NovelToon NovelToon
CINTA PERTAMA ANDREA

CINTA PERTAMA ANDREA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Konflik etika / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepulangan Andrea adalah hal yang paling Vhirel tunggu-tunggu. Hubungan mereka tidak pernah bisa di larang, selalu ada canda dan tawa meski kerap kali ada permusuhan yang pada akhirnya mereka saling mengerti bahwa sebuah perbedaan adalah sesuatu yang indah dalam sebuah hubungan. Namun sayangnya, status mereka hanyalah sebatas kakak beradik.

Lantas mengapa bisa mereka menganggapnya lebih dari sekedar itu?

Mereka bahkan tak pernah peduli jika keduanya telah menentang takdir Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JAMUAN HANGAT DI RUMAH PAK BOWO

Lampu gantung di rumah kediaman Pak Bowo berpendar hangat, memantulkan bayangan samar pada deretan kursi kayu jati yang kokoh. Udara malam yang dingin di perbukitan itu tidak terasa menusuk, kalah oleh aroma nasi liwet yang gurih dan kepulan uap dari teko tanah liat di sudut meja.

​Pak Bowo duduk di ujung meja, tampak lebih santai dibanding saat pertemuan singkat di lahan tadi siang. Ia menyodorkan sepiring singkong dan ubi rebus yang masih mengepul.

​"Mangga... di coba, singkong sama ubi rebus... mantep pokoknya." Tambah Pak Bowo, pria paruh baya yang usianya tak begitu jauh dari usia Surya.

​"Tadi di lahan kita cuma bicara kulitnya saja," Sambung Pak Bowo sambil membelah singkong rebus yang merekah empuk. "Makan ini dulu, hasil tanah sini. Sederhana, tapi ini dasar dari semua yang kita tanam, Pak Surya. Apalagi tehnya..."

​​Pak Bowo meletakkan cangkirnya. Aroma teh hijau yang diseduh dengan air pegunungan menyeruak—segar, sedikit nutty, dan menenangkan. ".... ayo, boleh di coba?" Katanya sambil menyodorkan khusus, kali ini ke arah Dea.

Dea hanya mengangguk menurut, lalu mulai menyeruput teh dari cangkir yang masih mengepul itu. "Panas...!" Ringisnya, spontan menjulurkan lidah sambil menggerutu pelan.

“Yaaaa… ditiup dulu atuh, neng cantik,” kata seorang wanita yang duduk di samping Pak Bowo sambil terkekeh. Ia Bu Darsih, istri Pak Bowo, yang juga ikut terjun langsung mengelola kebun teh milik Surya.

“Nah, tuh. Dengerin, atuh, neng yang cantik teh... teh nya harus ditiup dulu!” Sambung Vhirel dengan celetukan bernada setengah mengejek.

Dea membulatkan matanya memandang sang kakak yang ada dihadapannya. "Berisik!" Balasnya. "Mau aku siram pake teh panas ini?!"

Vhirel hanya menjulurkan lidah.

Maudi yang berada di samping Vhirel, segera menepuk pundak anak sulungnya, sementara Surya hanya menahan senyum yang terangkat disertai gelengan kecil mengiringi kepalanya.

"Teh itu tanaman perasa..." Lanjut Pak Bowo lagi serius. "... kalau tanahnya tidak sehat, aromanya tidak akan 'keluar'."

​"Betul, Pak." Angguk Surya.

​"Lihat warna teh ini," Pak Bowo mengangkat cangkirnya ke arah cahaya lampu. Cairannya bening kehijauan, tanpa ampas. "Ini hasil dari proses oksidasi yang mantap. Begitu juga dengan perkebunan milik Pak Surya. Tidak bisa terburu-buru, tapi tidak boleh telat dijemput."

“Saya beruntung bisa mengenal Pak Bowo, yang pada akhirnya mampu mengelola lahan keluarga saya ini dengan baik,” ujar Surya penuh rasa berterima kasih.

Mendengar pujian tulus itu, Pak Bowo tertawa kecil sembari menunduk malu. Wajahnya yang tegas tampak sedikit merona, menunjukkan kerendahhatian seorang ahli yang lebih suka bekerja di balik layar daripada disanjung.

​"Ah, Pak Surya ini bisa saja. Saya hanya menyalurkan apa yang sudah disediakan alam, Pak. Selebihnya itu berkat doa dan kepercayaan Bapak sendiri," sahut Pak Bowo dengan tawa sipu yang masih tersisa di sudut bibirnya.

​Surya tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya ke arah jendela rumah Pak Bowo. Tampak gelap, namun terlihat bagaimana hamparan hijau yang membentang luas di hadapan mereka. Aroma pucuk teh yang segar tercium terbawa angin gunung pun semakin mengundang hawa dingin.

​"Kebun teh ini... saya ingin memastikan masa depannya, Pak Bowo..." Sambung Surya. "... yang pasti akan saya wariskan pada putra sulung saya, Vhirel," ujarnya dengan nada suara yang mantap dan penuh keyakinan.

