Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
Lin Zhao dan Aisyah pun keduanya terlihat sangat bahagia. Mereka melewati malam yang indah dan malam yang akan menjadi momen indah untuk mereka berdua.
"Cepatlah istirahat ini sudah larut."
Lin Zhao langsung menyuruh Aisyah untuk masuk kedalam kamarnya karna waktu menunjukan pukul 00.00..
"Baik Kak Lin. Kak Lin juga istirahat. Selamat malam Kak Lin."
"Selamat malam juga Aisyah."
Lin Zhao juga masuk kedalam kamarnya. Dia tidak ingin terus berada didepan kamar Aisyah.
Sepanjang malam mata Lin Zhao masih belum terpejam. Dia masih mengingat suara adzan itu dan membuatnya ingin sangat mengenal agama Islam..
Lin Zhao mengambil ponsel miliknya dan kemudian mencari sesuatu,dia mencari sebuah kajian Islam. Dia juga mendengarkan adzan lewat ponselnya.
Seketika hatinya merasa sangat tenang.
Semua yang dia rasakan seolah berganti dengan kedamaian.
"Ini suara apa kenapa hatiku menjadi sangat tenang mendengarkannya."
Lin Zhao juga masih belum memahami tentang apa yang dia inginkan yang pasti dia ingin tahu lebih banyak tentang apa itu adzan dan apa itu sholat..
Perlahan hal kecil itu mungkin akan mengubah kehidupan Lin Zhao.
Lin Zhao juga mencari artikel yang menjelaskan tentang sholat dan juga ada yang namanya berpuasa. Itu benar-benar membuat Lin Zhao merasa sangat ingin tahu semuanya. Tahu tentang ajaran agama yang di yakini Aisyah.
Sepanjang malam Lin Zhao terus memainkan ponselnya. Dia juga mancari sesuatu yang ingin dia tahu yaitu tentang sholat lima waktu..
"Jadi Aisyah juga harus sholat lima waktu dalam satu hari. Tapi sholat itu yang seperti apa?"
Karena penasaran Lin Zhao juga mencari tentang tata cara sholat..
"Aku harus bertanya pada Aisyah tentang apa itu sholat." ucapnya lirih.
Lin Zhao pun mencoba untuk memejamkan matanya namun matanya masih enggan terpejam.
Lin Zhao kembali memutar suara adzan itu.
Aneh.
Baru kali ini ada suara yang mampu menenangkan hatinya yang selama ini selalu gelisah.
Tanpa sadar, malam itu ia tertidur ditemani lantunan adzan.
Pagi yang cerah menyambut Aisyah yang kini sedang menikmati udara pagi di taman belakang. Aisyah sedang merawat bunga mawar yang dia tanam dan sudah mulai berbunga.
Aisyah masih mengingat momen indah malam tadi bersama Lin Zhao.
"Kak Lin bersamamu aku menemukan tempat di Shanghai. Dan bersamamu juga aku menemukan apa itu bahagia. Tapi apakah kita akan bisa bersatu jika terlalu banyak perbedaan yang kita miliki."
Aisyah pun hanya bisa berkata dalam hatinya. Dia sendiri merasa sangat bahagia bisa mengenal dan mencintai Lin Zhao dengan segenap hatinya.
"Ya Allah atur kan saja mana yang terbaik untukku. Jika Kak Lin adalah jawaban dari doaku maka mudahkan lah jalanku kepadanya.."
"Aisyah apa yang sedang kamu lakukan?" suara lembut Lin Zhao membuyarkan lamunan Aisyah.
"Selamat pagi Aisyah Azahra.." Lin Zhao kembali menyapa Aisyah dengan lembut.
Aisyah pun menatapnya sekilas dan tersenyum..
"Selamat pagi kak Lin." jawab Aisyah pelan.
Aisyah dan Lin Zhao keduanya pun berbincang-bincang dan pertanyaan Lin Zhao semakin membuat Aisyah bingung.
"Asiyah apa aku boleh belajar lebih banyak tentang agama kamu? Aku ingin tahu apa itu sholat dan apa itu puasa."
