NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:222.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Seperti Mimpi

"Assalamualaikum, Istriku." Sapa Arjuna kala mendatangi Meshwa yang masih ada di ruang ICU.

Hatinya terasa ngilu saat melihat berbagai macam alat terpasang di tubuh gadis yang kini sudah menjadi istrinya itu.

Arjuna kemudian memegang ubun - ubun Meshwa.

"Bismillahhirrahmannirrahim Allahumma inni as-aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltahaa 'alaih." Doanya yang di akhirI dengan mengecup dahi Meshwa.

Arjuna kemudian duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang Meshwa. Ia meraih tangan Meshwa dan mengecup punggung tangan wanitanya.

"Maaf ya, Mas baru lihat kamu. Sabar njih, Cintaku, sebentar lagi Mas jemput kamu." Kata Arjuna sambil memandang wajah Meshwa yang netranya masih setia terpejam.

"Sayang, istrinya Mas. Maaf, karena setelah menikah pun kita masih harus banyak berjuang. Maafkan Mas karena sudah mengambil keputusan ini secara sepihak. Mas gak tau, apakah kamu bisa terima atau enggak nantinya. Tapi, satu hal yang harus kamu tau, Mas lakukan semua ini demi kamu, Dek." Lirih Arjuna sambil menggenggam erat tangan Meshwa.

Netranya terasa memanas saat bercerita semuanya pada istrinya yang hanya bisa terdiam. Sunyi, tak ada jawaban atau omelan dari Meshwa seperti biasanya ketika ia sedang bercerita.

Ia merasa sangat takut melihat Meshwa yang seperti ini. Ingatannya pun kembali pada Nay, gadis itu pun hanya terdiam seperti Meshwa saat ini ketika Arjuna ajak bicara.

"Kita pulang ya, Cintaku. Kita berkumpul lagi di sini. Jangan tinggalin Mas ya, Sayang. Tolong temani Mas di sini." Lirih Arjuna sambil mengusap pipi Meshwa.

Arjuna kemudian melepaskan kalungnya dan gelang yang di pakai oleh Meshwa. Ia membuka telapak tangan kanan Meshwa dan meletakkan kalung juga gelang itu di sana. Kemudian Arjuna mengepalkan tangan Meshwa lalu menggenggam kepalan tangan istrinya itu.

Arjuna memejamkan mata, ia kemudian merapalkan bacaan dengan khusuk. Suasana malam itu terasa semakin hening. Namun tak lama, Arjuna kembali membuka matanya.

"Astaghfirullah..." Lirihnya. Ia belum bisa menemui Istrinya.

Tak menyerah, Arjuna kembali mengulanginya lagi. Namun hingga beberapa kali ia mengulangi, tetap saja ia gagal.

"Ya Allah, Sayang..." Lirih Arjuna dengan perasaan gelisah. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Sungguh, ia sangat takut kehilangan istrinya.

Arjuna beristirahat sejenak, mengumpulkan energi sembari terus berdoa pada Allah. Supaya berkenan menyatukannya kembali dengan Istri tercintanya.

"Nang..." Suara itu terdengar di telinga Arjuna. Suara yang tentu tak asing baginya.

"Dalem, Bopo." Jawabnya.

"Cobalah lagi. Biar Bopo bantu kamu menjemput Istrimu." Ujar Bopo Jati Birowo.

"Njih, matur sembah nuwun, Bopo." Kata Arjuna yang kini merasa sedikit lega.

Arjuna mulai memejamkan mata sambil menggenggam erat tangan Meshwa. Mulutnya berkomat - kamit merapalkan bacaan.

Tak lama angin lembut datang. Angin yang terasa hangat itu berputar di sekitar tubuh Arjuna. Entah mengapa Arjuna merasa begitu mengantuk. Perlahan, kesadarannya pun hilang.

