NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Suasana ruang pemeriksaan berubah semakin berat setelah semua fakta itu terbuka. Annisa masih duduk diam dengan mata memerah. Sementara, Dokter Erika terlihat benar-benar marah membaca hasil pemeriksaan dan riwayat medis Annisa.

Namun, di tengah suasana itu Emran Richard akhirnya membuka suara.

“Jangan beri tahu Emeli tentang hasil pemeriksaan ini.”

Dokter Mario dan Dokter Erika langsung menoleh bersamaan. Tatapan Emran dingin dan tajam.

“Biarkan dia berpikir semuanya masih aman.”

Dokter Mario perlahan mengerti arah pemikiran pria itu.

Emran melanjutkan tanpa perubahan ekspresi sedikit pun, “tapi saya ingin proses etik dan investigasi internal segera dimulai.”

Tatapannya berubah semakin gelap.

“Dan Dokter Emeli harus dikeluarkan dari rumah sakit ini!"

Annisa perlahan mengangkat wajahnya. Dokter Erika mengernyit serius.

“Kalau bukti manipulasi medisnya lengkap...” katanya hati-hati, “izin praktiknya memang bisa dicabut.”

Emran langsung menyela dingin,

“Cabut!” Tegas Emran tanpa basa basi.

“Saya tidak ingin wanita seperti itu menyentuh pasien lagi, pastikan setelah ini ... dia tidak bisa membuka praktik di mana pun.”

Napas Annisa langsung tercekat kecil. Emran tidak hanya ingin menghukum Emeli. Pria itu ingin menghancurkan seluruh masa depan wanita itu.

Dokter Mario terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pelan.

“Kalau semua bukti lengkap...” katanya serius, “kami bisa membawa ini ke dewan etik kedokteran.”

“Bagus," Emran menjawab singkat.

“Lakukan!” Tatapan pria itu begitu dingin sampai suasana ruangan terasa menekan.

Sementara, Annisa diam-diam menatap Emran cukup lama. Wanita itu benar-benar sadar, balas dendam Emran bukan tipe amarah yang meledak-ledak. Melainkan sesuatu yang perlahan menghancurkan hidup lawannya sampai tidak tersisa apa pun lagi.

Suasana ruangan masih dipenuhi ketegangan setelah keputusan tentang Emeli dibahas.

Namun, saat Annisa Erlangga hendak turun dari ranjang pemeriksaan, Dokter Erika kembali membuka hasil pemeriksaannya lebih teliti.

Kening dokter itu perlahan berkerut.

“Hm...”

Annisa langsung kembali tegang.

“Ada masalah lagi, Dok?”

Dokter Erika menatap layar monitor beberapa detik sebelum akhirnya berkata serius,

“Mulai sekarang berhenti meminum obat pencegah kehamilan.”

Annisa langsung membeku.

“A-apa?”

Tatapan Emran ikut berubah tajam. Dokter Erika kemudian memutar layar sedikit sambil menjelaskan,

“Saya melihat kondisi rahim Anda sedikit kering.”

Napas Annisa langsung tercekat.

“Biasanya...” lanjut dokter itu hati-hati, “kondisi seperti ini terjadi pada pasien yang terlalu sering atau terlalu lama mengonsumsi obat pencegah kehamilan tertentu.”

Wajah Annisa perlahan memucat.

“Aku ... tidak pernah membeli obat seperti itu sendiri.”

Semua orang langsung memahami sesuatu. Tatapan Emran berubah gelap dan tangan Annisa mulai gemetar kecil. Semua obat yang diminumnya berasal dari pemeriksaan dan resep Emeli.

Dokter Erika menarik napas pelan sebelum melanjutkan,

“Kalau terus dikonsumsi...” sorot matanya serius, “ke depannya Anda memang bisa semakin sulit hamil.”

Annisa syok, "tidak mungkin...”

“Untung kondisinya belum terlalu parah,” ujar Dokter Erika cepat. “Masih bisa ditangani ... namun Anda harus menjalani prosedur penyubur rahim dan terapi hormon ringan.”

Annisa terlihat sangat marah, begitu juga dengan Emran. Seseorang benar-benar berusaha menghancurkan masa depannya sebagai seorang wanita. Dan itu dilakukan perlahan selama bertahun-tahun.

Kali ini, Emran sangat marah karena yang dilakukan Emeli percobaan merusak hidup Annisa secara permanen. Ucapan Dokter Erika membuat suasana ruangan berubah sangat dingin. Annisa masih terduduk lemas dengan wajah yang menyimpan amarah dalam dirinya.

Emosi Emran Richard benar-benar terlihat pecah. Tangannya menghantam meja kecil di samping hingga Dokter Mario tersentak. Tatapan Emran berubah gelap penuh amarah.

“Apa dia sudah gila?!” Suara pria itu tinggi dan begitu menakutkan.

Rahangnya mengeras kuat menahan emosi yang sejak tadi dipendam.

“Dia sengaja merusak tubuh Annisa.”

Tatapannya tajam menusuk.

“Wanita itu tahu apa akibatnya bagi seorang perempuan.”

Dokter Mario sampai diam beberapa detik. Karena dirinya jarang sekali melihat Emran semarah itu. Sementara, Annisa perlahan menoleh menatap pria tersebut dengan mata memerah. Tetapi, Emran bahkan tidak menatap siapa pun sekarang.

“Pecat Emeli hari ini juga!" Nada suaranya terdengar mutlak.

“Keluar kan dia dari rumah sakit.”

Dokter Mario langsung mengangguk serius.

“Baik.”

Emran belum selesai.

“Kalau perlu...” sorot matanya semakin tajam, “biarkan informasi ini keluar ke publik.”

Dokter Erika langsung menatap Emran.

“Tuan Emran...”

“Saya ingin semua orang tahu apa yang dia lakukan.” Napasnya memburu kasar.

“Biar dia tahu siapa wanita yang selama ini dia hina.” Tatapan Emran perlahan beralih pada Annisa.

Annisa bisa melihat dengan jelas. Pria itu benar-benar marah untuk dirinya. Bukan sekadar membantu atau bukan sekadar kasihan melainkan marah karena Annisa disakiti.

1
Yunita Asep
yah... dah tamat y thorr, pdhal aku masih seneng pengen baca lagi , kan nisa blum melahirkan, truss.. kalo anknya kembar lebih seru..!
Yunita Asep
biasany kalo ank pertma dari seorang ceo itu.. putra thorr..
Yunita Asep
lanjutkan thorr
Yunita Asep
lanjut...
Yunita Asep
lanjuutt..
Yunita Asep
ah nisamah keterlaluan itu nmanya ngelunjak suami, aku kurang suka...
Yunita Asep
lanjut...
Yunita Asep
lanjuut..
Yunita Asep
iya thorr kembar sepasang.. lengkap kebagian mereka...
Yunita Asep
yess Anisa hamil...! aku bhgia banget...
Yunita Asep
lanjuutt
Yunita Asep
kebiasaan... ada aj yg masih punya hati julid.,
Yunita Asep
sekarang waktunya bhgia... slamat Nisa Amran
Yunita Asep
lanjuutt....
Yunita Asep
syukurriin... 😂😂😂
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
lanjut thorr...
Yunita Asep
berani sekali haikal...
Yunita Asep
iya bener thorr bikin emosi..!
Yunita Asep
ya betul, itu semua ulah emeli danmertuiblis..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!