NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketenangan Sebelum Badai

Tujuh hari telah berlalu sejak Riser membawa Saeko dan Shizuka ke wilayah Phenex. Di dunia bawah, waktu seolah berjalan lebih lambat di bawah intensitas latihan yang tidak manusiawi. Lapangan pelatihan yang dulunya rapi kini penuh dengan bekas kawah ledakan, goresan pedang yang dalam di dinding batu, dan sisa-sisa energi yang masih memercik di udara.

Riser berdiri di puncak menara pengawas, menatap ke bawah ke arah lapangan di mana simulasi pertempuran terakhir sedang berlangsung. Angin kencang menerpa rambut pirangnya, namun dia tetap bergeming seperti patung dewa perang kuno.

Di bawah sana, Saeko Busujima sedang menari di antara hujan peluru sihir yang ditembakkan oleh Yubelluna. Gerakannya tidak lagi terhambat oleh gravitasi; sebaliknya, dia tampak seolah-olah menyatu dengan udara. Setiap kali sebuah serangan mendekat, katananya—Muramasa—berkilat merah darah, membelah sihir itu menjadi dua sebelum sempat meledak.

"Fokus, Saeko! Jangan biarkan matamu menipu langkahmu!" teriak Riser dari atas, suaranya menggelegar meski dia tidak berteriak.

[ Analisis Status Tim: ]

* Saeko Busujima: Sinkronisasi Knight mencapai 88%. Kecepatan reaksi kini berada pada level Grandmaster.

* Shizuka Marikawa: Efisiensi Miracle Pulse stabil. Dia mampu melakukan penyembuhan tanpa kontak fisik dalam radius 10 meter.

* Yubelluna: Adaptasi taktis terhadap anggota baru selesai.

Riser melompat turun dari menara setinggi dua puluh meter itu, mendarat tanpa suara di tengah-tengah mereka. Seketika, latihan berhenti. Yubelluna menurunkan tongkat sihirnya, sementara Saeko menyarungkan katananya dengan presisi sempurna. Shizuka, yang duduk di pinggir lapangan sambil memeluk botol air besar, melambaikan tangan dengan ceria meski wajahnya kelelahan.

"Besok adalah harinya," ucap Riser pelan. Dia berjalan mendekati Saeko, memeriksa bekas luka kecil di bahunya yang perlahan menutup berkat bantuan pasif dari energi Shizuka. "Bagaimana perasaanmu?"

Saeko menatap tangannya yang terbungkus sarung tangan kulit hitam. "Haus, Tuanku. Pedang ini... dia tidak lagi puas dengan bayangan atau boneka latihan. Dia menginginkan sesuatu yang lebih nyata."

Riser tersenyum tipis. "Sabar, Ksatria-ku. Besok kau akan mendapatkan semua darah yang kau inginkan. Kiba Yuuto adalah lawan yang pantas untuk memulai debutmu."

Dia kemudian menoleh ke Shizuka yang kini sudah berjalan mendekat dengan langkah sedikit gontai. "Dan kau, Shizuka? Apa kau siap menjaga mereka di tengah kekacauan?"

Shizuka menghela napas panjang, yang membuat dadanya yang kencang naik-turun dengan provokatif. "Huuuh... jujur saja, aku lebih suka berada di rumah sakit sekolah yang tenang. Tapi, melihat kalian berjuang sekeras ini... aku merasa tidak enak kalau hanya diam saja. Aku akan memastikan tidak ada satu pun dari kalian yang pulang dengan tangan atau kaki yang hilang, janji!"

Riser mengangguk. Dia tahu bahwa di balik sikap santainya, Shizuka telah berlatih keras untuk mengontrol Sacred Gear-nya yang sangat membebani mental.

"Yubelluna, kumpulkan seluruh Peerage asli malam ini di aula utama," perintah Riser. "Aku akan memberikan instruksi akhir. Setelah itu, aku ingin kalian semua beristirahat total. Tidak ada latihan, tidak ada meditasi. Aku ingin kalian berada dalam kondisi mental yang paling segar saat kita melangkah ke akademi Kuoh besok."

