NovelToon NovelToon
Janji Yang Kau Ingkari

Janji Yang Kau Ingkari

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: husna_az

Adisti sudah mengabdikan hidupnya pada sang suami. Namun, ternyata semua sia-sia. Kesetiaan yang selalu dia pegang teguh akhirnya dikhianati. Janji yang terucap begitu manis dari bibir Bryan—suaminya, ternyata hanya kepalsuan.

Yang lebih membuatnya terluka, orang-orang yang selama ini dia sayangi justru ikut dalam kebohongan sang suami.

Mampukah Adisti menjalani kehidupan rumah tangganya yang sudah tidak sehat dan penuh kepalsuan?

Ataukah memilih berpisah dan memulai hidupnya yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Kamu kepala rumah tangga

Bryan mendekat ke arah Adisti secara perlahan, mencoba mengikis jarak diantara keduanya. Sang istri yang sangat mengerti apa maksud dari suaminya pun mencoba untuk bersikap biasa saja, biar pria itu yang merayunya. Adisti ingin tahu sampai sejauh mana Bryan merayunya, apa juga sama seperti tang dilakukannya pada wanita lain.

Dia sudah bersumpah untuk tidak akan goyah dengan ucapan manis sang suami dan tidak mau disentuh oleh laki-laki yang sudah menyentuh orang lain. Meskipun sampai saat ini dia tidak tahu kebenarannya. Apakah itu hanya orang lain yang kebetulan tinggal di rumah itu atau mungkin memang ada hubungan yang spesial diantara keduanya. Sebelum semuanya jelas Adisti tidak mau melakukan sesuatu.

"Sayang," panggil Brian, kali ini dengan suara berat matanya pun tampak sayu karena sudah dipengaruhi oleh h*sratnya.

"Hmm," gumam Adisti tanpa melihat ke arah sang suami dan terus menatap ponselnya.

"Sayang, sudah satu bulan, loh. Aku rindu sekali sama kamu," ucapnya lagi yang semakin mendekatkan tubuhnya.

"Maaf, Bang, aku lagi dapet. Apa kamu tidak ingat tadi aku juga tidak shalat," sahut Adisti membuat Brian menghela napas kesal.

Pada saat ini dirinya sedang berada dalam keinginan yang begitu besar, tetapi ternyata sang istri tidak bisa melakukannya. Adisti juga tidak berbohong dengan keadaan dirinya. Dia memang sudah datang bulan sejak dua hari yang lalu dan bersyukur akan hal tersebut. Dalam hati wanita itu menertawakan sikap sang suami.

Meskipun dirinya sedang tidak datang bulan pun, dia tidak akan mau melayani keinginan sang suami. Adisti enggan untuk berbagi suami dengan orang lain. Meski saat ini belum jelas juga dengan hubungan mereka. Entah kerabat, selingkuhan atau mungkin justru mereka sudah menikah.

Berbagai kemungkinan sudah Adisti pikirkan, berharap saat kebenaran terungkap dia sudah siap dengan segala kebenaran. Meskipun pada akhirnya nanti akan sangat menyakitkan, setidaknya wanita itu sudah punya persiapan. Bryan pun kembali ke kamar mandi dengan berdecak kesal. Adisti sama sekali tidak peduli, dia yakin jika sang suami saat ini sedang menuntaskan keinginannya di sana.

Terserah pria itu mau apa, dia juga tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh sang suami. Wanita itu hanya berharap agar kebenaran segera terungkap. Adisti sudah sangat yakin jika memang ada sesuatu yang sengaja ditutupi.

***

Pagi-pagi sekali Adisti sudah siap dengan pakaian kerjanya. Hari ini dia ada janji dengan orang yang sudah dipekerjakan untuk mencari tahu tentang wanita di rumah itu. Adisti berharap apa yang dia pikirkan tidaklah terjadi. Meskipun itu kemungkinannya sangat kecil.

"Sayang, kamu nggak bangunin aku sih!" seru Bryan saat mendapati jam yang sudah menunjuk ke angka tujuh. Dia baru saja bangun dan begitu terkejut saat melihat cahaya matahari tang sudah terang. Padahal biasanya jam segini dia sudah siap dan akan berangkat.

"Maaf, Bang, aku lupa," sahut Adisti tanpa rasa bersalah.

Bryan sangat kesal mendengar jawaban dari sang istri. Namun, dia tidak ada waktu jika harus berdebat dengan wanita itu, bisa-bisa nanti akan terlambat datang ke kantor. Bryan tidak ingin memberi kesan yang buruk, yang nantinya malah akan membuat dirinya kesusahan untuk naik jabatan. Sebentar lagi akhir tahun, biasanya akan ada kenaikan jabatan bagi karyawan yang rajin.

Selama satu tahun ini pria itu selalu berusaha untuk menampilkan yang terbaik, supaya mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari yang dia miliki saat ini. Bryan percaya bahwa itu tidak akan sulit. Selama ini dia juga dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Bebas juga melakukan apa pun di perusahaan karena pemiliknya adalah sahabat dari almarhum mertuanya. Namun, tetap dalam batas normal.

Adisti sendiri memang sengaja tidak membangunkan sang suami. Biarkan saja pria itu bangun sendiri untuk melatih agar kedepannya bisa bangun sendiri tanpa bantuannya. Adisti pun turun ke lantai bawah dan menuju dapur. Wanita itu mengambil dua lembar roti dan mengolesinya dengan selai kesukaannya.

