NovelToon NovelToon
Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Di dunia luar, Gabriel Alexius adalah ketua mafia paling ditakuti—dingin, kejam, dan tanpa ampun. Namun, takdir mempertemukannya dalam pernikahan rahasia dengan Aira, gadis biasa yang awalnya mengira suaminya hanyalah pria kaya yang polos dan sedikit konyol.

​Di rumah, Gabriel berubah drastis menjadi suami yang manja dan bucin setengah mati, bahkan rela bertingkah konyol demi membuat istrinya tersenyum.

​Semua kebohongan manis itu terbongkar saat Aira tak sengaja memergoki Gabriel dalam "mode monster" saat menghadapi musuhnya. Panik karena takut ditinggal, sang ketua mafia yang garang itu mendadak jadi panutannya yang paling penakut di hadapan sang istri.

​“Aira, aku bisa menghancurkan kota ini, tapi jangan minta aku hidup tanpamu!”

​Bagaimanakah kisah rumah tangga gadis biasa dengan pria paling berbahaya di dunia bawah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Pelayaran Menuju Pulau Impian

Suasana hangat di ruang kerja eksekutif itu perlahan kembali profesional setelah Felix, yang akhirnya berhasil menguasai diri, berdeham pelan untuk memecah keheningan romantis di antara pasangan suami istri tersebut.

​"Ehem. Maaf mengganggu momen manis Anda berdua, Tuan," ujar Felix seraya membetulkan letak jasnya. "Namun jet pribadi dan helikopter pengantar menuju yacht mewah di pelabuhan Mediterania sudah disiagakan. Semua dokumen perjalanan serta pengamanan jalur udara sudah rampung."

​Gabriel melepaskan pelukannya secara perlahan, namun jemarinya tetap menggegam erat jemari lentik Aira. Kacamata renang hiu hijau stabilo yang bertengger manis di kepala Aira bagaikan bando dadakan justru menambah kesan menggemaskan pada penampilan sang istri.

​"Bagus, Felix," sahut Gabriel dengan nada suara yang kembali tenang dan tegas, meski binar jenaka di matanya belum sepenuhnya padam. "Pastikan tidak ada penyusup atau wartawan yang melacak penerbangan kita. Ini penerbangan privat untuk liburan kami."

​"Siap, Tuan. Semuanya sudah diatur dengan ketat," jawab Felix sigap.

​Aira menatap suaminya dengan alis terangkat. "Tunggu, Gabriel... kita berangkat sekarang? Hari ini juga?"

​"Tentu saja, mìa carìssima!" jawab Gabriel antusias sambil mengedipkan sebelah matanya. "Untuk apa menunda kebahagiaan? Koper perlengkapan taktis—maksudku barang-barang konyol ini—sudah siap, koper pakaianmu juga sudah disiapkan oleh para pelayan di rumah. Kita hanya perlu melangkah naik ke pesawat!"

​Tanpa menunggu persetujuan lebih lanjut, Gabriel langsung merangkul pinggang Aira dan menuntunnya keluar dari ruangan, meninggalkan Felix yang menggeleng-gelengkan kepala sambil membawa dua koper 'taktis' berisi perlengkapan renang anak PAUD tersebut.

​Beberapa jam kemudian, perjalanan udara yang mulus menyambut mereka. Dari dalam jendela helikopter privat, mata Aira berbinar menyaksikan hamparan laut Mediterania yang membiru jernih dengan bukit-bukit karang indah yang berkilau diterpa sinar matahari sore. Di tengah lautan luas itu, tampak sebuah pulau pribadi yang sangat megah dengan pantai pasir putih yang membentang luas—persis seperti yang digambarkan Gabriel di peta tadi pagi.

​Saat roda helikopter mendarat mulus di helipad pribadi yang terletak di bagian utara pulau, Gabriel menjadi orang pertama yang melompat turun. Pria tegap berotot itu mengulurkan tangannya hangat, membantu Aira turun dari helikopter.

​Angin laut yang segar menyapa wajah Aira, menerbangkan helai-helai rambutnya lembut. Di hadapan mereka, berdiri sebuah villa mewah berarsitektur modern-klasik yang menyatu sempurna dengan keindahan alam sekitarnya.

​"Selamat datang di pulau kita, Sayang," bisik Gabriel tepat di telinga Aira, memeluknya dari belakang sambil menatap hamparan laut luas di depan mereka.

​Aira menarik napas dalam-dalam, merasakan kedamaian luar biasa yang sudah lama tak ia rasakan. Tidak ada kepulan asap senjata, tidak ada ancaman musuh, dan tidak ada rapat bisnis yang menegangkan. Hatinya membuncah oleh kehangatan dan rasa syukur atas perlakuan manis sang suami.

​Namun, keheningan romantisme itu tak bertahan lama.

​"Nah! Sekarang saatnya eksekusi rencana utama!" seru Gabriel tiba-tiba dengan nada penuh semangat.

​Ia langsung membalikkan badan, berjalan cepat menghampiri Felix yang baru saja menurunkan koper-koper dari helikopter. Tanpa rasa canggung sedikit pun, Gabriel menarik keluar pistol air raksasa berwarna merah muda bertekanan tinggi dari koper taktisnya.

​"Gabriel, kamu mau apa?!" tanya Aira panik bercampur tawa melihat suaminya sudah mengisi tangki pistol air itu dengan air bersih dari botol mineral.

​"Lari, Aira! Kalau kamu tertangkap dan kena tembak, kamu wajib menciumku sepuluh kali!" seru Gabriel sambil memompa pistol airnya dengan cengiran konyol yang sangat lebar.

​"Astaga, Gabriel! Kamu benar-benar konyol!" jerit Aira tertawa lepas sambil memutar badannya dan berlari kecil menuju tepi pantai pasir putih.

​Suara tawa renyah Aira menggema riang di sepanjang pesisir pantai Mediterania, beradu dengan suara gelombang laut yang tenang. Di belakangnya, sang Dark Lord yang ditakuti seluruh jaringan mafia dunia bawah tanah kini berlari-lari kecil mengejarnya sambil mengacungkan pistol air merah muda—sepenuhnya menjelma menjadi pria paling bahagia di dunia.

​Felix yang berdiri di kejauhan hanya bisa menyandarkan tubuhnya di helikopter, mengulas senyum tipis yang jarang sekali terlihat di wajah datarnya. Bagi Felix, melihat bos besarnya bisa tertawa selepas itu adalah sebuah keajaiban yang hanya mampu diciptakan oleh satu orang: Aira.

1
Chenyu Wang
mantap awal cerita sudah seru..
Chenyu Wang: sama2
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!