NovelToon NovelToon
Istriku Akhirnya Setuju Bercerai

Istriku Akhirnya Setuju Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Selama 365 hari, Arga hanya memiliki satu tujuan: menceraikan Nisa.
​Terjebak dalam perjodohan keluarga yang tak diinginkannya, Arga secara sepihak menganggap pernikahan mereka tak lebih dari sekadar "kontrak". Baginya, Nisa hanyalah penghalang yang merampas kebebasannya untuk bersama Adelia—satu-satunya wanita yang benar-benar ia cintai. Segala sikap dingin, pengabaian, hingga wacana perpisahan Arga lemparkan demi membuat Nisa menyerah.
​Dan malam itu, doa Arga terkabul.
​Sadar bahwa memperebutkan hati pria yang jelas-jelas dimiliki wanita lain adalah sebuah kesia-siaan, Nisa akhirnya berhenti berjuang. Tanpa air mata, tanpa perdebatan, dan tanpa drama, ia menandatangani surat cerai itu dan melangkah pergi membawa sisa harga dirinya.
Anehnya, saat keinginannya benar-benar terkabul, Arga justru menyadari satu hal. Dia tak bisa hidup tanpa Nisa.
​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Satu tetes. Hanya satu tetes air mata yang jatuh menodai kertas bermeterai itu, namun bagi Arga, rasanya seperti disiram seember air es tepat di ulu hatinya.

Pria itu terkesiap. Buru-buru ia mengusap pipinya dengan kasar. Basah. Jari-jarinya bergetar saat menatap jejak air mata di kulitnya sendiri.

"Tidak," desisnya parau, suaranya memecah keheningan ruang tamu yang tiba-tiba terasa seperti kuburan. "Ini gila. Kenapa aku harus menangis?"

Arga menelan ludah dengan susah payah, berusaha membuang sebongkah batu yang mendadak menyumbat tenggorokannya.

Ia menatap pantulan dirinya di cermin besar dekat foyer. Pria sukses, tampan, mapan. Pria yang baru saja memenangkan kembali kebebasannya. Ia harusnya tersenyum. Ia harusnya merayakan ini.

"Ini air mata bahagia," gumamnya, memaksakan seulas senyum kaku di depan cermin. "Ya. Aku menangis karena bahagia. Aku akhirnya terbebas dari wanita itu. Aku bebas. Aku bisa bersama Adelia. Ini adalah hari kemenanganku."

Ia mengulang kalimat itu berulang kali, layaknya rapal mantra untuk mengusir rasa sesak yang terus mencengkeram dadanya.

Tergesa-gesa, Arga meraih ponselnya dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Ia mencari sebuah nama di kontak, mengabaikan nama Adelia sejenak, lalu menekan tombol panggil.

"Halo, Riko? Kumpulkan anak-anak malam ini di lounge biasa," ucap Arga cepat, nadanya dipaksa terdengar ringan dan bersemangat. "Pesan meja VIP. Gue traktir semuanya sampai pagi. Ada hal besar yang harus kita rayakan."

Dentuman musik electronic dance mengentak dada, berpadu dengan kepulan asap rokok dan tawa riuh para pengunjung lounge eksklusif di pusat kota itu. Di sudut ruangan, di balik sofa kulit berbentuk setengah lingkaran, meja VIP itu sudah dipenuhi botol-botol minuman mahal.

Riko, Dimas, dan Bayu—sahabat-sahabat Arga sejak masa kuliah—sedang bersulang, merayakan kedatangan Arga. Namun, sang bintang utama malam itu justru terlihat seperti manekin hidup.

Arga duduk bersandar, memutar-mutar gelas kristal berisi cairan amber di tangannya. Tatapannya kosong, menembus lampu disko yang berkedip menyilaukan. Pikirannya tidak ada di sana.

Pikirannya masih tertinggal di rumah, pada aroma vanila yang menguar dari tubuh Nisa, dan pada suara roda koper yang menjauh membelah malam.

"Woi, Bos!" Riko menepuk pundak Arga dengan keras, menyentaknya dari lamunan. "Lo bilang mau merayakan sesuatu. Kenapa dari tadi muka lo ditekuk terus? Kayak orang habis kehilangan harta karun aja lo."

Dimas yang duduk di seberang meja ikut menyahut sambil tertawa kecil. "Palingan berantem lagi sama Nyonya Besar. Kenapa, Ga? Si Nisa bikin ulah lagi? Nangis-nangis lagi minta jatah waktu lo yang habis buat Adelia?"

