NovelToon NovelToon
Di Labrak Selingkuhan Suami

Di Labrak Selingkuhan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Yurinika tak mengira akan di labrak oleh selingkuhan suaminya. bukan hanya sekali tapi berkali-kali selingkuhannya itu datang dan melabrak dia. memintanya meninggalkan sang Suami Abimana. pria bingung itu justru tak mau meninggalkan keduanya.

hingga akhirnya Yuri benar-benar kecewa kepada Abimana dan saat tahu Sandra adalah anak dari atasannya di kantor membuat Yuri memiliki ide untuk memanfaatkannya.

apa yang akan di lakukan Yuri atas rasa kecewa yang dia dapat dari suami yang sudah dia bersamai dari titik nol sampai mereka menikah dua tahun? ikuti terus ceritanya.

dan jangan lupa baca karya othor lainnya dengan mencari nama pena Yam_zhie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yurinika 12

Yuri berdiri tegap, mengunci pandangannya pada ibu mertuanya tanpa gentar sedikit pun.

"Ada apa ya, Bu, datang ke tempat kerja saya sore-sore begini?"

"Nggak usah sok polos kamu, Yuri!" semprot Ibu Gina pedas, memukul permukaan meja kasir dengan telapak tangannya hingga mesin kasir bergetar.

"Anak Saya, si Abi, tadi datang ke sini kan?! Kamu apain anak Saya sampai dia pergi sambil frustrasi gitu?! Kamu pasti nolak ngasih uang buat bayar kekurangan motor Zaki sama uang sekolahnya kan?!"

"Bu, ini tempat kerja saya. Tolong jaga sopan santun Ibu," jawab Yuri tenang namun suaranya menekan penuh wibawa.

"Dan soal uang, saya memang tidak akan memberikan uang tabungan saya sepeser pun untuk urusan gengsi Zaki."

"Kurang ajar kamu ya!" wajah Ibu Gina memerah padam karena murka. Ia menunjuk muka Yuri dengan jari telunjuknya yang gemetar.

"Kamu itu cuma istri! Uang kamu itu ya uang anak Saya juga! Gara-gara kamu pelit, si Abi tadi hampir nangis pas ngasih uang DP motor buat adiknya! Kamu mau jadi istri durhaka yang bikin suami kamu sengsara?!"

Zaki melangkah maju, memamerkan kunci motor di tangannya dengan wajah belagu.

"Lagian Mbak Yuri belagu banget sih! Mas Abi itu sekarang Wakil Manajer! Masa adiknya mau beli motor aja Mbak Yuri yang ribet ngatur-ngatur uangnya? Mau ditaruh di mana muka Mas Abi kalau temen-temen Zaki tahu Mbak Yuri pelit begini?!"

Yuri menatap mertua dan adik iparnya itu bergantian. Sebuah tawa renyah yang amat dingin akhirnya lolos dari bibir Yuri.

"Gengsi? Muka?" Yuri memajukan badannya sedikit, menatap Ibu Gina tepat di manik matanya.

"Ibu tahu nggak, anak kebanggaan Ibu yang jabatan Wakil Manajer itu sisa saldonya tinggal beerapa? Ibu tahu nggak kalau cicilan KPR rumah yang kita tinggali itu jatuh tempo hari ini dan belum dibayar sama sekali?! Karena Mas Abi lebih memilih memberikan uangnya untuk DP motor Zaki!"

Seketika, kata-kata Yuri menghantam Ibu Gina dan Zaki seperti petir. Raut wajah sang ibu mertua sempat goyah dan berubah terkejut.

"Ka...kamu jangan bohong ya, Yuri!" kibas Ibu Gina gagap, mencoba menutupi rasa terkejutnya.

"Gaji Abi itu puluhan juta! Kamu pasti yang ngabisin uangnya buat beli barang-barang kamu sendiri kan?!"

"Tanya sendiri sama anak kesayangan Ibu," tembak Yuri tanpa ampun.

"Tanya ke mana uang puluhan jutanya melayang! Tanya kenapa kartu kreditnya jebol lima puluh juta cuma buat beli barang mewah dan traktir orang lain, sementara cicilan rumahnya sendiri menunggak!"

"Halah! Aku yakin bu, kalau Mbak Yuri itu yang pegang semua uang Mas Abi. Dan aku juga yakin kalau Mas Abi itu selalu di kekang sama dia!" Ujar Zaki.

