NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Kedekatan

Alea memasuki rumah ketika baru saja di antar Raidan, Alea menutup pintu Apartemen tersebut dengan bersandar dibalik pintu dan tiba-tiba saja memegang dadanya. Wajahnya terlihat tersenyum tipis seperti tersipu malu.

"Alea, ada apa dengan dirimu? Mengapa tiba-tiba saja perasaanmu jadi seperti ini?" batin Alea penuh tanya.

Alea menggoyang-goyangkan kepalanya berusaha untuk sadarkan diri dan melanjutkan langkahnya memasuki ruang tamu. Alea hampir saja berteriak ketika melihat Dharma berada di ruang tamu.

"Ada apa Alea? kenapa reaksi kamu seperti itu? Apa kamu sedang melihat hantu?" tanya Dharma.

"Ti- tidak. Mas, Alea tidak apa-apa. Alea hanya kaget melihat keberadaan. Mas," jawabnya dengan terbata-bata.

"Kenapa kamu kaget? Memang saya hantu?" tanya Dharma.

"Bukan begitu, Ma. Tiba-tiba saja Mas ada di rumah dan wajar saja jika saya kaget," jawab Alea berusaha untuk tenang.

"Begitu," sahut Dharma tampak santai.

Alea menarik nafas dan membuang perlahan ke depan kemudian menghampiri Dharma.

"Mas, kapan pulangnya dan mengapa tidak mengabari terlebih dahulu?" tanya Alea.

"Bukankah aku berjanji pada kamu akan menjemput kamu di tempat Mama, tetapi kamu ternyata sudah pulang terlebih dahulu dan ternyata sampai di rumah kamu juga tidak ada di rumah," jawab Dharma.

"Oh itu, tadi di jalan Alea memerlukan sesuatu jadi mampir sebentar," jawab Alea terlihat begitu gugup seolah-olah ada sesuatu hal yang dia sembunyikan.

"Begitu," sahut Dharma kembar melihat ponselnya.

"Hmmmm, Mas saat ini sedang berada di rumah, bagaimana jika kita dinner malam ini?" tanya Alea menawarkan pada suaminya itu.

"Sayang aku sedang berjanji dengan klien nanti malam," jawab Dharma ternyata menolak keinginan istrinya.

"Jadi, Mas tidak bisa makan malam bersamaku?" tanya Alea memastikan membuat Dharma menggelengkan kepala.

Terlihat kekecewaan di wajah Alea, suaminya semakin hari tidak memiliki waktu untuknya dan meski dia sudah hamil.

"Hmmm, bagaimana jika kamu makan malam di rumah Mama saja, bukankah Mama yang baru dan paling mengerti apa yang kamu butuhkan untuk nutrisi bayi kita," ucap Dharma.

"Tidak usah. Mas, Alea baru saja dari sana," jawab Alea sudah pasti akan menolak tawaran itu karena jika dia kembali ke tempat kedua orang tua suaminya itu maka Alea akan kembali tersiksa dengan makanan yang tidak diinginkan.

Dratt-dratt-dratt.

Ponsel Dharma yang sejak tadi dia pegang bergetar.

"Sayang sebentar ya. Aku angkat telpon dulu," ucap Dharma berlalu dari hadapan Alea.

"Hanya mengangkat telpon, tetapi kenapa harus sampai pergi," gumam Alea melihat bagaimana suaminya itu berbicara dengan seseorang ditelepon tersebut.

Alea hanya menghela nafas dengan melihat suaminya itu.

*****

Dharma kerap kali menghabiskan waktu dengan penuh pekerjaan dan bahkan mengabaikan Alea yang terus aja sendirian di Apartemen.

Tetapi ternyata hal itu tidak menjadi masalah bagi Alea. Dia menikmati hari-harinya dengan kehamilan nya sembari menikmati makanan-makanan yang dikirim oleh Raidan kepadanya.

Jika tidak mendapat perhatian dari Dharma, Alea mendapat perhatian yang begitu besar dari Raidan, dari hal kecil sampai besar selalu ditangani Raidan tanpa sepengetahuan Dharma mereka berdua menjalin komunikasi yang cukup dekat.

Seperti saat ini bagaimana Alea meluruskan kakinya di sofa sembari matanya fokus pada televisi. Alea menikmati cemilan kering yang menjadi favoritnya.

Ting.

Alea melihat ponselnya dengan notif pesan masuk.

"Aku baru saja mengirimkan seafood yang kamu inginkan, selamat makan siang dan jangan lupa untuk istirahat dengan cukup,"

Alea tersenyum membaca pesan manis dari Raidan.

