Cindi seorang gadis cantik yang dikagumi oleh banyak kaum adam.namun tak seorangpun yang bisa melelehkan hatinya yang dingin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak'e Dirayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#7
Rafa bertanya berkali-kali pada Cindi dimana alamat rumahnya,tapi Cindi malah tidak mendengarkannya. Cindi masih bingung dengan apa yang dikatakannya tadi,bagai mana bisa dia mengajak orang yang baru dikenalnya untuk menjadi kekasihnya?padahal dia tidak punya perasaan apa-apa pada Rafa.
Tiba-tiba motornya berbelok kesebuah basement Apartement.
"Eh...kok kesini?"tanya Cindi yang kebingungan. Sedangkan motor Rafa sudah berhenti dan sudah ia parkirkan.
"Tadi aku sudah tanya berkali-kali dimana alamat mu,tapi kamu malah diem aja,ya udah aku bawa ke Apartemenku"jawab Rafa sambil menuruni motornya.
"Udah...masuk aja...lagian aku gak bakal apa-apain kamu kok" sambung Rafa sambil menarik tangan Cindi.
Tapi Cindi malah mematung,seakan tidak mau mengikuti Rafa.
"Ayo....nanti kamu mau mati kedinginan? setelah kamu ganti baju nanti ku antar kamu pulang"bujuk Rafa. Cindi yang mulai merasa kedinginan akhirnya mengikuti langkah Rafa.
Sesampainya mereka diApartemen Rafa, Cindi hanya berdiri diam,dia tidak berani duduk disofa karna dia basah kuyup, takut mengotori sofa rafa.
"Duduk dulu...ku ambilkan handuk dan baju ganti"ucap Rafa sambil menuju kamarnya.
"Tidak...nanti sofa mu kotor"jawab Cindi.
"Sudah lah...tidak apa nanti juga dibersihin sama petugas" Rafa menaiki tangga menuju kamarnya.
"TApi ...."
Rafa yang tidak suka dibantah langsung kembali dan menuntun Cindi untuk duduk. Setelah memastikan Cindi untuk duduk,baru rafa kembali berjalan menuju kamarnya.
*apa dia tinggal sendiri?kenapa rumah ini sepi sekali?*ucap Cindi dalam hati. Mengedarkan pandangannya melihat seisi ruangan tersebut.
Tidak lama kemudian Rafa tiba-tiba melempar handuk pada Cindi.Sontak Cindi kaget karna handuk itu menutupi kepalanya.
"Kamu keringkan rambutmu dulu biar gak dingin. Aku mandi dulu...nanti kamu mandi setelah aku ya..." Ucap Rafa kembali lagi kekamarnya setelah Cindi menganggukan kepalanya.
Cindi mengangguk dan menjadikan handuk itu sebagai selimut.
Tidak lama Rafa keluar dan sudah bersih tapi rambutnya masih basah. Hingga titik-titik air dari rambutnya itu masih mengenai wajah tampannya. Biasanya kalau cewek lain yang melihatnya pasti sudah terpesona tapi beda dengan Cindi,dia terlihat datar saja melihat penampilan Rafa.
"Ini bajuku...aku gak ada baju cewe jadi kamu pake ini aja dulu...kamar mandi ada didalam kamar ku...kamu bisa mandi disana"
Cindi mengangguk dan menuju kamar Rafa sambil membawa handuk dan baju ganti yang diberi Rafa tadi.
Setelah mandi,Cindi keluar dengan memakai t-shirt yang big size buat Cindi. Karna baju yang dikasih Rafa kebesaran dipakai oleh Cindi, membuat gadis itu seperti tenggelam kedalam baju tersebut, panjangnya saja sampai selutut.
"Makan dulu Cin..."panggil rafa.
Cindi lalu menuju ruang makan yang tanpa sekat dengan dapur. Kemudian duduklah dia disalah satu kursinya dan kemudian Rafa hidangkan nasi goreng yang dibuat Rafa saat Cindi sedang mandi tadi.
"Aku baru liat orang pake baju kegedean tapi terlihat cantik..." Ucap Rafa dengan mengerlingkan matanya menggoda Cindi.
Cindi hanya diam dan melanjutkan makannya. Sedangkan Rafa hanya mengamatinya, mengagumi kecantikan Cindi dari dalam hati. Dia sangat ingin mencairkan es dalam hati Cindi yang seperti sudah membeku itu.
" Enak?" tanya Rafa memecah keheningan.
Cindi mengangguk "lumayan" ucapnya kemudian melanjutkan suapannya."kamu tinggal sendiri?" tanya Cindi masih merasa risih karna Rafa memperhatikannya tanpa berkedip.
"Tentu saja sendiri,memang mau tinggal dengan siapa?" tanya Rafa balik.
"Orang tuamu?" kembali Cindi bertanya.
"Mereka punya rumah sendiri" Rafa meneguk air putih didepannya.
Cindi manggut-manggut dan kembali dengan acara makannya.
"Memang kamu mau tinggal disini bersama?" goda Rafa dengan cengirannya.
Membuat Cindi memutar bola matanya jengah, seakan sudah terbiasa mendengar kata-kata Rafa yang tak masuk akal.
Happy reading semua...
Mohon krtik dan saran nya ya..
terimakasih
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.
Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.
Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.
AE Publishing Cab. Gresik
*paling lambat 15 Agustus 2023
safana jangaan mau dibatain tuntut terus seenak nya aja, kan dari awal safana sudah menolak,eh si brengseknya nya malah maksa dihh