Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.
Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.
Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?
Conquer me ~》Taklukan aku....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8🩷 Perselingkuhan membawa petaka
Dea duduk di taman kota, bersama satu cup matcha latte dingin siang itu. Lesnya urung, ponselnya bergetar tanda notifikasi masuk ia biarkan begitu saja.
Ia menangis sendirian, sesenggukan, diantara lirihnya gemericik dedaunan taman tengah kota, suara jalanan yang mendadak samar di telinganya.
Berkali-kali ia menyeka bibirnya dengan lengan sweater rajut, ia minum, dan ia tempelkan air embun di mulutnya, air hasil proses kondensasi uap air yang menjadi cair saat bersentuhan dengan udara hangat sehingga uap air kehilangan energinya, melambat dan menghasilkan tetesan air yang menempel di dinding cup matcha miliknya.
Bibirnya basah, lalu ia seka dengan tissue, ia gosok kasar sehingga liptin yang awalnya menempel di bibir telah ter-transfer seluruhnya ke tissue.
Yang hilang hanya jejaknya, hanya liptinnya, namun tetap...rasanya akan selalu membekas, bahkan ia merasa seperti bibir dan lidah Rifal masih senantiasa menja mahnya.
berulang kali Dea lakukan itu bahkan dengan air minum, tapi bukannya ia puas, justru ingatan itu, aroma bibir dengan lime---apple mungkin bekas ia menyesap alat vape masih terasa di hidung Dea.
"Jijik..." jeritnya membuat beberapa orang yang tengah merasakan tenangnya taman kota sambil rehat sejenak melirik ke arahnya aneh.
Kenapa tuh?
Rifal sudah pulang, seperti biasa....ia tak akan peduli sekalipun rumah sedang didatangi oleh tamu. Yang dilakukannya adalah melintas tanpa mau peduli, layaknya menjejaki ruang kosong.
*Cih, dasar anak kurang ajar*. Lirih wanita ular ini. Lama-lama ia muak juga oleh sikap Rifal. Namun Rifal, tak pernah peduli, menganggapnya hanya setan tak berbentuk disini.
Masuk dan menjatuhkan badannya ke ranjang, kali ini ia tidak tidur....pikirannya berisik dengan seluruh perasaan yang baru, perasaan bersalah lebih tepatnya. Padahal, biasanya ia akan menjadi tuan sadis yang tak peduli dengan apapun atau siapapun, termasuk dengan apa yang sudah ia lakukan pada orang lain sekalipun itu merugikan.
Diraihnya frame foto berukuran kecil dari samping, foto seorang gadis dengan rambut belah tengahnya nan pendek di bawah telinga. Dalam balutan seragamnya ia tersenyum manis, Rifal ingat, foto itu diambil saat Hana, ikut dengannya ke basecamp Thunderbolt, club atau bisa disebut geng motor yang sudah ia ikuti sejak jaman SMP kelas 1.
"Han, apa aku breng sek?" monolognya.
Lantas Rifal mengangguk membenarkan, "aku memang breng sek, Han. But, i can fix it." Lirihnya lagi.
Ia menelan salivanya, lantas menaruh kembali foto Hana di meja samping. Oh come on! Seorang Rifaldi Elvan Januar meminta maaf?
Tapi...
Wajah berkaca-kaca Dea dengan segala kekecewaan dan kemarahannya itu selalu membayangi. Ia salah mengira, tuduhannya itu, mungkin jika bicara dengan Rama, sudah pasti akan mengatakan jika itu fitnah. Dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Ia benci menyetujui itu, bergaul dengan Rama bikin hatinya geli, namun anehnya hatinya terikat dengan anak-anak itu.
.
.
Rifal sudah mengganti bajunya dengan t shirt, mengikat slayer di leher dan memakai jaketnya. Malam ini, ia sudah pasang nomor di race untuk hadiah satu juta, bukan soal uang tak seberapa namun nama eksistensi Thunderbolt, padahal ongkos memodifikasi motornya saja lebih dari hadiah.
**MIPA 3**
(**Rio de Janeiro**) *Sya, kata ayah gue kalo penyembuhan pasca operasi usus buntu begitu, minum kunyit*.
(***Vian gans***) *Lah, bukannya minum air campuran cacing ya*?
(***Tam Tama***) *🤣🤦 cacing buat mancing, yan*.
(***Ucup***) *Lah, minum air campuran cacing sekebon-kebonnya*.
(***Just\_Rama***) *Cacingnya Lo pake buat ikan, ikannya Lo makan. Begitu yang bener. Yang bagus itu, Lo minum jus kurma, sepohon-pohonnya, se-arab*.
(***Ande-ande lumut***) *ngga ada yang waras. 🤣 udah paling bener makan aja 3 kali sehari, Sya. Ngga usah di dengerin setan-setan ini*.
(***Read one***) *🤣 saran-saran menyesatkan*.
(***Hero Tian***)*kata dokternya tuh, hindari minuman yang mengandung asam, berkarbonasi dan berkafein. Bener kan, yank*?
