" Ia yang selalu terlihat bersinar! " gumam Lana saat memandang wajah lelaki dihadapannya.
Pria yang selama ini hanya ada didalam angan - angannya, kini secara nyata berdiri tepat dihadapannya. Kebahagiaan Lana sungguh tiada tara, seolah ia telah memiliki dunia dengan segala. Sejenak ia lupa akan lukanya yang masih basah - basahnya.
Lelaki tampan yang suara merdunya hanya ia dengar dari media pemutar musiknya, lelaki yang senyumannya hanya bisa ia lihat dari layar kaca, lelaki dengan kemisteriusannya mengundang banyak tanya kini benar - benar berdiri dihadapan Lana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PRIA YANG TIDAK TERDUGA
Hari kedua di Bali Lana ditemani oleh seorang tour guide yang siap menemaninya melakukan eksplorasi diberbagai tempat. Persiapan Noah memang begitu luar biasa untuk Lana, ia bahkan memikirkan hal – hal terkecil yang sangat mungkin Lana butuhkan ketika berada disebuah tempat yang begitu asing.
Seperti pemandu wisata ini, seorang perempuan berdarah Bali yang memang sengaja disiapkan oleh Noah untuk menemani perjalanan Lana. Lelaki itu tidak benar – benar membiarkan Lana sendirian di negeri orang. Bertubi – tubi Lana dibuat terharu oleh perlakuan Noah yang sangat istimewa terhadapnya.
Kini dengan sepeda motor perempuan yang memperkenalkan dirinya bernama Devi itu membawa Lana mengunjungi sebuah kawasan wisata budaya yang masih berada diwilayah Seminyak. Lana dibawa mengunjungi
Pura Petitenget, sebuah tempat wisata budaya sekaligus religi yang akan menyuguhkan arsitektur bangunan pura yang sangat unik.
“ Wah, sangat cantik “ gumam Lana karena ia begitu terpesona.
Setelah puas berkeliling dan bermain – main, Lana diajak mencobai kuliner khas Bali disebuah rumah makan yang tidak begitu jauh dengan lokasi pura. Perempuan itu mempercayakan pada pemandu wisatanya saat memilihkan menu makan siangnya. Dua porsi ayam betutu, satu porsi sayur urap, satu porsi sate lilit lengkap dengan sambal embe nya.
“ Wah, ini sangat enak! “ seru Lana pada Devi saat ia memasukkan satu buah sate lilit kedalam mulutnya.
Piring diatas meja kembali kosong, kini waktunya Lana bersama Devi melanjutkan perjalan wisatanya. Kali ini Devi membawa Lana menuju sebuah galeri seni kontemporer yang menyajikan berbagai macam hasil seni yang begitu unik dan menarik. Lana benar – benar memanjakan matanya disana. Beraneka ragam karya seni dari seniman lokal Indonesia dan manca negara terpajang disana dan semuanya tampak sangat hidup.
Lana benar – benar menghabiskan waktunya disana, ia begitu terpikat dengan setiap karya seni yang dipamerkan. Saat memandangi satu buah lukisan saja Lana membutuhkan waktu beberapa saat, ia sungguh menikmati suasana galeri seni tersebut.
Hingga akhirnya siang berganti dengan petang, Devi kembali membawa Lana ke hotelnya. Gadis cantik itu bersiap untuk menemui Ryu sekaligus makan malam bersama di hotel tempat Ryu menginap. Kebetulan agenda pekerjaan Ryu sudah berakhir hari itu dan ia akan segera kembali ke Seoul, sehingga Lana menyempatkan diri menemuinya.
Seusai mandi dan berganti pakaian, Lana kembali menuju lobby hotel dan menghampiri Devi yang masih menunggunya. Pemandu wisata itu kembali mengantar Lana menuju hotel yang ditempati oleh Ryu dikawasan Kuta. Perjalanan yang Lana tempuh tidaklah jauh, hanya sekitar dua belas menit Lana akan tiba di hotel yang ditempati oleh Ryu.
“ Terima kasih Devi, akan aku hubungi jika aku memerlukan jemputan “ ucap Lana seraya mengulurkan helm kepada Devi.
Perempuan cantik itu segera masuk kedalam bangunan hotel, ia langsung menuju sky view restaurant dilantai lima belas. Sedikit kurang percaya diri, berkali – kali Lana mengedarkan pandangannya mencari – cari keberadaan Ryu saat dirinya baru saja keluar dari elevator.
“ Ada yang bisa kami bantu? “ tanya seorang pelayan dengan berbahasa Inggris saat melihat Lana yang kebingungan.
“ Sky view Restaurant ada disebelah mana Pak? “ ucap Lana kemudian.
Pelayan tersebut kemudian membimbing Lana menuju sebuah tempat outdoor dibagian terluar bangunan hotel. Dari tempat itu Lana bisa melihat betapa gemerlapnya lampu – lampu beach club dibawah sana, sangat indah. Lana kemudian memilih sebuah kursi kosong dengan asal disana, ia mencoba menghubungi Ryu namun tidak kunjung ada jawaban.