"Baik, Tuanku," jawab Yubelluna dengan patuh.

[ Sinkronisasi Jiwa: 38%. ]

[ Peringatan: Energi Full Counter dalam tubuhmu telah mencapai titik jenuh. Kamu butuh pelepasan besar di Rating Game nanti agar jalur energimu tidak meledak. ]

Aku tahu, Yui. Anggap saja Rating Game ini sebagai katarsis bagi kekuatanku, batin Riser.

Malam itu, aula utama kastel Phenex diterangi oleh ribuan lilin sihir yang melayang. Seluruh anggota Peerage asli Riser—gadis-gadis yang biasanya hanya menjadi pelengkap—kini berdiri dengan rapi. Ravel berada di samping ayahnya, Lord Phenex, yang juga hadir untuk memberikan dukungan (dan tekanan) pada putra ketiganya.

Riser berdiri di depan singgasana keluarga, menatap mereka satu per satu. Dia tidak lagi terlihat seperti pemuda sombong yang haus pengakuan. Dia terlihat seperti seorang pemimpin yang sudah memenangkan pertempuran sebelum dimulai.

"Banyak yang meragukan kita," suara Riser bergema di aula yang sunyi. "Banyak yang berpikir bahwa Rias Gremory, dengan naga merah di pihaknya, akan memenangkan pertarungan ini. Mereka berpikir klan Phenex hanyalah sekumpulan iblis yang mengandalkan keabadian tanpa teknik."

Riser mengepalkan tangannya, dan api biru-hitam meledak sesaat di sekelilingnya, menciptakan tekanan gravitasi yang membuat beberapa pelayan tingkat rendah di kejauhan gemetar.

"Besok, kita akan membuktikan bahwa mereka salah. Kita tidak akan bertarung untuk pernikahan konyol itu. Kita bertarung untuk menunjukkan kepada dunia bawah bahwa era baru telah tiba. Era di mana Phoenix tidak hanya terbakar, tapi juga menghanguskan segalanya."

Lord Phenex tampak terkejut melihat perubahan aura putranya. Dia tidak pernah melihat Riser memiliki karisma sedalam ini. "Riser... apa yang terjadi padamu selama seminggu ini?"

Riser menoleh pada ayahnya dan tersenyum tipis—sebuah senyum yang penuh rahasia. "Aku hanya menyadari satu hal, Ayah. Bahwa menjadi abadi tidak ada gunanya jika kita tidak memiliki kekuatan untuk menguasai dunia di bawah kaki kita."

Pertemuan berakhir dengan suasana yang sangat khidmat. Satu per satu anggota Peerage membubarkan diri untuk beristirahat. Saeko tetap tinggal sejenak, menatap Riser dari kejauhan sebelum akhirnya membungkuk dalam dan pergi.

Riser berjalan menuju balkon kamar besarnya, menatap bulan ungu yang menggantung rendah. Besok, dia akan kembali ke dunia manusia. Dia akan bertemu Issei, dia akan bertemu Rias, dan dia akan mulai menarik benang-benang takdir yang seharusnya tidak menjadi miliknya.

[ Misi Utama: Memenangkan Rating Game Pertama. ]

[ Hadiah: Membuka Fitur 'Gacha Soul' & Akses Kekuatan Meliodas Level 2. ]

[ Komentar Yui: Cobalah untuk tidak tertawa terlalu jahat saat mereka kalah besok. Itu tidak bagus untuk citra protaganis barumu. ]

"Aku tidak berjanji, Yui. Menonton keputusasaan naga merah itu... akan menjadi hiburan yang sangat mahal," gumam Riser, matanya berkilat penuh antisipasi.

