NovelToon NovelToon
Cinta Kalah Oleh Dendam

Cinta Kalah Oleh Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Romansa
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16

Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.

Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.

Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.

Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4- CKOD 4

Bella menyelam, muncul lagi, menyelam lagi dan muncul lagi. Dia benar-benar menyusuri semua sudut kolam. Berharap kalau memang Davin malah melemparkan bola itu ke dalam kolam. Setidaknya dia bisa menemukannya lagi.

Tapi sudah lelah dia mencari, Bella tak kunjung menemukan bola itu. Hingga dia merasa kedua kakinya tak bisa dia rasakan dengan baik lagi. Seperti sudah kebas, tidak berasa lagi. Langkahnya menjadi goyah. Bella kehilangan keseimbangan, matanya juga mulai berkunang-kunang. Pandangannya mulai kabur, dan dia merasa sangat mengantuk.

Byurrr

"Mama, pelayan itu tenggelam!" kata Davin yang langsung memberitahu ibunya ketika dia melihat Bella tidak muncul-muncul lagi di permukaan setelah tenggelam.

Di dalam air, Bella merasa nafasnya sudah sesak. Dia memejamkan matanya, dia menyerah.

'Kakak, maafkan aku. Aku tidak sanggup lagi!' batinnya yang membiarkan air masuk ke saluran pernapasannya.

Rasa sakit, pedih, dan panas. Bella sangat kesakitan merasakannya. Tapi dia membiarkannya, setidaknya itu tidak lebih sakit dari hari-harinya terus berada di rumah suaminya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman untuknya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Rumah ini seperti neraka baginya.

Blubuk... Blubuk...

"Bu, dia benar-benar tenggelam?"

Desy berdiri dan memperhatikan permukaan kolam. Air yang menggelembung naik, dan lama Bella tak muncul ke permukaan. Membuatnya Desy merasa kalau mungkin saja Bella memang sudah tenggelam.

"Bu..."

Vivian meletakkan piring berisi buah potong yang tengah dia makan itu. Dan memperhatikan sama seperti Desy. Matanya sedikit melebar, seperti memang menantunya itu tenggelam.

"Panggil Dini, Des. Jangan sampai dia matii di rumah kita!" pekik Vivian.

Desy segera berteriak memanggil Dini.

"Dini! Dini!"

Dini berlari keluar, dan dengan cepat menghampiri Desy.

"Iya non Desy!"

"Angkat adik pembunuhh itu dari kolam. Jangan sampai dia matii di rumah ini. Setelah itu panggil supir, suruh bawa dia ke klinik yang murah saja!" kata Desy yang bahkan langsung masuk ke dalam menyusul Vivian yang membawa Davin masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.

Dini menatap kolam renang itu bingung.

"Aduh, gimana ngangkatnya?" gumam Dini bingung.

Namun, bibi Okta yang mendengar suara teriakan Desy. Dan merasa mungkin ada yang udah beres. Segera berlari ke arah kolam.

Melihat Bella yang sudah nyaris mengambang, bibi Okta tanpa pikir panjang, menceburkan dirinya ke dalam kolam.

Byurr

Bibi Okta menarik tubuh Bella ke tepi kolam.

"Dini, bantu aku! Din!"

Dini yang tadinya memang diberi tugas untuk menyelamatkan Bella. Langsung bergegas membantu bibi Okta.

Begitu tubuh Bella berhasil di bawa naik, bibi Okta segera menekan dada dan perut Bella.

"Panggil supir, Din. Kita gak akan kuat gendong tubuh non Bella!"

Dini juga tanpa bicara langsung berlari memanggil supir. Bukan karena memang kasihan atau mau membantu Bella dan bibi Okta. Hanya saja, dia memang diberi tugas itu oleh Desy tadi.

Bibi Okta berusaha sangat keras membuat Bella memuntahkan air yang tertelan olehnya.

"Non, sadarlah non!" ujar wanita yang sudah tidak muda lagi itu.

"Uhukkk..."

Mata bibi Okta sampai berkaca-kaca.

"Non, tetaplah berpura-pura pingsan!" kata bibi Okta yang membuat Bella tertegun.

Bella masih tertegun diam. Dia sebenarnya juga masih sangat lemas. Hanya saja dia mendengar suara bibi Okta. Dia membuka mata untuk memberitahukan pada bibi Okta, dia baik-baik saja. Bella tak mau bibi Okta khawatir.

"Non, non nanti akan di bawa ke klinik. Jika ada kesempatan. Kabur saja non!" air mata bibi Okta mengalir begitu saja.

Bibi Okta yang selama ini menyaksikan bagaimana keluarga ini memperlakukan Bella, sungguh merasa tidak tahan. Dia benar-benar tidak tahan melihat Bella terus disiksaa.

Bella menatap wanita paruh baya yang justru sangat perduli padanya, meskipun tak memiliki hubungan apapun dengannya itu.

