NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:81.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putus

Dita terdiam seribu bahasa. Tantangan Arjuna untuk bertemu keluarga besarnya malam nanti terasa seperti beban berat yang tiba-tiba jatuh ke pundaknya. Namun, harga dirinya tidak membolehkan ia terlihat gentar.

"Oke! Aku terima tantanganmu. Kita lihat siapa yang berbohong nanti malam!" cetus Dita ketus. Ia segera menyambar tas sekolahnya, bersiap untuk pergi. "Aku berangkat dulu. Sudah siang."

Arjuna melirik jam tangannya. "Tunggu, Dita. Biar aku antar. Kebetulan arahnya searah dengan Mabes."

"Tidak perlu! Aku bisa naik angkot sendiri," tolak Dita cepat, tanpa menoleh.

Namun, baru saja ia hendak melangkah ke pintu, Tante Elsa muncul dari balik lorong dengan senyum menggoda. "Aduh, Dita... Jangan keras kepala begitu. Kapan lagi kamu diantar ke sekolah oleh suami gagah begini?" Tante Elsa terkekeh kecil, merasa lucu melihat pemandangan putri tirinya yang masih berseragam putih abu-abu tapi sudah memiliki suami seorang perwira. "Sudah, sana berangkat bareng Nak Juna."

Dita mendengus, namun ia tahu tidak bisa membantah Tante Elsa di depan Arjuna. Dengan langkah terpaksa, ia masuk ke dalam mobil hitam itu. Arjuna hanya tersenyum tipis, sebuah kemenangan kecil baginya.

Di dalam mobil, suasana mendadak sunyi senyap. Hanya suara mesin yang halus dan pendingin ruangan yang berdesis. Dita membuang muka, fokus menatap deretan ruko di balik jendela samping, seolah-olah pemandangan jalanan jauh lebih menarik daripada pria di sampingnya.

Arjuna berdehem, mencoba memecah kekakuan yang mencekik. "Ehhh... kartu ATM yang kuberikan padamu tempo hari, apakah sudah kau gunakan?" tanyanya sekadar basa-basi.

Dita mengalihkan pandangannya, menatap Arjuna dengan sorot mata datar. "Belum. Uangmu masih utuh. Kenapa? Apa mau kau ambil lagi?"

Arjuna sedikit tersentak. "Bukan begitu maksudku. Mana mungkin aku mengambilnya kembali... kau kan istriku."

Deg!

Jantung Dita mencelos. Kata "istriku" yang diucapkan Arjuna dengan nada rendah itu terdengar begitu asing sekaligus menggetarkan di telinganya. Seketika, bayangan Angga, kekasihnya, melintas di pikirannya. Dita merasa bersalah. Ia sadar bahwa dirinya tidak bisa terus-menerus menggantungkan hubungannya dengan Angga sementara statusnya sudah terikat secara sah. Niatnya untuk memutuskan Angga semakin mantap, meski hatinya terasa perih.

Namun, rasa bersalah itu tertutup kembali oleh kabut dendam. Ia teringat mendiang Ayahnya, Pak Indra. Di matanya, Arjuna adalah penyebab kecelakaan fatal itu. Padahal, kenyataan yang belum Dita ketahui adalah saat itu mobil patroli Arjuna sudah mengerem mendadak dan sama sekali tidak menyentuh tubuh Ayahnya. Pak Indra pingsan karena syok, bukan karena benturan. Arjuna sudah menyiapkan bukti rekaman CCTV lokasi kejadian untuk ditunjukkan malam nanti, berharap dendam itu bisa luntur.

"Dit, sekolahmu di sebelah mana? Di area sini ada tiga sekolah SMA," tanya Arjuna saat mereka memasuki kawasan pendidikan.

Tiba-tiba, Dita menepuk dasbor mobil dengan panik. "Stop! Berhenti di sini saja, Pak!"

Arjuna menginjak rem perlahan ke pinggir jalan. "Kenapa? Ini kan masih jauh dari gerbang?"

"Aku tidak mau teman-temanku lihat!" ketus Dita sambil buru-buru membuka pintu. "Nanti mereka mengira aku sedang jalan dengan om-om!"

Tanpa menunggu jawaban, Dita keluar dan membanting pintu mobil, lalu berlari kecil menuju sekolahnya.