Ditengah – tengah lamunannya tiba – tiba saja ia mendengar debuman keras dari meja yang berjarak cukup dekat dengan nya. Seorang wanita paruh baya terlihat tersungkur dilantai, diikuti tangisan anak kecil didekatnya. Wanita berwajah oriental itu terlihat kesakitan memegang sebelah tangannya, Lana dengan cepat berlari kearah wanita paruh baya itu.
“ I’m so sorry madam “ ucap perempuan lain yang berlari mendekati wanita paruh baya itu sembari menggendong anak kecil yang menangis.
“ I’m okay, I’m okay “ jawab wanita paruh baya itu sambil bangkit berdiri, dibantu oleh Lana. Terdengar aksen bahasa yang begitu familiar ditelinga Lana, sesaat Lana menatap wajah cantik orang yang ia tolong itu.
" Apakah Nyonya baik – baik saja? Jari anda berdarah “ ucap Lana sembari menarik perempuan paruh baya itu agar duduk dikursi terdekat mereka.
“ Maaf saya tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi saya baik – baik saja “ ucap perempuan paruh baya dengan bahasa Korea pada translator di ponselnya, kemudian mengulurkannya pada Lana.
“ Ah, Nyonya orang Korea? Saya juga, apa yang terjadi sampai Nyonya terjatuh? “ kini Lana begitu antusias, ia seolah merasa bahwa dirinya sedang bertemu seseorang dari kampung halamannya.
“ Wah Nona juga dari Korea? Sangat melegakan! “ seru wanita itu kemudian.
“ Tadi nya saya ingin menghindari anak kecil yang berlarian tetapi rupanya tante kehilangan keseimbangan jadi terjatuh “ sambung wanita itu lagi.
“ Ah tangan Nyonya berdarah “ Lana menunjuk sobekan kecil pada jemari wanita itu.
Lana segera mengusap tangan wanita itu dengan tisu yang berada diatas meja, sedikit buru – buru ia membuka tas selempangnya dan mengeluarkan satu buah plester luka dari dalam dompet kecil berisi obat – obatan.
“ Saya selalu membawa ini kemanapun saya pergi Nyonya, jadi biarkan saya pasang untuk menutup luka Nyonya “ kata Lana meminta persetujuan wanita itu, dan perempuan itu mengangguk sembari tersenyum mengiyakan tawaran Lana.
“ Eomma, ada apa? “ suara berat lelaki terdengar menyapa telinga Lana saat ia tengah memasang plester luka ditangan wanita itu.
“ Ah Yoongi – ah! Eomma terjatuh karena tadi ada anak kecil berlarian “ jawab wanita disamping Lana itu dengan tenang.
Sesaat seorang pria yang wajah nya begitu sering Lana lihat mengisi berbagai acara ditelevisi, seorang pria pemilik suara khas yang juga bergabung dengan boyband ternama Bangtan Sonyeondan - BTS menarik kursi tepat diseberangnya. Sontak saja Lana terkejut\, sampai – sampai ia dengan refleks menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.
Pria bernama Min Yoongi itu baru saja tiba bersama tiga orang pria dan satu orang wanita lainnya lalu duduk bersama disana dan kesemuanya melempar pandangan matanya kearah Lana. Sembari membereskan dompet obat – obatannya Lana bangkit dari kursinya dengan begitu gugup, bahkan beberapa kali benda - benda yang ia pungut dari tangannya melesat jatuh berhamburan.
“ Nyonya jika demikian saya permisi “ meski tergesa – gesa Lana tidak lupa berpamitan pada perempuan yang ia tolong baru saja.
“ Terima kasih atas bantuannya Nona, tidak perlu terburu – buru. Ini adalah putra ku Nona, tidak perlu takut dan tergesa - gesa “ wanita paruh baya itu menarik tangan Lana dengan cepat.
“ Ah baik Nyonya, maafkan saya karena saya tidak tahu jika Nyonya adalah Ibu Tuan Min Yoongi. Jika begitu saya permisi Nyonya“ Lana menundukkan kepalanya dengan sopan, kemudian berlalu dari sana. Sementara Min Yoongi yang hendak mengucapkan terima kasih terlihat mengurungkan niatnya, sebab Lana sudah terlanjur berlalu dari mereka
Jantung Lana hampir lepas dari tempatnya, bagiamana tidak karena tanpa sengaja ia bertemu dengan Min Yoongi salah satu penyanyi kebanggaan Korea yang begitu ia idolakan. Lana mengingat tatapan mata Min Yoongi baru saja yang diarahkan kepadanya, benar – benar membuat kekuatan hampir luruh dari sekujur tubuhnya.
Cast
Min Yoongi
(Source : Internet)
dan biasanya Suga 🤣
kita satu server thorr kalo emang bias nya Suga 🤣🤣
tuing.... lampu hijau mulai menyala...
hai thor... maaf, baru bisa mampir lagi...