"Non, lebih baik nona pergi. Cari seseorang di pasar baru, namanya Jamilah. Dia keponakan bibi. Katakan padanya, bibi menyuruh non Bella ambil semua uang bibi yang ada padanya. Gunakan untuk kabur sejauh-jauhnya non!" kata bibi Okta berbisik pada Bella.

"Pak Bidin, itu... angkat non Bella itu. Bawa ke rumah sakit. Perintah non Desy. Cepat!" kata Dini.

Bella kembali memejamkan matanya. Dan bibi Okta pun menjauh dari Bella. Pak Bidin mengangkat Bella dan membawanya ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.

"Huhh, hampir saja. Kalau sampai dia matii. Bisa runyam!" kata Dini menyeka keringat di keningnya dan beranjak masuk ke dalam rumah.

Keduanya tadi, mengikuti langkah pak Bidin menuju ke mobil. Dan sekarang, setelah mobil itu melewati pintu gerbang. Bibi Okta menyeka air matanya.

'Non, bibi harap non Bella bisa kabur. Meskipun di luar kesulitan, tapi mungkin akan lebih baik daripada disiksaa setiap hari di rumah ini. Pagi, siang, sore disiksaa oleh dua nyonya besar itu. Dan malam harinya, masih disiksaa oleh tuan Leo. Bibi harap non, bisa pergi sejauh-jauhnya!' batin bibi Okta.

Sementara itu pak Bidin, juga sudah membawa mobil dengan kecepatan cukup cepat. Tadi, Dini sudah memberitahukan pada pak Bidin. Agar Bella dibawa ke klinik yang murah saja.

Tak lama, hanya sekitar 15 menit dari rumah besar itu. Pak Bidin sampai ke sebuah klinik. Bella di bawa ke ruangan unit gawat darurat. Setelah di tangani, dokter itu keluar menemui pak Bidin.

"Pak, pasien sudah berhasil di selamatkan. Tolong diisi formulir pendaftaran dan kelengkapan administrasinya!" kata salah seorang petugas klinik.

Pak Bidin menggaruk kepalanya. Dia tidak tahu apapun tentang Bella.

"Sebentar ya, mbak. Saya telepon tuan saya dulu!"

Pak Bidin, segera menghubungi Leo. Cukup lama sampai panggilan itu di angkat.

"Halo tuan..."

[Ada apa?]

"Tuan, ini saya Bidin"

[Iya aku tahu, ada apa? kalau tidak ada yang penting, aku masih banyak pekerjaan!]

"Anuu tuan, nona Bella ada di klinik. Dia tenggelam di kolam renang. Kata mbaknya di suruh isi formulir, saya gak tahu apa-apa tentang nona Bella, tuan...."

[Kirim lokasinya]

Tut Tut Tut

Bidin melihat ponsel di tangannya.

"Lah dimatiin, kirim lokasi aja lah!" gumam Bidin.

***

Bersambung...

1
Dew666
💎💎💎
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
plisss lanjut kk🤧
Noer: sabar, besok lagi 🤭
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
takut dia di tangkap🤣
Noer: ho'oh betul tuh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
wah Bagas mau di coblos pake jarum besar sama Oscar seperti 🤔
mudah mudahan ada penolong 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: kasihan Kalau gak ada mah 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jangan seyakin itu napa, nanti kecewa loh🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
menang 🤔🤔
mimpi aja kamu Leo 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya mimpi aja dia🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
setiap hari apa harus 🤔
Noer: ya anggap² cari kesibukan gitu kak 🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cemburu membuat bodoh gitu aja Thor 🤭🤣
Noer: cemburu itu tanda minder, kalau kata dilan mah
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
penasaran juga kamu Leo 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kak Thor lidah q belibet kalau baca nama pengacaranya 🤭
Nicklas
niklas🙈
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 4 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ya begitulah penjahat, kalau kebusukannya mau dibongkar ya pasti ngamuk² gak jelas, apa lagi dia sebenarnya tau kalau anaknya yang salah 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: boleh kak, biar gak bisa ngamuk² dia🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mungkin bagi pengacara Nicklas sudah biasa melihat orang bereaksi seperti Bima 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
satu ya bukan saya 🤭
Noer: iya ampun dah
total 3 replies
partini
wah bahaya juga yah ketahuan kalau pura pura
Noer: tenang kak, aku tak akan membiarkan sandiwara itu terbongkar ha ha ha ha ha ha a
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sok baik kamu Des 🤣🤭
Noer: seblak aja yang murah kak 🤭
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
gak mau meninggalkan kesan buruk, tapi kelakuannya buruk sekali kau Vivian 🤭
Noer: itulah ya kak, kadang gitu tuh kalau horang keyong
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kirain mau bilang jangan sedih Rachel nanti Tante beliin yg baru 🤭
Noer: iya kan ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ngapain coba Ginting disini, bukannya main badminton sana 🤭
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kapok🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Rara ada aja kamu , mana mungkin mereka mengaku kena azab🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya bener banget 🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!