Arjuna terpaku di kursi kemudi. Kata "Pak" dan "Om-om" berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak. Ia refleks menurunkan kaca spion tengah, memperhatikan wajahnya sendiri lekat-lekat. Ia meraba rahangnya yang tegas dan menyisir rambutnya yang rapi dengan jari.

"Apakah aku sudah terlihat setua itu?" gumam Arjuna pada bayangannya sendiri di cermin. "Sampai-sampai dia memanggilku om-om?" Ia menghela napas panjang, merasa krisis identitas mendadak hanya karena ucapan seorang gadis SMA.

*

*

Di dalam kelas, suasana riuh rendah saat jam kosong tidak mampu mengalihkan kegelisahan Dita. Ia duduk termenung, sementara Rena memperhatikannya dengan cemas. Akhirnya, dengan suara bergetar, Dita membisikkan keputusannya.

"Ren.... aku mau putus sama Angga hari ini."

"Apa?!" Rena nyaris berteriak, menutup mulutnya dengan telapak tangan karena syok. "Dit, kamu serius? Kalian kan baru saja jadian setelah sekian lama saling suka!"

Dita menunduk, memainkan ujung seragamnya. "Aku sudah menikah, Ren. Statusku istri orang. Aku tidak mau terus-menerus membohongi Angga. Itu tidak adil buat dia."

Rena menghela napas panjang, lalu menggenggam tangan sahabatnya itu. "Walaupun berat, aku rasa keputusanmu sudah tepat, Dit. Kamu harus menyelesaikan ini sebelum semuanya jadi lebih rumit."

Menjelang jam istirahat, sesuai janji, Dita menemui Angga di kantin belakang, area yang cukup sepi di dekat gudang peralatan olahraga. Angga sudah menunggu dengan senyum lebar, menyodorkan sebatang coklat Silverqueen.

"Dit, ini untukmu! Biar kamu makin semangat sekolahnya," ucap Angga manis.

Dita menerimanya dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Ngga..." jawabnya lirih sambil menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya.

"Coklat itu bagus untuk membuat suasana hatimu jauh lebih tenang," Angga menatap Dita lekat-lekat, wajahnya berubah serius. "Oh iya, katanya tadi ada yang mau kau katakan padaku? Ayo, katakan saja, Dit."

Jantung Dita berdegup kencang. Pria di depannya adalah cinta monyetnya sejak kelas 10, pria yang selalu ia impikan. Namun, bayangan Arjuna dan status pernikahan mereka kini berdiri tegak di antara mereka. Dita mengusap dadanya, meyakinkan diri.

"Angga... mari kita putus."

Deg!

Senyum di wajah Angga luntur seketika. Ia terpaku, seolah baru saja disambar petir di siang bolong. "Apa? Kamu.... kamu jangan bercanda, Dita! Ini tidak lucu."

"Aku tidak bercanda, Angga. Aku ingin kita putus sekarang juga!" suara Dita meninggi, menahan tangis yang mulai mendesak keluar.

Angga tidak terima. Ia melangkah maju dan meraih bahu Dita, menatapnya dengan penuh luka. "Apa alasannya, Dit? Apa aku punya salah? Aku sangat mencintaimu, aku menyayangimu.... bukankah kau juga merasakan hal yang sama?"

Dita memalingkan wajah, tak sanggup melihat binar kecewa di mata Angga. Air matanya akhirnya luruh membasahi pipi. "Pokoknya kita putus! Aku tidak bisa memberitahumu alasannya, yang jelas kita sudah tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi!"

Dengan sentakan kasar, Dita melepaskan diri dari pegangan Angga. Ia berlari meninggalkan area kantin tanpa menoleh lagi, meninggalkan Angga yang masih mematung sendirian, mencoba mencerna kehancuran hubungan mereka yang terjadi begitu tiba-tiba.

Sementara itu, di sebuah rumah mewah milik Bulan, adik perempuan Arjuna, suasana tampak lebih formal. Arjuna duduk di hadapan kedua orang tuanya, Pak Dimas Prasetyo Diningrat dan Ibu Kinanti, serta Bulan yang tampak heran dengan kedatangan kakaknya yang mendadak.

Bulan baru saja selesai membahas laporan perusahaan keluarga yang ia kelola karena Arjuna lebih memilih menjadi abdi negara di kepolisian.

