NovelToon NovelToon
Surat Wasiat Kakek Robert

Surat Wasiat Kakek Robert

Status: tamat
Genre:Obsesi / Nikah Kontrak / Romansa / Tamat
Popularitas:29.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma

Kakek Robert memang orang yang senang melucu, saking lucunya sampai membuat surat wasiat yang mensyaratkan musuh bebuyutan, Jenson dan Rachel, harus tinggal dalam satu atap dan mereka harus menikah.

Padahal setiap kali mereka bertemu, kata-kata setajam pisau akan melesat dan menusuk harga diri mereka. Enam bulan bukan waktu yang singkat dan 150 miliar bukan jumlah yang sedikit. Apalagi warisan sebesar itu hanya diturunkan kepada mereka berdua, bukan kepada saudara-saudara kakek Robert.

Bulan pertama merupakan bulan yang terberat di mana mereka harus saling bertoleransi. Di bulan itu pula juga mereka mulai menyadari percikan gairah yang muncul. Tapi tidak semuanya berjalan lancar karena ternyata ada seseorang yang menginginkan kematian mereka berdua dan memperoleh warisan Kakek Robert…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 07

Ada pekerjaan yang harus Rachel selesaikan di kota Malang, sebelum akhirnya ia akan terkurung di kediaman Kekek Robert. Begitu semua urusannya di Malang selesai, ia bersiap kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan misinya.

Perjalanan dari Malang ke Jakarta terasa sangat menyenangkan, sebab ia melewati berbagai macam pemandangan yang begitu menakjubkan dan ia begitu menikmatinya.

Perjalanan itu memberinya waktu untuk menenangkan pikiran dan bersantai. Tapi ia menjalaninya dengan caranya sendiri, langkahnya sendiri, dan kenyamanannya sendiri. Ia punya kebiasaan untuk melakukan segalanya sesuatunya sendiri, namun kali ini Kakek Robert telah memerangkapnya dalam kediamannya bersama Jenson, pria yang sangat menyebalkan.

Pria itu tahu Rachel harus memenuhi syarat-syarat wasiat itu, bukan demi uang Kakek. Kakek Robert terlalu cerdik untuk berpikir bahwa Rachel bisa digiring mengikuti jalan sekonyol itu demi uang. Tapi rumah itulah yang dipakai Kakek Robert untuk menjeratnya.

Kini Rachel harus meninggalkan sebagian aktivitasnya selama enam bulan. Padahal hampir setiap harinya Rachel bisa bolak-balik ke luar kota untuk mengunjungi butik di berbagai daerah yang berkerja sama dengannya. Selain untuk bekerja, ia senang mengeksplorasi temppat-tempat yang belum pernah di kunjunginya, dan begitu akhir pekan yang panjang, ia memilih untul menemani Kakek Robert di kediamannya.

Rachel dibesarkan dengan cara seperti itu. Menikmati dan mengambil manfaat sebanyak mungkin dari lingkungan mana pun yang tengah ia singgahi. Orang tuanya adalah seorang nomaden yang sejahtera, mereka melakukan perjalanan berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain atau dari satu negara ke negara lain dengan tiket pesawat kelas satu atau bisnis bukannya kereta kuda, jadi wajar saja jika Kakek Robert hanya mewariskan doa untuk orang tuanya.

Sebelum berumur lima belas tahun, Rachel sudah pergi ke lebih dari tiga puluh negara. Ia pernah makan sushi di Tokyo, menjelajahi pilar-pilar di Cornwall, tawar-menawar di sebuah pasar di Turki. Berlusin tutor silih berganti bepergian bersama mereka, sehingga menurut perhitungannya, ia cuma menghabiskan dua tahun di dalam lingkungan kelas sebelum mulai kuliah.

Masa kecilnya yang eksotis dan penuh pengembaraan memberinya selera akan berbagai macam hal seperti orang, makanan, gaya. Dan anehnya, pengalamannya bersentuhan dengan beragam budaya dan nilai malah membuatnya selalu merindukan rumah dan rasa memiliki sesuatu, terutama rumah Kakek Robert.

Walau orang tuanya senang berkelana ke banyak negara, merekam semuanya dengan pena dan film, Rachel merindukan sesuatu yang penting. Di mana rumahnya? Tahun lalu di Meksiko, tahun ini di Kalimantan, dan tahun depan di Athena. Orang tuanya membuat diri mereka tenar dengan cara menulis buku dan artikel mengenai hal-hal yang tidak lazim, namun Rachel menginginkan suatu akar. Ia memutuskan bahwa ia harus mencarinya seorang diri.

Ia memilih tinggal dan membeli apartement di Jakarta, meski pekerjaannya masih mengharuskannya lompat dari satu kota ke kota lain. Skarang sebagian aktivitas itu terhenti karena, Kakek Robert.

Sekarang, Kakek dan rumahnya telah menjadi sesuatu yang penting baginya, ia setuju untuk tinggal enam bulan bersama seorang pria yang nyaris tak dapat ia toleransi supaya ia dapat mewarisi harta yang tak ia inginkan maupun butuhkan.

Lelucon utama Kakek Robert, pikirnya sambil melangkah keluar bandara, kemudian ia menaiki taxi yang akan membawanya ke kediaman Kakek Robert. Yah, kakeknya itu bisa menjebaknya, tapi tidak akan pernah bisa membuat mereka berdua bersatu.

