NovelToon NovelToon
Akhirnya Menemukan Mu

Akhirnya Menemukan Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Call Me Nunna_Re

Haikal yang sebelumnya impotent tiba-tiba menjadi pria normal saat bertemu Laura...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Call Me Nunna_Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Flashback On....

Kamar utama hening. Hanya terdengar detik jam di dinding. Sagita duduk di tepi ranjang, wajahnya penuh kecewa. Di sampingnya, Haikal terbaring lemah, menutup wajah dengan lengan.

“Sudah cukup, Mas,” suara Sagita dingin, penuh kekecewaan. “Berhenti memaksa kalau akhirnya hanya bikin Aku sakit hati.”

Haikal hanya diam. Nafasnya berat. Ia ingin berteriak bahwa ia sudah berusaha, bahwa dirinya tadi sebenarnya sempat merasa normal… tapi kata-kata itu terhenti di tenggorokannya. Ia tahu itu hanya akan terdengar seperti alasan.

"Maaf Gita, tapi...tadi aku merasa seperti laki-laki normal." Ucap Haikal yang mendapatkan tatapan sinis dari Sagita.

"Jadi maksud kamu, kamu nggak normal jika ada di depan aku,apa Aku nggak sebegitu menariknya di mata kamu Mas.Aku ini model Mas,Aku memiliki tubuh yang bagus,bahkan tubuhku ini merupakan idaman wanita di luar sana.Lalu kamu terang-terangan mengatakan Jika kamu merasa tidak normal jika berada di dekat aku." Ujar Gita tidak terima. Alasan saja kamu Mas,Bilang saja kalau sebenarnya kamu itu memang bukanlah laki-laki normal.Kenapa kamu nggak coba saja dengan sekretaris pribadi kamu, siapa tahu saja dengannya otong letoy kamu itu bisa berdiri."sarkas Sagita membuat harga diri Haikal tercabik-cabik. Terang-terangan Sagita mengatakan jika Haikal bukanlah laki-laki normal,Bahkan ia terang-terangan mengatakan jika Haikal mungkin saja tertarik dengan sesama jenis.

"Tajam sekali mulut kamu Sagita,Apa pantas kamu berkata seperti itu kepada suami kamu sendiri."ucap Haikal yang merasa tidak terima dengan semua perkataan Sagita.

"Kenapa memangnya,kenyataan kan apa yang barusan aku bilang. Kamu itu laki-laki nggak normal. Sebaiknya kamu konsul ke dokter sebelum penyakit kamu ini semakin parah." Sindir Sagita yang membuat Haikal meremas ujung buat baju tidurnya dengan tangan terkepal.

Dengan kesal, Sagita bangkit dari ranjang. Ia berjalan menuju lemari, mengambil gaun ketat warna hitam yang jarang ia kenakan di rumah. Tangannya gemetar menyalakan ponsel, mencari sebuah nama di daftar kontak.

“Ya… aku datang sekarang. Tunggu di Hotel X.” Nada suaranya datar, nyaris tanpa emosi.

Haikal mendengar samar-samar. Dadanya terasa ditusuk. Ia ingin bertanya, ingin menghentikan, tapi bibirnya terkunci. Ia tahu, Sagita tak sedang bercanda.

Sagita berdiri di depan cermin, merapikan riasan tipis, lalu meraih tas tangan. Ia bahkan tak menoleh ke arah Haikal.

“Mas tidur saja. Jangan tunggu aku pulang,” ucapnya dingin.

"Kemana kamu malam-malam begini Gita."

"Mencari yang gak akan aku dapatkan dari kamu." Ketua Gita.

Pintu kamar berderit, lalu tertutup keras. Haikal terduduk di ranjang, wajahnya pucat. Tangannya mengepal.

“Astaga… Gita… kenapa sampai seperti ini…apa sebegitu tersiksanya kamu dengan keadaan aku yang seperti ini. Aku juga ingin bisa memuakan kamu, menjadi laki-laki seutuhnya, tapi... entah kenapa aku gak bereaksi dekat kamu, justru aku bereaksi jika dekat dengan Laura. Apa sebenarnya yang salah dengan ku.” gumam Haikal penuh sesal. Hotel X terus terngiang di telinga nya. itu artinya istrinya Gita sudah bermain api di belakangnya dengan laki-laki lain.laki-laki yang bisa memberikannya sesuatu yang tak bisa diberikan oleh Haikal. Haikal berteriak keras sembari meremas rambutnya dengan kuat hingga, bayangan Laura yang mengenakan handuk kembali melintas di benaknya.

