NovelToon NovelToon
The Adgof

The Adgof

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romantis / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#1

Lantai marmer rumah sakit yang dingin memantulkan bayangan lampu neon yang berkedip di atas kepala. Di dalam Ruang VIP, aroma antiseptik yang tajam menusuk indra, namun bagi keluarga Taylor, aroma itu kini terhapus oleh isak tangis kebahagiaan.

Lyodra Taylor mengerjapkan matanya pelan. Cahaya lampu terasa seperti ribuan jarum yang menusuk retinanya. Di usianya yang kini menginjak 25 tahun, tubuhnya terasa asing—kaku dan rapuh, seolah ia baru saja dirakit kembali dari serpihan kaca yang pecah.

"Kau sadar, Lyodra... Oh Tuhan, Mommy... Daddy... Dokter! Lyodra sadar!" Suara melengking itu milik Evangeline, kakak sulungnya yang kini berusia 27 tahun. Wajah Evangeline yang biasanya tenang kini sembab oleh air mata.

Di sudut ruangan, seorang pemuda jangkung dengan raut wajah tegang, Edric 20 tahun segera berlari memanggil tim medis. Pintu ruangan terbuka lebar, dan dalam sekejap, kesunyian yang telah menyelimuti Lyodra selama empat tahun terakhir pecah oleh hiruk-pikuk suara manusia.

Beberapa jam kemudian, setelah rangkaian pemeriksaan yang melelahkan, Lyodra hanya bisa bersandar pada bantal empuknya. Pandangannya kosong menatap langit-langit. Ia tahu mereka adalah keluarganya, instingnya mengatakan begitu—tapi memori tentang mereka terasa seperti menonton film tanpa suara. Hitam putih dan buram.

"Lyodra, sayang... ini Mommy," bisik seorang wanita paruh baya sambil menggenggam tangannya yang pucat.

Lyodra mencoba bicara, namun tenggorokannya terasa seperti padang pasir yang kering. "Aku... di mana?"

Di luar ruangan, suasana jauh lebih tegang. Dokter baru saja memberikan vonis yang sudah mereka duga namun tetap terasa pahit: Amnesia Pasca-Trauma. Kecelakaan hebat di usia 21 tahun itu tidak hanya menghancurkan tulang-tulangnya, tapi juga menghapus sebagian besar peta ingatan di kepalanya.

Edric berdiri di koridor yang sepi, menatap kakaknya, Evangeline, dengan pandangan gelisah. "Dia sudah bertunangan sekarang, Kak. Aku mengikuti beritanya di internet. Archello Dominic... dia benar-benar akan menikah dengan orang lain sementara Kakak di sini bahkan tidak mengingat namanya sendiri."

"Edric, diamlah," desis Evangeline, matanya melirik ke arah pintu ruang perawatan.

"Kenapa harus diam?" Edric membalas dengan nada sedikit meninggi. "Kak Lyodra hampir mati karena kecelakaan itu, dan pria itu—"

"Jangan bahas apapun tentangnya, Ed!" Suara berat sang Ayah memotong pembicaraan mereka. Pria itu berdiri dengan bahu yang tampak lebih merosot dibandingkan empat tahun lalu. "Amnesia kakakmu adalah kehidupan baru untuknya. Jangan ada yang mengingatkan tentang mereka lagi."

Sang Ayah menatap kedua anaknya dengan tatapan tajam yang penuh luka. "Kita sudah pergi cukup jauh ke Chicago untuk memulai dari awal. Perusahaan kita hampir bangkrut karena kejadian itu, dan kakakmu hampir kehilangan nyawanya.

Jika takdir ingin dia melupakan Archello Dominic dan seluruh masa lalu yang menyakitkan itu, maka biarkanlah begitu. Jangan biarkan dia kembali ke lubang yang sama."