Tapi tetap saja Rachel akan merasa lebih baik seandainya ia bisa yakin pada Jenson. Apakah godaan miliaran uang, atau rasa sayang pada seorang pria tua yang akan mengikatnya di kediamannya? Ia tahu, serial Logan’s Run yang digarap Jenson sedang memasuki tahun keempat kesuksesannya, dan pria itu punya usaha menguntungkan lain di bidang pertelevisian. Tapi uang itu sendiri merupakan godaan. Lagi pula, meskipun Paman Yosef sudah punya lebih dari yang bisa dihabiskannya, tetap saja pria itu mengambil langkah untuk menolak pengesahan surat wasiat tersebut. Panam Yosef akan melakukan banding ke pengadilan untuk mendapatkan warisan itu.

Tetapi hal itu tidak membuat Rachel khawatir. Kakek Robert selalu mempekerjakan orang-orang yang terbaik di bidangnya. Kalau Zephaniah sudah mengeluarkan surat wasiat, pasti ia mengeluarkan surat wasiat yang pertahanannya ketat dan tidak bisa di ganggu gugat. Yang membuat Rachel khawatir adalah Jenson Dirgantara.

Karena perangkap yang menjeratnya itu, ia mendapati dirinya terlalu sering memikirkan Jenson akhir-akhir ini. Sekutu atau musuh, ia tak terlalu yakin. Apa pun keadaannya, ia tetap harus menikah dan tinggal bersamanya.

Saat Rachel sampai, ia sangat lelah karena perjalanan itu serta sakit kepala yang menderanya. Perlengkapan dan persediaan barangnya sudah dikirim sebelum ia berangkat ke malang, sehingga hari ini ia hanya membawa satu koper kecil saja.

Rachel mendorong koper itu, lalu memandangi rumah kakek Robert.

Kakek Robert membangunnya saat berusia empat puluh tahun, jadi rumah itu sudah berumur lebih dan setengah abad. Rumah itu menuju ke segala arah, seakan-akan tak pernah mampu memutuskan di mana ia ingin memulai dan di mana ia ingin selesai. Sesungguhnya, batin Rachel, Robert tak pernah ingin menyelesaikannya. Proyek, permainan, dan teka-teki, selalu lebih menarik baginya dibandingkan jika potongan terakhir sudah berada di tempatnya.

Tanpa bagian sayapnya, rumah itu mungkin akan menjadi rumah besar bergaya akhir abad kesembilan belas yang suram dan sunyi. Dengan adanya bagian sayap, tempat itu menjadi penuh oleh dinding dan sudut, tinggi dan lebar. Tak ada kesimetrisan, tapi bagi Rachel tempat itu sekokoh batu tempatnya dibangun.

Beberapa jendelanya berbentuk panjang, beberapa lebar, beberapa lagi berhias ornamen, dan lainnya polos saja. Kakek Robert memutuskan untuk memilih sesuatu kemudian mengubah pikirannya lagi terus-menerus.

Batu-batu itu didapat Kakek Robert dari salah satu perburuannya, kayu-kayunya dari salah satu tempat penjualan kayu miliknya. Saat ia memutuskan untuk membangun sebuah rumah, ia membuat perusahaan konstruksi sendiri. Robert Inconporated adalah salah satu dari lima perusahaan terbesar di kota ini.

Tiba-tiba Rachel tersentak saat menyadari bahwa ia memiliki separuh dari saham Robert di perusahaan itu dan juga yang lainnya. Ia juga punya bagian di bidang pengolahan baby oil, mesin roket, dan adonan kue. Rachel mengangkat kopernya dan mengertakkan gigi. Apa gerangan yang membuatnya membiarkan diri terjebak dalam hal ini?

1
Christ Mlg
👍🏻
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahh Rachel punya bodyguard sekarang siapa yang mengganggu Rachel akan berhadapan dengan Bruno si anjing jelek dan kejam 😊
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
Happy ending, cerita nya menarik. di mana mana yg nama harta warisan pasti di perebutkan. ku alami sendiri dalam keluarga suamiku, itu harta sedikit, apalagi kalau harta nya banyak. kalau berurusan dgn harta warisan orang pun pasti menginginkan nya. meributkan.

selamat kk irma, sukses selalu 🥰🥰🥰
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
jebakan nya langsung mengena, good
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aku membayangkan kalung dan anting nya Rachel, aku yg pakai cantik kali ya🤭🤭🤭🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
mereka bersekongkol & saling membongkar. tapi pemenangnya tetap jenson & Rachel. keren kakIR
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
gempar, gaduh. tapi pembunuh belum ditemukan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
moment luar biasa. mengundang pembunuh ke rumah.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pasti Rachel panik akan bertemu para saudara
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jangan pernah mikir cerai Rachel. itu cinta ❤
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semua di sketsa itu bersekongkol.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kalian harus semakin waspada. pondok yg dulu belum lagi diperiksa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
para lawan semakin brutal. semoga mereka bisa bertahan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pelan2 harapan jessica & nyoman berjalan lancar
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jaga2 dengan bor. pinter Rachel.. 😁😁
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
mungkin dgn mengundang mereka, siapa tau akan terbongkar semua misteri selama ini
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
demi harta orang melakukan berbagai hal utk mendapatkan nya, apa lagi harta warisan yg mudah di dapat tampa bekerja
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
jenson dan Rachel pasangan anehh
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
Rachel wanita kuat, hebat dan keras kepala 🤭
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
mana ada orang siap mau mati🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!