Arga menatap Dimas sejenak, lalu menenggak isi gelasnya dalam satu tegukan kasar. Cairan beralkohol itu membakar tenggorokannya, tapi sama sekali tidak mengusir rasa dingin di dadanya.

"Nisa pergi," ucap Arga datar. Suaranya nyaris tenggelam oleh dentuman musik, namun cukup jelas untuk membuat ketiga temannya menoleh.

"Pergi ke mana? Minggat maksud lo?" tanya Bayu, meracik minumannya sendiri dengan kening berkerut. "Halah, paling besok pagi juga udah balik lagi, sujud-sujud di kaki lo."

Arga meletakkan gelasnya dengan keras ke atas meja. "Dia setuju cerai."

Hening.

Bahkan dentuman musik yang memekakkan telinga seolah mendadak sunyi bagi mereka berempat. Riko, Dimas, dan Bayu saling berpandangan dengan mata membelalak, seolah memastikan mereka tidak salah dengar.

"Serius lo, Ga?" Riko memajukan tubuhnya, menatap Arga dengan binar antusias.

Arga hanya mengangguk pelan. "Dia udah tanda tangan. Malam ini juga, dia angkat kaki bawa kopernya."

Satu detik. Dua detik.

Tiba-tiba, suara tepuk tangan bergemuruh dari ketiga pria itu. Riko bersiul nyaring, sementara Dimas mengangkat botol minumannya tinggi-tinggi.

"Gila! Akhirnya, Bro!" seru Dimas dengan tawa lebar. "Sumpah, ini berita paling bagus tahun ini! Akhirnya lo lepas juga dari perempuan gatal itu!"

Dada Arga mendadak berdenyut tidak nyaman mendengar kosakata itu. Perempuan gatal?

"Iya, anjir!" Riko menimpali, menggebrak meja dengan penuh semangat. "Gue dari dulu udah enek banget lihat tingkahnya. Udah tahu lo dari awal cintanya cuma sama Adelia, masih aja maksa nikah cuma karena perjodohan keluarga. Bener-bener nggak tahu malu tuh cewek. Ngerusak kebahagiaan orang aja!"

Arga mencengkeram lututnya sendiri di bawah meja. Entah mengapa, kalimat teman-temannya yang dulu selalu ia setujui, malam ini terasa seperti silet yang mengiris gendang telinganya.

Nisa tidak pernah memaksa. Nisa hanya patuh pada orang tuanya, sama sepertinya. Dan selama ini, Nisa tidak pernah merusak apa pun—wanita itu justru selalu memperbaiki hal-hal yang dihancurkan Arga di rumah tangga mereka.

"Eh, bentar, bentar," sela Riko, matanya menyipit dengan senyum penuh arti. "Kalian kan nikah setahun tuh, dan setahu gue kalian pisah kamar, kan? Lo nggak pernah nyentuh dia sama sekali demi menjaga hati Adelia, bener nggak?"

Arga tidak menjawab, hanya rahangnya yang kini mulai mengeras.

"Berarti..." Riko terkekeh jahil. "...lo ceraiin dia dalam keadaan masih perawan dong? Wah, parah lo, Ga! Rugi bandar! Setahun serumah sama cewek cantik tapi lo anggurin gitu aja!"

Tawa Dimas dan Riko meledak, berbaur dengan musik yang semakin menghentak keras. Arga hanya diam. Matanya mulai menggelap. Tangannya yang berada di atas meja perlahan mengepal, hingga buku-buku jarinya memutih.

Lalu, suara Bayu terdengar, menyelinap di antara tawa teman-temannya. Pria itu menyandarkan punggungnya di sofa, menyesap minumannya dengan senyum miring yang terlukis di bibirnya.

"Kalau beneran masih utuh dan kalian udah resmi cerai..." Bayu menatap Arga dengan pandangan meremehkan, "...boleh nggak, mantan bini lo itu buat gue aja?"

Darah Arga serasa berhenti mengalir. Ia menoleh perlahan ke arah Bayu, matanya setajam belati yang siap menghunus.

"Gue penasaran banget, Ga, gimana rasanya tuh perempuan," lanjut Bayu tanpa dosa, sama sekali tidak menyadari aura membunuh yang menguar dari tubuh Arga. "Jujur aja nih ya, meski gue tahu dia cuma istri kontrak lo, tapi dari dulu gue merhatiin... bodinya dia hot banget, Bro. Montok, pas gitu di pelukan. Sayang banget kan kalau janda kembang kayak gitu di anggurin kelamaan? Mending buat gue buat main-main se—"

PRANG!

