NovelToon NovelToon
Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma .R

Hidup bagai dalam dunia gelap bagi Rendra, Putra bungsu pak Arif. Aktif di malam hari dan Tidur di siang hari. Tidak ada aktivitas lain kecuali bermain main bersama geng Motor. Itulah kehidupan yang ia jalani karena masa lalu yang membuatnya rapuh. Tak ada manusia yang ia dengarkan bahkan ayahnya sendiri. Hingga suatu saat ia bertemu pembantu yang mampu meluluhkan hatinya. Pembantu bercadar bernama Mardiyah menjadi Pembantu Favoritnya di rumah itu.
Simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Hal Yang Dianggap Spesial

"Ta_tapi Bu ..aku nggak mau lagi berurusan sama tuan Rendra," ucap Diyah menolak dengan lembut.

"Diyah..kita kerja di sini, ya pasti berurusan sama majikan di rumah ini lah, emang bisa ya menghindar seperti ini," tegur Bu Maryam seraya membujuk Diyah.

"Iya deh iya.." dengan terpaksa Mardiyah harus ke atas untuk mengompres luka Tuan muda Rendra.

Baru saja Diyah akan masuk, namun ia terhenti di depan pintu kamar Rendra. Rasanya ia tak berani masuk setelah mendengar suara Rendra yang menyebut nyebut nama mamanya.

"Ma..maafin Rendra karena kurang ajar sama papa, tapi Rendra nggak rela kalau perempuan itu mengambil alih semua milik mama, Rendra sayang sama mama," ucap Rendra sembari mencium foto mama kandungnya.

Diyah pun mengetuk pintu. "Tuan..kata Bu Maryam saya di suruh mengompres luka Tuan, boleh nggak nih, kalau nggak boleh biar saya kerjakan yang lain, jangan harap saya mau bujuk tuan ya, saya ke sini cuma ngerjain tugas," kata Diyah dari pintu. Untuk seorang pembantu memang bahasa diyah sedikit kasar. namun menurutnya itu pantas di ucapkan untuk majikan seperti Rendra.

"Masuk!" sahut Rendra dari dalam.

Diyah tak langsung masuk setelah mendengar itu. Ia kaget kenapa tuan muda langsung membiarkan dirinya masuk. Ia harus pastikan dulu bahwa tidak ada jebakan apa pun untuknya.

Dengan berhati hati Diyah masuk ke kamar itu sembari melihat lihat ke sekitar untuk mengantisipasi adanya bahaya.

"Tuan..mau di kompres atau kompres sendiri lukanya?" tanya Diyah menoleh ke arah Rendra yang duduk menghadap jendela kaca kamarnya.

"Menurut mu gimana? apa kamu pikir aku bisa melakukan itu sendiri?"

"Oke ...kalau gitu biar saya kompres ya," ucap Diyah, kemudian ia mulai mengompres dingin luka di pipi dan bagian wajah lainnya.

"Pelan pelan..kamu pikir itu nggak sakit!" tegur Rendra.

"Iya tuan..Tuan nggak mau berobat?" tanya Diyah sembari mengompres luka Rendra.

"Nggak lah, ini cuma luka ringan, saya itu laki-laki, bukan perempuan yang dikit dikit berobat ke Dokter,"

"Bukan..maksud saya tuan nggak mau konsultasi ke psikiater?" diyah melanjutkan pertanyaannya. Sekilas pertanyaan itu adalah penghinaan bagi Rendra. Karena itu sama saja dengan menganggap tuan muda telah mengalami gangguan jiwa.

"Maksud kamu? kamu ngatain saya gila?" Rendra melototi Diyah.

"Nggak..nggak..tuan salah faham, nggak gitu tuan..kan ke psikiater bukan orang gila doang tuan," lanjut Diyah yang masih mengelak.

"Oh ya..nanti malam saya nggak mau keluar dulu, saya pengen tidur, kamu tau nggak gimana caranya biar saya bisa tidur nyenyak?" tanya Rendra mengalihkan pembicaraan.

"Jadi selama ini tuan keluar malam dan tidur siang bagai kelelawar itu semua karena nggak bisa tidur malam?" tanya Diyah dengan kepo nya.

"Iya,"

"Tuan pasti tidak tenang kan makanya nggak bisa tidur?" tanya Diyah

"Sok tau kamu, kalau iya emang kenapa?"

"Nggak..saya cuma nanya, maaf kalau saya lancang, kapan terakhir kali tuan sholat?" tanya Diyah dengan memberanikan dirinya.

Rendra seketika terdiam, ia mengingat terakhir kali ia sholat bersama sang ibu kandung. Saat itu ia menjadi imam sholat bersama ibu kandungnya.

"Tuan..kok ngelamun," tegur Diyah melihat rendra yang seketika terdiam mendengar pertanyaannya.

"Lagian kamu kok malah bahas yang lain sih, saya tadi nanya gimana caranya biar bisa tidur malam," tegas Rendra.

"Kalau menurut saya, ada cara yang paling ampuh tuan, yaitu sholat, agar hati tuan lebih tenang,"

"Kamu mau ceramah di sini?"