​Vhirel yang sejak tadi duduk diam polos di samping Ibunya, tiba-tiba tersentak. Jantungnya seakan berhenti berdetak sesaat mendengar pengumuman yang begitu mendadak itu. Tanggung jawab sebesar ini?

​"Pa..." gumam Vhirel lirih, suaranya sedikit bergetar antara tidak percaya dan rasa berat yang tiba-tiba menghimpit bahunya.

​Surya menatap putra sulungnya itu dengan tatapan yang dalam dan penuh kasih, namun terselip makna yang tak dapat terbantahkan. "Dia yang akan mewariskan ini semua kalau saya sudah tidak ada nanti. Jadi nanti, Pak Bowo... apapun yang berkaitan dengan teh dan juga vila, saya serahkan pada Vhirel."

"Eleeeeuh... eleeeeuh... ujang kasep teh beruntung sekali." Celetuk Buk Darsih. "Udah mah kasep, mapan... awewe geulis mana atuh yang gak mau!"

Vhirel menelan saliva, ia hanya tersenyum tipis yang terbit di sudut bibirnya. Sementara, ​di sisi lain, Dea hanya bisa terdiam. Sembunyi, ia menatap Vhirel dengan binar kekaguman yang sulit disembunyikan. Ada rasa bangga melihat pemuda itu dipersiapkan untuk memegang amanah sebesar ini, meski ia juga tahu betapa besar beban yang kini harus dipikul Vhirel. Ia memilih tetap bungkam, menyimpan rapat-rapat segala rasa yang berkecamuk di dalam hatinya.

​Hingga, malam semakin larut, namun semangat di ruangan itu justru semakin matang. Surya nampak semangat membicarakan salah satu aset berharganya ini bersama Pak Bowo hingga akhirnya Maudi memberi isyarat dengan kedipan mata.

Surya menoleh ke samping. Ia terkejut saat mendapati Dea sesekali memejamkan mata, menahan kantuk yang kian menyerang, hingga akhirnya gadis itu tak lagi kuasa melawannya.

"Ah... sepertinya cukup sampai disini Pak Bowo, perbincangan kita." Kata Surya.

"Terima kasih atas jamuannya, Pak Bowo... Bu Darsih." Tambah Maudi sungkan.

"Iya. Ini tidak seberapa dengan kebaikan keluarga Pak Surya dan Buk Maudi yang telah memberikan kesejahteraan buat kami juga warga setempat." Balas Pak Bowo. "Anggap saja, ini teh sebagai tanda ucapan terima kasih kami."

Maudi tersenyum tulus.

"Kalau begitu, kami semua pamit pulang dulu, Pak." Lanjut Surya. Matanya berpaling dan langsung menatap lurus ke arah Vhirel. "Kamu gendong adikmu sampai vila!"

Vhirel tersentak. "A-Apaaa?! A-Aku, Pa?!"

"Iya, kamu!" Tegas Surya. "Cepat, gak usah pakai kaget gitu. Adik kamu... kalau Papa yang gendong udah gak kuat. Apalagi jalanan disana nanjak."

"Tapi, Pa..."

"Cepet!"

"Hitung-hitung olahraga malam ya, Pak?" Celetuk Pak Bowo.

Surya menjentikkan ibu jari. "Nah, betul itu Pak!"

Vhirel tertegun. Gila, ini sih bukan olahraga lagi, tapi penyiksaan berkedok bonding! Batinnya berteriak, meski bibirnya tetap terkatup rapat.

"Vhirel, kok bengong?" Tambah Maudi. "Ayo gendong adikmu."

"I-Iyaaa... iyaaaa!"

****

1
falea sezi
heran liat ortunya ini egois bgt wong bukan saudara kandung sah saja lah jalin hubungan klo. ttep aja emak nya melarang pergi aja dea pergi jauh biar anak nya gila jd ibu koke egoiss amatt
falea sezi
virel g tegas maunya ma siapa Luna apa dea klo mau dea ya jauhin si ulet luna
Kar Genjreng
pokonya jangan ada cinta Antara kakak' Adek kesan nya yang anak angkat ga tau diri padahall namanya perasaan kan tapi jangan sampai itu memalukan keluarga
falea sezi
lanjut . emakk nya knp sih wong bukan inces aja kok hadeh
Kar Genjreng
jangan ada rasa cinta dong biar pun bukan satu kandung tetapi ,,di besarkan oleh orang tua yang sama kasih sayang yang sama jangan ada rasa cemburu layaknya
kekasih tetapi ingat sebagai kakak beradik,,,
Penulis🇰🇷Nuansa Korea: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
sapai dua bab belum tau
Kar Genjreng
mampir tapi masih kurang paham ,,, sebenarnya bayi siapa ,,dan Surya dan Oliv itu siapa nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!