NovelToon NovelToon
Tante Melinda

Tante Melinda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:224.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Alur cerita maju mundur cantik, jadi perhatikan beberapa keterangan yang menyertai setiap bab.

***

Aku wanita biasa, yang tidak pernah puas dengan apa yang Aku miliki.

"Di rumah, Aku adalah seorang istri yang baik dan patuh. Tapi jika di luar rumah, Aku adalah Aku. Apa Aku tidak normal?" tanya Melinda dalam hati.

Melinda sadar, ada sesuatu yang tidak biasa yang dia rasakan sejak kecil.

Dan itu ada hubungannya, dengan kejadian yang dialami Linda, sewaktu masih kecil dulu.


***

Yuk lanjut baca.
Jangan lupa, fav and like ya gaess👍👍🙏🙏
Kasih giff and vote juga, biar TK tambah semangat ✍️✍️✍️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Tempat Baru

Dua minggu kemudian.

Linda benar-benar sudah keluar dari tempat kerjanya di toko baju. Dan hati ini, dua akan memulai pekerjaan barunya, di gudang kayu.

Pagi hari, Linda bersiap-siap untuk berangkat kerja, saat bapaknya juga sudah bersiap dengan cangkul yang ada di pundaknya.

"Lin. Kamu ada uang? Bapak mau beli pupuk, tapi uangnya kurang ini Lin."

Bapaknya Linda bertanya, untuk meminta uang pada Linda, agar bisa membeli pupuk untuk musim tanam tahun ini.

"Ada Pak, sebentar."

Linda kembali masuk ke dalam kamar, untuk mengambil uang yang diminta bapaknya.

Tak lama kemudian, Linda sudah kembali lagi, dan menyerahkan beberapa lembar uang. "Pak, ini uang terakhir Linda. Sekarang, Linda gak kerja di toko baju lagi," kata Linda, memberi tahu pada bapaknya, jika sekarang dia sudah pindah kerja.

"Lho, kenapa pindah?" tanya bapaknya Linda, yang merasa kaget, karena memang dia tidak tahu apa-apa, tentang kehidupan anaknya di luar rumah.

"Mau cari pengalaman yang lain Pak. Bosen, kerjaannya itu-itu saja."

"Kan enak di toko. Cuma diam di tempat yang teduh, dan gak capek kayak di sawah." Tutur bapaknya Linda membayangkan bagaimana enaknya kerja di toko, dibandingkan dengan kerja di sawah yang sudah pasti panas dan juga kotor.

Linda hanya menanggapi perkataan bapaknya dengan tersenyum. Dia memaklumi bahwa, bapaknya itu bukanlah seseorang dengan pendidikan yang tinggi. Jadi pastinya juga tidak akan tahu, meskipun Linda menceritakan tentang keadaannya, di toko baju tersebut.

"Ya sudah. Bapak berangkat dulu. Kamu jangan pindah-pindah kerja terus. Tidak enak, jika harus memulai dari awal terus."

"Oh ya, seminggu lagi, adikmu mau semesteran. Itu bantu Bapak bayar uang sekolah adikmu yang belum lunas ya! Bapak belum ada uang, soalnya baru musim tanam."

Linda hanya bisa mengangguk saja, mendengar perkataan bapaknya, sebelum akhirnya pergi ke sawah.

Dengan menghela nafas panjang, Linda pun akhirnya ikut keluar dari rumah, kemudian menguncinya.

Setelah meletakkan kunci pintu rumahnya, di atas spidometer listrik, Linda berangkat kerja, dengan berjalan kaki, menuju jalan desa, untuk menunggu angkutan desa.

Ibunya Linda, sudah pergi ke rumah tetangga sedari pagi. Ada yang membutuhkan tenaganya, untuk melakukan pekerjaan rumah.

Sedangkan adiknya, sudah berangkat ke sekolah juga, saat ibunya baru saja keluar dari rumah.

*****

Di gudang kayu, tempat kerja Linda yang baru.

Sama seperti yang dibayangkan oleh Linda bahwa, sebuah gudang tidak akan ada banyak orang, sebagai pegawai.

Hanya ada beberapa orang, dengan lima laki-laki dan dua perempuan, termasuk dengan Linda sendiri.

Dua perempuan itu, sebagai administrasi yang mencatat keluar masuk barang, yang ada di gudang tersebut.

Linda sudah berkenalan dengan satu perempuan, yang akan bekerjasama dengannya, sebagai administrasi di gudang kayu ini.

Dan Linda, juga sudah berkenalan dengan lima laki-laki, yang akan menjadi partner kerjanya juga.

Sekarang, dia akan memulai pekerjaan, dengan jenis dan bidang pekerjaan yang sangat berbeda, dengan pekerjaannya yang dulu.

Karena teman perempuannya itu sudah lebih dulu bekerja di gudang tersebut, jadi dialah yang mengajari Linda, karena dia yang lebih senior.

"Ini untuk kertas-kertas bukti jalan, dan yang ini untuk buku catatan yang digunakan untuk menyalin."

Beberapa saat kemudian, Linda selesai mempelajari semua tentang tata cara pekerjaan barunya. Dia merasa sangat senang, karena teman-teman barunya ini, sangat open, dan tidak banyak bicara, sama seperti teman-temannya yang ada di toko baju kemarin.

Mungkin karena di gudang kayu ini kebanyakan laki-laki, dan yang di toko baju kemarin adalah perempuan, yang memang sudah menjadi kebiasaan, jika perempuan itu banyak bicara dan bergosip.

"Lin. Aku pikir, Kamu turunan bule lho. Jadi minder Aku," kata mbak Tami, teman senior Linda di tempat kerjanya yang baru ini.

"Gak kok Mbak. Aku orang sini asli."

