NovelToon NovelToon
Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: astiana Cantika

Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.

Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?

Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curhatan Ying Zu

Setelah cukup jauh menunggangi kuda, Ceni dan Ying Zu memilih beristirahat di bawah pohon rindang agak masuk sedikit ke hutan menghindari dari jalan utama.

Setelah mengikat kuda mereka dengan kuat di bawah pohon yg mempunyai rumput subur, kini Ceni memilih duduk bersandar di pohon rimbun yg terasa sejuk dan asri menurut nya, tak ada polusi yg mencemari udara.

Tanpa sepengetahuan Ying Zu, Ceni pun mengeluarkan beberapa kue dan minuman dari ruang penyimpanan, tak lupa dengan makanan ringan.

"Ying Zu makan lah." Ucap Ceni menyodorkan bungkusan kue pada Ying Zu.

"Terimakasih kasih nona." Ucap Ying Zu.

Sejenak Ying Zu heran melihat bungkusan kue yg di berikan Ceni, tapi Ying Zu tak ingin bertanya banyak, ia sudah di tolong saja sudah sukur, begitu lah pikir nya.

Ceni pun membuka bungkus kue lalu memakan nya dengan tenang, Ying Zu pun memperhatikan Ceni membuka bungkus itu lalu Ying Zu pun mengikuti hal tersebut.

"Oh iya Ying Zu, tadi aku tak sempat bertanya, kau dari mana hendak kemana.?" Tanya Ceni tanpa menoleh ke arah Ying Zu sebab Ceni saat ini sedang asik membuka tutup botol.

Walaupun Ceni terkadang adalah gadis yg ceroboh dan cerewet tapi beladiri dan kekuatan nya tak bisa di anggap remeh, sebab ia sudah menguasai itu semua, karena Ceni termasuk gadis yg jenius dan sangat mudah mempelajari banyak hal hanya dengan melihat saja.

"Aku baru pulang dari akademi dan akan kembali ke rumah ku di kediaman bangsawan Ying." Ucap Ying Zu.

"Akademi,? Itu semacam sekolah atau apa.?" Tanya Ceni.

"Sekolah.?" Beo Ying Zu.

Kini Giliran Ying Zu yg di buat bingung dengan apa itu sekolah.

Ceni pun menepuk kening nya menyadari sesuatu, bahwa dirinya saat ini berada di zaman kuno.

"Emb sekolah itu semacam kita menimba ilmu dan belajar banyak tentang pengetahuan." Ucap Ceni.

"Oh seperti itu ya, berarti sekolah yg nona sebut kan sama dengan akademi, karena di sana kita bisa belajar meningkatkan kultivasi, cara mengendalikan kemampuan, belajar alkemis, dan banyak lagi, di sana juga banyak tantangan, terluka atau enggak semasa pertandingan di tanggung diri sendiri." Ucap Ying Zu.

Ceni mengerjapkan mata nya merasa aneh.

"Buat apa belajar , mencari penyakit kalau begitu, dunia kultivasi memang aneh, di dunia modern belajar mengasah otak biar pintar, lah di zaman kuno belajar kekuatan bukan otak, kalau kuat baru di bilang jenius, pantas orang Zaman ini gak ada yg pintar otak nya, karena kekuatan adalah yg utama, kalau di jaman modern mungkin bangunan megah sudah hancur semua oleh ulah mereka yg memiliki kekuatan sebab dendam." Batin Ceni sambil menghela nafas nya.

"Nona kenapa melamun.?" Tanya Ying Zu.

"Oh tidak apa-apa Ying Zu, lalu apa sekarang kau akan pulang ke kediaman mu.?" Tanya Ceni.

"Seperti nya iya, karena aku akan membalas dendam ku pada Ying Ru, dia yg sudah membayar para bandit itu untuk membunuh ku." Ucap Ying Zu mengepal kan kedua tangan nya.

"Lalu siapa yg akan mendukung mu.?" Ucap Ceni.

Pandangan Ying Zu pun tiba-tiba melemah, dia sadar tak ada yg akan percaya kalau Ying Ru yg menyebabkan kusir dan pelayan pribadi nya mati begitu juga beberapa pengawal yg mengawal nya sedari keluar dari akademi.

Itu karena Ying Ru memiliki sifat yg manipulatif, di hadapan seluruh keluarga Ying Ru terkenal dengan sifat lemah lembut nya, sedang Ying Zu sudah terkenal karena sikap semena-mena nya, karena sering kali terlihat menindas Ying Ru, padahal itu tidak lah benar sama sekali.

"Kau diam Ying Zu, berarti benar tak ada yg mendukung mu,? Apa karena saudara tiri mu itu memiliki sifat yg manipulatif.?" Ucap Ceni tepat sasaran.