Tinnong.

Suara bel Apartemen terdengar membuat Alea berdiri dari tempat duduknya dengan membuka pintu. Baru saja Raidan mengabari mengirim makanan kepadanya dan sekarang pengantar makanan itu sudah tiba membuat Alea terlihat begitu semangat ketika mengambil makanan tersebut dan kembali ke ruang tamu.

"Wau, ini yang bener-bener sangat menggoda, huhhhh!" Alea terlihat tidak sabar untuk membuka makanan itu.

Sebelum memakannya tidak lupa Alea harus mengambil gambar makanan tersebut dan kemudian mengirimnya kepada Raidan.

..."Terima kasih, makanannya sudah sampai," tulis Alea dengan tersenyum lebar....

Raidan yang berada di ruangannya membaca pesan tersebut, ternyata langsung membalas dan kedua manusia itu saling berbalas pesan dengan senyum-senyum.

Hal ini sudah menjadi kebiasaan keduanya berkomunikasi tanpa sepengetahuan Dharma.

****

Alea berada di atas ranjang tampak begitu gelisah dan sementara Dharma bersandar di kepala ranjang fokus pada ponselnya.

Alea melihat bagaimana kesibukan suaminya itu dan bahkan tidak menanyakan apa yang membuatmu sejak tadi tidak bisa tidur, sampai-sampai Alea menarik nafas dan mumpung perlahan ke depan dan kemudian memeluk Dharma dengan manja.

"Sayang, aku tiba-tiba kangen sama kamu," ucap Alea seperti memberi kode kepada suaminya itu.

"Aku juga kangen sama kamu," sahut Dharma tanpa melihat istrinya.

"Sayang apa kamu tidak ingin bermesraan denganku, selama kita menikah kamu tidak menyentuhku," ucap Alea.

Hormon pada kehamilannya membuat dirinya benar-benar ingin disentuh, memang biasanya wanita hamil muda pasti ingin selalu bermanja pada suaminya.

"Mana mungkin aku tidak ingin melakukan hal itu, tetapi aku bukan suami egois, kamu sedang hamil dan aku tidak ingin menyakiti anak kita," ucap Dharma.

Lagi dan lagi alasan yang dia berikan tetap sama kepada Alea. Memang Alea merasa percuma jika meminta hal itu pada suaminya dan hanya kekecewaan yang dia dapatkan. Dharma juga terlihat tidak merasa bersalah.

Alea merasa tidak dipedulikan tiba-tiba saja langsung duduk dan turun dari ranjang.

"Kamu mau ke mana sayang?" tanya Dharma.

"Mau ke dapur," jawab Alea terlihat cuek dan langsung pergi begitu saja.

Dharma tetap saja tidak peduli dan mengabaikan istrinya yang pergi dan bukan. Alea saat ini duduk di meja makan dengan meneguk akhir putih. Alea beberapa kali mencoba menenangkan diri dengan menarik nafas dan menyibak rambutnya ke belakang.

"Aku tidak mengerti ada apa sebenarnya? pernikahan apa ini, aku menurut keinginannya untuk hamil dengan laki-laki lain, melarang untuk bertemu dengan laki-laki itu ketika aku hamil, tapi di saat aku membutuhkan banyak hal dengan hormon kehamilan dia sama sekali tidak bisa memberikan apapun itu, perhatian dan bahkan apa yang aku butuhkan,"

"Dia hanya menyerahkan kepada kedua orang tuanya dan aku selalu diberi ini dan itu semua yang tidak aku inginkan, kenapa aku merasa pernikahan ini benar-benar membuatku tertekan, begitu banyak pengorbanan yang aku lakukan dan ternyata tidak dibalaskan," batin Alea dengan wajahnya tampak begitu kesal.

"Mas Dharma seolah-olah tidak menganggap aku sebagai istrinya, tetap sibuk dengan semua pekerjaannya dan jika sudah berkaitan dengan telepon maka akan sangat cepat untuk mengangkatnya,"

"Aku saat ini tidak tahu harus melakukan apa dan bersikap seperti apa, aku benar-benar muak dengan pernikahanku, aku jenuh,"

Alea tidak henti-hentinya mengoceh sendiri atas kehidupan pernikahannya yang tidak sesuai dengan harapan dan benar-benar sudah pelari dari semua impiannya tentang pernikahan yang dia inginkan dipenuhi dengan kebahagiaan kenyamanan dan ketentraman dan semua ternyata tidak sampai di sana.

Bersambung.....

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!