Gadis 19 tahun, yang dijual sang Ibu tiri kepada pria asing. Pria itu mengakui dirinya adalah suami dari, Alena Grazia, gadis 19 tahun yang menikah tanpa sepengetahuannya. Hubungan satu malam terjadi, panas. Dendam pada sang ibu tiri dan kakak tirinya yang telah membuatnya menjadi tidak suci, bahkan diusir oleh ayahnya, membara. Dendam itu membutakan matanya, Alena bertekad untuk merebut kembali aset perusahaan sang ibu, yang meninggal ketika dirinya masih sangat kecil, dan mencari tahu, apa penyebab kematian sang Ibu yang mendadak itu.
Alena harus membesarkan kedua anaknya tanpa seorang suami. Dia membesarkan buah hatinya di negeri orang. Alena kembali, dengan dendam. Dia berusaha mendekati orang terkaya se-Asia. Arga Wilson, pria beristri. Identitas nya sangat tertutup, bahkan sang istri lebih misterius dari dirinya. Alena bertekad, mendekati Arga Wilson, untuk membantunya mengambil alih perusahaan sang Ibu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Black Lotus Ice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6. -Helena Pov- [Sudah Di-revisi]
Chapter 6. -Helena Pov-
Satu jam kemudian, Helena sudah bersiap dan pergi ke pertemuan antar dokter di masing masing negara. Paling tidak satu negara ada perwakilan 2-3 dokter terbaik. Saat sudah sampai di sana. Helena mendapatkan nomor urut ke - 21. Dia duduk di kursi yang sudah di siapkan.
"Ah... Kapan selesainya? Aku malas!" Gumamnya Helena yang baru juga duduk.
"Nona cantik, baru mulai sudah tanya kapan selesainya, apa tidak senang dengan pertemuan ini?" Tanya seseorang sembari duduk di kursi no - 22.
Helena menoleh dan terkejut. "Kau..!! Kenapa kau juga ada di sini?" Tanya nya Helena kaget.
"Sepertinya nona tidak membaca kartu namaku ya!?" Ucapnya Pria itu, bertanya balik. Helena langsung merogoh ke dalam tasnya dan mengambil kartu nama yang di berikan pria itu saat di dalam pesawat.
Helena membaca kartu nama itu. "Angga Brayen, dokter terhebat di Garuda Internasional...!!" Mata Helena terbelalak.
Ternyata pria yang sedari tadi di abaikan olehnya adalah Angga Brayen!! Dokter legendaris yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit!?
"Ma-maaf! Aku tidak tahu, senang bertemu dengan mu dr. Brayen. Saya Helena Shen, dokter dari rumah sakit Garuda Indonesia." Ucapnya Helena sembari menundukkan kepalanya.
"Ya sudahlah tak apa. Senang bertemu denganmu juga..." Balasnya Angga.
"Semoga bisa bekerjasama dengan baik." Ujarnya Helena.
"Semoga saja, tapi kau tak mungkin bisa menandingi ku." Balasnya Angga menyombongkan diri.
"Nye nye nye.., Memang seberapa hebatnya kamu? Siapa tahu saja kau yang kalah." Ketusnya Helena. Sifat aslinya mulai terlihat.
"Nona ini, galak amat... Jangan galak-galak dong. Katanya dokter... Tapi, tahu nggak kalo sering marah-marah itu, kulit wajahnya cepat keriputan loh." Gurau nya Angga yang di salah tanggapi oleh Helena.
"Heh, memang apa peduliku?" Marahnya Helena.
"Siapa tahu aja... Nanti nggak laku lho. Kalo nggak laku, sama aku aja ya." Rayunya Angga. Helena sudah muak dengan rayuan gombal laki-laki, jika dia sampai digombali, maka sifatnya akan menjadi galak.
"Oh? Maaf, aku tak tertarik!" Acuhnya Helena tak tertarik dengan rayuan Angga.
Helena berdiri dan handak keluar, tapi Angga menahan tangannya. Helena menoleh, terlihat jika Angga juga ikut berdiri.
"Kamu mau mengajakku ke mana?" Tanyanya Angga yang memegangi tangan Helena.
Phakkk!!
Helena menepis tangan Angga dengan kasar. Refleks Angga langsung menarik kembali tangannya itu.
"Jauhkan tangan kotor mu, dari tanganku!" Datarnya Helena lalu pergi meninggalkan Angga.
Sementara itu, Angga yang di tinggalkan, dia sedang mengelus elus pergelangan tangannya yang di tepis oleh Helena.
"Uh... Sakit sekali. Dia itu wanita atau robot sih? Di dunia ini tak banyak perempuan yang galak seperti dia. Tapi juga sangat menarik, hampir semua perempuan yang ku rayu termakan rayuanku, tapi berbeda dengan nya. Sepertinya dia wanita yang kucari selama ini!"
Gumamnya Angga sembari mengusap pergelangan tangannya itu. Dia berlari keluar mengejar Helena yang pergi sedari tadi.
Sementara itu, Helena pergi ke jembatan yang tak jauh dari tempat perkumpulan antar dokter. Di sana terdapat banyak bunga cantik yang berwarna warni.
"Orang aneh! Dia kira aku akan termakan rayuannya? Oh, tentu tidak! Aku Helena Shen akan jatuh cinta pada orang yang benar benar sayang padaku!"
Gerutunya Helena agak keras. Angga yang sudah sampai di sana mendengar apa yang di katakan oleh Helena. Dia mengepalkan tangannya.
