NovelToon NovelToon
Sistem Kepelatihan Xiao Han

Sistem Kepelatihan Xiao Han

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Genre: Sistem, Sport, Tactical.
Sub-Genre: Romance, Drama, School, Slice of Life, Friendship.

Arc 1 : Kebangkitan Calon Pelatih Trainee (Chapter 1 — 21) - (22.691 kata)
Arc 2 : Asisten Pelatih yang Diremehkan (Chapter 22 - ... ) - (Ongoing)

Dari gelandang tengah SMA Hangzhou menjadi seorang pelatih muda? Dibekali Sistem Kepelatihan, Xiao Han merajut kembali mimpinya, setelah dokter memvonisnya tak bisa menjadi pesepak bola lagi karena cidera. Mampukah ia menapaki sepak bola sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Dari kejauhan, Ye Chen muncul. Jersey-nya masih basah oleh keringat orang lain, atau mungkin oleh air minum yang tumpah saat selebrasi, Xiao Han tidak tahu. Tapi yang jelas, wajah Ye Chen berbeda dari tadi pagi. Ada sesuatu yang lega di sana, seperti orang yang sudah lama menahan napas dan akhirnya diizinkan menghela.

“Dapat jersey-nya?” tanya Xiao Han.

Ye Chen mengangkat kantong plastik di tangannya. Di dalamnya, terlihat jersey biru dengan nomor 69. Lu Gacheng.

“Dia ... baik orangnya,” kata Ye Chen. Suaranya datar, tapi ada getar halus di ujung kata. “Aku kira dia akan sombong. Ternyata tidak. Dia ingat final itu. Dia ingat kau yang hanya bermain sampai semi-final.”

Xiao Han terdiam.

“Dia bilang,” Ye Chen menatap Xiao Han. “Dia berharap bisa melawanmu di level profesional.”

Angin malam bertiup. Xiao Han merasakan dingin yang tidak berasal dari udara.

“Kau bilang apa?” tanyanya.

“Aku bilang kau sekarang ingin jadi pelatih. Dia tertawa. Katanya dia akan menunggu.”

Ye Chen tersenyum, lalu tangannya menyentuh pundak Xiao Han, sama seperti yang Xiao Han lakukan padanya di tribun. “Kau harus buktikan, Han. Bahwa kau bisa menjadi pelatih yang membuat pemain seperti Lu Gacheng kesulitan.”

Xiao Han tidak menjawab. Tapi ia tidak melepaskan tangan Ye Chen dari pundaknya.

Wei Ying dijemput oleh bibinya. Seorang wanita paruh baya dengan rambut diikat rapat, yang dari jauh sudah melambaikan tangan dengan wajah setengah khawatir. Wei Ying berlari, menoleh sekali, dua kali, sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.

Sebelum pintu mobil tertutup, bocah itu menjulurkan kepalanya keluar. “Kak Han! Aku akan buktikan! Aku akan jadi pemain yang orang tulis tentangnya!”

Mobil itu melaju, meninggalkan Xiao Han, Ye Chen, dan Shen Yuexi di depan stadion yang mulai sunyi.

“Aku juga harus pulang,” kata Ye Chen. Ia menghela napas, membuang pandang ke arah lain. “Besok ada urusan keluarga. Mungkin ... mungkin setelah ini, aku tidak akan sering main bola lagi. Ibuku ingin aku fokus kuliah, dan aku harus menjelaskan ke bibiku nanti karena mengajak Wei Ying tanpa menjempunya.”

Xiao Han tidak terkejut. Ia sudah membaca itu dari wajah Ye Chen sejak di tribun.

“Kau akan tetap main, kan?” tanyanya.

Ye Chen tersenyum. “Kalau ada waktu. Mungkin di kampus nanti, kalau ada lapangan.”

“Itu sudah cukup.”

Mereka berdiri berhadapan. Dua mantan rekan setim yang pernah saling mengisi ruang di lapangan, Xiao Han dengan umpannya, Ye Chen dengan larinya. Kini, satu akan menjadi pelatih, satu akan menjadi mahasiswa. Jalannya berbeda, tapi kenangan di lapangan hijau tidak akan pernah pudar.

