Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 7
Semenjak Tiara di pagar ghaib tidak ada satu hantu pun yang mencoba memasuki raganya tetapi gadis itu tetap bisa melihat bayangan-bayangan yang melintas di pandangannya.
Dimas dan pak satpam tetap berusaha menjagaTiara secara diam-diam tanpa menimbulkan curiga pada orang lain di sekitar gadis itu.
Sekarang Tiara bisa mengontrol dirinya sendiri dan tidak lagi pingsan seperti sebelumnya apabila anak itu melihat bayangan yang datang.
Seperti hari ini saat Tiara hendak pergi kepasar untuk menemani ibu Risma berbelanja kebutuhan sehari-hari, Tiara melihat pasar itu habis di lahap api dan tidak ada satu orangpun yang di dalam pasar itu selamat.
Tiara menghentikan langkahnya untuk masuk kedalam pasar dan membuat Bu Risma merasa keanehan pada diri putrinya itu.
Tiara melihat ke sekeliling daerah luar dari pasar itu mengamati satu persatu orang yang datang dan keluar dari pasar tradisional itu, saat dirinya melihat seorang ibu muda turun dari mobilnya membuat gadis itu datang dan menghampirinya.
"Ibu jangan masuk, didalam bahaya" kata gadis itu kepada wanita kaya di hadapannya.
Mendengar ucapan remaja di depannya membuat wanita itu tersenyum sinis seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan anak itu.
"Bahaya kenapa? aku kesini mencari seseorang yang berhutang kepadaku tetapi tidak mau membayarnya" kata wanita itu.
"Ikhlaskan saja Tante! uang itu tidak seberapa dibandingkan nyawa anda" kata Tiara mengingatkan wanita itu.
Wanita kaya itu tetap memasuki pasar itu dan mengabaikan ucapan Tiara membuat anak itu mengajak pulang ibunya kerumah karena akan berbahaya apabila tetap ingin berbelanja di dalam pasar itu.
"Bu kita gak usah belanja hari ini, pasar ini mau terbakar" kata Tiara pelan dan langsung membuat ibu Risma kaget.
"Astaga..., terus gimana yang di dalam? ucap Bu Risma lirih tapi masih di dengar putrinya.
"Tidak ada yang selamat Bu, kecuali yang berada di luar pasar" jawab anak itu lagi.
"Apa kau tidak bisa mencegahnya nak, mungkin kejadian itu tidak akan terjadi apabila kau mencegahnya" tanya Bu Risma lagi.
"Aku sudah mencoba melarang ibu kaya itu masuk tadi tetapi dia tidak mendengarkan aku"? jawab Tiara kesal.
Tiara berjalan meninggalkan pasar itu dengan menggandeng ibunya, walau sebenarnya Bu Risma penasaran tetapi wanita itu tetap mengikuti apa yang putrinya katakan walau dalam hatinya bertanya-tanya apa benar yang menyebabkan terbakarnya pasar itu adalah wanita yang baru turun dari mobil mewah itu.
Di dalam pasar Tante Rose mencari seseorang yang sudah 2 bulan ini menghindarinya karena tidak sanggup membayar hutang dan bunganya kepada wanita itu.
Matanya tertuju kepada seorang pak tua yang sedang mengikat sayuran yang akan di jualnya, Tante Rose menghampiri pak tua itu dan menggebrak meja di depannya.
Betapa terkejutnya pria lanjut usia itu, dan hampir sesak dadanya menahan nyeri karena dirinya mempunyai riwayat penyakit jantung.
Rose tidak memikirkan derita orang yang tidak mau membayar hutangnya, Rose terkenal sebagai seorang rentenir yang cukup kejam dengan nasabahnya.
Banyak penduduk yang kehilangan hartanya karena di sita dengan wanita itu, tidak cuma itu bahkan rose tega menyiksa orang lemah apabila tidak ada apapun yang dapat di sitanya untuk membayar hutang mereka.
