NovelToon NovelToon
Pura-pura Buta Untuk Melihat Pengkhianatan Suami Dan Sahabatku

Pura-pura Buta Untuk Melihat Pengkhianatan Suami Dan Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Riuh derap langkah di koridor kampus hari itu menjadi saksi hangatnya hubungan yang membendung segala keraguan. Di bawah naungan pohon angsana yang menggugurkan bunganya, Amanda duduk bersama Zahra, menatap lembaran tugas akhir yang hampir rampung. Enam tahun bukan waktu yang singkat untuk merajut benang persahabatan. Sejak mengenakan seragam putih-biru di bangku SMP, Zahra selalu menjadi tempat Amanda pulang, berbagi tawa, hingga rahasia terkecil sekalipun. Bagi Amanda, Zahra bukan sekadar teman biasa, melainkan saudara kandung yang tidak terikat oleh darah. Setiap keputusan besar dalam hidup Amanda selalu melewati pertimbangan Zahra, termasuk ketika seorang pria bernama Zidan datang mengisi hatinya dua tahun lalu.

​Zidan adalah sesosok pria berkarisma dengan senyum menenangkan yang berhasil meluluhkan hati Amanda. Selama masa perkuliahan, ketiganya hampir tidak pernah terpisahkan. Di mana ada Amanda dan Zidan, di situ pula ada Zahra. Amanda sering kali merasa menjadi wanita paling

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeritan Yang Terbungkus Rencana

​Malam mulai melingkupi rumah dengan keheningan yang mencekam. Suasana kamar utama terasa begitu dingin, hanya dihiasi deru pendingin udara dan temaram lampu tidur di sudut ruangan. Amanda terbaring kaku di atas kasur empuknya, menyandarkan tubuh dengan posisi telentang sembari berpura-pura terlelap dalam keletihan. Di balik selimut tebal yang menutup hingga dada, setiap indranya diasah tajam. Kacamata hitam yang tadi siang ia kenakan kini sudah dilepas, namun ia tetap mempertahankan kelopak matanya tertutup rapat, memberikan kesan sempurna bahwa ia adalah seorang pasien yang sedang tertidur lelap akibat efek obat-obatan.

​Dari balik pintu kamar yang sedikit terbuka, suara derap langkah pelan terdengar mendekat. Zahra melangkah masuk dengan sangat berhati-hati, dihantarkan oleh Zidan yang berjalan tepat di belakangnya. Zahra berhenti di samping ranjang, menatap tubuh Amanda yang tak bergerak dengan ulasan senyum tipis yang sarat akan kemenangan. Dengan suara yang direndahkan serendah mungkin agar tak memicu kebisingan, Zahra berbisik pura-pura pamit. "Amanda... aku pulang dulu ya. Kamu istirahat yang nyenyak. Besok aku akan datang lagi untuk menjagamu," ucapnya lembut, mengusap pelan dahi Amanda dengan jemarinya yang dingin. Amanda tidak bergerak sedikit pun, hanya mengatur napasnya agar tetap stabil layaknya orang yang tenggelam dalam tidur nyenyak.

​Merasa situasi benar-benar aman dan Amanda telah terbuai di alam mimpi, Zidan menuntun Zahra keluar menuju ambang pintu kamar. Namun, tepat sebelum Zahra melangkah melewati pintu, Zidan meraih pinggang wanita itu dan menariknya mendekat. Tanpa ragu sedikit pun, di hadapan sosok istri yang mereka anggap buta dan amnesia itu, Zidan mendaratkan ciuman lembut di bibir Zahra. Momen itu berlangsung hening tanpa suara sedikit pun, sebuah gestur terlarang yang dipenuhi gairah dan keberanian liar karena mereka yakin tak ada mata yang melihat. Zahra membalas kecupan itu dengan usapan pelan di dada Zidan sebelum akhirnya berbalik dan menghilang di kegelapan koridor.

​Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa pada detik yang sama ketika bibir mereka bertaut, Amanda sengaja membuka sedikit kelopak matanya dari balik remang cahaya kamar. Dari celah tipis itu, mata tajam Amanda menyaksikan dengan sangat jelas adegan menjijikkan tersebut. Rasa mual yang teramat sangat bergejolak hebat di dalam perutnya, dan gelombang jijik yang mendalam menusuk-nusuk dadanya. Mengabaikan amarah yang membakar jiwa, Amanda segera memejamkan matanya kembali erat-erat. Ia meremas jemarinya di bawah selimut hingga kukunya memutih, menahan gejolak emosi agar tidak merusak sandiwara besarnya. Di dalam kegelapan hatinya, sumpah pembalasan dendam itu kini terpatri makin dalam dan makin mematikan.

​Dada Amanda bergemuruh hebat seolah ingin meledak di tempat. Tenggorokannya terasa tercekat, menahan rasa sakit yang teramat sangat dan gejolak emosi yang membakar seluruh tubuhnya. Dalam kegelapan kamar itu, Amanda meremas sprei dengan jemarinya hingga memutih. Keinginan untuk melompat dari kasur, mencakar wajah kedua pengkhianat itu, dan menjerit setinggi langit membumbung tinggi sampai ke batas ketahanannya. Rasa mual atas ciuman manis namun beracun yang baru saja disaksikannya tepat di depan mata hampir saja meruntuhkan pertahanan dirinya.

​Namun, di tengah badai amarah yang nyaris membakar habis kesadarannya, dinginnya akal sehat Amanda perlahan menariknya kembali. Ia mengatupkan rahangnya rapat-rapat, membiarkan gejolak panas di dadanya mereda menjadi kepalan tekad yang membeku. Ini baru awal. Jika ia berteriak dan membongkar kepura-puraannya malam ini, Zidan dan Zahra hanya akan mencari alasan, merasa bersalah sejenak, atau bahkan berniat menyingkirkannya dengan cara lain. Meluapkan emosi sekarang hanya akan memberikan mereka jalan keluar yang terlalu mudah, sementara rasa sakit yang ditanamkan kedua orang itu dalam hidupnya tidak akan pernah sebanding dengan jeritan kemarahan semata.

​Amanda mengatur kembali helaan napasnya, membuatnya berembus teratur dan tenang seolah-olah ia masih terbuai dalam tidur lelap. Di balik mata yang terpejam rapat, ia membiarkan air mata dingin menetes pelan menyusuri pelipisnya, menyerap seluruh rasa sakit itu menjadi bahan bakar untuk rencananya. Kebutaan palsunya adalah panggung, dan amnesia buatannya adalah jebakan terhebat yang tak akan pernah mereka sadari. Amanda bersumpah dalam hati, suara jeritan yang seharusnya keluar dari tenggorokannya malam ini, suatu hari nanti akan berganti menjadi jeritan penyesalan dan tangisan kehancuran dari mulut Zidan dan Zahra sendiri.

1
sunaryati jarum
Nah emak suka cerita seperti ini pengkhianat dan pelakor ditindak
Dian Yuliana
kok kasus inaroh dan suami siri nya kagak di hukum ya....gantung GK ada kelanjutannya 🤣🤣
gaby: Inaroh pny bekingan pejabat ka. Dia itu pelacur syari, bukan si If doang. Sblm sama If dia itu bookingan pejabat & kepolisian, makanya kebal hukum. Tp walau kebal hukum, nama baiknya sdh cukup merusak beberapa pintu rejekinya.
total 1 replies
Ariany Sudjana
satu tahun itu sebentar, belum nanti remisi kalau kelakuan baik, paling juga hanya 10 bulan di penjara
Ryuu
oh iya kue jatuh depan kamar
Ryuu
kenapa harus nikah klo emg ga cinta
Ade Chubi
jangan lama lama untuk melakukan balas dendam nya Thor
Ade Chubi
cerita nya bagus menguras emosi
Ade Chubi
mampir kak othor
Waaaaaa_: hallo makasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!