NovelToon NovelToon
CINTA DADAKAN

CINTA DADAKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:471.9k
Nilai: 5
Nama Author: AfkaRista

Tidak kenal, tiba-tiba melamar?

Begitulah yang dilakukan oleh seorang Sagara Ibrahim terhadap Florensia Agata, gadis yang ditemuinya ditaman komplek rumah kakaknya. Pria jomblo yang belum menemukan tambatan hati itu tiba-tiba saja melamar seorang gadis yang ditolak orang tua kekasihnya. Entah apa yang pria itu pikirkan.

Akankah lamaran Saga diterima? Lalu, jika mereka menikah, bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Banyak yang bilang, cinta bisa datang seiring berjalannya waktu. Apakah itu juga berlaku bagi keduanya, disaat kekasih Floren masih gencar mendapatkan hati istri Saga kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Flo baru saja menyelesaikan mandinya. Dia memakai gaun selutut warna maroon yang sangat cocok dengan kulit putihnya. Wanita itu melirik Saga yang masih nyenyak dengan tidurnya. Jam sudah menunjuk angka 9. Namun tidak ada tanda-tanda pria itu akan bangun. Wajar saja, semalam Saga menggempurnya tiada henti. Bahkan di ronde ketiga, mereka hampir benar-benar mempraktekkan gaya 69 kalau saja Flo tidak menolak.

"Pagi sayang," sapa Saga dengan senyum manisnya.

"Ini sudah siang tuan Ibrahim. Bukan pagi lagi. Aku bahkan sudah kelaparan!."

Saga tersenyum kembali, dia menegakkan badannya lalu duduk bersandar di kepala ranjang. Terlihat jelas dada bidangnya yang herrgg... Menggoda. Tapi bukan itu yang membuat Flo menatap dada sang suami tanpa kedip. Melainkan luka merah bekas cakaran yang lumayan banyak. Dan tentu saja dialah pelakunya.

"Lihatlah jejak cinta yang kamu tinggalkan padaku, sayang," Saga berkata sambil menatap dadanya sendiri. "Kamu sudah seperti kucing garong bukan?."

Flo mendengus saat dirinya disamakan dengan kucing. "Kamu memang pantas mendapatkannya!."

"Tentu saja. Aku tidak masalah mendapat banyak cakaran. Yang penting, malam pertama kita tidak akan pernah terlupakan."

Flo menatap Saga dengan malas. "Cepatlah mandi, aku sangat lapar. Baru sehari menjadi istrimu tapi kau sudah menyiksaku dengan tidak memberiku makan."

Saga terkekeh, dia bangun dengan cepat. Hal itu membuat Flo reflek menutup wajahnya.

"Kenapa kamu menutup mata? Kamu mengira aku bugil?."

Flo mengintip di balik sela jarinya. Eh... Saga tidak telanjang. Pria itu memakan boxernya. Astaga, malu lah dia.

"Y-ya aku mana tahu. Kirain!."

"Kirain apa? Atau jangan - jangan kamu pengen liat akan naked ya? Hayo ngaku?."

Flo mendelik, "Enak saja. Mana ada. Sudah sana mandi. Jangan sampai aku bilang bunda kalau kamu nggak kasih aku makan!."

"Kenapa nggak pesan dulu, hmm?."

"Ya nggak enak lah. Masa makan sendiri!."

Saga mengacak rambut Flo. "Baiklah, sayang. Tunggu sebentar ya. Atau... Kamu mau nggak mandiin aku. Biar cepet!."

"Ogah!." sahut Flo cepat

Saga tertawa sambil melenggang ke kamar mandi. Sedangkan Flo, dia langsung mengusap dadanya yang gugup. Sial, kalau begini, lama-lama Flo duluan yang akan menyukai Saga.

Wanita berusia 25 tahun itu memilih duduk di sofa sambil menunggu Saga selesai mandi. Tak lama, pintu kamar mandi terbuka dan muncullah Saga yang sudah terlihat segar. Pria itu memakai setelan santai yang membuatnya terlihat begitu tampan.

"Ayo, kita makan dulu di bawah. Setelah itu baru kita pulang."

