NovelToon NovelToon
Suami Untuk Shanum

Suami Untuk Shanum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Shanum gadis desa yang harus bekerja keras untuk kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya. Di tengah kesulitan ekonominya, ia terus menjadi perbincangan orang-orang disekitarnya karena di usianya yang akan menginjak 30 tahun, ia belum saja menikah.

Karena merasa malu, Ibunya meminta tolong salah satu orang yang dikenal sebagai mak comblang di desanya agar mencarikan laki-laki untuk Shanum, hingga akhirnya mak comblang tersebut memperkenalkan Shanum dengan seorang pria yang merupakan cucu dari salah satu warga desa yang terpandang di desa.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Shanum akan menerima pria tersebut? Siapakah pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Boleh, Pak.

Pagi harinya, langit mendung seolah ikut merasakan beratnya langkah kaki Shanum menuju toko peralatan sekolah. Namun, mendungnya langit tak seberapa dibandingkan tajamnya lisan orang-orang yang ia temui di sepanjang jalan.

​"Eh, lihat itu si Shanum. Katanya kemarin ditolak lagi ya sama keponakannya Pak Rudi?" ucap Bu Febby yang sedang menyapu halaman, namun suaranya sengaja dikeraskan.

​"Iya, denger-dengar si Indra itu sampai ilfeel lihat mukanya yang kusam. Ya jelaslah, mana ada laki-laki yang mau kalau perempuannya nggak bisa dandan," ucap Bu Vita yang kebetulan lewat.

Shanum mempercepat langkahnya, mencoba menulikan telinga. Namun, sesampainya di toko, keadaan tidak menjadi lebih baik, beberapa teman-temannya sekolah yang sudah menikah sejak usia belasan tahun sedang asyik berkumpul di dekat rak buku bersama anak-anak mereka.

​"Duh, Shanum... sabar ya. Makanya, kalau ada yang mau itu jangan jual mahal. Akhirnya apa? Malah ditolak duluan kan sekarang," ucap Maya sambil tertawa kecil dan memamerkan cincin emas di jarinya.

​"Iya, Shanum. Kamu itu jangan terlalu fokus kerja. Fokus tuh ke muka sama badan. Laki-laki itu lihatnya visual dulu, kalau sudah hampir 30 begini dan belum laku, nanti malah jadi karatan loh," ejek Ika tanpa perasaan.

​Shanum hanya diam, ia mulai menata tumpukan buku tulis ke rak dengam tangan yang sedikit gemetar. "Saya ke sini untuk bekerja, bukan untuk bahas urusan pribadi," ucap Shanum mencoba tegas, meski suaranya sedikit serak.

​"Halah, dibilangin malah nyolot. Pantas saja Raka dulu lebih milih Gea, kamu sih orangnya kaku, mana sok banget lagi," cibir Maya sambil berlalu.

Sepanjang jam kerja, ejekan itu terus mengalir dan setiap ada pelanggan masuk yang mengenalnya pasti mereka selalu menyisipkan pertanyaan kapan nikah atau tatapan kasihan yang justru terasa seperti hinaan.

​Puncaknya adalah saat jam istirahat, Shanum duduk di gudang belakang sendirian dan ia mengeluarkan ponsel jadulnya lalu melihat pesan masuk dari Diva.

Mbak, Ibu marah-marah terus dari tadi pagi. Buku Diva belum dibayar, Ibu bilang minta uangnya ke Mbak.

^^^Iya, nanti Mbak kasih^^^

Maaf ya, udah ngerepotin Mbak Shanum.

^^^Gapapa kamu belajar yang rajin ya biar bisa sukses.^^^

Iya, Mbak.

​Setitik air mata jatuh mengenai layar ponselnya, Shanum merasa sesak yang luar biasa. Shanum sudah memberikan seluruh gajinya, ia sudah merelakan masa mudanya, namun status belum menikah membuatnya dianggap lebih rendah dari sampah di mata semua orang bahkan keluarganya sendiri.

Shanum pun kembali bekerja seperti biasanya, ditengah kesibukannya Pak Heru pemilik toko datang menghampiri Shanum.

