NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

‎"Rekayasa? Tidak benar?!"

‎‎Suara berat dan dingin Zeffrano meledak membelah udara, membuat dinding ruangan seolah ikut bergetar. Dia menghentakkan telapak tangannya kuat ke permukaan meja kaca hingga berbunyi nyaring, mata tajamnya menatap kedua orang di hadapannya dengan pandangan seolah sedang menatap dua serangga kotor yang patut diinjak hingga hancur.

‎‎"Kalian benar-benar hebat dalam beralasan, ya? Di depan kami mulut kalian manis sekali, tapi di belakang? Kalian merencanakan penipuan yang terencana, terstruktur, dan sangat kejam!" Zeffrano berdiri perlahan, tubuh tingginya menjulang tinggi, bayangannya menutupi separuh meja hingga membuat Tuan Hendrawan dan Rafael merasa seolah terkurung dalam kegelapan yang menyesakkan.

‎‎"Kalian pikir kami sama bodohnya dengan yang kalian bayangkan? Kalian pikir dengan hanya menyusun kertas yang rapi, dengan angka yang disusun indah, kami akan langsung menelan bulat-bulat semua kebohongan itu? Kalian meremehkan Mahesa Group, kalian meremehkan sistem kami, tapi yang paling bodoh dari semuanya... kalian berani meremehkan Aruna!"

‎‎Zeffrano melangkah maju satu langkah, setiap langkahnya terasa seperti palu yang menghantam dada kedua orang itu. Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi amarah yang nyata, urat lehernya menonjol menahan emosi yang meluap-luap.

‎‎"Kalian tahu apa yang kalian lakukan itu namanya apa? Itu namanya PENGKHIANATAN! Kami beri kalian kepercayaan, kami beri kalian kesempatan besar untuk tumbuh bersama kami, kami buka pintu kemakmuran lebar-lebar untuk kalian. Tapi apa balasan kalian? Kalian malah menggerogoti tubuh perusahaan ini dari dalam, mencuri uang yang bukan hak kalian, menggunakan bahan sampah yang bisa merusak nama baik kami yang sudah kami bangun puluhan tahun lamanya!"

‎‎Suara Zeffrano menggelegar, penuh tekanan yang membuat kedua lutut Tuan Hendrawan gemetar hebat. Dia tidak pernah melihat Zeffrano semarah ini. Sosok yang selama ini dikenal dingin namun terkendali, kini berubah menjadi sosok yang mengerikan, siap menghancurkan siapa saja yang berani mengganggu apa yang menjadi miliknya.

‎‎"Dan kamu, Rafael..." Zeffrano menunduk sedikit, menatap tepat ke manik mata pemuda itu yang sudah penuh ketakutan. Pandangannya begitu tajam, seolah ingin membakar hidup-hidup orang itu di tempat.

‎‎"Kamu yang paling menjijikkan dari semuanya. Kamu datang mendekat dengan wajah polos, kamu bermain-main dengan perasaan Aruna, kamu menggunakan cintanya, kebaikannya, dan kepercayaannya hanya sebagai jembatan untuk mencapai kekayaan kami. Kamu pikir memanfaatkan perasaan wanita yang tulus itu adalah cara yang hebat untuk menjadi kaya?"

‎‎Zeffrano tertawa dingin, tawa yang penuh rasa jijik dan kemarahan.

‎‎"Kamu salah besar, Rafael. Sangat salah. Selama ini kami diam dan membiarkan kalian bergerak... bukan karena kami tidak tahu atau bodoh. Tapi karena kami ingin melihat sampai mana batas keserakahan kalian, sampai mana kalian berani melanggar, dan sampai kapan kalian berani berpura-pura di depan kami. Dan hari ini, hari inilah puncaknya. Kalian sudah mengumpulkan cukup banyak bukti kejahatan kalian sendiri, dan sekarang... saatnya kalian membayar semuanya dengan harga yang sangat mahal."