Flo menatap Saga ragu. "Hmm... Boleh aku meminta sesuatu?," tanya Flo

"Boleh, katakan saja?."

"Emhh... Bolehkan aku tetap tinggal dirumah Ayah? Dia sendirian dirumah, apalagi Ayah sering sakit. Aku tidak tega meninggalkannya sendirian."

Saga tersenyum, "Aku belum memberitahumu kan?."

"Apa?."

"Ayah akan tinggal dengan kita."

Seketika senyum Flo terbit. Wanita itu bahkan tidak sadar jika memeluk lengan Saga. "Kamu beneran kan? Ayah boleh tinggal bersama kita."

Saga mengangguk, "Aku sudah menyiapkan semuanya untuk kamu dan Ayah. Jangan khawatir, kamu bisa terus bersama Ayah. Dan aku juga pastikan, Ayah akan mendapatkan perawatan terbaik agar sakitnya segera sembuh."

Mata Flo mulai berkaca-kaca, "Terima kasih. Terima kasih sudah melakukan semua ini."

Saga memegang tangan Flo, tentu saja wanita itu langsung gugup. Namun ia berusaha untuk tidak menolak apa yang suaminya lakukan. "Kamu adalah istriku sekarang. Kamu adalah tanggung jawabku. Dan aku tahu, ayah adalah orang yang sangat berharga dalam hidupmu. Ayah adalah keluargamu satu - satunya. Dan aku tidak mungkin memisahkan kalian. Karena apa? Karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga."

Flo langsung memeluk Saga. "Thank you Soo much. Aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa."

"Balaslah dengan cinta."

Flo mendongak menatap Saga. "Aku akan belajar untuk itu. Walau mungkin akan memakan waktu yang lama. Dan aku harap kamu bersabar untuk menunggu."

"Tentu, sayang. Aku tahu, saat ini kamu belum memiliki perasaan apapun padaku. Dan aku akan bersabar menunggu hari itu tiba. Sudah, sebaiknya sekarang kita keluar dan makan. Bukankah kamu tadi mengatakan sudah sangat lapar."

Flo melerai pelukannya, dia menatap Saga dengan senyum merekah. "Tentu, mari kita makan."

Pengantin baru itu berjalan keluar kamar. Mereka langsung menuju restoran. Dan rupanya, disana masih ada keluarga mereka yang tampak mengobrol dengan santai.

"Nah, ini dia nih yang ditunggu akhirnya datang," celetuk Azka

Flo menatap semua keluarganya dengan malu. Sedangkan Saga, dia dengan santainya menggandeng sang istri untuk duduk di meja dan bergabung dengan mereka. "Kayak nggak pernah aja. Abang bahkan sampai tengah hari baru bangun!," balas Saga

Azka terkekeh, "Gimana gol?," bisik Azka

Saga menatap Abangnya lalu tersenyum cerah, "mantap!."

Dua pria itu tertawa bersama, "Kalian ini kenapa malah bisik - bisik. Ga, pesan makan dulu. Flo pasti sangat lapar," titah Gita

"Siap Bun."

Saga memesan menu sarapan untuknya juga Flo. Mereka terpaksa makan berdua karena pihak keluarga memutuskan pulang terlebih dahulu.

Tak lama makanan yang mereka pesan datang, beberapa sajian untuk sarapan disajikan dengan apik di atas meja.

"Tahu saja kalau aku lapar," ucap Flo yang langsung melahap sarapannya. Tidak seperti kebanyakan wanita yang jaim, Flo justru makan dengan lahap

"Kamu biasa makan dengan gaya seperti itu?," tanya Saga

Flo melirik sekilas, "Gaya itu bagaimana?."

"Tidak jaim saat makan."

Mendengar ucapan Saga, Flo semakin cepat menyuap makanan ke mulutnya. "Sekarang aku tanya padamu. Tujuan orang makan untuk apa?."

"Ya biar kenyang."

"Terus kalau makan pake jaim, memang bisa kenyang?."

Saga terkekeh pelan, satu hal baru yang dia tahu tentang istrinya. Flo adalah orang yang apa adanya.