Suara pecahan kaca terdengar begitu memekakkan, membelah musik yang berdentum, menghentikan tawa Riko dan Dimas dalam hitungan detik.

Segalanya terjadi begitu cepat. Tubuh Bayu terpelanting ke sandaran sofa dengan mata membelalak lebar. Darah segar menetes perlahan dari pelipisnya, mengalir membasahi kemeja mahalnya.

Di seberang meja, Arga berdiri dengan dada naik turun, napasnya memburu seperti singa liar yang baru saja dibangunkan dari tidur panjangnya. Di tangan kanannya, ia masih menggenggam pecahan leher botol vodka yang baru saja ia hantamkan tanpa ampun ke sisi kepala Bayu. Serpihan kaca berserakan di atas meja, bercampur dengan cairan alkohol dan darah.

Suasana mendadak hening mencekam. Pengunjung di meja sebelah mulai menjerit tertahan dan menyingkir. Musik masih berputar, namun tidak ada satu pun dari Riko, Dimas, atau Bayu yang berani bernapas lega. Mereka mematung, ngeri melihat tatapan Arga yang benar-benar gelap dan kehilangan akal sehat.

Arga mencondongkan tubuhnya ke depan, menunjuk tepat ke wajah Bayu yang kini pucat pasi menahan sakit dengan ujung pecahan botol bergerigi.

Tangannya tidak bergetar sedikit pun.

"Ngomong sekali lagi soal Nisa..." desis Arga, suaranya sangat pelan, sangat rendah, namun memancarkan ancaman mematikan yang membuat bulu kuduk ketiga temannya meremang, "...gue habisin lu detik ini juga, bangsat!"

1
Bella. pr1ncess
males thor kalau nisa mau kembali sama arga padahal kan arga udah berzina sama adel kenapa tidak ada tokoh wanita yg trgas disetiap cerita sih. yg ada hanya wanita yg mengalah menye menye bosan
Bella. pr1ncess
tolong jangan k mbalikan nisa sama arga thor kalau nnti nisa balek sama arag aku udah gak minat baca
Bella. pr1ncess
bangkitlah nisa kamu masih muda jemputlah takdirmu sendiri lepaskan bebanmu semoga kamu sudah tidak mau kembali pada laki2 durjana seperti arga
Bella. pr1ncess
heh laki2 bulshit dia yg minta cerai setelah nisa mengabulkan malah marah memang laki2 hanya kamu semoga nisa vertemu laki2 baik setelah berpisah dari arga
Bella. pr1ncess
bagus nisa jadilah wanita yg tegar jangan menye2 raihlah bahagiamu sendiri jangan terus mau diinjak lelaki durjana
Turi77 Turi77
Next selanjutnya thor 🥰
merry
jgn mau rujuk nisa laki murahan kyk segala gk pnts di perjuangkan,,
Adinda
bongkar aja lngsung sama keluarganya arga jangn mau dimanfaatin
Turi77 Turi77
skrng Arga bkn,suami km lg Nisa dri pda menutupi lbh baik jujur apapun kondisi Kakek Arga,
biar kedua orang tuanya thu kelakuannya selama mnjdi suami km nis😡
Mundri Astuti
ancem aja nis....kamu beberin selingkuhan Arga klo ga ngomong sama keluarganya
ryuka
baguussss.. dijamin seruu..
aku suka karya2 mu thoorrr
semangat berkarya terus ya thorrrr
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥 semangat nisaa 👍👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
bagus Nis harus tegas👍🏻👍🏻👍🏻
Adinda
buat keluarga arga tau biar arga dimiskinkan biar belang pelakor ketahuan
Turi77 Turi77
Alhamdulillah akhirnya cerai jga, semoga setelah ini hari mu selalu bahagia lahirdan batin Nisa 🫰🥰....janda rasa perawan mkn kedepan 🥰🥰🥰💪💪💪
MamDeyh
Nahhhhh mantaap ortu sama kakek nya dtg
ryuka
kamu ga akan pernah menang batu kali/Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/
Sri Widiyarti
Alhamdulillah ketahuan....
Enz99
Bagus
Heni Fitoria
nah lho ketahuan....
asyik....
hajar Bu, Pak anakmu perlu dikasih pelajaran klu perlu usir dr rumah , sita semua aset si Arga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!