NovelToon NovelToon
Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda

Status: tamat
Genre:Fantasi / Pendekar / Perubahan Hidup / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sigi Tyo

Seorang Dewa Perang yang terbuang dari Alam Dewa karena ulah nya yang dianggap "nakal", hingga membuat kaisar Dewa memohon kepada sang pencipta untuk membuang nya ke alam manusia.

Jalan takdir yang membawa nya ke alam yang baru dengan ingatan yang hilang dan kekuatan yang tersegel.

Mampukah Sang Dewa Perang menemukan jati dirinya..? ikuti kisah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sigi Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelangi dan Jaya Sanjaya

Setelah merasa tak ada yang mengikutinya, Senopati Kidang Semeleh melanjutkan perjalanan nya menuju ke gunung Pancawarna atau ada juga yang menyebut gunung Pancarupa, sebuah gunung yang terletak di sebelah selatan kerajaan Ngarsopuro.

Perjalanan sedikit lancar karena para penguntit nya masih mengejar kelompok lima belas Gardaraja yang berkuda ke arah yang berlawanan.

"Cepatlah sedikit Bejo...!, jangan sampai kita terkejar musuh..!," teriak Kidang Semeleh yang melihat salah satu anak buahnya bernama Bejo Urip sedikit melambat hewan tunggangannya.

"Sendiko dawuh Senopati..!." Sahut Bejo Urip langsung mencambuk hewan tunggangan nya.

Mendekati dini hari barulah rombongan lima orang itu sampai di padepokan Bale Rupa dimana tempat Guru Benowo salah satu sahabat dari prabu Danar Kencono berada.

Tok..! tok..!!

"Nuwun Guru...permisi..!."

Guru Benowo dan adik serguruan nya Jayeng Rono yang tengah melatih para murid di padepokan Bale Rupa dengan berbagai olah Kanuragan ilmu silat dan pengobatan sangat kaget, malam malam mendekati fajar ada tamu di padepokan nya.

"Loh bukankah tuan ini adalah Senopati Kidang Semeleh..?." guru Benowo sedikit tersentak kaget.

"Benar guru..," sahut Kidang Semeleh sedikit mengangguk dan menjura.

"Ayo masuk .. cepat," ajak guru Benowo mempersilahkan tamunya memasuki padepokan nya.

Tampak raut penasaran dari wajah sang guru melihat tampilan dari sang Senopati yang terlihat tak seperti biasanya.

Begitu sampai di dalam mereka langsung berbincang, Senopati Kidang Semeleh tak berbasa basi langsung menceritakan apa yang terjadi.

Guru Benowo mengangguk, "Ya aku tau..tentang ramalan yang di bicarakan orang orang, tapi aku tak tertarik akan hal itu," kata Guru Benowo yang di angguki adik seperguruan nya Jeyeng Rono.

"Kami tak tertarik dengan semua kemewahan dan kehebatan ilmu Kanuragan jika itu mengorbankan rasa kemanusiaan..," Jayeng Rono menegaskan prinsip hidup kedua tokoh di padepokan Bale Rupa tersebut.

"Maka dari itu Yang Mulia Danar Kencono mempercayakan putri jabang bayi ini kepada panjenengan berdua, untuk di lindungi dan di didik." Kidang Semeleh berkata sambil meletakkan jabang bayi yang tengah tertidur pulas, sebuah keanehan melihat bayi mungil berusia belum genap hitungan hari namun nampak pulas tertidur nyaman tanpa rewel, padahal suasana dan situasi sangat jauh dari kata nyaman.

Jika di lihat seksama seakan bayi itu di lingkupi semacam sinar kuning yang tipis mungkin itulah yang menjaga dan melindungi dari bermacam benturan, maupun segala sesuatu yang mengganggunya selama di perjalanan dan lainnya.

"Jagat Dewa Batara..kenapa bisa jadi seperti ini jalan takdir mu cah ayu..," gumam Jayeng Rono yang menyambut bayi itu dan di gendongnya, tangannya gemetar saat menimang bayi malang tersebut.

Dalam sesaat semua yang ada di sana terlihat trenyuh memikirkan nasib sang putri raja, yang harusnya penuh kemewahan dan kenyamanan, tapi ini malah sebaliknya.

Setelah dirasa cukup berbincang, Senopati Kidang Semeleh langsung pamit undur diri, tak ingin keberadaannya di endus oleh musuh yang mengejar nya, karena itu sama saja membahayakan keselamatan putri raja. Dia ingin mengaburkan keberadaannya dengan mengecoh para pengejar nya.

**

Guru Benowo dan Jayeng Rono masih mengamati jabang bayi yang nampak lelap tersebut.

"Siapa tadi nama bocah ayu ini Dimas..?," tanya Benowo, mencoba mengingat ingat.