Udara di dimensi buatan yang menyerupai Akademi Kuoh terasa statis, seolah-olah ruang itu sendiri menahan napas menunggu ledakan konflik yang akan segera terjadi. Langit di atas sana tidak berwarna biru cerah, melainkan ungu gelap dengan kilatan petir tipis di kejauhan—sebuah pengaturan atmosfer yang dipilih khusus untuk Rating Game kelas atas yang disiarkan ke seluruh penjuru dunia bawah.

Di ruang tunggu utama, Riser berdiri memunggungi pintu masuk. Dia menatap ke luar jendela besar yang memperlihatkan gedung sekolah utama yang sunyi. Di belakangnya, keheningan menyelimuti anggota Peerage-nya.

Yubelluna berdiri dengan anggun, sesekali merapikan sarung tangan sihirnya. Saeko duduk di kursi kayu, katananya bersandar di bahu, matanya terpejam seolah sedang berkomunikasi dengan roh pedangnya. Sementara itu, Shizuka duduk di meja, kakinya yang panjang berayun-ayun saat dia mengunyah permen karet dengan wajah tanpa beban, meskipun jarinya sesekali memancarkan pendaran hijau kecil—tanda bahwa dia terus memanaskan Sacred Gear-nya.

"Gugup, Saeko?" tanya Riser tanpa berbalik.

Saeko membuka matanya, menampakkan pupil yang kini memiliki semburat merah iblis yang tajam. "Bukan gugup, Tuanku. Hanya... lapar. Keberadaan naga merah itu bisa kurasakan dari sini. Itu membuat darahku mendidih."

"Bagus. Simpan rasa lapar itu sampai sinyal dimulai," balas Riser.

Tiba-tiba, suara Grayfia Lucifuge bergema di seluruh ruangan melalui sihir komunikasi. "Pertandingan akan dimulai dalam tiga menit. Semua bidak diharapkan mengambil posisi awal di zona masing-masing."

Riser berbalik, menatap tim kecilnya yang akan menjadi legenda malam ini. "Yubelluna, bawa para Pawn asli ke area hutan di sisi timur. Jadilah umpan yang menggiurkan. Biarkan mereka berpikir kita masih menggunakan taktik lama."

"Sesuai perintah, Tuanku," jawab Yubelluna dengan senyum licik.

"Saeko, Shizuka, kalian bersamaku. Kita akan berjalan melalui pintu depan. Aku ingin mereka melihat setiap langkah yang kita ambil," Riser menyeringai, sebuah ekspresi yang penuh dengan dominasi yang tenang.

[ Sinkronisasi Jiwa: 40%. ]

[ Peringatan: Seluruh mata petinggi Iblis, termasuk Sirzechs Lucifer, sedang memantau siaran ini. ]

[ Saran Yui: Berikan mereka pertunjukan yang tak terlupakan. Jangan hanya menang, buat mereka takut untuk menantangmu lagi. ]

Riser melangkah keluar dari ruang tunggu, diikuti oleh Saeko yang auranya semakin tajam dan Shizuka yang kini terlihat sedikit lebih fokus. Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah yang kosong, suara langkah kaki mereka bergema di dinding-dinding sepi itu.

Saat mereka melangkah keluar ke halaman utama sekolah, mereka disambut oleh pemandangan Rias Gremory dan seluruh pengikutnya yang sudah berdiri di sana. Issei berdiri di depan, sarung tangan merah Boosted Gear-nya sudah terpasang dan berdenyut dengan suara 'Boost!' yang repetitif.

"Riser!" teriak Issei, menunjuk ke arah Riser dengan penuh amarah. "Hari ini, aku akan menghancurkan wajah sombongmu itu dan menyelamatkan Buchou!"

Riser berhenti sekitar sepuluh meter di depan mereka. Dia tidak menanggapi teriakan Issei. Matanya hanya tertuju pada Rias Gremory, yang tampak terkejut melihat dua wajah baru di belakang Riser yang tidak ada dalam database Peerage Phenex yang dia pelajari.

"Dua iblis reinkarnasi baru?" Rias menyipitkan matanya, menatap Saeko dan Shizuka. "Riser, sejak kapan kamu mulai merekrut manusia?"

