NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.



Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.


Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.


"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Siap Bermain

Sri datang menghampiri Tuan Luiz yang sedari tadi berada di ruang kerjanya. Wanita gemuk itu melaporkan jika ALeca masuk ke dalam kamar milik mendiang Ema.

“Tuan, itu wanita pelayan itu.Dia menempati kamar Mendiang mbak Ema”

Mendengar hal itu Luiz berdiri dari kursi kerjanya.“Apa! Wanita sialan itu berani masuk ke kamar Ema! Memangnya siapa yang berani menyuruh dia masuk ke kamar itu!”

Sri tertunduk.“Wanita itu sendiri tuan yang meminta Iren dan Catrin membawanya masuk ke dalam kamar itu,"

Luiz mengepalkan tangannya amarahnya semakin memuncak.“Saya tidak percaya wanita itu semakin berani saja!”Ungkapnya sambil mengepalkan tangan.

Luiz berbalik dan berjalan keluar dari ruang kerjanya sementara Sri tersenyum kecut.“saya berharap tuan Luiz benar-benar mengusir wanita pelayan itu dari rumah ini!”

Sri tau bahwa Aleca tidak akan bisa bertahan lama di rumah ini. Terutama jika Luiz sudah marah sebesar ini.

Luis terus berjalan langkahnya panjang dan cepat menuju ke kamar Ema. dia sudah siap untuk menghadapi ALeca dan memberi nya pelajaran karena sudah berani melewati batas.

bahkan dengan langkah yang lebih lambat pula Sri mengikuti Luiz ke kamar Ema, siap melihat pertunjukkan yang akan terjadi.

ALeca berjalan mengambil sebuah bingkai foto yang berdiri di atas lemari kecil dan ALeca menebak jika wanita ini adalah Ema.“Oh jadi ini wanita yang sangat pria itu cintai”

“Letakan itu!”Luiz berteriak suaranya keras dan menakutkan.

ALeca menatap Luiz dengan senyum provokatif, tidak meletakkan bingkai foto itu.“Apa yang kamu lakukan di dalam kamar ku!?”

luiz melangkah maju wajahnya merah padam. ia merampas bingkai foto dari tangan Aleca.“Berani sekali pelayan seperti kamu berada di dalam kamar tunangan ku!”

ALeca menyungging kan senyuman.“Hey ayolah Ema sudah tiada.”kata ALeca sambil berjalan menuju tempat tidur.“Jadi apa untungnya kamu menciptakan kamar seindah ini,"Lanjutnya dengan kekehan kecil.

Luiz mengepal jemarinya.“Setidaknya kamu tidak melupakan jika Kamu lah yang membuat tunangan ku tiada!”

Wajah ALeca berubah, senyumnya menghilang.“Apa yang kamu katakan, saya tidak membunuhnya.Itu hanya sebuah kecelakaan”

Luiz mencengkram lengan ALeca Sehingga membuat sang pemilik lengan kesakitan.“Kau berulang kali mengatakan hal yang sama seperti ini Aleca! Saya sendiri muak mendengarkan nya.Sudah cukup segala drama kau ciptakan pagi ini, dan ini lah saatnya kau menerima hukuman dari saya lagi!"

“Apa yang kamu lakukan lepaskan saya!”Teriak ALeca sambil memukuli bahu belakang Luiz.

Luiz menarik ALeca keluar dari kamar Ema sambil menyeret ALeca ke arah pintu keluar.

“Sri bantu saya mengeluarkan barang-barang pelayan ini dari kamar Ema!"Kata Luiz memerintahkan Sri yang sedari tadi berdiri di depan pintu Ema.

“Baik tuan Luiz,”

Aleca terus terus berteriak dan melawan.“Luiz lepaskan saya! Atau saya!”

“Kamu sudah terlalu jauh ALeca! Saya tidak akan membiarkan kamu bersikap kurang ajar lagi!"

Suara nafas ALeca semakin naik turun ia benar-benar muak dengan sikap Luiz yang selalu mencari cela untuk menyakiti wanita ini.“Pokoknya aku gak boleh nyerah gitu aja, aku gak boleh lemah"Gumam ALeca memberikan dirinya sendiri semangat.

Tak lama Luiz merasa kesakitan saat rambutnya di tarik oleh ALeca.“Jika kau ingin bermain saya siap bermain dengan mu Luiz!"Kata ALeca menantang sambil terus menarik rambut Luiz ke belakang hingga kepalanya mendongak keatas.