"Shanum," panggil Pak Heru.

"Iya, Pak. Ada apa?" tanya Shanum.

"Bapak dengar, kamu baru ditolak sama keponakannya Pak Rudi?" tanya Pak Heru.

"Iya, Pak," jawab Shanum.

"Begini, Bapak punya kenalan. Insyaallah dia pria baik, apa kamu mau kenalan sama pria itu?" izin Pak Heru.

"Apa pria itu mau sama Shanum, Pak?" tanya Shanum.

"Bapak juga kurang tahu, namanya Fajar. Dia asli Surabaya, tapi dia sekarang tinggal di Klaten," ucap Pak Heru.

"Boleh, Pak," ucap Shanum.

"Alhamdulillah, nanti Bapak suruh dia kesini ya biar kalian ketemuan langsung," ucap Pak Heru dan diangguki Shanum.

"Terima kasih, Pak," ucap Shanum.

"Iya, sama-sama," ucap Pak Heru.

Sore harinya, saat matahari mulai tergelincir dan Shanum bersiap untuk menutup toko, Pak Heru mendekatinya dengan wajah yang tampak tidak enak hati, beliau menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berdeham pelan.

​"Shanum... soal yang tadi pagi Bapak bilang," ucap Pak Heru menggantung kalimatnya dan membuat jantung Shanum berdegup sedikit lebih kencang.

"I-itu, si Fajar barusan telepon Bapak. Ternyata dia baru saja jujur kalau sebenarnya dia sudah lama menaruh hati pada perempuan lain di Klaten dan sepertinya mereka mau serius," lanjut Pak Heru.

​Shanum terdiam sejenak, namun bukannya merasa sedih atau hancur, ia justru merasa ada beban yang terangkat dari pundaknya dan tidak ada lagi harapan orang lain yang harus ia pikul.

​"Oh, begitu ya, Pak. Alhamdulillah kalau Mas Fajar sudah punya pilihan, tidak apa-apa, Pak. Terima kasih sudah berniat baik membantu saya," jawab Shanum dengan senyum tipis yang tulus.

​"Kamu beneran tidak apa-apa, Shanum? Bapak jadi merasa tidak enak sudah memberi harapan," ucap Pak Heru merasa bersalah.

​"Sama sekali tidak apa-apa, Pak. Mungkin memang belum waktunya," balas Shanum singkat.

Sore harinya, Shanum pun memutuskan untuk pulang. Biasanya ia pulang jam 2 siang, namun kali ini ia pulang jam 5 sore karena banyaknya barang datang.

Selaam perjalanan, Shanum sering melamun hingga ia bertemu dengan Mbak Dyah yang merupakan orang terpandang di desa.

"Mbah, kenapa Mbah ada disini?" tanya Shanum.

"Ini, tadi saya habis beli sesuatu. Dan sekarang menunggu jemputan," ucap Mbah Dyah.

"Kita duduk di sana itu aja ya, Mbah. Ayo saya temani," ajak Shanum dengan menunjuk warung yang tutup.

Mbah Dyah pun menganggukkan kepalanya dan mereka pergi ke tempat yang dimaksud Shanum, "Mbah sendirian? Mbah Wira gak ikut?" tanya Shanum.

"Mbah Wira lagi sibuk sama sawahnya," ucap Mbah Dyah.

Mbah Dyah saat ini tinggal dengan suaminya yaitu Mbah Wira dan juga anak bungsunya Pak Panji, sedangkan tiga anak lainnya sudah merantau di kota dan menjadi orang sukses, tidak ada yang gagal.

Bahkan Pak Panji sendiri saat ini sukses dengan usaha restoran dan sudah memiliki banyak cabang. Kekayaan Mbah Dyah dan Mbah Wira tidak bisa dijabarkan lagi, Mbah Dyah dan Mbah Wira sudah kaya sejak dulu bahkan sebelum anak-anaknya sukses.

Ini adalah pertama kalinya Shanum mengobrol dengan langsung dengan Mbah Dyah, Shanum begitu terkesima. Walaupun umur Mbah Dyah tidak muda, tapi beliau tetap cantik dan begitu anggun.

