[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.
Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?
kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hasil penelitian cairan kristal
Pagi di kastil kaki Gunung Qingcheng dimulai dengan cara yang sudah menjadi rutinitas.
Pukul 09.00, Lin Yan masih berguling-guling di ranjangnya, memeluk bantal dengan erat. Mimpi indah tentang makan dim sum di restoran mewah sedang berlangsung kayak siomay, hakau, bakpao, semuanya hangat dan lezat.
【BANGUN! BANGUN, DASAR PEMALAS! HARI INI HASIL PENELITIAN KELUAR!】
Suara Sistem Xiyue meledak di kepalanya, berkali-kali lipat lebih keras dari biasanya. Layar hologram berwarna merah menyala, ikon si gadis kecil berteriak-teriak dengan mulut terbuka lebar.
Lin Yan mengerang, menarik bantal menutupi kepala. "Masih pagi... jam 9... hari Minggu...libur...pengen tidur..."
【HARI INI BUKAN MINGGU! HARI INI ITU RABU BODOH ! RABU! DAN KAU SUDAH TIDUR SAMPAI 9 JAM! ITU SUDAH CUKUP! SEKARANG BANGUN!】
"9 jam kurang... masih kurang 3 jam lagi..."
【KALAU KAU TIDAK BANGUN, AKAN AKU PUTARKAN VIDEO KAU NGOROK DI ATAS LAYAR CCTV KASTIL! SEMUA ORANG BISA LIHAT! LIN FENG, PARA ILMUWAN, BAHKAN HEWAN TERNAK!】
Ancaman itu efektif. Lin Yan langsung membuka mata. "Jahat banget!"
【AKU KAN SISTEM, BEBAS MAU NGAPAIN. SEKARANG BANGUN! MANDI! MAKAN! TURUN KE LAB! PROFESOR CHEN SUDAH MENUNGGU SEJAK JAM 7!】
Dengan gerakan super lambat seperti kura-kura yang bangun dari hibernasi seribu tahun, Lin Yan bangkit. Rambut pendeknya berantakan, matanya masih separuh tertutup, baju tidurnya kusut. Ia berjalan tertatih ke kamar mandi.
Satu jam kemudian, Lin Yan turun ke ruang makan dengan penampilan segar setidaknya menurut standarnya. Crop top hitam, celana olahraga hitam, rambut pendek agak basah, dan sudah ada rokok di tangan. Ia duduk di kursi, langsung disambut semangkuk bubur ayam hangat buatan Lin Feng.
"Pagi, Jiejie!" sapa Lin Feng ceria. "Cepat makan, Profesor Chen udah nunggu dari tadi. Katanya hasil penelitian sudah keluar."
Lin Yan menguap, mengambil sendok. "Iya, iya. Biar aku sarapan dulu. Perut kosong, otak nggak bisa mikir."
Ia makan dengan lahap buburnya gurih, telurnya matang sempurna. Lin Feng memang sudah jadi koki handal. Di meja sebelah, tiga ilmuwan sudah selesai sarapan, tapi mereka setia menunggu dengan dokumen-dokumen tebal di tangan.
Profesor Chen tampak gelisah, matanya berbinar. Xiao Li dan Xiao Wang juga tak kalah antusias—mereka begadang semalaman menyiapkan laporan final.
Setelah sarapan selesai, mereka turun ke laboratorium di basement. Ruangan itu kini lebih rapi, penuh dengan alat-alat canggih dan rak-rak berisi sampel. Di meja utama, beberapa tabung reaksi berisi cairan bercahaya berjejer rapi.
Profesor Chen memulai presentasi. Layar besar menampilkan data-data, grafik, dan analisis.
"Nona Lin, kami sudah menyelesaikan penelitian tiga bulan sesuai jadwal. Hasilnya... luar biasa." Suaranya bergetar antusias.
Lin Yan duduk di kursi, menyilangkan kaki, rokok di tangan tapi tidak dinyalakan, menghormati ruangan tertutup. "Langsung ke inti."
"Pertama: kristal ini memang mengandung energi murni yang sangat padat. Kami berhasil mengekstraknya dalam bentuk cairan stabil seperti yang Nona lihat." Profesor Chen menunjuk tabung-tabung itu. "Cairan ini aman disimpan, tidak mudah terkontaminasi, dan bisa bertahan lama."
Lin Yan mengangguk, mendengarkan.
"Kedua: efek pada tubuh manusia." Profesor Chen menampilkan data Lin Feng. "Kami memantau Tuan Lin Feng selama tiga bulan setelah penyuntikan. Hasilnya, tidak ada efek negatif, tidak ada mutasi, tidak ada gejala zombie, tidak ada kerusakan sel. Cairan ini sepenuhnya biokompatibel."
