cukup terlihat di depan keluarganya bahwa mereka suami istri.

     Nayra paham, kenapa Ardana bisa bicara seperti itu, karena Ardana tidak pernah mencintainya sejak pertama menikah hingga kini. Dan kini mantan kekasihnya yang masih Ardana cintai telah kembali. Harapan itu semakin tipis dan terkikis, terlebih Ardana menganggap pernikahan ini cukup memberi nafkah lahir dan batin. Sakit sekali, Nayra sangat bodoh, bodoh karena selalu berharap cinta itu akan datang. Tapi, nyatanya tidak.

     "Jadi, hanya itu makna pernikahan kita bagi Mas Arda? Nay tahu, Mas Arda tidak pernah mencintai Nayra sampai detik ini. Nayra sangat bodoh terlalu berharap kalau cinta itu akan ada dan timbul. Tapi, kini Nayra sadar, kalau Mas Arda tidak akan pernah bisa mencintai Nayra." Nayra bicara sambil menatap sampai air mata itu memudarkan pandangannya.

     "Nayra, bukan seperti itu maksudku. Kamu jangan terlalu jauh berpikir."

     "Tidak, Mas. Memang seperti itu yang Mas maksud..." jedanya sambil menyeka air mata sampai kering.

     "Kamu tidak pernah mengerti."

     "Nayra sekarang mengerti Mas. Dan mulai detik ini Nay bersumpah kalau air mata, senyuman dan sapaan Nayra yang selama ini sudah Nay curahkan adalah yang terakhir yang bisa Mas Arda lihat. Nay, sudah tidak ingin menangis lagi untuk Mas Arda. Lakukan sesuka Mas Arda bersama wanita itu. Nay, tidak akan pernah peduli. Nay sudah terlanjur kecewa."

     Nayra berdiri, lalu pergi dari ruangan itu. Kini tekadnya tidak main-main. Nayra sudah lelah dan tidak ingin bicara apa-apa lagi dengan Ardana.

     "Asal Mas tahu, Nayra bertahan di sini hanya karena Mama Karina dan Papa Idris," gumamnya sambil menyeka air mata yang ia janjikan adalah air mata terakhir. Sebenarnya ia ingin lari jauh, tapi ia masih bertahan hanya karena melihat kedua mertuanya.

     

1
Ita rahmawati
ini mau lanjut LG GK sih Thor 🤦
Lina Zascia Amandia: Nanti ada lanjutannya dua bab ya. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Sri Agustin
sebaiknya cerai sj bt kebaikan semua, nayra yakinlah pasti akan mendapatkan pria yg lbh baik dan mencintaimu,ga usah mengharap org yg ga mencintai akan lbh menyakitkan
Lina Zascia Amandia: Udah tamat Kak.. Baca sampai tamat ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
mie_moet
lha kok tama bisa2nya mau bantu meluruskan kan nanti jadina salah paham berkepanjangan🙄
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak...
total 1 replies
Ellya Muchdiana
ceritanya. bagus tidak bertele tele
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
yeni kusmiyati
jangan sombong nay ,batas kesabaran juga ada batasnya ,ardana sudah berusaha minta maaf Dan memeperbaikinkeadaan ,jangan terlalunkeras kepala
dora
ih ko gitu sih istri lg sakit jg
Ellya Muchdiana
si Ardha kebanyakan mikirin perempuan gila tuh si Tiana, sampai lupa ulang tahun mamanya dan isterinya pergi entah kemana
Ellya Muchdiana
masa perwira AU mau sama perempuan dengan gangguan mental,,, mikir Ardhana,,, isteri di rumah lebih dari baik dari perempuan masa lalu dengan gangguan mental,,,
Anifa
ribet banget
Anifa
oon banget
Anifa
dikit2 mewek dikit2 mewek klo mau pergi ya pergi aja karakter penulis nya banget, dikit2 mewek 🤮🥴
Lina Zascia Amandia: Ihhh Kakak sok tahu. Datang sini ke Lembang biar ketemu sy, dan lihat apakah sy suka nangis, ohhh no. Ini hanya kisah novel Kakak.
total 1 replies
Anifa
prett lah bacot ae, dikit dikit mewek 🤮🤮🤮🤮🥴🥴🥴🥴
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwk..... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anifa
kirain dh pergi eh ternyata masih stresss nungguin Arda kek cacing 🤮
yeni kusmiyati
semangat thor
kimiatie
hadir Thor
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak, lanjut sampai tamat ya.
total 1 replies
Pustanty
Halahh ardan, omonganmu basi.
tau ulet keket habis keguguran
lgi bilang gak sudi
kmrn² lupa ma istri...
Pustanty
ceritanya ngadi2 bgt.. sekelas dokter kejiwaan ko bisa disetir sm. pasien...
Lina Zascia Amandia: Hehhehe.... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Tamirah
Seorang istri yang merasakan sikap suami lain dari biasanya itu pun bukan hanya beberapa hari saja,namun lebih dr beberapa bulan jelas sdh gak normal alias ada perselingkuhan.
jadi istri jangan pasrah cari bukti yg lain yg suami gak bisa mengelak lagi,toh sdh kedapatan pakaian suami bau parfum lain . Kalau sdh dpt bukti langsung minta cerai , kalau gak mau yg balik gugat cerai,buat apa dipertahankan rumah tangga yg sdh gak sehat.walau ini cerita halu tapi didunia nyata banyak sekali peristiwa spt Ini.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, jumpa lagi dgn Kakak Tamirah. Udah kgn karya sy disambangi Kakak. Selamat dtg ya Kak, semoga betah sampai tamat... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Retno Harningsih
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!