Sementara itu di hotel X...

Lampu kamar hotel remang-remang. Sagita masuk, disambut seorang pria bertubuh atletis dengan senyum penuh gairah.

“Sayang…” pria itu memeluknya erat, seolah sudah lama menunggu.

"Maaf ya Beb aku lama."ucap Gita manja.

" Nggak apa-apa sayang, pokoknya Malam ini aku akan membuat kamu menjerit kenik makan sampai pagi."

tanpa aba-aba lagi laki-laki tersebut langsung menyerang Sagita dengan begitu brutalnya, Iya langsung melu mat bibir Sagitadengan penuh nafsiong, membuat Sagita merasa melayang di udara,karena laki-laki yang bersamanya itu benar-benar tahu titik sensitif yang dimiliki oleh Sagita.

"Eughhhh....."Er ang Gita dan mulai mele pas pak aian mereka satu persatu hingga tak tersisa satu helai benang pun.

"Kamu sexyong sekali sayang." Puji laki-laki itu.

"Hmmpphhhh" leng uh Gita saat laki-laki itu mer emas gun dukan ke nyal Gita yang pas di tangan nya.

"Ahhh... Ni kmat sekali Beb, kamu memang hebat. Beda sama suami ku yang letoy itu." Puji Gita.

"Nikmatilah sayang." Ucap Laki-laki yang bernama Reza itu sembari menghisap pentil coklat milik Gita yang membuat wanita itu mem busung kan dada nya merasakan ken ikmatan yang luar biasa.

"Ma sukin beb." Pinta Gita penuh harap karena ia sudah tidak tahan melihat tombak pusaka Reza yang begitu besar dan keras.

"Kamu yakin?" Ucap Reza mempermainkan Gita.

"Cepetan Beb...." Desak Gita.

Jleb...

"Eughh....." E rang Gita mendongak.

"Uuh... Kamu legit banget sayang. Aku bener-bener beruntung bisa menikmati semua nya dengan kamu malam ini.

"Eughh...Oh.... Lebih cepat Beb, aah....." Ruangan itu menjadi saksi bisu akan apa yang di lakukan oleh Gita dengan selingkuhan nya.

Dan malam itu, Sagita menyerahkan dirinya sepenuhnya. Semua amarah, frustasi, dan kekecewaan pada Haikal ia lampiaskan pada pelukan lelaki lain.

Hotel X dipenuhi cahaya lampu remang yang menyoroti kamar mewah di lantai atas. Tirai tebal menutup rapat jendela, menyembunyikan rahasia yang sedang berlangsung di dalam.

Sagita terbaring di atas ranjang, napasnya memburu setelah memperoleh pelepasan entah yang keberapa kali nya. Reza, pria muda dengan tubuh kekar dan senyum penuh gairah, menatapnya penuh lapar.

“Gita…” bisiknya serak, “kamu cantik banget malam ini. Aku gila kalau lama-lama jauh dari kamu.”

Sagita menatapnya, bibirnya sedikit terbuka. Ada rasa bersalah yang sekilas menyelinap, tapi segera lenyap ketika tangan Reza menyusuri tubuhnya.

“Reza…” ia mendesah, suaranya parau. “Aku butuh kamu malam ini. Ayo habiskan malam ini dengan keringat kenikmatan. Cuma kamu yang bisa membuat ku terbang melayang seperti tadi Beb. Aku bener-bener merasa puas dan ketagihan.”

Reza mendekat, menempelkan tubuhnya ke tubuh Sagita. Keduanya larut dalam pelukan panas, ciuman yang begitu rakus hingga membuat udara kamar seolah kembali membara.

Bunyi ranjang berderit pelan, bercampur dengan tarikan napas yang berat. Gairah Sagita meluap, dilepaskan tanpa kendali.

“Ahh... Beb…” bisiknya, setengah sadar. “Kenapa aku baru merasa hidup saat bersamamu?”

Reza menatap matanya lekat-lekat, kemudian tersenyum penuh kemenangan. “Karena aku tahu apa yang kamu mau, Gita. Aku tahu cara buat kamu bahagia.”

"Ahh... Nik...mat...aku...mau lagi beb..."

"Dengan senang hati sayang. jangan salahin aku ya kalau besok kamu nggak bisa jalan." Bisik Reza.

Malam itu, Sagita menyerahkan seluruh dirinya, menenggelamkan hati dan tubuhnya dalam perselingkuhan yang ia tahu terlarang, tapi tak kuasa ia hentikan.

Flashback Off....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!