"Nggak tuan..tapi itu memang solusi yang saya tawarkan, coba tuan berolahraga sore hari, setelah itu baru mandi, di susul dengan sholat Maghrib dan isya, nanti pasti bisa tidur dengan nyenyak," usul Diyah.

Bukan tanpa alasan Mardiyah memberi solusi ini. Namun diyah pun pernah mengalami hal demikian. Diyah juga pernah susah tidur dan mencoba cara yang ia sarankan itu. Dan benar saja, ia langsung bisa tidur nyenyak saat malam.

"Udah deh..mendingan kamu pergi aja, saya butuh sendiri," perintah Rendra pada diyah. Diyah pun keluar dari kamar itu.

Tepat saat ia keluar dari kamar, ternyata ada Satria di dekat pintu kamar Rendra.

"Tuan Satria, tuan mau masuk?" sapa Diyah sembari menundukkan kepalanya.

"Nggak...saya nggak berani ikut campur masalah Rendra, takutnya bukan makin aman tapi malah makin besar masalahnya," jawab Satria dengan pelan.

"Oh gitu, ya udah saya permisi tuan," ucap Diyah yang hendak pergi.

"Tunggu!" panggil satria menghentikan langkah Diyah. Diyah pun langsung menghadap Satria.

"Rendra mengizinkan kamu masuk?" tanya Satria yang merasa heran. Ia tau betul bahwa adiknya tidak sembarangan membiarkan pembantu masuk ke kamarnya meskipun itu hanya untuk membereskan kamar nya sendiri.

"Iya tuan..memangnya kenapa?"

diyah pun penasaran dengan pertanyaan itu.

"Selama ini Rendra tidak mengizinkan siapa pun masuk ke kamarnya kecuali Bu Maryam,"

"Masa sih, saya juga nggak tau tuan,"

"Ya sudahlah, kamu boleh lanjut bekerja," ucap Satria sembari tersenyum ramah pada Mardiyah.

"Iya tuan, permisi!" ucap Diyah, ia pun pergi meninggalkan satria di sana.

Baru saja Mardiyah sampai di lantai bawah, di sana sudah ada Sari si pembantu yang merasa paling senior.

"Eh kamu pakai jampi jampi ya? kenapa tuan muda yang paling tampan biarin kamu masuk ke kamarnya?" tanya Sari dengan tatapan tajam.

"Jampi jampi apa sih mba? saya nggak tau apa apa, ya udah lah saya permisi ya," ucap Diyah kemudian pamit pergi. Ia tak ingin mencari masalah dengan pembantu senior itu.

"Tuh kan..kamu pasti takut ketahuan kan.." lanjut Sari

"Nggak mba..lagian emangnya apa spesialnya masuk ke kamar tuan Rendra, kan saya ke sana cuma mau mengantar ini," diyah benar-benar bingung mengapa semua orang menganggap hal ini merupakan sesuatu yang spesial.

"Tuan Rendra itu tampan, pasti kamu suka kan, terus kamu mau menggoda dia?"

"Astaghfirullah mba.. terserah mba deh mau anggap saya apa, saya permisi," ucap Diyah yang pergi dengan pasrah. Ia tak ingin membuang waktu berdebat dengan orang seperti Sari.

"Gimana? kamu aman kan?" tanya Bu Maryam pada Diyah yang baru sampai di dapur.

"Bu..emang benar ya kalau tuan Rendra nggak pernah mengizinkan siapa pun memasuki kamarnya?" tanya Diyah yang amat penasaran.

"Siapa yang bilang kayak gitu?"

"Tuan Satria Bu,"

"Iya nak, semenjak ibunya meninggal, tuan Rendra memang tidak tertebak orangnya, kadang dia mau a, kadang dia bilang b, pokoknya dia berubah drastis, bahkan tidak ada yang boleh masuk ke kamarnya, untungnya ibu masih di bolehin masuk," jelas Bu Maryam sejelas-jelasnya.

1
Rose Reea
Rendra Sweet banget sumpah 😍
Rose Reea
😍😍😍😍😍😍
Rose Reea
🥰🥰🥰🥰🥰
Rose Reea
boleh boleh 🤣🤣🤣
Rose Reea
aaaaaaah melting
Rose Reea
sa ae lu thor terkenal di buku sekolah anak SD 🤣
Rose Reea
ga bisa ga bisa.
it is so cute 😭
Rose Reea
🤭🤭🤭🤭🤭
Rose Reea
Nah iya jua
Rose Reea
ciee ciee
Rose Reea
😭😭😭😭😭
Rose Reea
🤣🤣🤣🤣🤣
Rose Reea
tok semangat Ren
ta bantu doa
Rose Reea
sedih bacanya
Rose Reea
meleleh....
Rose Reea
uhuk 🤭
Rose Reea
hayoloh napa
Rose Reea
lagi lagi anda terlalu PD
tapi saya suka gayamu Rend 💪
Rose Reea
idiih ngarep Rendra 😅😅😅
Rose Reea
lucu juga nih diyah lama lama 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!