Lin Feng yang ikut hadir tersenyum lega. Xiao Li di sampingnya ikut senang.
"Tapi juga belum ada efek positif yang signifikan." Profesor Chen melanjutkan. "Energi dalam cairan itu terserap, tapi tidak aktif. Seperti... mesin yang sudah diisi bahan bakar, tapi belum dinyalakan."
"Maksudnya?" tanya Lin Yan.
"Kami menduga, cairan ini butuh pemicu untuk aktif. Mungkin situasi ekstrem, mungkin latihan khusus, mungkin kombinasi dengan kristal lain." Profesor Chen menghela napas. "Kami belum bisa memastikan."
"Ketiga: potensi pengembangan." Profesor Chen menampilkan slide berikutnya. "Kami berhasil menciptakan beberapa turunan cairan dengan konsentrasi berbeda. Yang paling pekat, kandungan energi 100% terlalu berbahaya untuk manusia. Bisa menyebabkan overload dan kematian. Yang 50% cukup aman, tapi efeknya lambat. Yang 25% paling stabil, cocok untuk uji coba lebih lanjut."
Lin Yan mengangguk-angguk, mulai tertarik. "Jadi, kesimpulannya?"
"Kesimpulannya: cairan kristal ini aman, tapi belum aktif. Kami butuh lebih banyak sampel kristal dari zombie level lebih tinggi, mungkin level 3 atau 4. Juga butuh uji coba pada lebih banyak subjek untuk melihat pola aktivasi."
"Dan..." Profesor Chen ragu. "Kami juga butuh izin untuk uji coba pada diri sendiri."
Lin Yan mengangkat alis. "Maksud kalian?"
Xiao Li angkat bicara, antusias. "Kami ingin mencoba disuntik! Seperti Tuan Lin Feng! Biar kami bisa merasakan langsung, mencatat perkembangannya. Sebagai ilmuwan, data subjektif itu penting!"
Lin Yan diam sejenak, menatap mereka bertiga. Mata mereka penuh harap, penuh semangat keilmuan.
【Mereka serius. Mau jadi kelinci percobaan.】
"cukup berani juga."
【Itu tanda ilmuwan sejati. Kau setujui?】
Lin Yan menghela napas. "Terserah. Tapi tanggung jawab sendiri. Kalau berubah jadi zombie, aku bunuh tanpa ampun."
Ketiga ilmuwan itu mengangguk cepat. "Kami terima risikonya!"
Sore harinya, Lin Yan duduk di balkon, akhirnya bisa merokok dengan tenang. Rokok di tangan, kopi di meja samping, pemandangan gunung di depan. Hidup enak.
【Jadi, rencana selanjutnya?】
"Rencana? Rencana selanjutnya apa?" Lin Yan menghembuskan asap. "Ya, nyantai. Tunggu mereka uji coba. Kalau berhasil, bagus. Kalau gagal, ya sudah."
【Kau tidak mau cari kristal level 3? Biar penelitian lebih cepat?】
"Malas. Lagipula, zombie level 3 mulai muncul, lalu di mana aku mau mencarinya? Belum tahu."
【Di kota timur, dekat pangkalan militer. Di sana mulai bermunculan laporan zombie dengan kekuatan elemen.】
Lin Yan mengangkat bahu. "Nanti saja kalau sudah darurat. Masih banyak kristal level 2 di sekitar sini. Besok kerja bakti lagi, ambil beberapa."
【Dasar pemalas.】
"terimakasih, aku tahu itu."
Dari bawah, terdengar suara Lin Feng dan Xiao Li bercanda di taman. Lin Yan tersenyum kecil melihat mereka.
【Adikmu makin dekat dengan Xiao Li.】
"Biarkan. Dia senang, aku senang. Lagipula dia juga butuh teman"
【Kau tidak cemas? Nanti dia lupa sama kakaknya.】
Lin Yan tertawa kecil. "Selama dia masih masakin aku, masih ok. Lagipula, kalau dia punya pacar, bisa minta masak dua porsi."
【...Kau benar-benar kakak aneh.】
Malam turun perlahan. Bintang-bintang mulai bermunculan. Lin Yan menghabiskan rokoknya, lalu masuk ke kamar. Besok, kerja bakti lagi. Lusa, mungkin juga. Tapi setidaknya, ada tujuan kecil: mengumpulkan kristal untuk penelitian.
Hidup di kastil terus berjalan damai, tenang, dan penuh kemalasan. Tapi di balik itu, persiapan untuk masa depan terus berlangsung. Para ilmuwan bekerja, Lin Feng berlatih, dan Lin Yan... ya, Lin Yan tetap jadi dirinya sendiri: pemalas, gila, tapi selalu melindungi.