Di Pasar itu bukan hanya bapak tua itu yang berhutang tetapi masih banyak pedagang lain yang berhutang dengan dirinya, Melihat Tante Rose memakai pak tua membuat banyak pedagang bersembunyi di bawah meja dagangannya supaya rose tidak melihatnya dan menagihnya karena meraka belum dapat uang pagi itu.
Pak tua meminta waktu karena belum punya uang untuk membayar hutangnya namun Tante Rose malah memerintahkan anak buahnya untuk menghajar pak tua itu dan menghancurkan dagangannya.
Pak tua itu langsung terkena serangan jantung saat itu juga dan nyawanya tidak tertolong, dari kejauhan ada sosok bayangan mahluk halus yang melihat kejadian itu dengan wajah penuh amarah.
Hantu itu kesal pada semua orang yang hanya diam membatu tanpa menolong pak tua di hajar oleh para bodyguard Tante Rose dan memilih menyelamatkan diri sendiri.
"Kalian banyak orang tetapi takut dengan 4 orang" kata hantu itu kesal.
Hantu itu membuat angin kencang di dalam pasar itu dan tiba-tiba ada api yang membakar dagangan mereka sehingga dalam hitungan beberapa menit api sudah melahap seluruh isi pasar itu.
Semua pengunjung merasa panik dan berlomba-lomba ingin melarikan diri keluar dari pasar itu namun semua pintu di tutup rapat oleh hantu penasaran itu.
Seperti bayangan yang di lihat Tiara, semua seisi pasar habis di lahap api karena anak itu melihat ada hantu yang meluapkan kekesalannya karena melihat seorang yang di tindas hingga tewas.
Hantu penasaran itu pernah mengalami nasib yang sama saat dirinya di bully dengan sekelompok anak nakal di tempat keramaian hingga tewas namun tiada satupun yang menolongnya bahkan memberi kesaksian di depan polisi saja tidak ada sehingga sang pelaku bebas berkeliaran di luar dan menindas orang lain.
Setiba di rumah Bu Risma menceritakan kepada suaminya kenapa dirinya tidak jadi berbelanja karena Tiara melihat Bayangan, saat Bu Risma selesai berbicara tiba-tiba terdengar berita tentang kebakaran itu bahkan tetangga Tiara ada yang menjadi korban di sana.
Sedangkan gadis itu dengan santainya membaca buku pelajaran sekolahnya seakan-akan tidak mendengar berita yang menghebohkan tetangga sekitanya itu.
"Untung ibu gak jadi masuk kedalam pasar, kalau ibu jadi korban kebakaran itu gimana nasib bapak Bu?" kata pak Bowo sedih sambil melihat berita yang ditayangkan di televisi rumahnya itu.
Keesokan harinya Dimas mendatangi rumah pak Bowo untuk menemui muridnya itu, Melihat pagar yang melindungi diri gadis itu masih utuh belum berkurang membuat pria itu merasa lega karena Dimas takut kejadian di pasar di sebabkan hantu yang ingin balas dendam dengan mengunakan tubuh Tiara.
Namun tatapan Tiara terlihat tajam saat memandang wajah gurunya itu, gadis itu melihat pak Dimas di ikuti mahluk halus dengan sosok yang lebih menyeramkan dari semua hantu yang di temuinya.
Dimas yang menyadari tatapan itu menoleh kebelakang melihat apa yang membuat anak didiknya terlihat fokus menatapnya, Namun Dimas tidak bisa melihat hantu itu.
"Kenapa Tiara menatapku dengan tajam seakan-akan anak itu melihat sesuatu di belakang saya tetapi saya tidak melihatnya" ucap Dimas dalam hati.
Dimas akhirnya memberanikan diri menanyakan apa yang di lihatnya, gadis itu mengatakan suatu hal yang tidak bisa di bayangkan kejadiannya dan membuat Dimas penasaran dengan apa yang di ucapkan gadis itu.
"Di dekat bapak ada seorang hantu penasaran dan ingin memangsa bapak dengan taringnya" kata Tiara yang masih terus memandang hantu itu.