"Terserah deh! Bukannya yang penting dp motor udah kan? Dan motor impian kamu segera datang, jangan lupa hemat! Karena mbak yakin tuh ciiclannya nggak sedikit! Maaf apakah Ibu dan Zaki bisa pulang? Saya masih ada pekerjaan jangan sampai saya di pecat karena kalian membuat keributan! Kalau masih mau berdebat nanti saja di rumah!"

Ibu Gina terdiam sejenak, wajahnya kian membiru menahan gejolak amarah dan rasa malu di tengah kerumunan pelanggan kedai kopi yang mulai berbisik-bisik. Namun bukannya sadar, rasa gengsi yang terancam justru membakar habis sisa rasa kemanusiaannya.

Ibu Gina maju satu langkah, menatap Yuri dari atas ke bawah dengan pandangan penuh penghinaan yang paling menyengat.

"Kamu pikir kamu siapa, Yuri?!" bentak Ibu Gina dengan suara melengking yang sengaja dinyaringkan.

"Kamu itu cuma anak yatim piatu yang beruntung diangkat derajatnya sama anak Saya! Kalau bukan karena Abi mau nampung kamu tiga tahun lalu, kamu paling cuma jadi udik pengangguran atau pelayan murahan!"

"Bu, jaga mulut Ibu!" tegur Ajeng dari samping, tangannya sudah gemetaran menahan amarah mendengarkan penghinaan yang dialamatkan pada sahabatnya.

"Kamu diem ya, pelayan! Nggak usah ikut campur!" kibas Ibu Gina kasar, lalu kembali menunjuk tepat di depan hidung Yuri.

"Dengarin ya, Yuri! Mulai detik ini, kamu nggak usah sok merasa berjasa di rumah itu! Kamu itu nggak ada nilainya dibanding Abi! Anak Saya itu tampan, jabatannya Wakil Manajer, dan dia bisa dapet wanita kaya ratusan kali lipat yang lebih berkelas daripada kamu!"

Zaki melangkah mendekat, mengulum senyum sinis seraya melemparkan pandangan meremehkan ke arah apron hitam yang dipakai Yuri.

"Bener banget kata Ibu," timpal Zaki pedas, suaranya sarat cemoohan.

"Mbak Yuri itu nggak ada pantes-pantesnya jadi pendamping Mas Abi yang sekarang. Bau kopi, cuma kasir kedai gurem, tapi gaya ngaturnya udah kayak pemilik perusahaan! Pantesan aja Mas Abi belakangan ini malas pulang dan lebih betah di luar. Kalau aku jadi Mas Abi juga malu punya istri bentukan begini!"

DARRR!

Meski Yuri sudah membulatkan hatinya untuk tidak terluka, kalimat Zaki tentang "Mas Abi malas pulang dan lebih betah di luar" tetap menyentil luka mendalam di dadanya. Yuri tahu persis ke mana Abimana "berlabuh" saat tidak pulang ke pelukan Sandra. Lalu apa artinya dia bagi keluarga Abi selama ini? Dia yang membantu kebutuhan Abi dan juga keluarganya, dan rela menahan lapar agar kebutuhan mereka yang di anggap keluarga terpenuuhi.

Yuri mengepalkan jemarinya di bawah meja kasir hingga kuku-kukunya memutih. Wajahnya tetap datar, namun matanya memancarkan kilatan dingin yang membuat bulu kuduk Zaki mendadak berdiri.

"Udah selesai ngomongnya, Bu... Zaki?" tanya Yuri dengan nada yang teramat sangat tenang—ketenangan yang justru terasa sangat menakutkan.

Ibu Gina melipat kedua tangannya di dada, melayangkan senyum kemenangan yang kejam. "Kenapa? Sakit hati? Makanya sadar diri! Kamu itu cuma menumpang! Nanti malam, kalau Abi pulang, Saya sendiri yang bakal suruh dia mikir ulang buat mempertahankan istri tak berguna kayak kamu!"

"Silakan, Bu," sahut Yuri pelan, mengulas senyum tipis yang penuh misteri.

"Suruh Mas Abi ceraikan saya sekalian malam ini. Biar Ibu, Zaki, dan Mas Abi bisa menikmati rumah KPR yang menunggak itu tanpa campur tangan 'istri tak berguna' ini."

"Kamu...!" Ibu Gina tersentak, tidak menyangka Yuri justru menantangnya balik tanpa ada setetes pun air mata.