Setelah keduanya selesai makan. Kini mereka sudah berada di dalam mobil untuk pulang. "Kita langsung kerumah saja ya," ucap Flo

"Iya," sahut Saga singkat

Perjalan hanya di iringi lantunan lagu yang Saga putar dari radio mobilnya.

"Loh, kita mau kemana. Ini bukan jalan pulang ke rumahku."

Saga menoleh pada Flo lalu tersenyum, "Tentu saja bukan. Ini jalan menuju rumah kita."

"R-rumah kita?."

"Iya. Rumah baru kita."

"Kenapa tidak bilang kalau kita akan kerumah baru. Dan Ayah, kita belum menjemputnya."

"Itu Ayah," tunjuk Saga saat mobilnya memasuki pekarangan rumah baru mereka. Bukan hanya Rianto, tapi ada Gita dan Dirga juga disana.

"Kok kalian sudah sampai? Cepat sekali makannya?," tanya Gita

"Mantu Bunda sudah sangat kelaparan. Jadi makannya secepat kilat."

Flo mencubit lengan Saga. "Heheh, maaf sayang. Tapi memang benar kan? Kamu makannya cepat sekali, kayak kuli bangunan."

Flo mendengus, mau menjawab dia tidak enak pada Ayah dan mertuanya.

"Ya sudah ayo masuk. Biarkan Pak Rianto dan Flo istirahat. Kami akan pulang untuk beristirahat juga," tutur Dirga

"Terima kasih sudah mengantar saya pak Dirga dan Bu Gita. Maaf kalau saya selalu merepotkan," ucap Rianto sungkan

"Jangan bicara seperti itu Pak Rianto. Sekarang kita adalah keluarga. Dan tidak ada kata merepotkan untuk keluarga sendiri."

Rianto tersenyum, dia bersyukur Flo mendapatkan keluarga seperti keluarga Dirga.

"Ya sudah, kami pamit dulu."

Setelah mobil Dirga sudah menghilang, Saga mengajak istri dan mertuanya masuk kedalam rumah.

"Ayo kita masuk."

Mereka bertiga masuk ke dalam. Rumah berlantai dua itu terlihat begitu mewah dan tentunya sudah lengkap dengan perabotnya yang tak kalah mewah.

"Ini kamar Ayah," Saga membuka pintu kamar yang berada dilantai bawah. Kamar yang begitu luas dan terlihat sangat nyaman.

"Kamarnya besar sekali," komen Rianto

"Aku sengaja menyiapkan kamar ini agar ayah merasa nyaman. Itu kamar mandinya," tunjuk Saga pada pintu yang berada di pojok kanan. "Dan pakaian Ayah sudah ada didalam lemari."

"Sekali lagi terima kasih ya nak Saga. Maaf kalau ayah menjadi beban kalian. Harusnya kalian tinggal berdua karena sudah menikah."

"Yah, jangan bicara begitu. Aku tidak mungkin membiarkan Ayah tinggal dirumah sendirian."

"Flo benar Yah. Ayah satu - satunya keluarga Flo yang artinya keluargaku juga. Jangan merasa sungkan. Aku justru senang karena Ayah tinggal bersama kami."

"Ayah tidak tahu harus berterima kasih dengan apa. Tapi yang jelas, ayah bahagia karena Flo mendapatkan keluarga yang baik seperti keluargamu."

"Aku juga bahagia mendapatkan istri seperti Flo, Yah. Dan Ayah tidak perlu membalas dengan apapun. Cukup cintai aku seperti anak ayah sendiri."

Flo sungguh terharu mendengar penuturan Saga. Sungguh keterlaluan kalau dia tidak menerima Saga dan belajar mencintainya.

"Ayah istirahat dulu. Kami akan ke kamar," Rianto tersenyum

"Kalau ada apa-apa, panggil Flo Yah." lagi - lagi, Rianto hanya tersenyum.

Kini Saga dan Flo berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.

"Ini kamar kita," ucap Saga sambil membuka pintu kamar.