‎‎Tuan Hendrawan terhuyung mundur, punggungnya menempel kuat ke sandaran kursi, wajahnya pucat pasi seperti mayat hidup.

‎‎"T-Tuan Zeffrano... kami mohon... ini kesalahan kami... kami minta maaf... kami akan kembalikan semua uangnya... kami akan ganti rugi sebesar apapun yang kalian minta... jangan hancurkan kami, kami mohon..." rengek Tuan Hendrawan dengan suara parau, harga dirinya yang tinggi lenyap seketika digantikan oleh rasa takut yang luar biasa.

‎Rafael pun ikut gemetar hebat, keringat dingin mengalir deras membasahi seluruh tubuhnya. Dia menatap Aruna dengan pandangan memohon, air mata mulai menggenang di matanya.

‎‎"Aruna... Kumohon, dengarkan aku... Aku minta maaf... Aku salah... Aku tergoda... Aku janji tidak akan mengulanginya lagi... Tolong bicara pada mereka, Aruna... Kamu tahu aku sayang padamu... Kamu tahu aku tidak bermaksud menyakitimu... Kumoh..."

‎‎"DIAM!"

‎‎Teriakan Aruna memotong kata-kata Rafael dengan tajam, suara wanita itu keras, tegas, dan penuh amarah yang sudah tertahan begitu lama. Matanya menatap Rafael dengan pandangan benci yang begitu nyata, pandangan yang sama sekali tidak lagi mengenali sosok orang yang pernah dia cintai dulu.

‎‎"Jangan pernah lagi berani mengucapkan kata sayang atau cinta di depanku! Mulutmu itu penuh dengan racun, setiap kata yang keluar darimu hanyalah kebohongan belaka! Kamu bilang kamu tergoda? Itu bukan alasan, Rafael! Semua yang kalian lakukan itu sudah direncanakan sejak awal, semuanya sudah kalian susun dengan rapi untuk menjebakku dan merugikan perusahaan ini!"

‎‎Aruna menunjuk tumpukan berkas bukti di meja dengan tangan yang sedikit gemetar karena emosi.

‎‎"Kalian pikir dengan mengembalikan uang curian itu, semua kesalahan kalian hilang begitu saja? Kalian salah! Kerusakan yang kalian buat bukan hanya kerusakan materi. Kalian sudah merusak kepercayaan, kalian sudah mencoreng nama baik Tuan Zeffrano dan Mahesa Group. Dan hal itu tidak akan pernah bisa dibayar dengan uang berapa pun jumlahnya!"

‎‎Aruna menarik napas panjang, berusaha menenangkan dirinya, lalu menoleh ke arah petugas berwenang yang berdiri siap di dekat pintu. Wajahnya kembali berubah dingin dan tegas, tanpa sedikit pun rasa iba.

‎‎"Petugas, bawa mereka. Berdasarkan bukti-bukti sah yang ada di tangan kami, Tuan Hendrawan dan Rafael kami laporkan atas tindak pidana korupsi, penggelapan aset perusahaan, dan penipuan berencana. Segala aset milik mereka, baik itu atas nama pribadi, keluarga, maupun kerabat, segera bekukan dan sita untuk membayar ganti rugi kepada Mahesa Group. Lakukan proses hukum seberat-beratnya tanpa ada keringanan sedikitpun."

‎‎"Baik, Nona Aruna," jawab salah satu petugas dengan suara tegas, lalu segera melangkah maju.

‎Melihat petugas mendekat dengan borgol di tangan, wajah Tuan Hendrawan dan Rafael berubah takut dan panik. Mereka meronta sedikit, berusaha mencari jalan keluar, namun kekuatan mereka tidak ada artinya di hadapan petugas dan di hadapan hukum yang sudah siap menjerat mereka.

‎"Tidak! Jangan! Kami tidak mau ditangkap! Lepaskan aku! Aruna! Zeffrano! Kalian tidak bisa melakukan ini pada kami!" teriak Rafael histeris saat kedua tangannya dibelenggu erat ke belakang punggungnya. Suara teriakannya bergema keras di ruangan, namun tidak ada satu pun orang yang merasa kasihan.