"Mas, tumben sekali kau datang ke rumahku mendadak begini? Apakah ada hal penting yang ingin kau bicarakan?" tanya Bulan penasaran.

Pak Pras dan Bu Kinanti pun menatap putra sulung mereka dengan penuh tanya. Akhirnya, dengan nada bicara yang hati-hati namun tegas, Arjuna menceritakan semuanya, tentang kecelakaan itu, tentang Pak Indra, hingga keputusan nekatnya untuk menikahi Dita.

Ruangan itu mendadak hening. Bulan sampai melongo, lalu menggelengkan kepalanya tak percaya. "Mas Juna.... kamu tidak salah? Menikahi gadis yang masih belia? Mas, dia itu seumuran dengan adik bungsu kita!"

Namun, reaksi berbeda justru datang dari kedua orang tuanya. Pak Pras dan Bu Kinanti malah saling lirik lalu tersenyum lebar.

"Justru bagus mendapatkan istri yang masih muda, Juna! Nanti kamu bisa memberikan kami banyak cucu yang lucu-lucu!" celetuk Bu Kinanti sambil tersenyum geli, menggoda putranya.

Arjuna tersedak ludahnya sendiri. Ia terkejut bukan main melihat respon santai orang tuanya. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, wajahnya yang biasa sangar di Mabes kini tampak salah tingkah.

"Ibu... bukan itu poin utamanya," gumam Arjuna pasrah, sementara Bulan hanya bisa menepuk jidat melihat tingkah laku keluarganya yang di luar nalar itu.

Bersambung...

1
Nar Sih
semagatt💪💪dita,jdi gak sabarr nuggu kejutan dri dita dan juna besok
Teh Yen
duh manis banget ini pengantin baru serasa dunia milik berdua yah hihii 😁
Maulana ya_Rohman
lanjut lagi thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lanjut besok ya kak 🙏😊
total 1 replies
Arum Dyah
istrimu bkn lagi kekuatanmu juna tpi dia adalah seorang pawang dari singanya mabes🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bikin iri saja😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Teh Euis Tea
cinta monyet legendaris ga tuh 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya sidang pra nikah di kantor kepolisian tmpt suami mu bertugas lancar ya dita,dan ditunggu sgra pesta pernikahan nya🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kal 🙏😁
total 1 replies
neny
selamat dita,,sebentar lg mau mengelar resepsi nikahan secara negara dan dinas,,💪🤍
neny: sama2🤭
total 2 replies
Ariany Sudjana
kok masih kasih kado? bukannya sudah jaman transfer ke rekening pengantin kan?
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: itu beda lagi kak, ini sebagai tanda mata atau kenang-kenangan
total 1 replies
Nurhayati Yati
lanjut thor
Teh Euis Tea
dr Fatma, udah ya jgn punya niatan untuk dekatin Juna, kita cari duren tajir aj yu, aku temenin dah ya tp jgn ajak othor dia mah ribet kudu izin misuanya dulu 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 4 replies
Patrick Khan
ow dapet undangan mantan ta😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak🤣
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
si dokter gatel yg gw suntik sianida jg nih 😒
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Chuckle//Chuckle/
total 3 replies
Nar Sih
nah gitu dong dita,tunjukin klau arjuna juma milik mu seorang biar gak ada calon,,pelakor yg mau masuk
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 👍🏼🥰
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
selesai sudah marathon nya....
walaupun gak comend di setiap bab nya... di krn kan fokus ke cerita....
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya ampun, terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
neny
nah gtu,,dr fatma se kali2 hrs dikasih faham,,spy tdk berharap lg,,dan untuk urusan asdos,,yakinlah dita,km bs dan tunjukan sm dr fatma bahwa km cerdas,,💪🤍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Dita, jangan biarkan pelacur murahan seperti Fatma itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Arjuna
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
sebener nya Maudy itu gimana sih...😒, sok brrkuasa... yang punya rumah aja ramah sekali, lha kok yang gak ada hubungan nya keluarga ngegas dan sinis.... hanya bibi dari Shiena aja sok waw😏
Maulana ya_Rohman
mampir di sini thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir kak 🙏🥰
total 1 replies
Fatmawati Ita
buruan lanjut nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!