"Apakah aku harus berhenti mengejar nya dan menikmati masa-masa indah bersama pacar dan simpanan ku? Atau aku berhenti jadi playboy dan aku fokus mengejar Helena? Arrgghhh!!! Ini pilihan yang sulit!!" Pikir Angga dalam hati.
Angga pergi meninggalkan tempat itu. Sementara Helena masih berdiri di jembatan itu. Tiba tiba saja pundaknya ada yang menepuk.
Phukkk!!
Sontak Helena menoleh dan matanya terbelalak. Dia tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Teo!" Pekiknya Helena dengan berbinar. Siapa pria yang dilihatnya itu? Dan ternyata...
"Helena.., Apa kabar?" Tanyanya pria yang bernama Teo itu.
"Ah.., Kabarku baik. Bagaimana dengan mu?" Ucapnya Helena.
"Aku juga baik. Bagaimana keadaan di rumah sakit Garuda Indonesia? Apa semua baik-baik saja?" Tanyanya lagi Teo basa basi.
"Keadaan rumah sakit Garuda Indonesia sejauh ini baik-baik saja dan berkembang. Bagaimana dengan rumah sakit di Prancis?" Balasnya Helena bertanya.
"Di sana sangat baik. Sudah lama tak bertemu Helena." Teo menghela nafas panjang.
"Iya... Hahah, yuk masuk. Kayaknya udah mau mulai deh acaranya..!" Ajaknya Helena pergi terlebih dahulu.
Sementara Teo yang berada di belakang Helena dia berjalan menyeimbangi Helena yang sudah pergi terlebih dahulu.
"Akhirnya kita bertemu lagi Helena. Aku tak akan melepaskan mu untuk yang kedua kalinya. Meski kau galak ke kepada orang lain, tapi kau hangat padaku!!" Pikirnya Teo dalam hati.
Saat mereka sudah berada di dalam. Helena duduk di tempat sebelumnya. Terlihat jika Angga sedang duduk tenang di sampingnya. Helena memperhatikan wajah Angga lebih dalam lagi.
Dan tiba tiba saja jantung nya berdebar kencang saat melihat ketampanan Angga. Angga tersadar jika dirinya sedang di perhatikan. Dia memasang wajah cute untuk membuat Helena terpesona.
Helena memalingkan wajahnya yang memerah itu. Dia menyembunyikan nya di dalam telapak tangannya. Angga yang melihatnya terkekeh kecil lalu kembali seperti semula.
Rapatpun di mulai. Helena yang malas mendengar orang rapat sebelas dua belas dengan Angga. Mereka tidur di saat rapat.
"Nomor urut 21 dan 22...!!! Harap bangun." Tegur profesor yang sedang menjelaskan tentang ilmu kedokteran.
Lalu orang di sebelahnya membangun kan Helena dan Angga yang sedang tertidur lelap. Helena bangun dengan keadaan ling lung sementara Angga bangun dengan keadaan sadar jika tertidur saat pertemuan maka akan di hukum.
"Ma-maaf Pak! Maaf Profesor, maafkan saya, saya teledor dan ketiduran." Ucapnya Angga.
Helena terdiam sejenak mencerna perkataan Angga. Dia mengernyitkan dahinya untuk mencoba mengingat.
"Sudahlah! Kalian berdua di hukum! Bersihkan seluruh lab ini. Jangan pulang sebelum pukul 10 malam..!!!" Tegasnya Profesor.
Setelah pertemuan. Angga dan Helana pergi ke gudang untuk mengambil peralatan kebersihan yang tersedia.
Helena terus menggerutu sepanjang jalan, sementara Angga terdiam mendengarkan ocehan dari Helena.
"Berhentilah mengoceh...!!! Itu membuatku semakin pusing saja!" Kesalnya Angga, Helena terdiam sejenak.
"Tapikan...!! Dengar! Sekarang masih pukul 17.38, dan kita bisa pulang setelah pukul 21.00, itu masih ada... Em... 5 jam lebih kan? Kalo di gunakan untuk maskeran mungkin aja ini muka udah bening! Arrgghhh!!! Dasar profesor botak..!!!"
Teriaknya Helena sembari berjalan dengan menghentakkan kakinya ke lantai. Saat sampai di gudang, mereka memakai pakaian ob dan mulai membersihkan.
Helena dan Angga berbagi tugas. Helena di lantai dua sementara Angga di lantai dasar. Pada waktu yang bersamaan mereka selesai membersihkan.
Angga pergi ke parkiran mobil bawah tanah untuk pulang sementara Helena pergi menunggu di halte bus.
"Mana ada bus yang akan lewat ke sini? Sekarang kan udah tengah malam!?" Cemasnya Helena, tiba-tiba saja sebuah mobil datang menghampiri Helena.
Pengemudi itu membuka kaca mobilnya, pria itu tak asing di lihat Helena. "Teo, kenapa kau kemari?" Tanyanya Helena membungkukkan badannya untuk menyeimbangkan posisi.
"Helena, maafkan aku karena tidak membantumu membersihkan lab. Sebagai permintaan maaf, aku akan mengantarmu pulang." Ucapnya Teo dari dalam mobil. Helena terdiam.
"Bagaimana? Aku tidak akan berbuat apapun..." Ucapnya lagi Teo menyakinkan Helena. Dia mengangguk dan membuka pintu mobil mewah itu.
Mereka pergi besama sementara Angga yang memperhatikan dari kejauhan merasa kecewa. Dia mengepalkan tangannya dengan api yang membara dihatinya.
akhirnya up
kemana arah ceritanya
ceritanya terlalu banyak rahasia...
next thor...
next....