Linda menjawab dengan tersenyum. Ini bukan untuk pertama kalinya, Linda mendapatkan pertanyaan yang sama.

Orang-orang yang baru mengenalnya, pasti akan mengira bahwa, dia adalah anak blesteran, dengan bapak atau ibunya yang orang bule.

"Tapi beneran Lin, Kamu gak ada ragu atau curiga gitu?" tanya Mbak Tami, meragukan jawaban Linda.

"Maksud Mbak, ragu gimana ya?"

Akhirnya, mbak Tami mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya, tentang Linda dan asal usulnya.

Linda tertawa kecil, setelah mendengar penjelasan dari Mbak Tami.

"Gak Mbak. Kan Linda juga bukan satu-satunya di kota ini, yang memiliki fisik blesteran, padahal ibu bapaknya orang biasa Asli orang sini juga."

"Ya sih, tapi kan itu di kota sana. Yang dekat pantai gitu. Sesuai dengan cerita dan sejarah yang ada di kota kita ini. Kalau di desa, Aku baru nemu Kamu ini."

Mbak Tami menjelaskan kecurigaannya, terhadap identitas Linda yang sangat cantik seperti artis-artis blesteran, yang sering wara-wiri di layar kaca televisi.

"Gak ah. Linda lahir dengan mbah dukun. Dan di rumah juga, gak kayak sekarang. Lahiran harus dengan bidan atau dokter. Lahir juga harus di klinik, gak boleh di rumah. Jadi, Linda tidak mungkin tertukar Mbak."

"Hahaha... iya juga ya," sahut mbak Tami, setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh Linda padanya.

*****

Di toko baju, tempat Linda bekerja yang dulu.

Bu Bos, mencari-cari keberadaan Linda, yang tidak terlihat sedari toko di buka.

"Linda ke mana?" tanya Bu Bos, pada salah satu pegawainya.

"Gak tau Bu Bos."

"Yang lain tau gak?" tanya Bu Bos lagi, karena merasa jika, dia belum melihat keberadaan saingannya.

"Tanya Pak Bos saja Bu," sahut salah satu pegawainya yang lain.

Bu Bos tampak tersenyum kecut, mendengar perkataan salah satu pegawainya itu.

Dia merasa jika, apa yang dia dengar selama ini, tentang desas-desus bahwa, suaminya itu, ada main dengan Linda, memang benar adanya.

Tapi karena dia juga tidak punya bukti apa-apa, Bu Bos tidak bisa menuduh suaminya secara sembarangan.

Dia tidak mau jika, suaminya itu akan marah, dan justru menyalahkan dirinya sendiri, karena tidak bisa melakukan apa saja yang diinginkan oleh suaminya tersebut, jika sedang bermain di tempat tidur.

Tapi, Bu Bos juga merasa penasaran, dengan Linda, yang saat ini tidak bisa dia ajak untuk bicara lagi.

Dia yang sedang hamil muda, juga tidak bisa mencari-cari alasan, untuk memarahi Linda, karena ternyata Linda sudah tidak ada di tokonya.

"Dek, Linda ke mana?"

Bu Bos menoleh, saat ada yang bertanya tentang Linda padanya.

"Gak tau Mas. Gak ada tuh sedari tadi," jawab Bu Bos, karena yang sedang bertanya kepadanya adalah suaminya. Pak Bos sendiri.

"Apa beneran dia keluar?" gumam pak Bos, yang merasa jika, kemarin-kemarin, Linda pernah bicara, mengutarakan niatnya untuk keluar dari pekerjaannya ini.

"Mas tahu, di mana dia berada?" tanya Bu Bos, pada suaminya itu.

"Tidak," jawab pak Bos pendek.

Bu Bos jadi terdiam, dan tidak lagi bertanya-tanya pada suaminya itu.

Dia merasa lega, karena Linda sudah tidak lagi ada di tokonya ini. Itu artinya, suaminya itu, tidak akan bisa bertemu dan berbuat sesuatu pada Linda.

1
Senajudifa
good linda...jg semangat ya thor
Senajudifa
alah...mending keluar aj lin
Senajudifa
lamax aku ngga mampir thor
Senajudifa
kapok aj jahat banget sih
Senajudifa
lamanya aku nggak mampir thor
Senajudifa
orang ngga guna gitu buang aj kelaut
Senajudifa
ooo kurang ajar pamanx romi nih😡😡
Senajudifa
apa lg pamanx romi nih
Senajudifa
betul itu lin
Senajudifa
apa maksud pak yus nih
Senajudifa
terlambat atuh mang😁😁
Senajudifa
ngga rudi ngga pamax romi sama aj
Senajudifa
aku dukung km balik sm romy lin setor 5 bab thor maaf y skrng jarang hadir
ZasNov
Terima kasih banyak ya Kakak Author, sudah menulis novel yang bagus & mengandung banyak pesan yang baik..
Semoga novelnya semakin banyak readersnya..😄
Semangat ya Kakak, siap meluncur ke novel lainnya Kak..🤩
ZasNov
Setuju banget Kakak Author 😄👍
ZasNov
Wah mantap tuh hukuman buat Pak Rudi dan Pak Komarudin.. Akhirnya mereka mendapatkan balasan atas perbuatan buruk mereka..😄👍
ZasNov
Syukurlah.. Akhirnya trauma Linda gara Pamannya Romi bisa sembuh juga..🤗
ZasNov
Usut sampai tuntas, jangan biarkan pencurinya lolos y.. 😎
ZasNov
Pamannya Romi akan bersikap bagaimana ya saat dijenguk nanti, terlebih saat melihat Linda yang sempat diguna2 olehnya...
ZasNov
Kakek nenek biasanya memang selalu lebih manjain cucu dibanding anaknya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!