Sementara di kota yang berbeda, atmosfer yang sama dinginnya menyelimuti sebuah butik mewah di pusat kota. Oliver Bernardo, gadis berusia 22 tahun dengan kecantikan yang tampak melankolis, berdiri di depan cermin besar. Gaun pengantin berwarna putih gading membalut tubuhnya, namun tak ada binar di matanya.

Di belakangnya, berdiri seorang pria dengan aura yang mampu membekukan ruangan. Archello Dominic. Di usia 25 tahun, Archello adalah definisi dari kekuasaan yang sunyi. Garis rahangnya tegas, matanya tajam namun kosong, seolah ia telah mematikan seluruh emosinya bertahun-tahun yang lalu.

"Apakah gaunnya pas?" tanya Archello. Suaranya rendah, tanpa intonasi kasih sayang sedikit pun.

Oliver menatap pantulan Archello di cermin. "Pas. Tapi apakah ini perlu? Kita bahkan jarang berbicara satu sama lain selama pertunangan ini, Archello."

Archello tidak menjawab. Ia hanya memperbaiki letak jam tangan mewahnya. Bagi Oliver, Archello adalah teka-teki yang terkunci rapat. Ia setuju dengan perjodohan ini demi menjaga nama baik keluarganya, namun ia merasa seperti sedang bertunangan dengan patung es. Oliver tidak pernah tahu apa yang terjadi pada Archello di masa lalu, mengapa pria itu begitu dingin, atau mengapa terkadang ia menemukan Archello menatap ke arah utara dengan tatapan yang sangat jauh dan penuh duka.

"Ini hanya soal waktu, Oliver," jawab Archello singkat sebelum berbalik pergi meninggalkan butik, meninggalkan Oliver sendirian dengan bayangan gaun putih yang terasa seperti kain kafan bagi kebebasannya.

Kembali ke Chicago, Lyodra mencoba menggerakkan jemarinya. Di bawah bantalnya, ia menemukan sebuah robekan kecil dari sebuah majalah lama yang terselip—entah siapa yang meninggalkannya di sana. Ada foto seorang pria yang membelakangi kamera, berdiri di tepi pantai.

Hatinya tiba-tiba berdenyut nyeri. Sebuah rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan secara medis.

"Siapa aku sebelum ini?" bisik Lyodra pada kesunyian.

Ia tidak tahu bahwa namanya pernah menjadi bagian dari sejarah besar di kota asalnya. Ia tidak tahu bahwa ia adalah alasan di balik dinginnya hati seorang Archello Dominic. Dan yang paling menyedihkan, ia tidak tahu bahwa saat ia berjuang untuk mengingat cara berjalan kembali, pria yang pernah berjanji melindunginya kini sedang berdiri di samping wanita lain, bersiap untuk mengucapkan janji suci yang seharusnya menjadi miliknya.

Kemalangan Lyodra bukan hanya karena ia kehilangan ingatannya, tapi karena semua orang yang mencintainya sepakat untuk membiarkannya tetap berada dalam kegelapan, demi melindunginya dari sebuah kebenaran yang mungkin akan menghancurkannya untuk kedua kali.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Meris
suka dgn karakter Alexander Dominic
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Meris
Suka dgn ketegasan Ello...sbg suami yg bertanggungjawab.
winpar
gmna yh pertemuan mreka????
winpar
smkin seru thor 🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya selalu aj bgus 🥰😍
ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
winpar
seru🥰😍
winpar
kk cerita ini msih lnjut kn kk????
ros 🍂: masih kak🙏
total 1 replies
winpar
smga cinta elo dan lyodra kuat mnghdpi neneknya yg jhat
Amy Chacha
sangat suka dengan alur ceritanya gk bertele2 dan kasian lyodra thor pertemukan dengan ello thor kasian lyodra thor
ros 🍂: Sabar kak ini ujian 🤭🥰
total 1 replies
Amy Chacha
lanjut lagi thor up yang banyak
Amy Chacha
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!