‎‎Zeffrano menatap mereka yang sedang digiring keluar dengan pandangan datar, dingin, dan tanpa perasaan sedikitpun. Bagi pria itu, dua orang di depannya ini sudah tidak lebih dari sekedar sampah yang harus dibuang.

‎‎"Bawa keluar," perintah Zeffrano singkat.

‎‎Setelah suara langkah kaki dan teriakan mereka menghilang di balik pintu yang tertutup rapat, suasana ruangan kembali menjadi hening. Tekanan udara yang berat perlahan menghilang, digantikan oleh rasa lega.

‎‎Zeffrano kembali duduk di samping Aruna, lalu perlahan meraih tangan wanita itu, menggenggamnya erat dan hangat. Dia melihat mata Aruna yang sedikit berkaca-kaca, bukan karena sedih, tapi karena rasa lega yang akhirnya datang setelah sekian lama menahan semuanya sendirian.

‎‎"Sudah selesai," bisik Zeffrano lembut, jari jempolnya mengusap punggung tangan Aruna. "Mereka sudah mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan. Keadilan sudah berpihak padamu. Dan mulai hari ini, tidak akan ada lagi orang yang berani menyakitimu."

‎‎Aruna menoleh, menatap Zeffrano dengan senyum tulus yang begitu indah, senyum yang akhirnya kembali terbit setelah sekian lama tertutup oleh rasa curiga dan amarah. Dia mengangguk perlahan, lalu menyandarkan kepalanya di bahu pria itu dengan rasa aman yang utuh.

‎‎"Terimakasih, Zeffrano. Terimakasih sudah selalu ada di sampingku, terimakasih sudah membantuku membuktikan kebenaran ini. Tanpamu, aku mungkin tidak akan sekuat ini."

‎‎Zeffrano tersenyum, lalu mengusap lembut rambut hitam Aruna.

‎"Kamu salah, Aruna. Kamu sendirilah yang kuat. Aku hanya orang yang beruntung karena diberi kesempatan untuk berdiri di samping wanita sekuat dan sebaik dirimu."

-

-

-

Tania baru saja keluar dari ruang rapat direksi, dengan langkah santai dan senyum puas yang masih menghiasi diwajahnya. Dia membayangkan rencana-rencana besar, kemewahan yang akan kian bertambah, serta posisi tinggi yang akan dia sandang sebagai istri Rafael nantinya - calon orang nomor satu di jajaran mitra terbesar Mahesa Group.

Tiba-tiba, ‎‎seorang pria berusia 48 tahun berjalan tergopoh-gopoh ke arahnya. Wajahnya tampak pucat dan panik.

‎‎"Nona Tania, gawat! Tuan Hendrawan dan Rafael ditangkap!"

‎Tania segera menghentikan langkahnya, terkejut bukan main.

‎"Apa... kamu bilang apa? Coba ulangi sekali lagi!" suara Tania keluar bergetar, matanya membesar menatap sekretaris yang berdiri di depannya dengan wajah pucat ketakutan.

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
🔥Violetta🔥: Kangen belaian plus belalai dia kak ,🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
nikah aja dah.. mending mereka nikah biar gak jadi masalah setelahnya
〈⎳ FT. Zira
puas puasin dah mau ngapain aja gak ada yg larang
〈⎳ FT. Zira
nampar doang mah napa gak berani
〈⎳ FT. Zira: hilanglah masa depan🤧🤧
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
makin berani aruna🤣
🔥Violetta🔥: Biar Zeff meleleh' 😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
percaya saja pada kemampanmu, ada Zef yg siap berdiri di garda depan ini
W I 2 K
sok suci banget Rafael... lah km aja peluk sana peluk sini sm cewek lain loh...
W I 2 K: du du du.... ngalamat viral nanti lipen gosong.... 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!