Kata-kata Lin Zhao membuat Aisyah terdiam untuk sesaat dia pun menatap kearah Lin Zhao takut ada yang salah dengan laki-laki itu.
"Kak Lin kamu bertanya tentang sholat dan puasa ada apa?Apa yang membuat Kak Lin ingin tahu?"tanya Aisyah penasaran.
Lin Zhao bangun dari duduknya dan kemudian dia berjalan kearah bunga mawar yang baru saja berbunga itu dan memetiknya satu tangkai.
"Aku tidak tahu Aisyah."
"Yang pasti aku ingin tahu lebih banyak apa kamu mau mengajari aku tentang agamamu?"
Permintaan tulus Lin Zhao membuat Aisyah tidak bisa menolaknya.
"Tentu saja apa yang ingin Kak Lin tahu katakan saja. Nanti kita bisa belajar bersama." Aisyah pun menerima setangkai bunga mawar yang Lin Zhao petik..
****
Di tempat berbeda..
Lin Chou sedang berada didalam kamar yang selama ini dia selalu kunci rapat. Disana adalah kamarnya dan Alesya dulu.
Lin Chou pun duduk sembari menatap potret Alesya yang sedang tersenyum bahagia.
"Alesya kamu dimana."
"Aku ingin mencari kamu ke Indonesia tapi aku tak punya keberanian untuk mengakui kesalahanku. Ini sudah tujuh tahun berlalu. Dan putri kita juga sudah besar dan kini sudah berusia tujuh tahun. Apa kamu tak pernah merindukannya walaupun hanya sebentar saja?"
"Alesya."
"Disini ada seorang wanita dia juga berasal dari Indonesia sama sepertimu. Dia juga memiliki nama belakang yang sama denganmu dan wajahnya juga mirip denganmu."
"Alesya. Apa ini hukuman darimu,kamu ingin wanita itu yang akan menjadi luka baru untukku.."
"Alesya.. Dia dan Lin Zhao mereka dekat dan mungkin memiliki hubungan yang istimewa. Dan mereka adalah pasangan yang serasi. Tapi aku melihat mereka aku merasakan sesuatu yang menusuk hatiku. Bukan karena aku memiliki perasaan kepadanya tapi karena semakin aku melihatnya semakin dalam juga bayangan kamu kembali kedalam hidupku."
"Alesya jika saja dulu aku punya pendirian untuk memilih apakah kamu masih ada disini bersamaku dan Xioyi? Xioyi sakit-sakitan. Aku harus menemukan ginjal yang cocok untuknya. Aku sudah berusaha Alesya maaf aku belum bisa menjadi Ayah yang baik untuk putri kita."
"Alesya.. Putri kita kini sudah tujuh tahun."
"Aku membesarkannya sendiri, tapi tetap saja... dia selalu bertanya, ‘Mama kapan pulang?"
"Dan aku tidak pernah memiliki jawaban atas pertanyaan itu."
“Setiap kali Xioyi bertanya seperti itu, aku hanya bisa memeluknya... sambil berharap suatu hari kamu benar-benar pulang.”
Lin Chou pun memperlihatkan sisi rapuhnya dia menangis memeluk foto Alesya. Dia sedang merindukan Alesya yang kini menghilang entah kemana.
"Alesya aku mohon kembalilah kepadaku dan jangan pernah tinggalkan aku lagi."
Lin Chou pun memejamkan matanya dan diapun tertidur dalam mimpinya dia bertemu Alesya yang tersenyum kepadanya namun setelah itu Alesya kembali meninggalkannya.
Lin Chou membuat mata,nafasnya memburu dan hatinya semakin gelisah merasakan ketakutan yang ia tidak mengerti...
***
Sepasang mata semenjak tadi terus mengawasi Aisyah dan Lin Zhao. Kadang mereka juga memotret kegiatan mereka dan mengirimkannya pada Mr.Wang.
"Kamu berlindung dibawah kekuasaan keluarga Lin."
"Dan aku pasti bisa menjatuhkan Lin Chou."
"Dengan satu langkah, aku akan menghancurkan keluarga Lin... dimulai dari wanita itu.”
"Asiyah."
"Tunggu saja."
"Cepat atau lambat kamu akan kembali kepadaku."