"Sejak aku menyadari bahwa kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas, Rias," jawab Riser dengan suara yang berat dan tenang. "Kenalkan, ini Saeko Busujima, Knight-ku. Dan Shizuka Marikawa, Bishop-ku. Mereka adalah alasan kenapa kau tidak akan pernah bisa menyentuh ujung jubahku hari ini."

"Jangan sombong!" Kiba Yuuto melangkah maju, memanggil sebuah pedang iblis ke tangannya. Matanya menatap Saeko, merasakan ancaman dari sesama pengguna pedang.

Riser hanya mengangkat tangannya sedikit, memberi isyarat agar timnya bersiap. "Pertandingan belum resmi dimulai, Kiba. Simpan energimu."

[ Hitung Mundur Dimulai: 10... 9... 8... ]

Suasana menjadi sangat berat. Tekanan energi iblis dari kedua belah pihak berbenturan di udara, menciptakan percikan listrik statis. Rias memanggil lingkaran sihir kehancuran di kedua tangannya, sementara Akeno mulai memanggil awan gelap di atas kepala mereka.

[ 3... 2... 1... ]

[ GAME START! ]

Seketika, Rias dan timnya bergerak mundur untuk mencari posisi strategis, sesuai dengan rencana taktis yang telah mereka susun. Namun, mereka terkejut saat melihat Riser tidak bergerak satu inci pun. Dia hanya berdiri di tengah halaman sekolah yang terbuka, dengan tangan di saku celananya.

"Saeko," perintah Riser pelan.

Dalam sekejap mata—bahkan sebelum Issei sempat bereaksi—Saeko menghilang dari tempatnya berdiri.

Clang!

Suara benturan logam yang sangat keras terdengar dari arah gerbang samping. Kiba Yuuto terpaksa menggunakan dua pedang untuk menahan tebasan vertikal dari Saeko yang tiba-tiba muncul di depannya. Tanah di bawah kaki Kiba retak karena tekanan kekuatan Saeko.

"Cepat sekali...!" gumam Kiba, giginya bergeletuk menahan beban tebasan itu.

"Kau terlalu banyak berpikir saat mengayunkan pedang, Anak Kecil," ucap Saeko dengan nada dingin. Matanya berkilat merah, dan katananya, Muramasa, mulai mengeluarkan uap merah darah yang menyesakkan.

Di sisi lain, Issei mencoba menyerang Riser secara langsung. "Ambil ini! Dragon Shot!"

Semburan energi merah meluncur deras menuju Riser. Shizuka, yang berdiri di samping Riser, hanya tersenyum dan mengangkat tangannya kecil. "Ups, tidak boleh menyerang Tuan Tampan sekarang ya."

Sebuah kubah cahaya hijau tipis muncul di depan mereka. Saat serangan Issei menghantam kubah itu, energinya tidak meledak, melainkan terserap dan berubah menjadi partikel cahaya yang justru memulihkan sedikit stamina Riser.

Riser melirik Issei dengan tatapan merendahkan. "Hanya itu? Bahkan api kecil di dapuku lebih panas dari seranganmu, Issei."

[ Analisis Musuh: Issei dalam kondisi emosional tinggi. ]

[ Kesempatan: Gunakan provokasi untuk memicu Full Counter pertama. ]

"Ayo, Naga Merah," Riser mengulurkan tangannya, memanggil percikan api biru-hitam di ujung jarinya. "Tunjukkan padaku kenapa dunia ini begitu memujamu, atau kau akan berakhir sebagai kerak di bawah kakiku sebelum matahari terbenam."

Rias Gremory, yang melihat pembukaan pertandingan ini dari kejauhan melalui layar komunikasi, mengepalkan tangannya erat. Dia menyadari satu hal yang mengerikan: Riser Phenex yang dia hadapi sekarang bukanlah pria yang sama dengan yang dia kenal beberapa minggu lalu. Ini adalah monster yang berbeda.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!