Luiz melepaskan genggaman tangannya pada Lengan ALeca. Dan mencoba melepaskan tangan ALeca.tapi aleca memanfaatkan kesempatan itu untuk menendang sesuatu di balik celana Luiz kembali dan membuat Luiz kesakitan untuk yang kesekian kalinya.

“Tuan Luiz..”Teriak Sri dari arah belakang ALeca.

Luiz terjatuh ke lantai sambil memegangi kepunyaan nya yang jauh lebih sakit dari pagi tadi.

“Hahaha kamu tidak sekuat itu, Luiz”Ujar ALeca di akhiri senyuman puas.

“Aleca lihatlah saya akan membalas mu..!”Teriak Luiz di saat ALeca mulai menjauhinya.

ALeca berhenti sejenak,menatap Luiz dengan mata yang menyala.“Kamu tidak akan pernah bisa membalas, Luiz. Saya sudah menang.”

Sri berlari ke arah Luiz dan membiarkan ALeca mengambil kopernya kembali.“Tuan apa perlu saya panggilkan dokter untuk...”Sri menatap sesuatu yang di sembunyikan Luiz di tanganya.

“Apa kau ingin saya di permalukan kan Sri!”

Sri langsung berhenti berbicara dan menatap Luiz dengan rasa takut.“Tidak,tuan...saya tidak bermaksud seperti itu,"

Kara membuka koper milik Aleca dan terkejut ketika melihat isi pakaian yang ada di dalam koper.“Apa ini semua layak di pakai?”Aleca mengambil pakaian longgar lalu ia juntaikan di atas udara.“o my God, ini semua tak kayak pakai”Ujarnya sambil membuang pakaian itu ke lantai.

Kemudian ALeca membuka kembali lemari yang telah Luiz siapkan untuk Ema. Ia mengambil salah satu pakaian yang tergantung di dalam lemari. pakaian ini terlihat masih sangat baru itu terbukti karena ada sebuah label yang belum di lepas.“Pria itu sungguh kejam wanita ini tak memiliki baju yang layak padahal dia kaya seharusnya dia bisa membelikan pakaian yang bagus dan layak seperti ini!"

ALeca menutup kembali lemari itu, bahkan ia sama sekali tak berniat memakai pakaian itu.Tapi ALeca bertekad akan membeli pakaian baru.

*

*

*

*

*

*

*

“Morning Catrin..

“Morning Iren...

“Morning juga mbak Aleca..”Jawab Catrin dan Iren serempak.

“Apa yang kalian buat?”Tanya Aleca sembari menyomot potongan sosis yang tenga di iris oleh Catrin.

“Biasa mbak rutinitas pagi membuat nasi goreng spesial untuk sarapan bersama”Sahut Iren.

“Kalau begitu biar saya yang masak saja sini..”

“eh eh ini lagi pelayan gak tau diri.. ngapain kamu di dapur. Denger yah tugas kamu ini bukan di sini!”Celetuk Sri sambil menunjuk-nunjuk Aleca dengan kemoceng yang ia bawa.

Aleca tertawa sinis sambil melipat kedua tangannya.“Kamu itu masih gak sadar-sadar juga yah pada siapa kamu bicara!”Semprot Aleca namun Sri hanya mencibirkan bibirnya.

“Pada Seorang pelayan yang tidak tau malu seperti kamu ngapain juga saya harus takut!__Arrrg"

Sungguh ALeca tak tahan lagi pada sikap Sri padanya yang seenaknya saja sehingga pada saat Sri menyentuh tubuh nya dengan kemoceng berdebu itu membuat Aleca naik pitam sehingga menarik paksa kemoceng itu lalu memukul tubuh Sri berulang kali.

“awwww....hentikan apa yang kamu lakukan..dengar kamu akan berdosa karena telah memukul orang tua seperti saya!"Teriak Sri di sela-sela Aleca memukul dirinya.

“Oh yah kalau begitu saya rela menerima semua dosa karena memang orang seperti kamu memang pantas di basmi!"Teriak Aleca.

Catrin dan Iren hanya tertawa saja menurut mereka kejadian lucu seperti ini jarang sekali terjadi.

1
Uthie
Cerita genre transmigrasi yg selalu sukkaaa...
Uthie
Sy selalu berusaha menghargai penulis dengan meninggalkan jejak lohhh yaa Thor 😘🤩
Uthie
👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkkkaaa tema genre transmigrasi 👍🤩🤩
Khairunisa Laras
h
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
Herlina Susanty
suka cerita ny thor
smgt nulisnya di tunggu selalu up ny
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!