"Weleh..aku juga lupa menanyakan hal itu tadi kakang.." Sahut Jayeng Rono, sambil menatap kakak seperguruan nya, keduanya merasa tampak menjadi orang bodoh.

"Loh piye to ..kok kita malah melupakan hal penting seperti ini." gumam Benowo menyalahkan diri nya sendiri.

Keduanya menatap sang bayi lagi yang saat itu di beri kalung warna warni, kalung yang terlihat bisa melebar dan mengecil sesuai dengan leher sang bayi itu terlihat sangat indah.

"Bagaimana jika kita kasih nama Pelangi saja kakang..?," usul Jayeng Rono menatap wajah Kakak seperguruannya dengan wajah berbinar.

Sesaat Benowo terdiam, berfikir dan mencoba menelaah arti nama tersebut.

"Aku setuju Dimas..., hmm..Pelangi nama yang cantik," gumam guru Benowo akhirnya sambil tersenyum puas dengan nama itu.

Malam kian mendekati pagi, alam yang semenjak tadi mendung kini sudah mulai cerah dengan sinar bulan yang mengintip sedikit dari sisa mendung, dua orang yang kini di berikan kepercayaan menjaga jabang bayi tersebut berniat untuk istirahat ketika di gerbang padepokan terdengar suara pertempuran.

"Dimas, nampaknya keberadaan jabang bayi ini sudah tercium oleh para begundal, kau bawa pergi bayi ini, lindungi dengan nyawamu dan aku akan menghentikan mereka," perintah guru Benowo tanpa membuang-buang waktu.

Suasana langsung terlihat mencekam.

Dengan cepat Jayeng Rono membopong tubuh bayi mungil dengan hati hati, membungkusnya seperti Senopati Kidang Semeleh membawa tadi dan melesat melewati pintu belakang.

**

Singkat cerita padepokan Bale Rupa di bumi hanguskan oleh orang orang yang berniat mencari bayi dengan aura Cahaya Keberuntungan Ndaru Kolocokro.

Seluruh penghuninya berhasil di musnahkan termasuk guru Benowo yang saat itu bertarung hingga pingsan, namun karena di kira mati maka akhirnya ditinggalkan untuk mengejar Jayeng Rono.

Sedangkan Jayeng Rono yang berhasil di susul oleh para pengejarnya, terselamatkan saat terjatuh ke jurang Kematian bersama sang Jabang bayi yang bernama Pelangi saat terdesak hebat dalam pengeroyokan.

Jayeng Rono yang terluka akibat di keroyok hingga babak belur, makin terluka dengan benturan saat terjatuh ke jurang hingga punggungnya cidera dan sedikit bongkok.

**

Sementara itu inti dari cahaya yang di sebut Ndaru Kolocokro yang terjatuh dan terlempar ke dalam gua, menjelma menjadi sosok pemuda yang sangat tampan beserta segala keperluan nya, seperti aneka macam senjata dan harta benda lainnya.

Sosok pemuda itulah yang terbangun belasan tahun kemudian di gua dan kini di beri nama Jaya Sanjaya oleh kakek Jayeng Rono.

Jaya Sanjaya adalah Dewa Perang yang tengah di hukum oleh Sang Pencipta untuk di turunkan di dunia manusia dengan kekuatan yang telah di segel hingga kekuatannya tersisa tak lebih dari dua puluh persen saja.

Flashback off.

_____________

Selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak nya....

1
Raysonic Lans™
duh duh
Reza bima
iya,musuhnya lari ga dibunuh, terus bikin perguruan lagi bikin ulah lagi.. begitu seterusnya...ya orangnya itu2 saja
Reza bima
berhenti,tunjukkan surat2nya.. dewa kok begini
Markinyo
rasa kemanusiaan apa? gimana dengan korban yg di bantai oleh perusuh itu?

jgn naif dunk thor..
Markinyo
kelamaan, knp tdk langsung d ikuti ke markas penjahat, langsung d tumpas sekalian..?
Reza bima: bertele-tele..ceritanya
total 1 replies
Markinyo
katanya pembela kebenaran? kelompok pemeras di biarkan..
Markinyo
katanya kl ketemu zirah sayapnya, akan kembali ke Jaya, krn ada roh di zirahnya..
lha ini ktmu kok g kembali ke Jaya thor..

yg bnr mn thor?
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Luar biasa
Iskandar Yunaeni
Sepertinya mau jadi kuat nih
Iskandar Yunaeni
Baru mulai
Iskandar Yunaeni
WAH RAME NIH
muh syahlan
mantap.............,/Good//Good//Good//Good/
teguh andriyanto
Luar biasa
Irfan tejo laksono
top
Agus Susanto
Lumayan
left
Luar biasa
left
Lumayan
Dewi Yani
mcnya gila jalan makan istrahat....jalan makan istrahat....lha pusaka udah diambil semua orang...
Zacky yulianto
Luar biasa
Zacky yulianto
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!