"Nona benar, Ying Ru selalu berhasil membuat ku terlihat jahat di mata semua orang, dia pintar membolak-balikkan keadaan, sehingga aku akan selalu terlihat di pihak yg selalu semena-mena dan jahat, sebab itu juga lah ayah mengirim ku ke akademi untuk belajar tata Krama dan juga pengetahuan, kata nya agar sifat buruk ku tertutupi oleh karena aku berpendidikan." Ucap Ying Zu menatap kosong ke arah depan.

"Huh sudah lagu lama itu mah, dimana-mana saudara tiri kenapa memiliki sifat yg sama yaitu manipulatif, emang udah takaran nya kali ya.?" Gumam Ceni.

"Ngomong-ngomong kau anak pelakor atau istri sah.?" Ucap Ceni dengan kata blak-blakan nya.

"Pelakor.?" Bingung Ying Zu.

"Hais pelakor itu singkatan dari Perebut laki/suami Orang." Ucap Ceni.

"Oh begitu, aku putri sah keluarga Ying, ibu ku adalah istri sah kediaman Ying, kata ibu, sewaktu aku berumur 2 tahun, ayah pulang dari perbatasan kekaisaran sudah membawa selir yg saat itu sudah hamil besar." Ucap Ying Zu.

"Pelakor itu nama nya, udah lah merebut suami orang, gak tau diri lagi." Ucap Ceni geram.

Sedangkan Ying Zu hanya bersandar lelah.

Sebenarnya Ying Zu lelah dengan semua itu tapi ia kasihan pada ibu nya apabila kalau berpisah dari ayah nya sebab sang ibu sangat begitu menyayangi ayah nya yaitu Ying San.

"Ayah mu di perbatasan pergi ngapain Ying Zu.?" tanya Ceni penasaran.

"Karena ayah seorang wakil jenderal." Ucap Ying Zu.

"Kau putri seorang wakil jenderal Ying Zu,? tapi kenapa pakaian mu biasa-biasa saja, sama sekali tak menunjukkan seorang nona bangsawan yg terhormat, seperti gembel iya, seharusnya pakaian mu lebih mewah sedikit." Ucap Ceni dengan kata jujur nya tapi menusuk di hati lawan bicara nya.

Ying Zu hanya dapat menghela nafas berat nya.

Ying Zu merasa sendiri tak ada yg memihak pada nya, setiap kali ia akan mengutarakan pendapatnya, Ayah nya hanya menganggap nya bermain-main saja, sedangkan saat ini setelah ibu nya sering sakit-sakitan, ayah nya bahkan hanya peduli pada selir nya dan Ying Ru.

Walaupun status nyonya sah masih di sandang ibu nya tapi tak menutup kemungkinan selir licik itu pasti akan merebut semua milik nyonya sah kediaman Ying.

"Jangan bersedih Ying Zu, aku akan mendukung mu, lagi pula di dunia ini aku juga sendiri tak punya siapa-siapa, kau adalah orang pertama yg akrab dengan ku di dunia ini." Ucap Ceni.

"Benarkah nona.?" Ucap Ceni berbinar.

"Buat apa aku bohong.Uxap Ceni.

"Oh iya Ying Zu, setiap istri akan tinggal di rumah suami nya kan,? Lantas, apakah ibu mu tak punya keluarga kandung.?" Tanya Ceni .

"Ada, kakek ku adalah seorang jenderal kekaisaran, kakek mengangkat ayahku jadi wakil nya sebab ayah adalah menantu laki-laki satu-satunya."Ucap Ceni menerawang jauh.

Bersambung.

1
Erna Fkpg
semangat thor kutunggu kelanjutannya 💪💪💪
Mineaa
waaaaaahhhh...... bakalan tambah seru nich part selanjutnya.....
jadi ga sabar.....
Ida Kurniasari
lanjut thorr 😍😍
Ida Kurniasari
seru thor😍
Erna Fkpg
terimakasih thor kutunggu upnya selanjutnya 👍👍👍
Astiana 💕: sip 👍
total 1 replies
Erna Fkpg
GK sabar nunggu kehancuran yin sang
Erna Fkpg
lanjut thor
Erna Fkpg
bagus semoga GK berhenti ditengah jalan
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
nungguin ya, tunggu aja sampai pesta kembalinya ying zu di kerajaan,
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Marsya
jgn2 yg gx slamat cucu kakek jendral alias meninggal trus diganti sama anak kaisar makanya bpaknya gx syang oeg bkan darah dagingnya
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
zu anak permaisuri yang sengaja di tukar deh
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
aria
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
dikit amat thor
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!