Mbah Dyah memperhatikan Shanum dengan seksama. Di balik wajah lelah gadis itu, Mbah Dyah menangkap sinar ketulusan yang jarang ia temukan pada gadis-gadis desa lainnya yang biasanya hanya bersikap manis di depannya karena memandang status sosial keluarganya.

"Nama kamu siapa?" tanya Mbah Dyah lembut, suaranya tenang namun berwibawa.

"Nama saya Shanum, Mbah," jawab Shanum.

"Shanum? Saya kok nggak pernah denger ya, siapa orangtua kamu?" tanya Mbah Dyah.

"Ayah saya Tono, Mbah. Yang rumahnya dekat pertigaan sawah," jawab Shanum.

"Tono? Oh yang jualan di pasar itu ya?" tanya Mbah Dyah.

​"Iya, Mbah," jawab Shanum sambil menunduk sopan.

"Maaf kalau lancang, apa Mbah sudah mencoba telepon Pak Panji atau Pak Wira? Hari sudah mau maghrib, hawanya mulai dingin," tanya Shanum.

​Mbah Dyah tersenyum tipis, ia merapatkan selendang batiknya. "Sudah, tapi mungkin mereka sedang di jalan. Kamu sendiri kenapa baru pulang jam segini? Perempuan sendirian lewat jalan sepi begini bahaya," tanya Mbah Dyah.

"Tadi banyak barang datang di toko, Mbah. Jadi harus diselesaikan dulu," jawab Shanum jujur.

"Kamu anak yang rajin, jarang ada anak muda sekarang yang mau kerja keras, mereka maunya kerja yang instan aja," puji Mbah Dyah, lalu terdiam sejenak dan menatap jari-jemari Shanum yang kasar karena sering terkena kayu bakar dan air cucian.

.

.

.

Bersambung.....

1
Asni Kenedy
d gantung dahh🤭🤭🤭
Eva Tigan
Hukumannya enak kok..Shanum malah jadi pengen lebih itu..dan sebaiknya dilakukan di rumah saja😄
Asni Kenedy
ahhh ikut baperr
mamayasna
shanum ooo shanumm
Eva Tigan
Kasi ponsel baru buat istrinya Mas Abi..😄
Eva Tigan
Pak Dosen dan shanum sama sama baru buka segel.
pasti keduanya akan merasa kecanduan setelah merasakan nikmatnya Sorga Dunia😊
mamayasna
😍
Eva Tigan
mesra nya sepiring berdua..isi energi dulu nanti selesai makan dilanjutkan kegiatan romantis nya tadi 😊
mamayasna
😍😍
gemar baca
luar biasa alur ceritanya bagus, penokohan nya keren gak berlebihan, bahasa yang digunakan juga Bagus,keren pokok'e
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
mamayasna
😍😍😍
Valen Angelina
baper gak tuh🤭🤭😄😄
Valen Angelina
belajar terbuka sama suamimu ....jgn apa2 terpendam sndiri ya....
Eva Tigan
segera kasi makan itu istrinya Abi..kasihan seharian gak makan..padahal udah lebaran ini..istrinya malah puasa😊
diaul_5
love you thorrr😍
diaul_5
suka banget sama cerita author satu ini dan lebih suka lagi ttp up meskipun lebaran jan josss polll, soalnya novel yang lain g up lebaran😭😭😭
elaretaa: Terima kasih Kak🥰 Pas lebaran .asih ada draf buat up, nah habis lebaran ini belum ada draf buat up soalnya sibuk lebaran, jadi belum sempat nulis🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
dika edsel
hai assalamualaikum bestieeeee... selamat lebaran .minal'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin ya...😊
elaretaa: Waalaikumsalam bestieeeee!!! selamat lebaran yaaaaaaaaa. Minal aidin wal faizin, semoga kita dipertemukan dengan Ramadan selanjutnya🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
mamayasna
semangat berkarya/Kiss/
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dika edsel
/Heart/
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Valen Angelina
pasti tidak seindah itu pernikahan shanum kan thor...jgn kejam2 kasian dia...Uda ortua gtu masa dpat suami gtu lagi wkwkkwke🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!