Bryan turun dengan terburu-buru, dia terkejut saat mendapati meja yang masih bersih tidak ada hidangan apa pun di sana. Padahal biasanya Adisti sangat rajin membuat makanan. Wanita itu juga tahu jika sang suami terbiasa makan nasi di pagi hari. Jika hanya roti saja, pasti sebentar akan lapar lagi.

"Sayang, mana sarapanku? Kenapa kamu belum menyiapkannya?"

"Aku lagi malas masak, Bang, jadi nggak siapin apa-apa buat kamu," sahut Adisti tanpa melihat ke arah sang suami dan terus mengunyah rotinya.

"Kamu ada apa, sih? Tiba-tiba saja seperti ini. Kamu tadi pagi nggak bangunin aku, sekarang kamu juga nggak buatin sarapan. Kamu kenapa?"

Tanpa sadar Bryan telah meninggikan suaranya, hal yang tidak pernah dia lakukan selama ini. Adisti pun seketika menoleh ke arah sang suami dengan melototkan matanya. Baru hari ini wanita itu membuat kesalahan, tetapi Bryan sudah semarah ini, padahal selama ini pria itu tidak pernah menjalankan perannya sebagai suami.

"Kamu yang kenapa? Aku baru hari ini tidak membangunkanmu dan tidak membuatkan kamu makanan, tapi kamu sudah mengomel panjang lebar. Aku juga lelah, Bang. Aku hanya manusia biasa yang punya hati dan perasaan, jangan seenaknya berbuat sesuka hatimu. Aku bukan pembantu di rumahku sendiri," ujar Adisti dengan kilat amarahnya. Namun, sebisa mungkin dia menahannya. "Nanti siang akan ada asisten rumah tangga yang akan datang. Mulai besok dia yang akan melakukan semua pekerjaan di rumah ini dan aku harap kamu bisa membayar gajinya. Di butik banyak pekerjaan, aku sudah tidak bisa melakukan pekerjaan rumah," lanjut Adisti buat Bryan melongo karena selama ini, sang istri selalu menolak jika dirinya ingin memperkerjakan asisten rumah tangga, tetapi justru sekarang saat dirinya sedang tidak ingin memperkerjakan orang, kenapa istrinya malah berubah.

Pria itu merasa ada sesuatu yang terjadi, tetapi tidak tahu apa itu. Semoga saja bukan sesuatu hal yang buruk. Namun, rasanya tidak mungkin. Pasti di butik Adisti memang benar-benar sibuk, apalagi wanita itu baru pulang dari luar negeri, pasti banyak pesanan yang datang.

"Apa harus aku yang menggajinya?" tanya Bryan setelah diam saja sejak tadi.

Adisti menoleh ke arah sang suami dengan menyipitkan matanya. Entah apa yang ada di kepala pria itu hingga tidak tahu malu bertanya seperti itu. Padahal Bryan adalah kepala rumah tangga.

"Lalu kalau kamu bukan kamu siapa lagi? Kamu 'kan kepala rumah tangga di rumah ini? Masa iya harus aku yang keluar uang. Selama ini kebutuhan kita juga aku yang menanggung lalu, apa gunanya punya suami, tapi setiap apa pun yang aku butuhkan aku beli sendiri?"

"Kenapa kamu jadi perhitungan seperti ini? Biasanya juga semuanya kamu yang urus."

1
Nur Aliyah Zainal
Di Bab 69 kok ortu Yasa msh hidup, Thor?
echa purin
👍🏻
Junita Lempoi
suka ceritanya.kisah wanita tangguh
Junita Lempoi
aku banget😄
mimief
jaman sekarang baik juga ada batasan nya
kl ga,kita malah di manfaatkan 🥹
mimief
terkadang feeling orangtua itu ga pernah salah.
Rosita Tumbelaka
pelajaran berharga buat kita berteman dan bersahabat saat ini...dulu masih muda berteman dan bersahabat masih bisa di percaya...
tapi skrng setelah Covid 19
Semua nya ... hambar spt C19
noreen1709
hahahah ini lucu loh bisa2 aje agent property dituntut atas selingkuhan org lain 🤣🤣 jadi pucat muka nya 🤭
Reader: smart
total 1 replies
Eka Purnamasari
kok bilang ga tau gajinya? bukannya di udah nanya sm om dan gajinya 15 juta?
Eka Purnamasari
emang paling bener denegerin apa kata emak
Eka Purnamasari
masih ada typo dan salah penyebutan nama, tetap semangat 💪
Eka Purnamasari
untung. Erick maish punya otak dan hati yang waras
Melani Sunardi
ini yang namanya ditolong malah merongrong...... sudah ga punya uang ga punya hati pula.....
Melani Sunardi
setidaknya Erick masih punya urat malu, walaupun diam nya juga sama dengan mendukung perselingkuhan.
Melani Sunardi
mampir' ya Thor.....🙏
Lala lala
bi rina..jd bi ika..
pembantu lama kah..
soalnya sebelumnya mereka br sewa ART yg msh muda, krna istrnya sdh tak mau melayani bryan , wajahnya datar smpe bryan takut natapnya 🙏😄
Lala lala
Bukannya si laki mokondo sudah tau perusahaan itu punya teman akrab alm. mertuanya..makanya dia hati2 urusan skandal di kantor , cb bab awal baca
sakura
...
Hr sasuwe
👍
Naufal hanifah
cerita nya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!