“Han,” kata Ye Chen. “Dulu, saat kau cedera, aku merasa kehilangan sesuatu. Bukan hanya rekan setim. Tapi seseorang yang membuatku percaya bahwa aku bisa lebih baik.”

Xiao Han mengepalkan tangan di saku jaketnya.

“Sekarang aku tahu,” Ye Chen melanjutkan. “Kau masih ada. Hanya di posisi yang berbeda. Dan mungkin suatu hari nanti, jika aku memilih menjadi seorang pelatih, saat timku bermain melawan tim asuhmu, kau akan bilang pada striker itu: Lihat, itu Ye Chen. Dulu dia selalu menerima umpan dariku.”

Xiao Han tertawa. Tawanya pecah di malam yang sunyi, mengusir dingin yang mulai merayap.

“Aku akan bilang itu,” katanya. “Tapi aku juga akan bilang, jaga dia. Dia striker yang haus gol. Kalau diberi ruang sedikit saja, dia akan hancurkan pertahananmu.”

“Kalau aku memilih menjadi pelatih itu pun.”

“Pilih saja sesuai inginmu, Ye Chen. Entah pemain, atau pelatih, atau seorang pria kantoran nanti, aku tetap akan mendukungmu, seperti umpan-umpanku di masa SMA.”

Ye Chen tersenyum. Senyum yang tidak dipaksakan. Senyum yang tulus.

“Sampai jumpa, Han.”

“Sampai jumpa, Ye Chen.”

1
Hong Biyeon Adolebit
keren bgt kak, Xiao Han😍
heroestupai: berakkkkkk
total 1 replies
Apakah transgender disunat?
sudah 39 chapter dan tidak ada insect😡
heroestupai: /Smug//Smug//Smug/
total 1 replies
Ren si Pegawai Kantoran
Pak Chen Hao kerjanya ngapain? Eh iya motivasinya kan kecil 🗿
Limian Avina
Iyap, aku pun malas baca itu, jadi diskip/Proud/
Limian Avina: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Limian Avina
Ini kayaknya enggak terlalu diperlukan deh/Sweat/
heroestupai: skill issue aja kak, maklumin, cmn ngindarin yg repetitif aja
total 3 replies
Limian Avina
Kebelet ganti PoV😂
Limian Avina
Kenapa jadi PoV satu/Sweat/
heroestupai: ahh iya, bocor POV, nanti saya revisi kak
total 3 replies
Limian Avina
Iya, mengerikan seperti ...
Limian Avina: Enggak jadi/Blackmoon/
total 2 replies
Limian Avina
Beliau terlalu percaya diri :v
Limian Avina: 🗿🗿🗿🗿🗿
total 2 replies
Limian Avina
Gambarnya kayak kamar pribadi🗿
Manusia Biasa: wkwkw tapi masih bagus kok kak, dari ai sih😂🙏
total 1 replies
Limian Avina
Ada gacha-nya/Scare/
heroestupai: masih jauh sih di gacha sistem itu /Facepalm/
total 1 replies
Limian Avina
/Curse//Curse/ Namanya kenapa harus Gacheng?!
heroestupai: Kepikiran itu aja 🗿
total 1 replies
Limian Avina
Nulisnya "Goal" deh seharusnya/Sweat/
Limian Avina: /Scare//Scare/ Secara arti goal = tujuan/sasaran/Facepalm/
total 2 replies
Limian Avina
Woah~! Riset sejarah .../Blush//Blush/
heroestupai: huum 🗿🗿
total 1 replies
Ren si Pegawai Kantoran
cukup menghibur
heroestupai: makasih kak
total 1 replies
Penjaga Gerbang
keren
Ren si Pegawai Kantoran
ditunggu Thor updatenya
Ren si Pegawai Kantoran
developmentnya sedikit terasa di sini, sistem gak semata-mata Deus ex machina, ada konsekuensi juga dari analisa MC, dan emang jadi pelatih itu harus mikirin pemain, bukan semata2 sistem novel lain yg bikin pemain jadi OP kah? 🤔
Ren si Pegawai Kantoran
Thor, jangan lupa huruf miring kalo monolog batin PoV 3 ya 🗿
Ren si Pegawai Kantoran
kambek 4-3
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!