Begitu membuka mata, ia sudah berada di sebuah hamparan padang rumput. Tak jauh darinya, Bopo Jati Birowo berdiri bersama Biyung Dedes. Keduanya tersenyum pada Arjuna yang baru terbangun.

"Bopo, Biyung." Lirih Arjuna yang langsung menghampiri dan menyalami dua leluhur yang cukup sering datang menemuinya.

"Selamat ya, Nang. Terima kasih karena sudah memperjuangkan Biyung Desa Banyu Alas." Kata Biyung Dedes.

"Semua juga karena bantuan Bopo dan Biyung." Jawab Arjuna.

"Ayo, kita jemput istrimu." Ajak Bopo Jati Birawa.

Mereka bertiga melangkah bersama mendaki sebuah bukit kecil. Dari puncak bukit, Arjuna melihat gadis cantik yang berbalut gaun putih dengan roncean melati khas pengantin yang menghiasi kepala.

Dada Arjuna berdebar keras, netranya pun kembali berkaca - kaca. Ia begitu bahagia bisa melihat Kekasihnya yang sedang tersenyum bersama Mbak dan Pakdenya.

"Jemputlah, Nang. Bawa dia pulang." Titah Bopo Jati Birawa sambil mengusap - usap punggung Arjuna.

"Njih, matur sembah nuwun, Bopo, Biyung." Ucap Arjuna sebelum beranjak menuruni bukit untuk menghampiri Meshwa.

Dengan langkah setengah berlari, Arjuna menuruni bukit. Rasanya ia ingin cepat - cepat bertemu dengan Kekasihnya.

"Assalamualaikum." Ucap Arjuna dengan nafas yang terengah - engah karena berlari menuruni bukit.

"Waalaikumsalam." Jawab Meshwa, Laiba dan Askara bersamaan.

"Nang..." Panggil Askara sambil tersenyum. Ini adalah kali kedua mereka bertemu.

"Dalem, Pakde." Jawab Arjuna yang langsung menghampiri dan menyalami Askara. Askara pun memeluk dan mengecup dahi keponakannya.

"Mbak..." Lirih Arjuna sambil menyalami Laiba. Arjuna kemudian memeluk erat Laiba dan mencium dahi saudara kandungnya.

"Selamat ya, Dek. Semoga kalian selalu bahagia." Ucap Laiba yang masih memeluk Arjuna.

"Terima kasih, Mbak, Pakde. Terima kasih karena sudah menjaga dan menemani Meshwa." Ucap Arjuna.

"Njih, sami - sami, Cah Bagus." Jawab Askara sambil mengusap sayang kepala Arjuna.

"Sayang..." Lirih Arjuna sambil tersenyum menatap Meshwa.

Meshwa pun tersenyum sambil menatap mata Arjuna yang berkaca - kaca.

"Mas, Mas sudah menikahiku?" Tanya Meshwa.

"Sampun, Sayang. (Sudah, Sayang.)" Jawab Arjuna sambil menganggukan kepala.

"Kita sudah sah menjadu suami - istri." Imbuh Arjuna.

Meshwa pun tersenyum, ia lalu meraih tangan Arjuna dan mencium tangan suaminya itu.

"Maa Syaa Allah, Sayangku." Lirih Arjuna. Ia kembali memegang ubun - ubun Meshwa dan membacakan doa untuk istrinya. Saking khusuknya, Ia sampai meneteskan air mata kala membacakan doa untuk Meshwa.

Setelahnya, Arjuna menangkup wajah Meshwa dan Mengecup dahi istrinya. Hatinya terasa tenang dan bahagia yang tak bisa lagi terlukiskan.

"Pulang lah, kalian harus segera pulang." Kata Askara yang mengingatkan.

"Iya, Dek. Kasihan Meshwa sudah lama di sini." Timpal Laiba.

"Njih Pakde, Mbak. Aku dan Meshwa pulang dulu." Pamit Arjuna. Ia pun kembali menyalami dan memeluk Askara dan Laiba. Meshwa juga mengikuti apa yang di lakukan oleh suaminya.