"Sekarang tolong keluar dari kedai ini," potong Yuri tegas, suaranya bergema penuh wibawa di seluruh ruangan. "

Sebelum saya panggilkan pihak keamanan gedung untuk menyeret kalian berdua keluar karena mengganggu ketertiban umum."

Zaki yang mulai merasa risih melihat beberapa pria berbadan tegap di dekat pintu mulai memperhatikan mereka, langsung menarik lengan ibunya.

"Udah deh, Bu... ayo pulang aja. Ngeladenin cewek pelit kayak gini cuma bikin kotor tangan kita. Biarin aja nanti malam Mas Abi yang urus dia!"

Ibu Gina menghentakkan kakinya keras-keras, mendelik tajam pada Yuri untuk terakhir kalinya.

"Ingat ya, Yuri! Jangan mimpi kamu bakal dapet sepeser pun harta dari anak Saya kalau kalian cerai!"

Dengan keangkuhan yang dipaksakan, Ibu Gina dan Zaki berbalik, melangkah lebar keluar dari kedai kopi sambil membanting pintu kaca hingga lonceng berdenting keras.

Suasana kedai kopi seketika hening. Ajeng langsung mendekati Yuri, merangkul bahu sahabatnya itu dengan mata berkaca-kaca.

"Yuri... kamu enggak apa-apa, kan? Mulut mertua sama adik ipar kamu bener-bener kayak racun! Teganya mereka ngomong begitu..."

Yuri menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan. Ia tidak menangis. Tidak ada satu tetes pun air mata yang jatuh. Rasa sakit itu kini telah mengkristal menjadi tekad bulat yang tidak bisa digoyahkan lagi.

"Aku enggak apa-apa, Jeng," bisik Yuri mantap.

"Justru aku makasih sama mereka... karena lewat mulut beracun mereka sore ini, aku makin yakin kalau rumah tangga ini memang sudah tidak layak untuk diselamatkan."

Di sudut ruangan, pria berkacamata yang sejak tadi menyaksikan seluruh adegan tersebut perlahan menutup layar laptopnya. Matanya menatap Yuri dengan binar ketertarikan dan rasa hormat yang kian dalam atas keteguhan hati wanita itu.

1
Mundri Astuti
habislah kau Abimana ...diinjak" harga dirimu sama Sandra...pas banget jadi bonekanya Sandra 😛
Ambu Rinddiany Thea
getek pisan duuuhh . hyg ningali s sandra hancur
sunaryati jarum
Berkas perceraian sudah lengkap Sandra tinggal tranfer atau vidio arogan dan mesummu dengan Abimana viral.
sunaryati jarum
Emak segera kasih 5 🌟 jika Abimana sudah hancur dan Sandra transfer 2 M ke Yuri
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 Sandra jika kau ingin segera dinikahi Abimana segera transfer ke Yuri.Dan Abimana silakan menikmati hidupmu yang dikendalikan Sandra.
Ilfa Yarni
kalian bakal hancur lebih2 km abimana
Muft Smoker
mantaf kn Abimana ,,
km udh gx bisa keluar dr cengkraman nenek lampir berkedok malaikat mu😏
ryuka
wkwkwkwk.. makan tuhh abimana jabatan manager kamu
Thewie
abiawak 🤣🤣🤣
Muft Smoker
kalo tau yurii lebih berharga buat km ,,
knp km nekat ,, gila gilaan bersama nenek lampir ,, gila gilaan ,, gila gilaan ,,
lama2 km jd gila beneran Abimana😏😏😏
ryuka
mampus kamu abimana
Ilfa Yarni
skr aja kau udah hancur gmn nanti klo Yuri menceraikan km Dan dia akan bahagia dgn adhyaksa gigit jari kau
Adrian
bodoh kamu abimana nanti kau hancur bersama gundikmu itu
ryuka
baguusss.. semangat teruss thoorrr
ryuka
gilaaaa fix ga tau malu sama sekali 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 Sandra mengumbar sifat tidak ntahu malu, tidak punya sopan santun dan murahan.
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg marabkn ka lauk piranha eta s sandra ..
Fitria Syafei
jeng .jeng .. mengkeret kan Abymana kalau tau Yuri deh di samperin Sandra 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 🥰
nely_48
yuri ketemu kenzie, mrk saling menguatkan
nely_48
apakah afhiyaksa sang duren anak satu ❓❓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!