(***Dian\_ucul***) *lah, masih nanya, perawat abal-abal.😳*
(***Me\_Merry***) *air putih udah paling bener sama kuah sayur bening*.
(***Bo\_Lang***) *lah, kuahnya doang? Terus dimana vitaminnya kalo kuah doang*? *Irit bener*
(***Vina***) *Tadi kan tanya nya minuman Lang, gue colok juga pake paku*.
(***Abay 21***) *colok aja Vin, pake paku bumi sekalian*. *Lagian ini ngomongin apa si anjirrr, usus buntu kok jadi cacing sama korma*?
(***Sheila\_Nara***) *air jahe, Sya. Anti inflamasi*.
(***Just\_Rama***) *sepohon-pohonnya*.
(***Rika alone) 🤣🤣***
(***Al Fajar***) *🤣🤣 masih bahas pohon*.
(***Tasya Mutz***) *aduhh, bisa stop ngga? Pengen ketawa anjirrr, sakit perut gue*.
(***Mutiara***) *tau, ni pada ngga ngakhlak. Fajarrrr*@***Al Fajar***, *uang kas belum 2 bulan sih*.
(***Rio de Janeiro***) *hadeuhhh, balik lah balik. Rentenir datang*.
(***Vian gans***) *🤣🤣🤣 bayar Jar*.
(***Al Fajar***) *Mut, cimut...elah, besok aja di sekolah*.
(***Mutiara***) *ah elah, tarsok...tarsok. Nunggak aja*.
(***Fal nak caem***) *Haha, bayar kamvret*.
(***Mutiara***) *om Fal juga belum loh bulan ini*.
(***Ig Susi cantik***) *nah kan kena semua. Masuk lagi ke liang Lo semua*.
(***Mita***) *😂*
(***Just\_Rama) 🕳️🐍***
(***Hero Tian***) *liang ular 🤣🤣*
(***Dian ucul***) *parah 🤣*
Vian
Fal, udah di track?
Rifal melirik sejenak pesan yang Vian berikan sesaat sebelum ia menenteng helm miliknya itu. Lantas langkah sepatu warrior itu menuruni anak tangga di saat hari sudah gelap.
Tanpa disadari jika papanya sudah pulang dan saat ini sedang memperhatikannya turun.
Ada lengu han berat dari pria paruh baya itu, "mau sampai kapan begitu terus?"
Rifal sedikit meringis tanpa ekspresi berlebih, bahkan dengan sengaja ia melakukan pemberontakannya itu di depan papa langsung, dengan menyesap alat vape yang menggantung di leher, "sampai kiamat."
"Anak si Alan. Ditanya bener-bener malah nganggap becanda. Yang bener kalo ditanya orangtua!" bentaknya dengan emosi yang telah kembali tersulut.
Rifal, ia telah kebal sebab dibentak, dimarahi dan umpati oleh papahnya adalah makanannya sehari-hari.
Ia melirik wajah mencibir si wanita ular di belakang badan papahnya, "abis dikasih ya, akur?"
Dan bugh!
"Si Alan kamu ya, lama-lama..." Rifal mendapatkan suguhan bogeman mentah dari sang papa, "siapa yang ngajarin, papa sekolahin kamu bukan cuma buat akademik, tapi adab, attitude dan bahasa kamu!!"
Rifal memegang pipinya yang terkena bogeman papa, ia anak kuat, ia anak lelaki, tidak boleh cepat tumbang.
Dan tak menanggapi sang papa, ia terus berjalan melewatinya begitu saja, keluar dari pintu dengan berbagai umpatan dan sumpah serapah papah.
Ma, maaf...ia hanya memejamkan mata sembari memasang helm di kepala. Masih terasa, dan teringat olehnya di ingatan sampai saat ini, rasa perih itu kala melihat papa bersama wanita itu.
Mama yang dilanda stress mengetahui perselingkuhan papa, kemudian penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh, justru terjadi komplikasi, mama berada di batas sabar dan mampunya hingga memutuskan untuk mengambil jalan pintas atas bantuan se tan pula, dengan menenggak sekaligus obat-obatan sampai overdosis.
Meninggalkannya seorang diri di dunia ini.
.
.
.
Dea ikut kalian aman, Dea kalian tahan, kalian gk selamat.
itu ketua Genk cuma lagi tatrum aja, bukan Maslah Gedhe kog
bukan Kirana kalian di halangi Genk motor tapi karena dea
jari nya di tahan, belum tau kenyataan nya kenapa Kirana memanfaatkan willy😁
aku yg nonton sambil nyemilin kacang
perlu kayak pernyataan.
kamu kan belum secara tega bilang Dea aku suka sama kamu, mau nggak kamu jadi pacarku.
cuma Hts, moro² cium paksa, tiba² ngajak jalan², tanpa diminta jadi donatur...
jangan salahkan Dea ,klo Dea nganggep kalian bukan siapa²
dari sini dea-rifal mulai landing 😁😁