Dengan bergandengan tangan, Arjuna dan Meshwa berjalan menaiki bukit tempat Arjuna datang.

"Sudah lama nunggunya, Sayang?" Tanya Arjuna yang di jawab anggukan oleh Meshwa.

"Maaf ya." Ucap Arjuna sambil menatap Istrinya.

"Gak apa - apa, Mas. Untung ada Mbak Laiba dan Pakde yang menemani." Jawab Meshwa sambil tersenyum. Senyum yang menular pada Arjuna. Tiba - tiba, Arjuna menghentikan langkahnya.

"Kenapa, Mas?" Tanya Meshwa.

"Gak apa - apa. Mas cuma mau peluk kamu." Jawab Arjuna yang kemudian memeluk erat Meshwa. Seolah sedang melepaskan rindu dan kekhawatirannya. Ia pun menghujani puncak kepala Meshwa dengan kecupan.

"Maa Syaa Allah, nikmatnya." Lirih Arjuna yang kini bisa mengecup kekasihnya.

Arjuna kemudian menangkup wajah Meshwa. Ia mencium dahi dan juga pipi Meshwa, terakhir ia mencium mesra bibir istrinya.

...****************...

Suara berisik monitor yang menunjukkan tanda vital pasien, membuat Arjuna terbangun. Ia pun merasakan gerakan pada tangan Meshwa yang ia genggam.

Begitu membuka mata, Arjuna langsung melihat Meshwa yang ternyata sudah sadar dan sedang menatapnya sambil tersenyum.

"Sayang? Kamu udah sadar?" Tanya Arjuna yang di jawab anggukan oleh Meshwa.

"Mas capek ya, sampe ketiduran gitu?" Tanya Meshwa dengan suara lirih.

"Enggak. Mas cuma ngantuk aja." Jawab Arjuna.

"Mas..."

"Dalem, Cintaku."

"Aku tadi mimpi, menikah sama Mas." Lirih Meshwa.

1
Yoyoh Dariyah
terimakasih updatenya thor
Kasih Bonda
next Thor semangat
amilia amel
lanjuttttt
Kasandra Kasandra
lanjut double up
Atik Kiswati
ngakak bgt bc part ini....🤣🤣🤣🤣🤣
cici cici
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
adning iza
ya Allah klo ngga bkin heboh dn ge²r bukn kluarga bopo banyu alas🥰🥰🥰🤣🤣🤣
Ani Sukmayati
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ cima cima bikin geger sekabupaten 😜😜😜
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
arep tak benerke Wedi saru 🫣🫣🫣
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: peeeehhhh 🤣🤣😆
total 2 replies
Rusi Rusi
kalau Shima masuk jadi rame ya Thor. lanjut lagi thor
Eka
dasar si dipta ada2 saja lanjut thor keseruan shima bukin gemes🤣🤣🤣
Kasih Bonda
next Thor semangat
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
langsung lembur ya Jun 🙄🤣🤣😁😆
cipa
wkwkwkwk Cima cima tesih subuh wes gawe geger manten anyar 🤣🤣🤣🤣
amilia amel
kalo nggak ada cima nggak rameeeee😅😅😅😅😅
Arin
Benerkan. Tadinya aku gak mau baca takut seram. Malam jumat lo😁😁😁.... Pikir memang kemasukan atau ada yang kerasukan. Ternyata yang kemasukan itu Meshwa.... kemasukan bonggol telonya Juna🤣🤣🤣🤣
Gita Mitha Pertiwi
cima subuh2 ws gae ontran2 wae 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya Allah chim subuh2 udah bikin heboh
Herlambang Lutvi
sampai di tegur suami knp km ketawa 🤣🤣🤣 episode full semyum🤭🤭
Intan Nurwulan
Ya ampun cim cim pngen tak karungin dech😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!