Kamar ini lebih luas dari kamar Rianto. Dan tentunya lebih lengkap juga. Ada ranjang king size ditengah, meja nakas dikanan dan kiri ranjang. Beberapa foto pernikahan mereka terpanjang apik di dinding kamar. Meja rias di pojok kanan dan pintu di sebelahnya.

"Didalam sini ada walk in closet. Baju - baju kita dan semua perlengkapan kamu ada disana. Disana juga ada kamar mandinya."

"Kamarnya begitu mewah."

Saga mendekatkan mulutnya ditelinga Flo, "Tentu saja. Aku ingin kamu betah berada dikamar kamar. Karena apa? Karena disinilah kita akan mencetak Saga dan Flo junior yang banyak!."

1
Rofik Aulian
🤣🤣🤣
keknya kamu lebih hyper saga
Naufal hanifah
bagus,sat set ceritanya
C I W I
kereeen
Tira Aneri
sukaaaa
𒈒⃟ʟʙᴄ🅲🅰🅽🆃🅸🅺𝐀⃝🥀
sagara baik suka tidak tegaan sama orang, dewasa cakep langsung gass lamar tanpa mikir kebelakangnya bagaimana. keren anak mama gita yang satu ini.
saga lebih dewasa dan tidak oon dari pada azka sang kakak.
Reni Setia
makasih untuk novelnya
Shifa Burhan
dinovel wanita egois 2 sosok yang begitu spesial, yaitu pemeran utama wanita dan pebinor
*pemeran utama wanita apapun kesalahanya, melukai hati suami, merendahkan harga diri suami, pergi tinggal suami, pisah anak dan ayah, terang2 mencintai pria lain, ucapanya selalu melukai perasaan suami tapi apa yang terjadi semudah itu dimaafkan dan malah dibalik suami yang dibuat berjuang dan mengemis cinta

*pebinor apapun kesalahanya, merusak rumah tangga orang, melukai perasaan istrinya, merendahkan harga diri istrinya tapi apa semudah itu dimaafkan, malah saking spesialnya pebinor, istri dibuat jadi wanita bodoh dan mengemis cinta pada yang selalu mencintainya dan rela diperlakukan seperti apapun

coba banding (dinovel mu saja lah) jika
*pemeran utama pria yang membuat kesalahan pasti dibuat menyesal, menderita, dapat karma, mengemis maaf, dan berjuang mati2an untuk dapat kesempatan, dan posisi bisa tergantikan pria lain

*pelakor sudah pasti dilaknat, diperlakukan kasar dan hina, dan akhirnya dibinasakan

dengan pemikiran yang tidak adil dan egois kayak gini kalian membuat novel dan kalian bangga
mungkin novel kalian bagus dari segi karya seni tapi dari sisi moral dan keadilan novel kalian sangat miris sekali
Sri Wahyuni
Luar biasa
Evi
😅😅😅😅😅😅😅
N Wage
dari awal2lah kalau mau nyari si ale2 ya cari info ke istrinya kan tau di mana istrinya kerja.katanya bayar orang utk mencari ale2 dan flo...knp tdk bertanya ke orang terdekatnya dulu.bisa ketetangga tempat tinggal mereka.heran...
N Wage
itulah makanya dilarang memakai emosi.tidak bisa mengendalikan emosi ya begini jadinya.tidak sengajia memang tp fatal akibatnya.
runyam kan?
N Wage
othornya hobi angka 69😂😂😂😂😂😂
falea sezi
saga udah pernah tidur belom. sama. milen
Fifa stick
semua cerita kak Rista bagus2...

semangat kaka🥰🥰🥰
Salawati Ray
Flo terlalu egois, mementingkan perasaannya saja tanpa mel8hat usaha dan pengorbanan saga, dimatanya mantannya yg sll baik dan dicintainya, cari yg lain aja saga
Lidia Tampubolon
💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽
Wahyu Poenying
luar biasa
Suherni Erni
Flo perempuan ngga tau diri..murahan.
bunda nawki
good ceritanya,,, g panjang2 episode nya jadi g bosan.. cepet n Heppy ending
@haerani-d
seru dan menggemaskan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!