Nichaela Rosabella adalah mahasiswi kaya raya yang dipuja karena kecantikannya, namun ia menyimpan rahasia kelam: di balik sikap manisnya di hadapan orang tua, ia adalah sosok yang manipulatif dan liar. Di balik kemewahannya, Nichaela memanfaatkan Braxton mahasiswa miskin penerima beasiswa yang juga pelayan pribadinya sebagai tempat pelampiasan amarah sekaligus kekasih rahasianya di malam hari.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika obsesi Nichaela pada pria idamannya, Bredth, kandas setelah pria itu justru memilih Micheala, anak pembantu yang polos dan sangat disayangi oleh orang tua Nichaela. Ketika cemburu buta dan tekanan emosional menghancurkan kendali Nichaela, Braxton terjebak dalam pusaran amuk sang nona, memicu konflik rahasia yang mengancam kehancuran mereka semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon msxeikapoison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Tersembunyi Di Balik Perjodohan
"Terima pernikahan itu. Biarkan Bredth berpikir bahwa anak di dalam kandunganmu adalah darah dagingnya," bisik Braxton dengan rasa percaya diri yang mengerikan. "Biarkan dia membesarkan anak kita dengan seluruh harta, fasilitas, dan kemewahannya. Dan disaat Bredth mewarisi seluruh kekayaan dan takhta keluarganya kelak... calon anak kita-lah yang akan memegang seluruh kekuasaan itu."
Nichaela terpaku. Napasnya tertahan saat mencerna setiap kata dari pria di hadapannya.
"Dengan begitu..." Braxton menyeringai dingin, matanya memancarkan kegelapan yang sempurna. "...dendammu pada Bredth tuntas tanpa sisa. Kau merebut seluruh masa depan keluarganya melalui anak kita, sementara aku... akan tetap menjadi satu-satunya pria yang memiliki tubuh dan hatimu di balik bayang-bayang."
Mendengar rencana jahat nan megah itu, kepanikan di mata Nichaela perlahan sirna. Tatapan ketakutannya berganti menjadi binar kegelapan dan kepuasan yang mendalam. Sebuah senyum tipis penuh racun terbit di bibir ranumnya.
Nichaela melingkarkan lengan mulusnya di leher Braxton, menarik pemuda itu ke dalam ciuman panas yang penuh gairah dan persetujuan rahasia.
Ciuman panas di dalam kabin sport car yang terkunci rapat itu perlahan terlepas, menyisakan napas Nichaela yang memburu halus. Rasa cemas dan penderitaan akibat pengumuman perjodohan tadi seketika menguap tanpa sisa, berganti menjadi sensasi dingin nan memabukkan dari rencana jahat yang baru saja dibisikkan Braxton.
Nichaela menyandarkan kepalanya di dada tegap Braxton, meresapi detak jantung pemuda yang selama ini dianggap mahasiswa miskin dari desa. Jemari lentiknya yang terawat membelai rahang tegas Braxton, menatap iris mata pemuda itu dengan pendar kekaguman yang pekat di dalam mata cokelatnya.
"Kamu miskin tapi otakmu tajam, Honey..." bisik Nichaela dengan suara parau yang amat manja, mengukir senyum tipis nan licik di bibir ranumnya.
Nichaela terkekeh pelan sebuah tawa renyah yang sarat akan racun kegelapan. "Membiarkan Bredth membesarkan darah dagingmu, memberi anak kita seluruh warisan dan kekayaan keluarganya, sementara dia sendiri sama sekali tidak tahu bahwa pria yang memberinya keturunan adalah mahasiswa yang selalu dia remehkan... Itu rencana yang sangat iblis, Braxton."
Braxton menyeringai rendah. Jemari kekarnya merosot turun, melingkari pinggang molek hourglass Nichaela dan meremasnya penuh kepemilikan.
"Aku belajar dari dewi terbaikku," balas Braxton rendah, mendaratkan kecupan hangat di sudut bibir ranum Nichaela. "Bredth pikir dia bisa mendapatkan segalanya hanya karena dia lahir dari keluarga kaya. Tapi dia tidak pernah tahu bahwa dia cuma akan menjadi pengasuh bagi keturunan kita."
Nichaela tertawa kecil, memajukan tubuhnya hingga dada sintalnya menekan rapat dada tegap Braxton. Sifat liarnya yang selama ini hanya ditunjukkan di balik pintu rahasia kembali mencuat.
"Kalau begitu... kita harus memastikan benihmu benar-benar jadi malam ini, kan?" goda Nichaela dengan kerlingan mata cengil yang amat nakal. Tangannya menyusup turun, meremas lembut kejantanan tebal Braxton yang mulai menegang di balik celananya. "Aku tidak mau ada kesalahan. Buat aku hamil anakmu malam ini juga, Braxton."
"Dengan senang hati, Baby," jawab Braxton penuh kepastian.
Tanpa buang waktu lagi, Nichaela menyalakan mesin mobilnya. Deru sport car putih mutiara itu menggema tajam membelah keheningan malam, melesat meninggalkan kediaman Mercy menuju apartemen rahasia mereka tempat di mana benih calon pewaris takhta kekayaan Bredth akan ditanam dalam gelora gairah yang tak terhentikan.
Beberapa minggu berlalu dengan cepat.
Rencana berjalan begitu mulus tanpa sedikit pun celah. Sesuai skenario, Nichaela mulai bersikap kooperatif dan menerima kehadiran Bredth dalam kehidupannya. Bredth yang merasa menang dan bangga karena berhasil mendapatkan dewi tercantik di kampus sama sekali tidak menyadari bahwa setiap kali ia mengajak Nichaela berkencan di siang hari, malam harinya Nichaela selalu menyerahkan seluruh tubuh dan kepasrahannya secara utuh kepada Braxton.
Hingga pada suatu pagi di apartemen rahasia, Nichaela keluar dari kamar mandi dengan langkah gemetar.
Tangan lentiknya memegang sebuah testpack putih. Di atas layar kecil alat tes kehamilan tersebut, tercetak dua garis merah tegas.